Jangan Bawa Maksiat Dimari!
Malam di Jakarta tidak pernah benar-benar tidur. Cahaya lampu merkuri memantul di aspal basah sisa hujan sore tadi. Bang Maman, seorang pria asli Rawabelong dengan kumis melintang yang rapi, sedang me
0
2
ART TKW BERKAMAR DI WC
Laras menyeka peluh yang bercucuran di dahi dengan punggung tangan yang mulai kasar. Di tangannya, sebuah sikat lantai masih menari-nari di atas ubin marmer yang mengilap. Apartemen di kawasan Mid-Lev
0
1
Perempuan Pilihan Papa
Lantai marmer rumah mewah itu berkilau tertimpa cahaya lampu kristal, tapi suasana hati Bram jauh dari kata terang. Ia duduk di sofa kulit dengan kaku, seperti terpidana mati yang menunggu ketukan pal
0
1
Apocalypse: the mutant EPS6
"deg, deg" richard langsung mundur beberapa langkah ke belakang mengamati dari balik pohon yg rubuh, "zeddd" dari belakang max dan roy melesat "powwww, duggg" roy melesatkan pukulan yg menghantam peru
0
0
Blue for you 🥀
langit sore ini begitu gelap, awan-awan gelap mulai bergantungan dan perlahan mulai menangis deras,udara dingin kian menusuk lapisan -lapisan kulit. sepasang mata sibuk mengamati air hujan yang turu
0
1
Target cinta
Ditengah gelapnya malam, Seva berlari sekuat tenaga. Berusaha menjauh dari orang yang mengejarnya. Ia berlari menuju rumah kontrakannya yang berada cukup jauh didalam gang. Kalau dipikir lagi ia men
0
0
Tentang Tuhan,Jiwa-Jiwa Dan Benang-Benang Kehidupan
Aku melihat kehidupan ini seperti benang.Tuhan memintaknya dengan begitu rapi dan menyerahkanya pada jiwa-jiwa di muka bumi ini sambil berkata,"Buatlah suatu dengan ini". seluruh jiwa saling berpandan
0
0
Apocalypse: the mutant EPS5
Richard terbang ke udara *dorr, dorr, dorr* tembakan nya melubangi tanah pohon juga tumbang, Nuo Juga maju *clang, clang, clang* cakar naga nuo menghujam garis depan, Roy berhasil menahan serangan nu
0
0
Aku Datang Terlambat
Aku menyukaimu tanpa rencana. Tanpa niat untuk jatuh, tanpa persiapan untuk patah. Kamu hanya datang, tersenyum, lalu tanpa izin menetap di pikiranku lebih lama dari yang seharusnya. Kita tidak perna
0
1
Di Hari Ketika Langit Jatuh
Langit tidak runtuh dengan suara yang gemuruh— tetapi ia runtuh dalam kesunyian. Retakan menjalar di udara seperti urat-urat kaca, memantulkan cahaya pucat yang menyayat mata. Abu turun seperti salju
0
4
Janji di Bawah Bintang Februari
Dua sahabat, Risa dan Rian, duduk di sebuah bukit kecil yang menghadap ke langit malam Februari. Bintang-bintang berkelap-kelip di atas kepala mereka, menciptakan suasana yang magis dan romantis. R
0
0
Liburan Singkat di Pulau Cinta
Rani dan Rio adalah pasangan yang sudah lama menjalin hubungan. Mereka saling mencintai dan saling menyayangi. Namun, mereka jarang memiliki waktu untuk berduaan karena kesibukan masing-masing. Sua
0
0
Konser di Malam Februari
Dina adalah seorang gadis yang sangat mencintai musik. Ia selalu bermimpi untuk menjadi seorang penyanyi terkenal. Setiap malam, ia bernyanyi di kamarnya sambil memainkan gitarnya. Suatu hari di
0
0
Surat Cinta dari Masa Lalu
Seorang pria tua bernama Pak Hasan menemukan sebuah kotak usang di loteng rumahnya. Di dalam kotak itu, ia menemukan sepucuk surat cinta yang ditulis olehnya untuk seorang wanita bernama Ratna. Surat
0
0
Hujan di Balik Jendela Februari
Rintik hujan Februari menari-nari di kaca jendela. Di balik tirai tipis, seorang wanita bernama Arini duduk termenung. Matanya nanar menatap jalanan yang basah dan sepi. Februari selalu menjadi bulan
0
0
Di Sore Hari
"Bergegas!" seruan dari Akina membuatku terperangah. Setelah menentukan siapa yang menjadi _kucing,_ kami yang bermain segera berpencar guna untuk mencari pelindung agar badan kami tidak terlihat. Ya
0
0
AKU PERNAH JADI RUMAHMU
Hujan turun pelan sore itu, membasahi kaca jendela kamar Zahra. Tetesannya seperti mengulang kenangan pelan, tapi tak bisa dihentikan. Ponselnya menyala. Nama yang dulu paling ia tunggu kini hanya ja
0
0
Terakhir Kali
Raka selalu bilang pada dirinya sendiri, “Cuma seratus ribu. Kalau menang, berhenti.” Tapi kata “terakhir” itu sudah ia ucapkan ratusan kali. Awalnya hanya iseng. Teman-temannya sering pamer kemenan
0
0
-Relung yang Terbelah
Janji di Bawah Gerimis Kota ini selalu terasa dingin bagi Laras. Di usia 20 tahun, ia seharusnya sedang menikmati masa-masa kuliah yang sibuk. Namun, Laras duduk di pojok kamar asrama dengan perut y
0
1
Lazuardi Abadi
Sara adalah seorang dokter koas dari sebuah PTN ternama di Jakarta. Malam itu adalah tugas pertamanya di RSUD Bakti Mulia. Hampir seperempat jam dia mematut-matutkan diri di depan cermin dengan mengen
2
3