karena Ayahnya tewas di tangan Arya saat melakukan Pemberontakan Nirmala pergi ke negeri Bharat, guna belajar ilmu kanuragan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendaki Himalaya
Perjalanan menuju Gunung Himalaya memang bukan hal yang mudah, apalagi di usia Bintang yang masih lima belas tahun, namun demi kesembuhan kedua orang tuanya ia tak takut menghadapi semua rintangan yang nanti menghadang perjalanannya
Selama beberapa hari, Bintang berjalan menuju Gunung Himalaya, selama di perjalanan ia memakai nama samaran Han Le, seperti yang di sarankan kakek Han An ( Dari sini nama Bintang di ganti Han le yah) , setelah tiga hari ia kini berada di kaki gunung Himalaya
Saat ia mulai mendaki dinginnya angin pegunungan mulai terasa, ia mengambil jaket bulu yang di bekalkan oleh Tuan Tenzin dan memakainya, jaket bulu itu sangat tebal membuat tubuh Han Le menjadi hangat, setelah memakai jaket bulu ia kembali mendaki jalan setapak yang di lalui semakin lama semakin terjal, dan di tutupi salju tipis, Han Le harus berhati hati agar tak terpeleset
Setelah setengah harian mendaki tubuh Han le mulai terasa lelah , dan hari juga sudah mulai senja, ia berjalan mencari tempat perlindungan, menurut orang orang di kaki bukit jika malam banyak hewan buas berkeliaran dan salah satunya serigala perak
Han le terus berjalan, dan akhirnya ia menemukan sebuah goa yang tertutup tanaman perdu
Dengan belati meteor di tangan ia masuk ke dalam goa
" sepertinya tempat ini aman" gumam Han Le setelah masuk dan memeriksa keadaan goa itu, tak terlalu besar tetapi cukup untuk dirinya, Han le menutup lubang masuk pintu goa dengan batu sedang hanya menyisakan sedikit lubang untuk udara masuk, ia sengaja menutup mulut goa agar nanti tak ada hewan yang masuk saat dirinya terlelap,
Di dalam Han le membuat api unggun untuk mengusir dingin dan juga agar serangga tak mendekat, ia duduk bersila dan mulai mengatur pernapasan , Han le tak pernah lalai berlatih, setiap ada kesempatan ia pasti melatih pernapasannya
HAn le menyudahi latihannya saat ayam hutan berkokok tanda hari telah pagi, ia merapikan bekas api unggun dan membuka batu penghalang mulut goa
setelah memakan bekal ia kembali melanjutkan perjalanannya mendaki gunung Himalaya kembali
langkah Han le terus menapak jalanan bersalju, saat melewati sebuah jalan yang di apit dua tebing Han le merasa ada yang mengawasi
Srak
srak
langkah kaki kasar terdengar dan tak lama tiga lelaki dengan mantel yang terbuat dari kulit beruang keluar dari balik batu, wajah mereka di tutupi oleh topeng tipis yang terbuat dari besi
" serahkan barangmu atau kau akan mati di sini bocah" ucap salah satu dari mereka , suaranya parau
" Paman aku hanya membawa baju ganti saja" jawab Han le tenang
" He he he, aku lihat pisau mu sangat bagus, serahkan padaku" salah satu dari mereka ternyata melihat belati meteor yang terselip di pinggang Han le
" maaf paman ini pemberian orang tak bisa ku berikan padamu" jawab Han Le
" Kalau begitu aku akan merebutnya!" bentak nya sambil melesat ke arah Han Le. bermaksud menebas Han le denganpedangnya
Hiaaaat
wuuut
melihat lelaki itu menyerang dengan pedang ,dengan gerakan cepat Han Le menghunus belatinya
Traaang
" ah" lelaki itu meundur dengan kaget, pedangnya patah oleh belati di tangan Han Le
" Pisau pusaka' gumam lelaki itu saat melihat ketajaman belati meteor di tangan Han le, mata mereka berbinar serakah
" Bantu aku rebut pisau itu" ucap lelaki itu pada temannya
Hiaaat
wuuut
wuuut
mereka mengepung han le dari tiga arah
seraaaaang
swiiing
traang
traaang
pedang mereka juga patah namun mereka tak berheti , dengan cepat mereka membuang pedang yang telah kutung, lalu menyerang dengan tangan kosong
Han le bergerak dengan cepat menghindari serangan mereka
Hiaaat
saat melihat ada kesempatan membalas , Han Le segera membalas serangan mereka
Wuuut
bugh
bugh
Ketiganya terlempar saat telapak tangan Han Le mengenai dada mereka, merasa anak remaja di depannya bukan orang sembarangan ia segera berseru
" angin kencang! pergi" teriak mereka lalau meloncat pergi menjauh dari Han Le
Han le menunggu sebentar namun mereka tak kembali lagi
Setelah merasa ketiga lelaki itu pergi han le meneruskan perjalanannya
Han le berjalan sambil mengerahkan tenaga dalamnya guna mengusir hawa dingin , setelah mendaki cukup lama kini han le sampai di sebuah lembah,
ia menatap ke arah lembah, tebingnya cukup curam , Han le berdiri memandang lembah itu,
" eh ada orang di sana" gumam Han Le saat melihat adam orang di lembah itu, dan jumlahnya bukan hanya satu orang
Han le menatap tebing di hadapannya, ia tak tahu jalan masuk lembah jadi ia memutuskan akan turun ke lembah dengan bantuan belati meteornya, ia menduga di sanalah buah Ling Ce barada
" Clak"
" clak"
Han le menancapkan belati meteornya sebagai pegangan saat turun , ia memanfaatkan belati sebagai sarana ia turun
Setelah sampai dasar lembah , Han le berjalan menuju orang yang terlihat tadi