NovelToon NovelToon
Rahasia Ratu Mafia

Rahasia Ratu Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:998
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

 Terlihat sosok wanita yang sedang sibuk membereskan barang miliknya dan memasukkan satu-persatu barang miliknya untuk ia bereskan dengan rapi.

 Barulah setelah semuanya selesai,ia segera keluar dari kamarnya.Disaat posisi dia hendak akan keluar dari pintu utama, terlihat beberapa orang menghampirinya.

"Jangan pergi Nona,kami takut tuan besar akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.

 "Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.

  Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor.Sedangkan dari mereka mulai khawatir,jika nantinya mereka akan dimarahi oleh tuan mereka.

 "Bagaimana ini,jika kita diam saja nantinya kita akan mendapatkan masalah." ucap salah satu dari mereka yang mulai ketakutan apa yang harus mereka lakukan agar nantinya mereka semua tidak dimarahi oleh tuan besar.

 Wanita tampak santai mengendarai sepeda motor miliknya, perlahan-lahan wanita itu berhenti di pinggir jalan.

 Ada sebuah mobil yang berhenti di pinggir jalan, wanita itu segera berhenti dan menemui seseorang yang sudah dari tadi mau nunggu kedatangannya.

 "Nona Angel." ucap pria itu dengan menundukkan kepala ke arah wanita itu.

 "Apa semuanya sudah kamu lakukan?" tanya Angel kepada salah satu pria yang ada di depannya.

 "Sudah nona, semua yang anda perlukan sudah saya siapkan. Dan ini untuk Anda." Angel menerima sebuah amplop ukuran besar yang di mana isinya berupa identitas barunya beserta uang tunai yang sudah ada di dalam amplop itu.

 "Nina?"

 "Iya nona, itu identitas baru anda.Apa ada yang harus saya ubah lagi?" tanya balik pria itu.

 "Tidak perlu, seperti sudah cukup." jawab Angel dengan santai.

 "Maaf jika saya lancang Nona ,bagaimana jika nantinya tuan mengetahui hal ini." pertanyaan itu santai di tanggapi Angel.

 "Tenang saja,aku akan mengatasinya sendiri." jawab Angel dengan mudahnya,dia sebenarnya tahu bagaimana sifat Papanya yang sedikit keras dan selalu di pandang orang begitu menyeramkan ketika orang lain berani mengusiknya.

 Angel segera memasukkan amplop itu kedalam tasnya dan segera pergi menuju lokasi selanjutnya.

 Sedangkan kedua pria itu hanya terdiam melihat Nonanya sudah pergi meninggalkan mereka,"Apa jadinya jika tuan besar mengetahui semuanya." salah satu dari mereka mulai kebingungan melihat sifat kerasnya Nona mereka.

 "Kita pun tak tahu apa yang akan terjadi,tapi apa yang Nona lakukan hanya untuk mencari kebenaran itu." ucap Milano yang memandang Nonanya selalu bertindak sesuai apa yang ia inginkan.

 Setelah menempuh waktu setengah jam, akhirnya Angel sampai juga di tempat tinggal barunya.Ia sengaja diam-diam menyamar sebagai orang biasa agar bisa berbaur dengan mereka,apalagi ia sengaja ingin mendapatkan informasi penting.

 Ekspresi Angel mulai berubah yang awalnya terlihat begitu dingin seketika menjadi lebih tersenyum menunjukkan ekspresi palsunya agar identitas dia tidak terbongkar.

 "Selamat sore." Seketika ibu paruh baya itu langsung menoleh ke belakang.

 "Eh sudah datang tamunya." Kedatangannya langsung disambut dengan senyuman hangat.

 Angel hanya membalasnya dengan menganggukkan kepala."Maaf apa ini dengan mbak Nina?" tanya wanita paruh baya itu.

 "Iya Bu,nama saya Nina." jawab Nina dengan sedikit senyuman.

 "Perkenalkan nama Ibu Harun, pemilik kost ini." Mendengar perkataan itu,ia hanya menganggukkan kepala.

 "Kebetulan kamar kamu sudah ibu siapkan,kamar kamu ada di lantai bawah nomor 5." Ibu Harun mempersilakan Nina untuk masuk ke dalam kamar.

 Pintu kamar terbuka,dan nampak jelas begitu rapi kamar yang akan Nina tempati,"Ini kamar kamu, disebelah kiri ada kamar mandi dan jika ingin menjemur di belakang ada lokasi untuk menjemur baju." Ibu Harun membuka Jendela kamarnya.

 Nina terus melihat sekeliling,memang kamar yang ia tempati begitu kecil tidak seperti kamar miliknya di Mansion.

 "Ini kuncinya,ingat ya jangan pulang terlalu malam.Nanti pagarnya ibu kunci,Lalu sekarang mbak Nina kerja apa kuliah?" tanya Ibu Harun pada Nina.

 "Kebetulan saya kerja Bu." jawab Nina yang diam-diam memaksa untuk tersenyum didepan orang.

 "Oh kerja,ya sudah ini ada kunci cadangan pintu depan.Jika nanti pulang kerja telat mbak Nina bisa pakai kunci ini." Ibu Harun memberikan kunci pada Nina.

 "Iya Bu." jawab Nina yang menerima kunci itu.

 "Ibu tinggal dulu,masih ada pekerjaan yang harus ibu selesaikan." Akhirnya Ibu Harun pergi meninggalkan Nina,posisi Nina kini ada di kamar barunya.

 Ekspresi Nina langsung berubah dingin,sembari melepaskan kacamata untuk menutupi wajah yang sebenarnya."Tak apa-apa aku tinggal di kamar sempit ini, yang terpenting aku sudah bisa leluasa mencari informasi itu." gumam Nina yang langsung membereskan kamar miliknya.

 Setelah selesai membereskan semuanya,ia bergegas keluar mencari makan.Saat hendak akan keluar dari tempat kostnya,ia tidak sengaja melihat keramaian tepat didepan kostnya.

 "Ternyata posisi depan juga ada kost putra." batin Nina yang baru mengetahui jika posisi kostnya berhadapan dengan kost putra.

 Nina langsung pergi tanpa memperdulikan mereka semua,tapi tidak dengan mereka yang terdiam menatap kehadiran Nina di tempat itu.

 "Lihat itu,ada penghuni kost baru ." ucap salah satu dari mereka.

 "Lalu kenapa?"

 "Ya penasaran,siapa namanya." jawab pria itu yang merasa penasaran.

 "Jangan banyak tingkah kamu,apa tidak kapok kamu pernah di tolak sama salah satu penghuni kost depan." ucap pria yang ada disampingnya yang sekedar memperingatinya.

 "Dasar kamu Don, masih ungkit-ungkit hal itu aja." jawab Yogi yang merasa kesal dengan Doni.

 "Tapi benar kan yang aku bilang tadi."tiba-tiba saja pundak Doni di tepuk seseorang.

 "Kalian bisa tidak diam,kenapa kalian berdua malah ribut sendiri." jawab Andra penghuni dari kost itu juga.

 "Dia tuh yang mulai." Yogi dengan nada kesalnya balik memarahi Doni.

 Andra malas memperingati mereka untuk lebih baik diam,Andra memilih pergi meninggalkan mereka yang selalu saja ribut seperti anak kecil.

 Sedangkan di posisi Nina saat ini,ia pergi ke sebuah warung makan sederhana yang sudah padat dipenuhi orang yang mengantri membeli.

 Setelah pesanan sudah jadi,Nina segera pergi dan spontan langkahnya langsung terhenti melihat sosok pria yang ia kenali.

 "Milano." lirihnya.

 Pria itu segera datang menghampiri Nonanya yang dimana keduanya sedang menyamar dengan penampilan mereka yang nampak memakai baju kaos biasa.

 "Nona." sapa Milano sembari menundukkan kepala, ekspresi Nina berubah dingin melihat kehadiran Milano di tempat itu.

 "Ada apa kamu kesini?" tanya Nina yang terlihat begitu terganggu melihat kedatangan asistennya.

 "Saya hanya ingin memberikan informasi penting untuk anda Nona ." ucap Milano yang jauh-jauh hanya ingin menemui Nonanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!