NovelToon NovelToon
Sebel Tapi Demen

Sebel Tapi Demen

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:997
Nilai: 5
Nama Author: Azumi Senja

Naura, gadis enam belas tahun yang hidup bersama ayahnya setelah kehilangan sang ibu, menjalani hari-hari yang tak pernah benar-benar sepi berkat Hamka. Jarak rumah mereka hanya lima langkah, namun pertengkaran mereka seolah tak pernah berjarak.
"Tiap ketemu sebelllll..tapi nggak ketemu.. kangen " ~ Naura~

" Aku suka ribut sama kamu ..aku suka dengan berisiknya kamu..karena kalo kamu diam...aku rindu." ~ Hamka ~


Akankah kebisingan di antara mereka berubah menjadi pengakuan rasa?
Sebuah kisah cinta sederhana yang lahir dari keusilan dan kedekatan yang tak terelakkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azumi Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hamka Kampreeeettt !

" Seorang gadis  berjalan sambil bernyanyi -nyanyi kecil. Tangannya memegang tumbler kosong berwarna merah muda .

Rambutnya di ikat satu dengan poni andalan yang membuat gadis ini terlihat manis .

Tubuhnya ramping bahkan cenderung kurus dengan tinggi 155 cm.

Gadis itu bernama Naura.Nama lengkapnya Naura Salsabila Hirawan. Ayahnya,  Hari Hirawan .Sedangkan ibunya bernama Kirana telah meninggal disaat Naura masih duduk dikelas satu SMP.

Sekarang Naura tercatat sebagai  siswi kelas 10 SMA Nusa Bangsa.

Seragam putih abunya baru lima puluh tiga hari  ia kenakan .

Di tas ransel nya terpasang  dua gantungan boneka mini .

Mirip bocah TK.

Biasanya Naura pulang sekolah bersama kedua temannya ,Sisi dan Lala..namun mereka ada kegiatan ekskul sehingga Naura terpaksa  pulang sendiri .

Langit siang ini cukup terik .Sambil terus melangkah menyusuri jalanan komplek Andoro ,Naura celingukan kesana kemari mencari penjual Es Doger langganannya.

    'Biasanya Mang Udin mangkal disekitar sini.Tapi kok, nggak ada?' ucapnya dalam hati.

Gadis ini merasa kehausan.

Tenggorokannya kering kerontang butuh guyuran yang menyegarkan .

Namun nihil,Mang Udin yang ia cari sepertinya absen berjualan.

Tak lama langkah gontainya  sampai di depan gerbang  rumahnya yang minimalis bercat biru muda .

Dihalamannya yang mungil  hanya ada beberapa pot bunga yang kosong tanpa bunga.

Setelah ibunya meninggal ,halaman rumah yang biasanya asri kini terlihat tak terurus .

Naura membuka pintu gerbang .

Saat ia hendak menutup kembali  pintu gerbang nya ,ekor matanya melihat ke arah halaman  di sebrang  rumahnya.

Matanya seketika berbinar kala  melihat pohon mangga milik Babe Ramli berbuah buanyak.

Walau sering tak akur dengan anaknya Babe Ramli,tapi gadis itu tak gentar untuk segera memetik buah ranum yang pasti suegerrrrr jika di cocol dengan sambal rujak.

Buah mangga yang terlihat ranum itu menggodanya untuk segera mendekat .

Sekarang Naura sudah berganti pakaian .T'shirt putih lengan pendek  dan celana joger warna hitam .

Setelah izin sama yang punya pohon alias Babe Ramli dan Bu Tika,gadis ini segera ancang-ancang untuk naik ke atas pohon mangga tentunya dengan bantuan tangga milik yang punya pohon mangga hehe..

Sedari kecil gadis ini sangat suka naik ke atas pohon tetangganya itu .

Naura harus bergegas sebelum musuh bebuyutannya pulang .Informasi dari Babe Ramli,jika putra tunggalnya yang bernama Hamka itu masih belum pulang karena ada kerja kelompok .

Ah..paling-paling si Hamka nongkrong dulu sama temennya di warung Bi Siti .

Dasar anak durhaka ,keseringan bohongin orang tua .

Naura meggelengkan kepalanya pelan .Tak habis pikir dengan kelakuan laki-laki yang usianya lebih tua dua tahun darinya.

****

Naura  kini asyik memetik mangga dan memasukannya ke dalam kresek yang ia gantungkan di salah satu dahan pohon .

Beruntungnya pohon mangga milik Babe Ramli tak terlalu tinggi .

Namun saat hendak turun ..Naura celingukan mencari-cari tangganya .Ia mengerutkan kening karena tangga yang tadi bersender di pohon mangga itu tiba-tiba beralih ke tempat lain.

Nggak salah lagi...ini pasti ulah Si Kampret !

    " Hamka, Kampreeeeeettttt...balikin  tangganyaaaaaa!!!" Teriak Naura dengan kekuatan power .

     Wajah putihnya memerah karena kesal .Matanya  menatap tajam laki-laki yang tengah berdiri sambil melipat kedua tangannya di dada.

Hamka tersenyum miring melihat ke arahnya.

" Hei ,gadis setengah mateng ...berani sekali ya Lo nyolong mangga punya  gue ?!"

Apaaaaa....dia bilang gue gadis setengah mateng ???!!!!  Dasar kadal buntung !!! Naura geram sambil melayangkan tatapan lasernya

    " Eh kampret ...ini pohon mangga punya nya Babe Ramli ,bukan punya Elo..! " Cerocos Naura .

"Tapi  gue anaknya paduka Ramli,jadi otomatis itu pohon punya gue juga."

Hamka tak mau kalah dengan Naura.Ia merasa senang dengan wajah kesal tetangga lima langkahnya itu.

" Yang jelas gue udah izin sama Bapak Lo ya,"

" Tapi ,Lo belum izin sama anaknya yang ganteng sekomplek Andoro ini" Hamka   menunjuk dirinya sendiri dan menarik turunkan alisnya .

    "iya ganteng sih ,tapi..... kalo dilihat dari Monas pake sedotan ,hahahhaha" Naura tertawa puas ,sambil tangannya memegang dahan pohon kuat-kuat karena takut jatuh.

 " Lo mau tangga ini?...ok..syaratnya Lo harus bilang gini...Bang Hamka yang ganteng ... Sarangheee..." ucap Hamka seraya kedua tangannya ia gerakan membentuk love.

Hamka sengaja mengerjai gadis yang sedari tadi bertengger di atas pohon.

Saat ia pulang sekolah ,ia tak sengaja kejatuhan mangga ketika sedang berjalan di halaman rumah yang kebetulan posisinya dekat dengan pohon mangga .

Sepertinya Naura tak sadar jika sedaritadi ada sepasang mata yang memperhatikannya .Hamka tersenyum tipis melihat teman masa kecilnya yang tak pernah akur itu.

Entah bagaimana awalnya genderang perang  diantara mereka di mulai.

Yang jelas ,orang-orang satu Blok sudah tak aneh mendengar keributan dari kedua manusia ini.

" Idiihhh...amit amit ya..gue nggak mau Bang Ucup nanti cemburu karena manggil Abang selain sama dia .Lebih baik gue tidur disini !"Ucap Naura dengan mata mendelik ke arah Hamka.

Bang Ucup yang ia maksud ialah pacar halunya dari Korea " Ahn Yeon Soep" yang menurut gadis ini ganteng maksimal tiada tandingan sejagat raya.

" Ya udah...selamat bobo sambil nemplok di pohon ,bayyyy Nanaaaaw .."

Hamka melenggang pergi dengan senyum menyebalkan .

Awas aja..gue bales Lo ....!!Geramnya dalam hati

Dengan terpaksa ia harus mengeluarkan jurus andalannya .

Satuuuu...

Duaaaaa..

Tigaaaaa..

" Babeeee....tolongin Nanaaawww...hiks..hiks..hiks"

Teriak Naura dengan sedikit dramatis.

Tak lama Babe Ramli pun datang bersama Bu Tika .Sepasang suami istri itu terlihat panik mendengar teriakan Naura yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri .

" Pasti anak itu usil lagi ," Bu Tika bergumam pelan . Ia sudah  khatam dengan keusilan putra semata wayangnya .

Babe Ramli segera mengambil tangga dan membantu Naura turun .

" Makasih mangganya ya Babe dan Tante ." Ucap Naura seraya mengangkat satu kresek kecil berisi lima mangga yang semok dan ranum.

" Kalo masih kurang ,ambil lagi aja..pokoknya pohon mangga ini special buat Nanaw.." ucap Babe Ramli terkekeh

" Makasih, Babe emang yang terbaikk."Naura mengacungkan jempol ke  arah pria yang usianya sudah kepala lima.

" Kamu sudah makan ,Naw?" Tanya Bu Tika .

" Sudah ,Tante. Tadi pas pulang sekolah aku beli chicken ." Jawab Naura

Saat ayahnya kerja ke luar kota ,biasanya Naura tidak memasak .Dia cukup beli makanan jadi saja untuk teman nasi.

" Tante bikin soup ayam lumayan banyak ,kamu bawa buat makan malam ya .Tunggu sebentar,"

Bu Tika segera masuk ke rumahnya sebelum Naura membuka mulut untuk menolak.

Orang tua Hamka begitu baik pada Naura .Apalagi Bu Tika adalah sahabat mendiang ibunya.

Tapi yang jadi pertanyaan ,kenapa Babe Ramli dan Bu Tika punya anak macam si Hamka ? Sifat anaknya sangat berbeda dengan orang tuanya .Apa Jangan -jangan saat bayi anaknya tertukar ?!..

Naura berpikir keras untuk kemungkinan yang bisa saja terjadi .

Tapi setelah ingat jika wajah Hamka bagai kemasan saset Babe Ramli ,sepertinya dugaanya salah besar .

****

Naura  baru saja selesai mengerjakan tugas sekolah.

Ia melirik jam dinding .

Sudah jam Sembilan

Rumahnya terasa  sepi .Apalagi jika ayahnya bekerja ke luar kota seperti saat ini.

Setelah ia mengunci pintu depan dan menutup gorden ,Naura kembali ke kamarnya .

Namun tiba-tiba ..

" Duaarrrrr..."

Suara petir yang tanpa aba-aba membuat gadis itu  terlonjak kaget .Buru-buru ia menutup jendela kamarnya yang tadi  sengaja ia buka karena kegerahan .

Tak lama hujan pun turun dengan deras.

Naura berlari ke tempat tidurnya seraya menarik selimut dan bersembunyi ke dalamnya.

Gadis ini sangat takut hujan yang disertai petir .Saat masih kecil ia pasti menangis ketakutan jika mendengar suara petir .

Bahkan sampai sekarang pun gadis ini tetap ketakutan .

Lihat saja..dia bersembunyi di balik selimut sambil berdoa komat Kamit.

Sementara di luar ,ada seseorang tengah duduk bersender di dinding  luar  kamar Naura.

Ketika mendengar suara petir ,laki-laki itu buru-buru bangkit dan melangkah keluar rumah.

Hamka melangkah pelan menuju jendela kamar Naura.Ia tau gadis itu sedang ketakutan.

Hamka tak memperdulikan bajunya yang basah .Ia berdiri di balik jendela .

Hamka tersenyum tipis memikirkan sikapnya yang konyol .Ia berdiri di balik jendela .Tubuh jangkungnya ia sandarkan ke dinding luar kamar Naura .

' Lo hutang terimakasih  sama gue Nanaww.. ' Batinnya bergumam sambil melihat ke celah jendela kamar Naura yang lampunya  terlihat masih menyala.

1
Lani Triani
Lanjuut thoorrr😍
Azumi Senja
Ceritanya ringan ..manis ..bikin salting guling -guling... seruuu..rekomend deh pokoknya ❤️
Sybilla Naura
nah loo...😄
Sybilla Naura
jadi ikutan sediihh
Sybilla Naura
ngakakk 🤣🤣
Sybilla Naura
Baru baca baca aja udah seruuuu...
Sybilla Naura
Seruuuu 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!