NovelToon NovelToon
Menikah Karena Tekanan Keluarga

Menikah Karena Tekanan Keluarga

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Perjodohan / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Cut Asmaul Husna

Anya Clarissa, seorang Arsitek Lanskap yang terbiasa menata keteraturan dari kekacauan tanaman, menemukan hidupnya sendiri berantakan. Ibunya, Mama Clarissa, terjerat hutang miliaran setelah ditipu oleh rekan bisnis butiknya. Di tengah keputusasaan, sebuah tawaran datang dari Keluarga Arkatama, penguasa industri logistik laut yang legendaris.Devan Arkatama, CEO muda yang dingin, angkuh, dan efisien, sedang dalam posisi terhimpit. Sang ayah, Papa Arkatama, mengancam akan mencopot jabatannya dan mengalihkan warisan kepada sepupunya jika Devan tidak segera menikah dan memperbaiki citranya yang dikenal sebagai "Playboy Tak Berperasaan."Pertemuan pertama mereka di sebuah acara peresmian taman kota berakhir dengan bencana. Anya menganggap Devan adalah pria sombong yang tidak menghargai seni, sementara Devan menganggap Anya adalah wanita kelas menengah yang mencoba mencari perhatian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut Asmaul Husna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 10 : BADAI DI BALIK AIR JERNIH MALDIVES

Bandara Internasional Velana, Maldives, biasanya menjadi gerbang menuju kebahagiaan bagi para pasangan. Udara asin yang segar bercampur dengan aroma tabir surya dan bunga kamboja menyambut setiap turis yang baru saja turun dari pesawat. Namun, bagi Anya Clarissa, udara itu terasa mencekik saat matanya terpaku pada sosok pria yang berdiri di ujung terminal kedatangan.

Pria itu mengenakan kemeja linen berwarna biru pucat, celana pendek putih, dan senyum yang dulu pernah Anya puja selama tiga tahun. Raka. Mantan kekasih Anya yang menghilang tanpa kabar saat bisnis keluarga Anya mulai goyah dua tahun lalu.

"Anya?" Suara Raka terdengar tidak percaya. Ia melangkah maju, mengabaikan papan nama yang ia pegang. "Aku tidak menyangka akan bertemu kamu di sini. Kamu... kamu terlihat luar biasa."

Anya membeku. Tangannya yang menggenggam tali tasnya terasa dingin. "Raka... apa yang kamu lakukan di sini?"

"Aku bekerja di salah satu resor di sini sebagai manajer operasional. Sudah hampir setahun," jawab Raka, matanya tidak lepas dari wajah Anya, seolah mencoba mencari sisa-sisa cinta di sana.

Tiba-tiba, sebuah lengan yang kokoh dan berurat melingkar di bahu Anya dengan sangat protektif—hampir kasar. Devan Arkatama melangkah maju, berdiri setinggi mungkin dengan aura yang sangat mengintimidasi. Tatapannya pada Raka seolah ingin melubangi kepala pria itu.

"Siapa dia, Sayang?" tanya Devan. Suaranya rendah, berat, dan penuh penekanan pada kata 'Sayang'.

Anya menelan ludah. "Ini... ini Raka. Teman lama. Dan Raka, ini Devan. Suamiku."

Kata 'suamiku' keluar dengan sangat berat dari mulut Anya, namun bagi Devan, itu adalah kemenangan kecil yang memuaskan. Ia bisa melihat kilat kekecewaan dan keterkejutan di mata Raka.

"Suami?" Raka menatap cincin berlian besar di jari manis Anya, lalu kembali menatap Devan. "Oh, aku tidak tahu kamu sudah... menikah secepat itu, Anya."

"Hidup terus berjalan, bukan?" Devan menyela dengan senyum miring yang sangat menyebalkan. Ia menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan, namun cengkeramannya pada tangan Raka terlihat sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih. "Devan Arkatama. Kami sedang dalam perjalanan bulan madu. Jadi, jika kamu tidak keberatan, kapal cepat kami sudah menunggu."

Devan tidak menunggu jawaban Raka. Ia langsung menarik Anya menjauh, membimbingnya dengan langkah lebar menuju dermaga tempat speedboat mewah milik resor sudah menunggu.

...****************...

Begitu mereka sampai di vila atas air yang sangat mewah, suasana di antara mereka justru semakin memanas. Vila itu memiliki lantai kaca yang memperlihatkan ikan-ikan berenang di bawahnya, kolam renang pribadi, dan tentu saja, satu tempat tidur king size yang dihias dengan handuk berbentuk hati.

"Kenapa kamu harus bertingkah seperti itu di depan Raka?!" tuntut Anya begitu pintu vila tertutup. "Kamu hampir meremukkan tangannya!"

"Oh, jadi kamu membelanya sekarang? Mantan pacarmu yang kabur itu?" Devan melemparkan kacamata hitamnya ke atas meja. "Dengar, Anya. Kontrak kita bilang kamu tidak boleh punya hubungan dengan pihak lain. Dan melihat caramu menatapnya tadi, kamu terlihat seperti wanita yang baru saja melihat hantu masa lalu yang masih dicintainya."

"Aku tidak mencintainya! Aku hanya terkejut!" teriak Anya.

Keesokan paginya, kejutan lain datang. Ternyata resor tempat mereka menginap adalah salah satu resor di bawah manajemen Raka. Saat mereka sedang berada di area pantai untuk sarapan, Raka muncul dengan papan selancar di tangannya.

"Pagi, Anya! Devan!" sapa Raka dengan nada santai yang dibuat-buat. "Kebetulan sekali, aku baru mau latihan selancar. Di sini ombaknya sedang bagus untuk pemula. Devan, mau mencoba? Atau kamu lebih suka duduk di bawah payung sambil memeriksa saham?"

Anya tahu itu adalah provokasi. Devan, yang biasanya sangat logis, tiba-tiba kehilangan akal sehatnya hanya karena egonya tersenggol.

"Aku bisa berselancar lebih baik daripada manajer operasional sepertimu," jawab Devan dingin.

"Benarkah? Mari kita buktikan. Siapa yang bisa berdiri paling lama di papan, dia yang menang," tantang Raka.

Anya hanya bisa menepuk dahinya. "Kalian berdua kekanak-kanakan!"

Kejadian lucu pun dimulai. Devan, yang sebenarnya lebih sering berada di ruang gym daripada di laut, bersikeras memakai papan selancar paling kecil yang biasanya digunakan oleh profesional. Ia ingin terlihat gagah di depan Anya. Namun, kenyataannya berbanding terbalik.

Setiap kali ada ombak kecil datang, Devan langsung terjatuh dengan posisi yang sangat memalukan—sekali waktu wajahnya mendarat duluan di air, dan sekali waktu kakinya justru berada di atas sementara kepalanya di bawah. Raka, sebaliknya, terlihat sangat mahir.

"Lihat istrimu, Devan! Dia sepertinya lebih terkesan padaku!" teriak Raka sambil meluncur indah di atas ombak.

Devan yang sudah menelan banyak air laut tidak mau kalah. Ia mencoba berdiri sekali lagi, namun kali ini celana pendek renangnya tersangkut di ujung papan selancar. Saat ombak menghantamnya, ia terjatuh dan celananya sedikit melorot, memperlihatkan celana dalamnya yang bergambar... beruang kutub (hadiah iseng dari mamanya yang terpaksa ia pakai).

Anya yang melihat dari tepi pantai tidak bisa lagi menahan tawa. Ia tertawa terpingkal-pingkal sampai perutnya sakit. "Beruang kutub?! Devan, kamu serius?!"

Devan berenang kembali ke pantai dengan wajah merah padam karena malu dan marah. Ia segera menutupi dirinya dengan handuk. "Ini tidak lucu, Anya!"

"Ini sangat lucu, Tuan CEO Hebat! Ternyata kamu bisa kalah juga," goda Anya di sela tawanya.

...****************...

Namun, tawa itu segera mereda saat malam tiba. Mereka sedang makan malam romantis di dek vila pribadi mereka di bawah taburan bintang. Keheningan yang awalnya damai tiba-tiba berubah menjadi tegang saat Devan kembali mengungkit soal Raka.

"Apa yang membuatmu dulu mencintainya?" tanya Devan tiba-tiba. Suaranya terdengar serius, tanpa ada nada bercanda.

Anya meletakkan garpunya. "Kenapa kamu ingin tahu?"

"Karena aku ingin tahu tipe pria seperti apa yang bisa membuat wanita sepertimu bersedia menunggu dan menangis."

Anya menarik napas panjang. "Raka ada saat aku merasa tidak ada orang yang peduli. Saat Papa meninggal dan Mama mulai sakit-sakitan karena stres bisnis. Dia memberikan kenyamanan. Tapi saat keadaan semakin buruk, saat kami benar-benar butuh bantuan finansial dan dukungan moral, dia pergi. Dia tidak tahan dengan beban hidupku."

Anya menatap Devan dengan mata berkaca-kaca. "Jadi jangan pernah berpikir aku masih mencintainya. Dia adalah pengingat bahwa di dunia ini, tidak ada pria yang benar-benar tulus tinggal saat badai datang."

Devan terdiam. Ia merasa sebuah hantaman di dadanya. "Kamu salah, Anya."

"Salah?"

"Aku di sini, bukan?" Devan berdiri dan berjalan mendekati Anya. "Memang, awalnya ini karena kontrak. Tapi aku sudah membayar hutang ibumu. Aku sudah menanggung bebanmu. Dan aku tidak akan pergi hanya karena ada sedikit badai di laut."

"Kamu melakukannya karena bisnis, Devan! Bukan karena aku!"

"Apa kamu yakin?" Devan memegang bahu Anya, memaksanya untuk menatap matanya. "Jika ini hanya bisnis, aku tidak akan merasa ingin memukul wajah Raka saat dia menatapmu. Jika ini hanya bisnis, aku tidak akan peduli kamu memakai piyama satin atau kaos oblong yang kotor karena tanah."

Anya tertegun. Detak jantungnya berpacu liar. "Lalu kenapa kamu melakukannya?"

"Karena aku mulai membencimu, Anya. Aku membencimu karena kamu berhasil merusak keteraturan hidupku. Aku membencimu karena setiap kali aku menutup mata, yang kulihat adalah wajahmu yang sedang marah atau tertawa."

Suasana menjadi sangat intens. Jarak di antara mereka menghilang. Devan menundukkan kepalanya, napasnya yang hangat menerpa wajah Anya.

"Katakan padaku, Anya... apakah kamu masih membenciku?" bisik Devan.

Anya tidak bisa menjawab. Lidahnya kelu. Konflik di dalam batinnya jauh lebih berat daripada hutang dua belas miliar itu. Ia membenci Devan, tapi ia juga mulai bergantung padanya. Ia membenci keangkuhannya, tapi ia mencintai perlindungannya.

Tiba-tiba, Devan menciumnya. Kali ini bukan ciuman pura-pura untuk kamera. Ini adalah ciuman yang penuh dengan emosi yang selama ini mereka pendam—kemarahan, keputusasaan, dan benih cinta yang mulai tumbuh di tengah paksaan.

Anya sempat mencoba mendorong dada Devan, namun tangannya justru berakhir mencengkeram kemeja pria itu. Ia membalas ciuman itu dengan intensitas yang sama, membiarkan dirinya tenggelam dalam perasaan asing yang menakutkan namun indah.

Malam itu, di bawah langit Maldives, garis antara kontrak dan kenyataan menjadi semakin kabur. Mereka adalah dua orang yang menikah karena tekanan keluarga, namun kini terjebak dalam tekanan yang jauh lebih besar: tekanan dari hati mereka sendiri yang mulai mengakui kebenaran.

1
Emily
ada ada aja orang jahat
Emily
😂😂😂jus pare satu ember ...ada aja mama sarah
Emily
Valerie otak kriminal
Emily
memang kampret si valerie
Emily
Valerie Mak lampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!