NovelToon NovelToon
Ainomaru

Ainomaru

Status: sedang berlangsung
Genre:Ketos / Berbaikan
Popularitas:902
Nilai: 5
Nama Author: Jauhadi

"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.

Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.

"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...

Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jauhadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Sekilas Sinopsis.....

"Arina Andrews!" Panggil seorang guru saat Arin hendak berlalu.

Arin lalu berbalik dan mendapati jika orang yang memanggil dirinya adalah sang guru. Orang yang membuat dirinya merasa hidup. Namun Arin terkejut saat mengetahui gurunya hendak menikah. Baginya Ibu Sarah adalah ibu baginya.

"Ibu guru tidak akan melupakan sayakan ?" Tanya Arin...

Ibu Sarah hanya terdiam, dia lalu mengelus kepala anak muridnya itu..

∆∆∆

Awal....

"Arina apa kamu sudah makan? " Tanya seorang gadis berkuncir dua dengan kaca mata tebal.

"......" Arina tak menanggapi gadis berkacamata tebal itu, dia hanya diam dengan nafas yang terdengar sampai ke telinga.

"Arin aku bicara dengan kamu" Kata gadis berkaca mata tebal itu kesal.

"Iya lalu?"

"Temani saya makan, saya lapar!" Kata gadis itu lagi.

"Makan sendiri sana, saya sibuk!" Kata Arin yang memilih berkutat dengan bukunya.

"Ayolah Arin .." Kata Gadis berkaca mata itu memohon.

"Hufff baiklah, saya letih mendengar kamu terus saja merengek..... Ayo! " Kata Arin sedikit menyindir.

Gadis berkacamata tebal itu tersenyum senang. Sementara Arin merasa sebal dengan kelakuan sahabat karibnya yang sejak kecil selalu menyusahkan dirinya, meski sebenarnya Arin suka dengan sahabatnya itu. Terlebih gadis itu sangat jujur dan terus terang, lain halnya dengan beberapa orang yang menyebalkan menurut Arin.

Arin dan gadis berkaca mata itu pun pergi ke kantin dan makan dengan lahapnya disana.

∆∆∆

Perkenalan \=>

Arina Andrews:

Adalah seorang gadis yang dibesarkan di lingkungan panti asuhan. Di bawah kepimpinan Nyonya Menin yang terkenal tegas dalam mendidik anak- anak di panti tersebut. Diketahui bahwa ayahnya Denison Andrews meninggalkan Arina di panti asuhan karena perusahaannya bangkrut dan ibu Arina yakni Marshall Andrews telah meninggal dunia saat melahirkan Andrews.

Rania Putri:

Adalah sahabat sejak kecil dari Arina, ia adalah gadis berkaca mata yang periang dan di kenal pintar, walau jika di bandingkan dengan Arina sahabatnya dia dibilang nomor dua. Rania adalah putri dari Nyonya Menin, ayahnya sudah meninggal saat dia berumur 2 tahun.

∆∆∆

Kembali pada kantin dan Arina....

Arina meneguk air hangatnya dengan tenang. Dia memang lebih senang jika makanan panas, tidak di barengi dengan minuman dingin. Berbeda dengan Rania yang lebih sering minum – minuman dingin.

Arina dan Rania pun makan dengan tenang tanpa berbicara, setelah selesai makan mereka pun pergi membayar makanan masing-masing dan kembali ke kelas.

"Rin... Kamu ada ekstra tidak?" Tanya Rania pada Arina, karena Arina adalah anak yang aktif dalam berbagai kegiatan sekolah, hal itu dia lakukan agar dia dapat mendapatkan beasiswa dengan tujuan tidak memberatkan panti asuhan yang mengasuh dirinya dari kecil.

"Sepertinya ada, kenapa?" Tanya Arina malas berbicara.

"Aku mau ajak kamu main sama teman-teman yang lain, kek sepi, kamu seringnya hanya sama aku saja sih." Kata gadis berkacamata tebal itu sambil melirik kearah Arina yang tampaknya cuek saja.

"Iya sudah, kita pergi habis aku ekstrakulikuler! " Kata Arina.

" Tapi kamu pasti nanti letih." Jawab Rania..

"Iya.. Terserah kalau tidak mau! " Arina berlalu meninggalkan Rania yang sedang dilanda kebingungan. Di satu sisi Rania tak ingin jika Arina melewati sepi lagi. Namun dia juga berpikir kalau Arina pasti akan letih.

Rania si gadis berkacamata tebal itu pun mengejar Arina dan mengikuti sahabatnya itu.

Rania dan Arina berjalan bersama ke dalam kelas.

Satu kelas itu seketika juga menatap Arina dengan tatapan berbeda. Ada yang sebal dengan Arina dan ada juga yang merasa kagum. Itu di sebabkan sikap Arina yang cuek dan cenderung tidak suka berinteraksi dengan orang lain.

Berbeda dengan Rania, gadis itu sangat ceria, ramah dan sopan. Meski dia terlihat manja di samping Arina, tetapi dia sangat berbeda jika berhadapan dengan orang lain. Tatapan mereka adalah tatapan mengejek ataupun suka. Mengejek, itu di sebabkan karena Rania adalah teman Arina. Suka, di sebabkan gadis berkacamata tebal itu sangatlah pandai bergaul, ramah dan sopan. Gadis itu juga sangat ceria dan tidak terlihat cupu berbeda dengan Arina yang malah di takuti oleh teman sekelasnya sendiri.

∆∆∆

Hari mulai menjadi terik, seorang guru yang seharusnya tidak mengajar di kelas mereka malah masuk dan berdiri di depan kelas. Wajah guru itu tampak asing bagi para murid yang hadir di kelas tersebut.

"Semuanya mohon perhatiannya!" Kata guru tersebut kepada semua murid yang hadir di kelas tersebut.

"Perkenalkan nama saya adalah Sarah Ghifari! Saya di sini selaku wali kelas kalian yang baru menggantikan Almarhumah Ibu Fani yang telah wafat satu bulan yang lalu." Kata guru tersebut kepada semua murid.

" Oleh karenanya ibu mohon doanya untuk guru kita Almarhumah Ibu Fani sesuai Agam kalian masing masing! Berdoa mulai....." Instruksi dari wali kelas baru itupun langsung di taati oleh semua siswa yang hadir " Amin selesai semoga Ibu Fani di terima di sisi–Nya" Sambung Ibu Sarah.

Arina menatap Ibu Sarah dengan tatapan takjub seolah-olah dia sedang meneliti Ibu Sarah dari atas hingga bawah.

Ya bagaimana tidak? Ibu Sarah adalah guru baru yang sekaligus menjabat sebagai pengasuh di panti asuhan dimana wanita baik itu mengawasi dan merawat anak-anak di panti asuhan dimana Arina di besarkan. Ibu Sarah memang adalah pengasuh yang telah lama mengasuhnya dari kecil, dan kasih sayang dari Ibu Sarah telah membuat Arina yang dingin dan seperti tidak tertolong, tertarik minatnya untuk membuka kembali pintu hatinya, Arina yang baru bisa memahami Ibu Sarah pun tersenyum pada wanita paruh baya yang dikabarkan akan menikah itu.

∆∆∆

Hari sudah sangat terik bahkan hampir menjelang sore. Para murid dan guru kebanyakan telat pulang ke tempat tinggal masing-masing. Begitu juga dengan Arina dan Rania yang sedang berjalan menuju panti asuhan dimana mereka tinggal.

Namun sebelum mereka pulang, mereka berdua akan mampir dulu ke suatu tempat yakni sebuah taman dimana Arina dan Rania duduk sekarang.

"Kita ngapain sih disini? " Tanya Arina heran dengan apa yang akan Rania lakukan.

"Kejutan..." Teriak Rania dan kedua temannya yang lain lalu menyanyikan lagu selamat ulang tahun dihadapan Arina.

Semua tampak sekali gembira. Namun tidak dengan Arina. Dia tampak biasa saja, sebenarnya dia benci hari ulang tahunnya. Karena di hari itulah pria tidak bertanggung jawab itu meninggalkan dirinya di panti asuhan.

Arina ingin menyuruh temannya berhenti saja kalau bisa. Tapi dia sangat tidak tega dengan mereka sehingga dia terima kejutan dari teman yang telah perhatian pada dirinya.

"Selamat ulang tahun Arina" Kata Rania dan Selo bersamaan sambil membawa kue ulang tahun yang tentunya mewah bagi mereka.

"Iya makasih semuanya." Kata Arina setengah hati, tetapi ia tutupi dengan senyuman yang dari luar tampak tulus.

"Wuih Arin senyum..." Kata Bagas girang, semua temannya pun tak kalah girang dari Bagas. Mereka bahagia bisa melihat teman mereka yang super cuek itu bisa tersenyum, walau mereka tidak tahu kalau Arina hanya berusaha menyenangkan temannya saja.

•••••••••

••

1
ℛᵉˣ🍾⃝ɴͩᴀᷞᴜͧғᷠᴀᷧʟ🤎ˢ⍣⃟ₛ🦁
sukses selalu
𝒘𝒂𝒘𝒂¹⁶⁵
sukses uha
↳。˚ 🖇️')auh∆di♪♪⁠┌┘⁠♪: makasih kak wawa
total 1 replies
Raja
/Ok/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!