NovelToon NovelToon
CINTA TAK TERDUGA DARI BERONDONG MANIS

CINTA TAK TERDUGA DARI BERONDONG MANIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Berondong
Popularitas:668
Nilai: 5
Nama Author: intan_fa

Ranaya Aurora harus rela mengakhiri hubungan asmaranya dengan sang kekasih karena perselingkuhan. akibat dari itu, Naya tidak lagi percaya cinta dan pria sehingga memutuskan untuk tidak akan pernah menikah.
akan tetapi, tuntutan keluarga membuatnya harus menikah. Aero Mahendra menjadi pilihan Naya, lelaki asing dengan usia empat tahun di bawahnya. Walaupun pernikahan itu di tentang keluarga hanya karena perbedaan status sosial, Naya kekeh memilih Mahen atau tidak menikah sama sekali.
Bagaimana Naya menjalani pernikahan dan hidup bersama Mahen?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intan_fa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengkhianatan

Dengan air mata yang mengalir, ia berjalan lunglai di bawah derasnya hujan menyusuri jalanan malam. Hatinya begitu sakit, ia baru saja memergoki sang kekasih hati tengah berselingkuh dengan sekretarisnya.

Bayangan pengkhianatan itu tidak hilang dari benaknya. Kakinya tidak sanggup melangkah lagi, ia terkulai lemas di jalanan. Tubuhnya sudah basah kuyup dan menggigil.

"Aaghhhh ... Kenapa kamu jahat padaku? Aku sangat mencintaimu ... Aku memberikan segalanya untukmu, tapi kenapa kamu malah berkhianat? Apa kurangnya aku?" Naya menangis histeris.

Dari kejauhan, cahaya sebuah mobil mendekat padanya lalu mobil itu berhenti dan seorang pria turun dari mobil dengan payung hitamnya.

"Permisi, Nona ... Apa yang terjadi? Apa anda korban tabrak lari? Anda menghalangi jalan," ujarnya.

"Tabrak saja aku. Lebih baik aku mati!!! Tabrak saja!" sahut Naya.

Pria itu kebingungan lalu kembali ke mobilnya dan membangunkan sang Tuan yang sedang tertidur pulas di bangku belakang.

"Tuan ... Ada sedikit masalah. Itu ada perempuan menghalangi jalan kita," ujarnya.

"Aghhh kau menggangguku saja! Singkirkan, suruh dia pergi!" sentaknya.

"Tapi, Tuan. Dia malah minta di tabrak mau mati katanya," jelas sopir itu.

Dengan kesal lelaki itu membuka matanya dan meremat wajahnya kasar. Turun dari mobil dan meraih paksa payung dari tangan sopirnya.

"Ada saja gangguan di hidupku ini!" gerutunya kesal.

"Kalian mau apa lagi? Tabrak saja aku tabrak!!!" teriak Naya histeris.

"Sepertinya habis putus cinta," ujar sopir itu.

"Nona ... Kalau mau mati cari tempat lain. Jangan kau mau di tabrak oleh mobilku dong, nanti aku yang di penjara!" ucap pria jangkung berpayung itu.

Naya semakin menangis histeris lalu tidak lama kemudian ia tergeletak tidak sadarkan diri dan membuat sopir itu panik.

Aero Mahendra ... Pria jangkung yang tampan itu menyadari perempuan yang tergeletak itu adalah perancang busana terkenal di kota ini, Ranaya Aurora. Tanpa bicara lagi, ia membawa Naya ke mobilnya dan meminta pada sopir untuk membawanya ke rumah sakit karena Naya demam.

Melepaskan mantel yang di pakainya lalu Mahen pakaikan pada tubuh Naya. "Apa yang terjadi padamu?" gumamnya.

Sampai di rumah sakit dan Naya mendapatkan penanganan dokter lalu di pindahkan keruang rawat.

"Tuan, Nyonya besar menelponku terus menanyakan keberadaanmu," ujar Andro–asisten pribadi Mahen yang juga merangkap sebagai sopir.

"Hmmm ... Katakan sesuai dengan apa yang sudah aku beritahu padamu. Kau masih saja nanya!" sentak Mahen.

Mahen memutuskan untuk pergi dari rumah karena tidak mau menurut pada ayahnya yang menyuruhnya untuk meneruskan bisnis propertinya itu. Ia memilih hobi dan kesenangannya yaitu fotografi. Kamera sudah menjadi teman hidupnya yang menurutnya lebih mengerti dari pada sang ayah.

"Tuan, aku sudah katakan apa yang Tuan mau. Lalu sekarang bagaimana?" tanya Andro.

"Tolong antarkan koper-koperku ke tempat waktu itu. Aku mau disini dulu menunggu sampai nona ini sadar," titah Mahen.

"Tuan serius mau tinggal di tempat kecil itu?"

Mahen menatap Andro dengan tatapan tajamnya. "Protes sekali lagi, aku pecat kau!"

"Ba–baik, Tuan."

"Oh iya, setelah dari tempat itu, kau jangan kembali kemari. Langsung pulang dan jangan katakan pada orangtuaku keberadaanku dimana. Katakan sesuai yang sudah aku katakan kalau aku pergi keluar negeri," jelas Mahen.

"Baik, Tuan." Angguknya seraya berlalu pergi.

Sampai pagi Mahen menunggui Naya yang tidak kunjung sadar. Lalu dokter datang untuk memeriksa Naya dan meminta Mahen untuk menunggu diluar.

Karena merasa lapar, Mahen memilih untuk pergi ke kantin rumah sakit dan sarapan disana.

Sementara itu, Naya membuka matanya dan terbangun.

"Aghhh kepalaku pusing sekali. Aku dimana?" gumam Naya.

"Baguslah kamu sudah sadar. Ini di rumah sakit, semalam kamu pingsan dan badanmu demam, tapi sekarang kamu sudah baik-baik saja." dokter menjelaskannya.

Naya mengingat apa yang terjadi semalam. "Siapa yang membawaku kemari, dok?"

"Seorang pemuda yang membawamu kemari. Kalau begitu saya permisi dulu, nanti perawat yang akan berikan obat untukmu." Dokter itu berlalu pergi.

Lalu Naya meraih tasnya dan menghubungi orang rumah mengabarkan keadaannya. Tidak lama kemudian orangtua Naya datang.

"Ya ampun, Naya. Kamu kenapa? Dari semalam mama sama papa cati-cari kamu. Kenapa sayang?" tanya Suci–mama Naya.

"Aku pingsan di jalanan," jawabnya lemas.

"Papa menemukan mobilmu di parkiran apartemen Miko, tapi kata Miko kamu tidak datang kesana. Kenapa bisa pingsan di jalanan?" timpal Ilham–papa Naya.

Kemudian Naya menceritakan apa yang sudah terjadi dengan rinci dan itu membuat Ilham marah.

"Papa sudah katakan kalau lelaki itu tidak baik. Kamu masih saja mempertahankannya dan sekarang kamu rasakan sendiri!" cetusnya.

"Pa, sudah dong. Naya lagi gak berdaya begini jangan salahkan dia," bela Suci.

Ilham dan Suci memilih untuk memindahkan Naya ke rumah sakit miliknya tanpa menunggu Mahen terlebih dahulu.

Saat Mahen kembali keruangan itu sudah tidak ada siapa-siapa dan perawat memberitahukan kalau Naya sudah di bawa oleh keluarganya.

"Terima kasih, sus ..." Mahen keluar dari rumah sakit itu. "Hmmm ... Gara-gara perutku mules habis sarapan, jadinya Belum sempat aku bicara dengannya." lalu ia menaiki taksi dan pergi ke rumah yang sudah di sewanya itu.

Rumah kecil yang Mahen pilih agar tidak mudah di temukan oleh keluarganya.

"Aghhh ... Sayang sekali aku tidak bertemu dengannya dulu, padahal ingin sekali aku berkenalan dengannya. Ternyata aslinya Cantik banget, cocok banget sih kalau bersanding denganku!" gumamnya seraya diiringi tawa kecil membayangkan kecantikan Naya.

1
Kaira
sejauh ini sih seru
Kaira
Harus jodoh Naya sama Mahen dong
Aruna
Naya cocoklah sama Mahen
Intan Diamond: penasaran, kan???
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!