NovelToon NovelToon
Love Journey Story

Love Journey Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Keluarga / Persahabatan / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:273
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Geamul

Novel ini menceritakan kisah perjalanan cinta seorang perempuan yang bernama Syajia, nama panggilanya Jia.

Seorang perempuan yang sangat sederhana ini mampu menarik perhatian seorang laki-laki dari anak ketua yayasan di kampusnya dan seorang pemilik kafe tempat ia bekerja.

Tentu keduanya mempunyai cara tersendiri untuk bisa mendapatkan Jia. Namun Jia sudah terlanjur menaruh hatinya pada anak ketua yayasan itu.

Sayangnya perjalanan cinta tidak selalu lurus dan mulus. Banyak sekali lika-liku bahkan jalan yang sangat curam dalam kisah cinta Jia.

Apakah Jia mampu melewati Kisah Perjalanan Cinta nya? Dan siapakah yang akan mendapatkan Jia seutuhnya? Ikuti terus kisahnya di dalam novel ini yang mampu membawamu terjun kedalam Kisah Perjalanan Cinta Syajia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Geamul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Kembali

Jam berdering menandakan pukul 07.00 pagi. Suara ayam pun membantu membangunkan gadis itu. Suara Ibunya masih tidak mempan, hingga pada akhirnya ponselnya berdering. Jia terperanjat dari tempat tidurnya dan langsung mengangkat ponsel.

“Halo? Iya, iya, aku bentar lagi berangkat kok. Tungguin ya!!” Jia langsung mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.

Namanya Syajia Nakira, biasa di panggil Jia. Ia tinggal di kota Bandung. Jia seorang gadis berusia 21 tahun, terlahir sebagai anak pertama dan mempunyai 2 orang adik laki-laki yang kembar berusia 14 tahun, mereka bernama Yoga dan Yogi. Jia terlahir dari keluarga yang sederhana. Ayahnya bernama Yanto yang bekerja sebagai seorang guru di sekolah swasta, dan Ibunya bernama Tiara sebagai ibu rumah tangga. Kesederhanaanya mampu membuat kehidupan Jia lebih berwarna. Ia lebih banyak belajar dari kehidupannya.

Setelah lulus SMA, Jia memutuskan untuk bekerja terlebih dahulu dibanding langsung melanjutkan pendidikannya. Karena ia ingin memasuki perkuliahan dengan uangnya sendiri dan tidak mau membebani kedua orang tuanya. Dan juga, ia harus belajar menghidupi kedua adik kembarnya. Sudah cukup ia membebani kedua orang tuanya dan rasanya ia harus berusaha untuk tidak membebani mereka lagi.

Jia orang yang baik, sopan, ramah, dan sangat cantik, wajahnya yang putih dan bersih membuat semua orang terpukau saat melihatnya. Pakaian simpel tapi modern yang selalu ia pakai, rambutnya yang panjang dan hitam selalu ia ikat. Jia pun sangat sopan dan ramah, sehingga saat bertemu dengannya sangat mudah sekali akrab. Senyumannya yang memikat membuat semua laki-laki terpesona.

Dan hari ini adalah hari hari ia masuk kuliah, setelah satu minggu mereka di ospek. Dan setelah satu tahun bekerja dan mengumpulkan biaya sendiri untuk kuliah, akhirnya ia bisa mewujudkannya untuk melanjutkan perkuliahannya di bidang yang sangat ia inginkan, yaitu program studi ekonomi. Dan ia berharap, dengan segala perjuangannya ia bisa membanggakan keluarganya terutama kedua orang tuanya.

***

“Jiaa.. kamu kemana aja sih? Kebiasaan deh,” ucap Reina.

“Iyaa.. sorry banget, kita langsung masuk aja yuk! Nanti telat loh,” sahut Jia yang mengabaikan pertanyaan sahabatnya.

Reina adalah sahabat kecilnya, Jia biasa memanggilnya Nana. Dia orang yang sangat baik, ramah, dan cantik walaupun pecicilan, tapi Nana selalu ada menemani Jia dalam keadaan apapun. Mereka pun sudah lama bersama dari tk sampai sekarang. Dan Jia sudah menganggapnya sebagai saudaranya sendiri. Hingga sekarang mereka masih berjuang bersama, bekerja dan masuk perkuliahan pun berbarengan.

Untung saja dosen di jam pertama belum datang, mereka pun menghela napas panjang dan lagi-lagi mereka selamat. Ya, ini sering kali terjadi karena Jia selalu bangun terlambat. Dan alasannya karena kebiasaan saat bekerja.

“Jia.. aku capek tahu setiap hari di kejar-kejar waktu mulu.”

“Sorry na.. aku janji deh besok-besok aku akan giat bangun pagi.”

“Aku pegang loh ya janji kamu.”

“Iya Reina..”

Setelah satu tahun lamanya, akhirnya Jia kembali lagi mengasah dirinya meskipun sedikit kesulitan untuk memulai lagi dengan kegiatan belajar. Karena setelah lulus dari sekolah Jia benar-benar langsung fokus ke dunia kerja dan tidak sempat meluangkan waktunya untuk belajar. Sehingga Jia dan Nana membutuhkan waktu belajar lebih ekstra dari biasanya.

“Na, gimana kalau kita luangin waktu buat belajar?”

“Ide bagus tuh Ji, gimana kalau setiap pulang kampus kita lanjut belajar di rumah kamu?”

“Boleh juga Na..”

“Oke kalau gitu kita mulai besok aja ya Ji, sekarang aku ada urusan.”

“Oke Na.. btw Na, teman kuliahan beda banget ya sama teman waktu sekolah.”

“Iya ya .. teman kuliahan pada cuek, kebanyakan mentingin diri sendiri.”

“Mungkin belum terlalu kenal jadi belum akrab.”

“Iya sih, tapi aku gak perduli kan masih ada kamu Jia sayang ..” sembari memeluk Jia.

“Ih apaan sih Na geli tahu!”

“Gapapa kali Ji, kan kamu sahabat aku ..”

“Ya tapi jangan sambil meluk-meluk dong!”

“Yaudah kali, gitu aja ngambek.”

Mereka bagaikan kakak beradik yang selalu bertengkar, namun kebertengkaran mereka adalah sebuah bumbu dalam persahabatannya yang membuat mereka bisa belajar mengerti satu sama lain. Mungkin persahabatan dari 2 orang terlihat tidak banyak menimbulkan masalah. Tapi, saat sekalinya mendapatkan masalah mereka akan menyalahkan satu sama lain dan kemungkinan besar akan membuat persahabatan mereka hancur bahkan akan saling membenci.

Selama ini, mereka tak pernah menimbulkan masalah yang membuat mereka jauh. Dan semoga tidak akan pernah terjadi masalah yang besar. Tapi, jika itu terjadi seharusnya mereka bisa menyelesaikannya karena sekarang mereka bukan anak kecil lagi sehingga bisa menyelesaikan masalah dengan pemikiran yang dewasa.

“Na, jam ketiga kan ada kuis. Ada waktu nih buat belajar dulu.”

“Yaudah kita belajar di perpustakaan aja yuk!”

Jia hanya mengangguk. Mereka pun bergegas pergi ke perpustakaan. Tak biasanya perpustakaan ramai, sehingga mereka tak menemukan tempat duduk. Hingga dari kejauhan terdengar orang yang memanggil nama mereka.

“Syajia, Reina,” ucap seorang lelaki sembari melambaikan tangannya kearah Jia dan Nana.

Mereka pun menghampiri Bima--orang yang baru saja memanggil mereka. Bima adalah teman satu kelas Jia dan Nana. Awalnya mereka tidak dekat, namun akhir-akhir ini Bima selalu ingin bergabung dengan Jia dan Nina.

“Kalian duduk disini aja.”

“Ya ampun kamu tahu aja sih Bim kita lagi cari tempat duduk,” sahut Nana dan langsung menyerobot ke tempat duduk.

“Makasih ya Bim..” ucap Jia.

Bima hanya mengangguk dan pandangannya berfokus pada buku yang sedang di pegangnya. Bima orang yang baik, cool, ganteng, sedikit humoris namun banyak cueknya, tapi di balik kecuekkannya dia sangat perhatian dalam hal sekecil pun.

Bima orang yang sangat pintar dikelas di tambah dengan parasnya yang mampu mengalihkan pandangan para wanita, badan yang tinggi kulit seputih susu, pahatan hidung yang sempurna, serta mata yang sipit dan semakin sipit jika dia tertawa. Sangat beruntung sekali orang yang bisa mendapatkanya. Bima selalu saja mementingkan orang lain dibanding dirinya sendiri.

Jam pun sudah menunjukan untuk masuk kelas. setelah selesai kuis, Jia dan Nana bergegas pulang.

“Bim tunggu!” ucap Jia menghentikan langkah Bima.

“Hmm.. aku sama Nana mau belajar bareng, barangkali kamu mau ikut?” sambung Jia.

“Iya Bim, mau kan?” ajak Nana.

“Dimana?” jawab Bima.

“Di taman dekat kampus,” jawab Nana.

“Oh boleh,” sahut Bima.

Setelah sampai di taman.

“Oh iya Bim, boleh minta tolong? kamu kan pinter, boleh dong ajarin kita. Soalnya kita suka bingung sendiri sama materinya.” ucap Nana.

“kalau kamu berkenan Bim, kalau engga juga gapapa kok,” sambung Jia.

“Boleh aja sih. Tapi, kalian harus teraktir aku selama satu tahun,” ucap Bima.

“Yah.. kok gitu sih Bim, kita kan gak punya uang,” keluh Nana.

Bima terkikik geli. Jia pun ikut tertawa karena ia sudah mengerti apa yang sedang Bima lakukan.

“Loh kalian kenapa ketawa?” Nana mulai kesal.

Jia hanya tertawa.

“Aku cuma bercanda kok,” sahut Bima.

“Iih .. nyebelin banget sih,” Nana mulai memajukan mulutnya.

“Sorry Na, lagian mikirnya kemana-mana. Aku gak setega itu,” jawab Bima.

“Kalau gitu hari ini aku traktir deh Bim,” ucap Jia.

“Gak usah Ji!" sergah Bima.

“ Gapapa kok, anggap aja ini tanda terimakasih buat kamu.”

“Makasih ya Ji.”

Jia hanya tersenyum dengan tulus dan mengangguk.

Mulai hari itu pun Bima sering sekali meluangkan waktunya dengan Jia dan Nina, entah itu untuk belajar ataupun bermain. Sering kali Bima membantu Jia dan Nana dalam segala hal. Seakan dirinya ingin sekali membuat mereka bahagia. Jia dan Nana mungkin akan menganggapnya sebagai sahabat, namun entah yang dirasakan Bima. Bisa jadi Bima mempunyai perasaan yang lebih dari sekedar teman.

***

1
Aixaming
Aku gak pernah menyangka kalau membaca cerita bisa membuatku merasa sebahagia ini.
Ayu Geamul: terimakasih ya sudah membaca ceritaku🙌🏻
total 1 replies
Dianapunky
Cocok di hati nih.
Ayu Geamul: terimakasih kak 🥰 jangan lupa mampir lagi untuk baca bab selanjutnya 🤗☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!