NovelToon NovelToon
Antara Pagar Dan Detak Jantung

Antara Pagar Dan Detak Jantung

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dalgichigo

Varendra Malik Atmadja, seorang arsitek muda yang tampan, ramah, dan sangat telaten, baru saja pindah ke Blok C-17. Sebagai penganut paham "tetangga adalah saudara", Malik bertekad untuk menjalin hubungan baik dengan seluruh penghuni kompleks.

Namun, rencananya membentur tembok tinggi setinggi pagar Blok C-18.

Di sanalah tinggal Vanya Ayudia Paramitha, seorang Game Developer yang lebih suka berinteraksi dengan baris kode daripada manusia. Baginya, ketenangan adalah segalanya, dan tetangga baru yang terlalu ramah seperti Malik adalah gangguan sinyal bagi kedamaian hidupnya.

Awalnya, Malik hanya berniat memberikan camilan sebagai tanda perkenalan. Tapi, setiap sapaan Malik dibalas dengan debuman pintu, dan setiap perhatiannya dianggap sebagai gangguan oleh Ayu.

Lalu, bagaimana jika sebuah paket yang salah alamat dan aroma masakan dari dapur Malik perlahan mulai meruntuhkan pertahanan Ayu? Bisakah Malik merancang fondasi cinta di hati gadis yang bahkan enggan membuka pintu rumahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dalgichigo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Girls Time

Dinamika para wanita di Griya Visual akhirnya punya wadah sendiri! Hani yang tidak bisa diam, akhirnya meresmikan grup WhatsApp "Pretty Girls 💅✨". Isinya tentu saja: Hani, Jisel, Kiran, Sarah, Ara, Nindya, dan tentu saja... Ayu (yang dimasukkan paksa oleh Hani dengan alasan "solidaritas gender").

Hani: Annyeong, Pretty Girl! Ini adalah grup penampung aspirasi wanita, Jadi kita ngadain pertemuan pertama Besok sore pokoknya kumpul di rumah @Jisel ya! No drama, no boys, just us! Kita healing tipis-tipis! 💖✨

Sarah: KUY! Gue bawa stok gosip terbaru dan beberapa paket skincare buat kita coba bareng! 💄📢

Kiran: gue akan bawa teh herbal khusus meditasi. Biar aura kita makin glowing luar dalam. 🧘‍♀️🍵

Ara: Gue ikut kalau nggak ada yang teriak-teriak. @Ayu lu wajib dateng, jangan ngumpet di bawah meja! 🙄

Ayu: ... (Hanya membaca, tapi kemudian mengirim stiker kucing kecil yang sedang sembunyi di balik selimut).

Rumah Jisel sore itu sudah seperti salon mewah di New York. Aroma parfum high-end bercampur dengan bau kue brownies panggang yang sangat menggoda. Jisel sudah menyiapkan area lesehan estetik lengkap dengan bantal-bantal bulu.

Ayu datang paling terakhir, memakai hoodie abu-abu andalannya dan kacamata tebal. Ia duduk di pojok, mepet dengan Ara, mencoba menjadi se-transparan mungkin.

"Aduh, Ayu! Sini dong, jangan mojok gitu kayak Wi-Fi lemot," tarik Hani sambil mendudukkan Ayu di tengah-tengah. "Hari ini temanya adalah: Upgrade diri!"

Sesi pertama dimulai dengan Sarah yang membongkar tas makeup-nya. "Gaes, liat nih! Ini lipstik warna 'Sunset Orange', katanya bisa narik perhatian cowok dalam radius 5 meter. Cocok nih buat lu Han, biar Pak Polisi langsung nengok!"

"Dih, Mas Bima mah dipakein lipstik warna pelangi juga tetep lempeng!" keluh Hani sambil mencoba warna itu di punggung tangannya. "Eh, ngomong-ngomong soal cowok komplek... menurut kalian, siapa sih yang paling husband material?"

Jisel menyesap tehnya dengan elegan. "I think... Malik. Dia itu stable, rajin, and he has those 'golden retriever' vibes. Tapi ya itu, terlalu ramah sama semua orang."

Ayu yang mendengar nama Malik disebut, mendadak kaku. Ia pura-pura sibuk memperhatikan tekstur bantal Jisel.

"Ah, kalau gue sih tetep tim Juned," sahut Kiran sambil memoles kuku. "Meskipun mulutnya minta dijahit pake benang, tapi kalau dia lagi diem... visualnya itu loh, merusak iman meditasi."

"Vino nggak ada yang milih nih?" celetuk Ara sinis.

"VINO?!" teriak mereka serentak (kecuali Ayu).

"Yang ada gue bangkrut nraktir dia makan mulu!" sahut Sarah sambil tertawa.

Tiba-tiba, radar Hani berputar ke arah Ayu. "Mbak Ayu, jujur deh. Kemarin pas dibantuin Mas Malik angkut kardus... ada rasa 'dug-dug' nggak?"

Ayu tersedak teh herba Kiran. Wajahnya langsung merah padam sampai ke telinga. "Enggak... cuma... kaget."

"Masa sih?" goda Jisel sambil mengedipkan mata. "Malik itu kalau liat kamu, matanya kayak ada sparkle-nya gitu loh, Ayu. He's totally into you."

"Dia... baik. Sama semua orang," jawab Ayu irit bicara, suaranya hampir tidak terdengar.

"Beda, Yu. Sama kita dia baik sebagai tetangga. Sama lu, dia baik sebagai... ya gitulah," timpal Ara sambil menyenggol bahu Ayu. "Lu jangan kaku-kaku banget kenapa? Malik nggak bakal gigit, paling cuma bakal masakin lu tiap hari."

Ayu hanya bisa menunduk, tapi diam-diam ia tersenyum di balik helaian rambutnya. Baginya, obrolan ini melelahkan, tapi ada rasa hangat yang aneh saat teman-teman wanitanya ini "peduli" pada urusan asmaranya.

Tiba-tiba, suara motor butut terdengar di depan rumah Jisel, dibarengi teriakan cempreng.

"TEH JISEEEEELLL! GENTA DATANG BAWA CILOK! BOLEH GABUNG KAGAK?!

"GENTAAAA! PERGIII!!! INI GRUP PRETTY GIRLS, LU BUKAN GIRL!" teriak Hani dari balik jendela.

"Dih, si Teteh jahat! Genta kan hatinya lembut kayak sutra Teh!" balas Genta dari luar.

Tak lama, muncul lagi suara Adit. "TEH JISEL! ADA ARA KAGAK? GUE MAU NAGIH LAGU!"

Ara langsung berdiri, mengambil bantal Jisel dan melemparkannya ke arah pintu. "PERGI KALIAN SEMUA ATAU GUE HAPUS SEMUA DATA LAGU KALIAN!"

Keadaan langsung hening. Para cowok itu lari terbirit-birit. Para cewek di dalam ruangan meledak dalam tawa, termasuk Ayu yang akhirnya tertawa lepas untuk pertama kalinya.

"Ternyata... seru juga," bisik Ayu dalam hati. Ia menyadari bahwa di balik tembok tebal yang ia bangun, ada orang-orang di Griya Visual yang siap meruntuhkannya dengan tawa dan kehangatan—serta sedikit paksaan untuk memakai lipstik.

Suasana di ruang tamu Jisel semakin malam bukannya makin kalem, malah makin "membara". AC yang disetel 18°C pun tak sanggup mendinginkan hawa gosip yang keluar dari mulut Sarah dan Hani.

Melihat situasi yang sudah mulai tidak terkontrol dan suara tawa Sarah yang sudah mencapai frekuensi ultrasonik Jisel langsung berdiri dengan anggun namun sigap.

KLIK. Ia mengunci pintu depan dan menutup gorden rapat-rapat. "Okay girls, locked and loaded. Sekarang nggak akan ada lagi intel macam Adit atau Vino yang bisa ngintip. Privacy is luxury, right?" ucap Jisel sambil kembali duduk dan menuangkan sparkling juice ke gelas masing-masing.

"Oke, sekarang pintunya udah dikunci, nggak ada cowok yang denger. Kita buka-bukaan!" Hani memulai dengan mata berbinar-binar. "Gue dulu ya. Gue jujur, Mas Bima itu kaku banget kayak kanebo kering, tapi gue pernah liat dia senyum tipis pas gue kasih bekal rendang Mami Kula. Fix, dia punya perasaan, cuma ketutup seragam aja!"

"Dih, kak Hani pede banget!" ledek Sarah. "Eh, tapi lu tau gak? Gue pernah merhatiin Juned pas dia lagi latihan akting sendirian. Dia itu sebenernya suka curhat sama kucing komplek pake bahasa Madura. Sumpah, itu aneh banget.

Kiran yang tadinya kalem langsung nyamber. "Juned itu emang unik, Sar. Tapi kalian tau nggak yang lebih heboh? Si Adit jamet itu sebenernya punya koleksi piringan hitam lagu-lagu jazz klasik di kamarnya. Dia sok-sokan dengerin EDM biar keliatan gaul aja di depan Ara."

Ara melotot. "Pantesan dia sering nanya chord yang aneh-aneh! Dasar jamet penipu!"

Semua mata mendadak tertuju pada satu titik ialah Ayu. Ayu yang sedang asyik mengemil kacang mete langsung membeku. Ia merasa seperti karakter game yang terkepung oleh boss level terakhir.

"Mbak Ayu... tell us the truth," Jisel mendekat, aromanya yang wangi parfum mahal langsung menyergap Ayu. "Malik itu tiap hari nanya ke aku loh, 'Mbak Jisel, Ayu sukanya bunga apa ya?' atau 'Ayu kalau makan pedas suka sakit perut nggak?' Dia perhatiannya udah level kontraktor bangun istana, Yu."

Ayu menunduk, wajahnya sudah tidak bisa dibedakan dengan warna stroberi di atas meja. "Dia... cuma terlalu baik."

"Nggak mungkin, Yu!" seru Kiran "Malik itu arsitek. Dia nggak bakal buang-buang waktu 'mendesain' pendekatan kalau dia nggak serius sama 'lokasinya'. Dan lokasinya itu kamu!"

"Terus... aku harus gimana?" tanya Ayu dengan suara sangat kecil, hampir seperti bisikan.

"Gampang!" Sarah semangat. "Besok kalau dia lewat, lu jangan lari. Cukup senyum 2 detik, terus bilang 'Pagi Mas'. Liat deh, dia pasti langsung tremor tujuh turunan!"

Pembicaraan bergeser ke Kula.

"Eh, kalian tau nggak kalau si Kula itu sebenernya anak mami banget?" tanya Hani sambil tertawa. "Gue sering denger dia dipanggil 'Adek Sayang' sama maminya pas lagi nganter katering."

"Tapi dia berani loh mau deketin anak Pak RT," tambah Kiran. "Zahra itu kan pinter banget, lulusan kedokteran, sementara Kula... yah, dia masih berjuang sama skripsi 'Teknik'-nya."

"I think it's sweet," Jisel berkomentar. "Young love is always refreshing. Tapi kasihan aja, saingannya dia bukan cowok lain, tapi restu dari Papi Bambang yang protektifnya ngalahin satpam bank."

Tanpa terasa, jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Ayu yang biasanya jam segini sedang grinding level di kamarnya, merasa waktu berlalu sangat cepat. Ia merasa lelah, tapi lelah yang menyenangkan.

"Girls, thank you for tonight," ucap Jisel saat mereka bersiap pulang. "Inget ya, apa yang diomongin di rumah Jisel, tetep di rumah Jisel. Jangan sampe bocor ke grup Pak RT!"

"Siap, Bos!" sahut Sarah.

Saat Jisel membukakan kunci pintu, udara dingin malam langsung masuk. Satu per satu mereka keluar dengan hati yang lebih plong dan kepala penuh gosip.

Ayu berjalan pulang didampingi Ara. Saat melewati rumah Malik, Ayu melihat lampu ruang kerja Malik di lantai dua masih menyala. Ia teringat kata-kata Sarah: "Cukup senyum 2 detik."

Mungkin... besok aku coba, batin Ayu sambil merapatkan hoodie-nya.

Sementara itu, di grup WhatsApp "Warga Guweh", Pak RT sudah mengirim pesan ke-15 kalinya menanyakan kenapa para wanita komplek belum ada yang pulang, apakah ada acara dirumah jisel tapi tidak mengundang pak RT. Mereka punya rahasia sendiri sekarang.

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Dalgichigo: siaapp💪
total 1 replies
Jumi Saddah
👍👍👍👍👍👍👍🌹🌹🌹🌹
Dalgichigo: 🫰🏻🫰🏻🫰🏻
total 1 replies
Juli Idyawati
menarik ceritanya
Dalgichigo: Makasihh Kak Juli <3, jangan lupa lanjutin baca ya, karena ceritanya bakal makin menarik nihh
balas
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!