Mentari Degestan dan Salju Moskwa (Part 2)
Enam bulan telah berlalu sejak deru mesin kereta membawa Ruslan pergi dari hiruk-pikuk Moskwa, meninggalkan sebuah apartemen yang kini pasti terasa terlalu luas bagi Polina. Di Dagestan, waktu seolah
0
1
Mentari Dagestan dan Salju Moskwa
Jika hidup adalah sebuah drama Korea, maka Ruslan Magomedov adalah pemeran utama pria yang terlalu kaku untuk menjadi nyata. Ia bertubuh tegap seperti beruang pegunungan Kaukasus, dengan janggut tipis
0
1
Melodi di Tepian Sungai Seine
Musim dingin di Paris tidak pernah seromantis yang digambarkan dalam kartu pos. Bagi Jean-Pierre, Paris adalah gigilan yang merayap dari trotoar beton, masuk ke dalam lubang-lubang sepatu botnya yang
0
1
Sajadah Basah Sang Cheryl
Lampu-lampu sorot itu selalu terasa seperti matahari yang menghakimi. Bagi Asmarania Cheryl Baharizkia—atau Cheryl, sebagaimana jutaan pasang mata mengenalnya melalui layar kaca—hidup adalah sebuah pa
0
1
Aku Bukan Pelakor
Kalian pikir kalian tahu segalanya hanya dari potongan tangkapan layar dan video durasi lima belas detik di TikTok? Kalian pikir kalian punya hak untuk meludahi layar ponsel kalian dan mengetik kata "
0
1
Dendang Sumbang Napas Terakhir
Suara riuh rendah penonton di Stadion Utama masih terngiang di telinga Elara, namun kini suara itu terasa seperti ribuan jarum yang menusuk gendang telinganya. Di balik panggung yang megah, di dalam r
0
1
Luka Terdalam yang Menolak Mengering
Gerimis sore itu membawa aroma tanah basah yang biasanya menenangkan bagi Fitri. Namun, setiap kali mendung menggantung rendah di langit pinggiran kota, dadanya selalu terasa sesak. Ingatan itu, memor
0
1
Rintik yang Menghapus Bayang
Suara hujan di Stasiun Balapan selalu punya nada yang sama bagi kebanyakan orang: bising, dingin, dan sedikit menyebalkan karena menghambat perjalanan. Namun bagi Arlan, hujan adalah sebuah peta. Buny
0
1
Bayangan dibalik CERMIN
Aku selalu percaya pada hal-hal yang bisa dijelaskan secara logis. Sains, fakta, dan bukti nyata adalah teman terbaikku. Tapi sejak malam itu… semua keyakinanku hancur. Aku pindah ke rumah baru seora
0
0
Suara diLoteng
Aku pindah ke rumah tua itu tepat satu bulan lalu. Rumah itu diwariskan nenek dari pihak ayah, di pinggiran kota yang sepi. Bangunannya besar, dua lantai, dengan loteng yang selalu tertutup rapat. Tet
0
0
Luka yang disembunyikan 5 tahun
Namaku Rania. Usiaku tiga puluh dua tahun. Aku seorang ibu dari dua anak yang sangat aku cintai—Alya yang berusia enam tahun dan Rafi yang baru berusia tiga tahun. Selama tujuh tahun menikah dengan su
0
0
KUCING YANG HILANG
Di sebuah desa kecil di kaki pegunungan, ada seorang gadis bernama Sari yang bekerja sebagai penjaga perpustakaan kuno. Tempat itu menyimpan ribuan naskah tua yang tak pernah terjamah, termasuk sebuah
0
1
Berada di Sampingmu
Gue selalu ingat cara Lily mengikat sepatunya. Pelan, hati-hati, seperti takut tali itu akan putus kalau diperlakukan sembarangan. Sol kanannya sudah retak, dijahit ulang dengan benang kasur yang tak
2
2
Gadis yang kehilangan kenyamanan dalam rumahnya
Aku algata skyla, seorang anak yang berumur 13 ditahun, aku juga seorang anak yang selalu dituntut untuk menjadi sempurna dibidang akademik dan non akademik. Aku selalu di didik untuk menjadi sempurn
0
2
violetsbloominginthebackgarden
[Aroma dari Hutan Terlarang] Di pinggiran desa Oakhaven yang sunyi, hiduplah seorang gadis bernama Violetta yang menghabiskan seluruh waktunya di balik pagar kayu rumahnya. Ia dikenal sebagai sosok y
0
1
Tamu di Seberang Pintu
Namaku Bulan. Kakiku baru saja menginjak lantai teras rumah, debu perantauan bahkan belum sempat kubasuh dari wajahku. Aku pulang dengan kerinduan yang membuncah, membayangkan pelukan hangat orang tua
0
0
Penyesalan di Ujung Pesan
Suara bising mesin pembuat cokelat menderu, memecah kesunyian shift malam yang seharusnya tenang. Jarum jam tepat di angka 00.00. Di tengah aroma manis kakao yang menyeruak, kekacauan terjadi. Mesin i
0
0
Tuan di Rumah yang Tak Lagi Berpenghuni
Lantai granit itu dulunya sedingin es namun mengilap seperti cermin, tempat aku dan Ibu sering menghabiskan waktu sore untuk sekadar selonjoran setelah lelah membersihkan halaman. Namun kini, di bawah
0
2
Bonekaku...
ADEGAN 1 – PAGI DI RUMAH Ibu masuk membawa secangkir kopi... Ayah duduk membaca koran. Ibu: (menaruh kopi) Mas… ini kopinya. Ayah: (melihat jam) Kayla kok belum kelihatan, ya, dari tadi? Ibu: (dud
0
0
Gema di Jalan Cikuda
Malam di Cikuda seharusnya sudah tertidur lelap sejak jam sepuluh. Bagi warga di perbatasan Ciumbeureum ini, kabut yang turun dari perbukitan adalah selimut alami yang menyuruh siapa pun untuk segera
0
1