ADEGAN 1 – PAGI DI RUMAH
Ibu masuk membawa secangkir kopi...
Ayah duduk membaca koran.
Ibu: (menaruh kopi) Mas… ini kopinya.
Ayah: (melihat jam) Kayla kok belum kelihatan, ya, dari tadi?
Ibu: (duduk, cemas) Mas, aku mau cerita tentang Kayla.
Ayah: Tentang Kayla?
Ibu: Iya, sejak kamu dinas keluar kota, dia berubah. Jarang makan, terus dia ga pernah keluar kamar. Aku takut, mas.
Ayah: Ah, mungkin cuma perasaan kamu. Anak kecil wajar begitu.
Ibu: (terdiam, gelisah)
Kayla muncul, membawa boneka lusuh. Wajahnya datar.
Ayah: Eh, Kayla… sini, nak.
Kayla: (duduk diam, menatap kosong)
Ayah: Gimana kabar kamu, nak?
(Kayla diam saja)
Ibu: Kayla, ayah nanya, loh.
(Kayla berdiri dan pergi tanpa bicara)
Ayah: Kayla!
Ibu: (menghela napas) Dia selalu begitu, mas...
Ayah: Mungkin dia ngambek. Nanti aku bujuk.
Bell berbunyi ibu pun membuka pintu
Ayu : permisi
Ibu : eh mba ayu nek indah ayo masuk dulu
Ayu : gausah kin ini cuman mau ngasih beberapa cemilan buat Kayla
Ibu : yaampun makasih banyak ya jadi ngerepotin
Ayu: gak ngerepotin kok
Nek indah: Kinan..
Ibu : iya kenapa nek indah?
Nek indah : semoga Kayla cepat sembuh(tersenyum)
Ibu: (kebingungan)
Ayu : kin kita duluan ya
Ibu :iya
ADEGAN 2 – KAMAR KAYLA (MALAM)
Suasana: Gelap, hanya lampu kecil menyala. Ada boneka di lantai.
Kayla: (tertawa pelan, menari sambil memegang boneka)
“Haha... Melin kok sedih? Melin... Melin!”
(tiba-tiba merobek boneka, mengambil penggaris, melukai tangannya sendiri dan menjilat darah)
“Haha...”
Ibu dan Ayah masuk panik.
Ibu: Kayla! Ya ampun, nak! (memegang tangan Kayla)
Kayla: (tersenyum aneh) Ayah Ibu, mau juga?
(Ayah dan Ibu saling pandang, ngeri)
Ibu: Kayla, tidur dulu, ya...
Kayla menurut, berbaring dengan ekspresi datar.
ADEGAN 3 – RUANG KELUARGA (MALAM)
Ibu tampak panik, berbicara pada Ayah.
Ibu: Sudah kubilang kan!? ada yang aneh sama Kayla!
Ayah: Iya... sebelumnya dia baik-baik aja.
Ibu: Kita harus panggil orang pintar.
Ayah: Gak usah. Nanti juga sembuh sendiri.
Ibu: (marah) Kalau kamu gak mau, biar aku yang panggil!
(Ibu menelpon)
Ibu: Halo, Mbah… anak saya Kayla...
Mbah: Saya sudah tahu. Siapkan ayam cemani dan bunga tujuh rupa. Besok saya datang. Malam Kliwon.
Ibu: hah? Oh, iya Mbah!
Ibu: Mas, tolong besok cari ayam cemani, ya.
Ayah: (mengangguk pelan)
Tiba-tiba bel rumah berbunyi.
Ibu: Siapa malam-malam gini? (membuka pintu)
Rani: Surprise!
Ibu: Ya ampun, Rani! (memeluknya) Sudah lama banget!
Rani: Iya, Kak kinan. (tersenyum)
Ayah: Rani
Rani: Halo, Bang Rafi.
Kayla muncul dari tangga.
Rani: Hai, Kayla. Tante Rani, nih.
Kayla: Tante Melin lagi sedih. Tante mau main gak sama Melin? (tersenyum ganjil)
Rani: (gelisah) Gak dulu, ya. Tante mau istirahat.
Ibu: Ayo, Kayla, ke kamar. Ibu temani, ya.
ADEGAN 4 – KAMAR KAYLA (TENGAH MALAM)
Ibu: Kayla, tidur ya, nak.
Kayla: Ibu... Kayla takut... (pucat)
Ibu: Jangan takut, Ibu di sini.
(boneka Melin di pojokan. Matanya tampak bergerak sedikit.)
ADEGAN 5 – RUANG TAMU
Rani dan Ayah berbicara pelan.
Rani: Sayang, gimana? Sesuai rencana gak?
Ayah: ah sialan, Kinan malah manggil orang pintar
Rani: Apa?! Kapan datangnya?
Ayah: Besok, saat malam Kliwon.
Rani: (wajah tegang) ya kamu cari cara dong! Kalo orang pintar itu datang, rencana kita gagal lah!
Ayah: Tenang, sebelum itu… aku urus semuanya malam ini.
(Kamera menyorot wajah Rani yang tampak lega namun licik. Lalu pindah ke kamar Kayla boneka Melin tersenyum sendiri.)
Kayla : ibu...(Memuntahkannya darah) Sakitt...(memperlihatkan tangan)
Ibu : NAK!? KAMU KENAPA? (Sambil membersihkan darah)
(Kayla dengan wajah ketakutan melihat dari sudut ruangan)
??:hahaha!
Kayla: Bu...di situu...
??: hahahaha
Ibu : di situ apanya nak gaada apa apa
(?? Mendekat)
Kayla: ibu... Dia mendekat(ga bisa gerak)
Ibu : siapa yang mendekat?
Ibu: nak...ibu coba panggil ayah ya nak(keluar)
Kayla : Bu...
??: hahaha! Hmm, jangan nangis, melin selalu ada buat kamu hahah!
Kayla:...(Ketakutan)
??:(mencekik)gak usah takut mending mati hahah!
Kayla:akhh! I-ibu a-ayah
?? : hahaha!
ADEGAN KE 6 DIRUANG TAMU
Saat Ibu mau masuk keruang tamu..ibu ga sengaja dengar Rani dan Rafi
Rani : kenapa sih sekarang kamu jarang nemuin aku
Ayah : bukan nya kemarin aku sama kamu terus ya
Rani : iya sih, jadi kasian sama kak Kinan, dia percaya aja kalo kamu keluar kota, padahal kamu sama aku terus
Ayah : ya mau gimana lagi, sebenarnya aku tuh nikahin dia cuman karna kamu yang suruh kan.
Rani : kalo kamu ga nikah sama dia gimana kita mau ambil harta nya.
Ayah : sebenarnya aku udh muak banget sama dia
Rani : kamu sabar dikit lah, lagian dia juga bakal mati sama anak nya
Ibu : wah gila sih, brengsek banget kamu mas, Rani.
Rani: kak! Sejak kapan kamu...
Ibu : (Menampar Rani)
Ayah: jangan berani Lo sentuh dia(menepis)
Ibu : wow(tepuk tangan)gila Lo semua
ADEGAN KE 7 SAAT SUASANA SEDANG RIBUT, KAYLA DATANG DENGAN MEMBAWA BONEKA.
Kayla : ma...(tersenyum)
Ibu. : Kayla... Kamu belum tidur nak (menahan amarahnya)
Kayla : belum tapi gimana kalo kita main
Ibu. : nak ini udh malam tidur aja
Rani. : sayang mending kamu tidur ya(memegang pundak Kayla)
Kayla. : gamau gimana kalo aku buat Tante tidur aja sampai gak bisa bangun lagi (ketawa kecil)
Rani: Kayla jaga bicaramu(menampar Kayla)
Ibu. : Rani!
Kayla : Tante sini deh aku bisikin (mencekik leher rani) HAHAHA MATI!
ibu. : Kayla lepas nak
Rafi : Kayla!
Rani: akhhh!
Kayla: MATI! MATI!
DARI ARAH BELAKANG TER DENGAR SUARA PINTU DI DOBRAK
mba sugem: minggir kalian semua!
Ibu: mba sugem!
Mba sugem: Suryo! Bawa sini ayam cemani nya!
Suryo: iya Mbah
Memulai ritual