NovelToon NovelToon
Pedang Darah Dan Janji Abadi

Pedang Darah Dan Janji Abadi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Tamat
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ichsan Ramadhan

"Dulu aku hanyalah pemuda biasa tanpa bakat, tanpa kekuatan, dan tanpa tujuan. Dunia terasa abu-abu sampai akhirnya aku bertemu dengannya—cahaya yang menerangi hidupku dan mengajarkanku arti cinta."

Namaku Li Yao. Aku tidak memiliki bakat kultivasi, namun cintaku padanya membuatku rela membelah langit dan bumi demi menjadi kuat. Bersamanya, aku merasakan kebahagiaan yang tak terlukiskan, hingga sebuah malam kelam mengubah segalanya.

Mata keparat merenggut nyawanya di hadapanku. Aku tak berdaya. Aku hanya bisa menangis melihat darahnya menetes. Saat napas terakhirnya berhembus, sebuah sumpah setan terucap:

"Aku akan membasmi mereka semua. Walau harus menjadi iblis, walau harus menyeberangi lautan darah, dendam ini akan kubayar lunas!"

Kini, dunia tidak lagi memiliki Li Yao yang lembut. Yang tersisa hanyalah Pendekar Berhati Es, seorang pembunuh dingin yang pedangnya selalu basah oleh darah musuh. Setiap tebasan adalah doa dendam, setiap nyawa yang melayang adalah persembahan unt

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichsan Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3 Hujan di Hutan, Pertemuan dengan Bidadari Jatuh

Musim hujan tahun ini terasa lebih panjang dari biasanya. Langit yang semula cerah tiba-tiba berubah menjadi gelap gulita dalam sekejap. Awan hitam bergulung tebal, disusul gemuruh guntur yang menggelegar membelah angkasa.

Dessss! Bum!

Hujan turun dengan derasnya, butiran air sebesar kacang kedelai menghantam dedaunan hutan. Li Yao baru saja selesai mengumpulkan kayu bakar di pinggiran Hutan Belantara, area yang dianggap berbahaya namun menyediakan kayu yang paling baik.

"Celaka, hujannya terlalu deras!" gerutunya. Ia segera mengikat tumpukan kayu punggungnya dan berlari mencari tempat berteduh.

Petir menyambar, menerangi hutan yang gelap seperti siang hari sesaat. Li Yao berlari menghindari genangan air dan akar pohon yang licin. Ia tidak menyadari bahwa ia telah masuk terlalu dalam ke dalam hutan, menjauh dari jalan setapak yang biasa ia lewati.

Di tengah badai yang semakin ganas, tiba-tiba ia mendengar suara lain. Bukan suara guntur, bukan suara angin, melainkan... suara erangan kesakitan yang sangat lembut, namun jelas terdengar di telinganya.

"Ugh...!"

Li Yao menghentikan langkahnya. Ia memicingkan mata, mencoba melihat di balik tirai hujan. Di balik semak belukar yang lebat, di bawah sebuah tebing batu kecil yang agak terlindung, ia melihat sebuah sosok.

Jantung Li Yao seakan berhenti berdetak sejenak.

Di sana, tergeletak lemah seorang wanita muda. Ia mengenakan jubah putih yang indah, namun kini sudah kotor dan basah kuyup, tercoreng oleh noda darah merah yang sangat menyakitkan mata. Rambut hitam panjangnya berantakan menutupi sebagian wajahnya, namun meski dalam keadaan menyedihkan seperti itu, kecantikannya tetap memancar bak purnama di tengah kegelapan.

Ia terlihat seperti bidadari yang jatuh dari kayangan, terluka dan terbuang.

Tanpa berpikir panjang, rasa takutnya hilang entah ke mana. Li Yao segera meletakkan tumpukan kayunya dan bergegas mendekat.

"Nona! Nona, apakah anda baik-baik saja?" seru Li Yao panik. Ia berjongkok di samping wanita itu, tangannya ragu-ragu takut menyentuh.

Wanita itu membuka matanya perlahan. Matanya itu indah, sepasang mata jernih seperti danau di pegunungan, namun kini terlihat redup dan penuh rasa sakit. Ia menatap Li Yao, sosok pemuda desa yang berpakaian lusuh, kotor, dan basah kuyup.

"Kau... siapa?" suaranya lemah, bergetar, namun terdengar sangat anggun.

"Saya... saya penduduk desa di bawah sini. Saya sedang mencari kayu bakar lalu mendengar suara anda," jawab Li Yao terbata-bata, gugup setengah mati berhadapan dengan wanita seindah itu. "Anda terluka parah! Perban ini... darahnya tidak berhenti!"

Luka di lengan dan bahu wanita itu terlihat mengerikan, seolah-olah terkena senjata beracun atau energi yang sangat jahat. Kulit di sekitar luka tampak membiru.

"Jangan... jangan sentuh!" celetuk wanita itu saat melihat tangan Li Yao hendak menyentuh lukanya. "Energi di sekitar lukanya beracun. Kau akan ikut terluka."

Li Yao menarik tangannya, namun tidak pergi. Ia justru melepas jas hujan dari kulit kerbau yang ia pakai, lalu dengan hati-hati menyelimukan tubuh wanita itu agar tidak semakin kedinginan.

"Saya tahu saya orang biasa, tidak punya kekuatan apa-apa," kata Li Yao dengan tegas, matanya menatap lurus ke mata wanita itu. "Tapi saya tidak mungkin membiarkan anda mati kedinginan dan kehabisan darah di tempat seperti ini. Tolong percaya pada saya."

Wanita itu tertegun. Ia melihat ketulusan di mata pemuda desa ini. Mata yang tidak dipenuhi oleh keserakahan akan kekuatan atau kecantikannya, hanya ada keprihatinan murni.

"Namaku... Ling Qingyu," bisik wanita itu akhirnya, napasnya mulai memburu. "Aku... dikejar musuh. Jika mereka menemukanmu juga, kau akan mati."

"Biarlah!" potong Li Yao cepat. "Selama saya masih bernapas, saya tidak akan membiarkan mereka menyentuh anda sedikit pun! Mari saya bawa anda pergi dari sini! Gua saya ada tidak jauh dari sini, kering dan hangat!"

Ling Qingyu ingin menolak, namun tubuhnya terlalu lemah. Rasa sakit dan dinginnya hujan membuat kesadarannya mulai memudar. Ia melihat kembali pada pemuda di hadapannya. Wajahnya kasar, penuh debu tanah, namun senyumnya... senyumnya terasa sangat hangat, menghangatkan hati yang sudah lama dingin karena pertempuran dan pembunuhan.

"Baiklah... aku percaya padamu, pemuda desa..."

Ling Qingyu meluruhkan kesadarannya, tubuhnya lemas dan jatuh ke dalam pelukan Li Yao.

"Wahai! Nona Ling! Bangun, Nona!" Li Yao panik menangkap tubuh ringan itu.

Tanpa ragu lagi, Li Yao memunggungnya. Tubuh wanita itu sangat ringan, seolah terbuat dari awan. Bau harum yang lembut menusuk hidung Li Yao, aroma yang sama sekali berbeda dengan bau tanah dan lumpur yang biasa ia hirup.

Di tengah badai yang mengamuk, di bawah guyuran hujan yang dingin, seorang pemuda tanpa bakat dan seorang bidadari yang jatuh, memulai takdir mereka yang saling terjalin.

"Tenang saja... aku akan melindungimu," bisik Li Yao, menguatkan dirinya sendiri, lalu berlari menembus hutan menuju tempat yang lebih aman.

1
T28J
hadiir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!