NovelToon NovelToon
Sang Pendekar Pengendali Naga

Sang Pendekar Pengendali Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:850
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.

Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Berlatih

Menyerap energi alam membutuhkan waktu yang cukup lama bagi Lue Ang yang belum terbiasa berkulivasi, apalagi saat ini dirinya harus mengumpulkan banyak energi untuk kedua spirit yang ada di dalam tubuhnya.

"Tidak!"

Lue Ang berteriak keras dan membuka matanya, baru saja dirinya bermimpi di makan oleh Naga api yang ada di dalam tubuhnya, mimpi itu terasa sangat nyata hingga membuatnya berteriak dan terbangun.

Haaaaah, haaaaah, haaaaah.

Sambil mengatur nafasnya Lue Ang masih berfikir apa arti mimpinya itu, padahal dirinya bersusah payah menyerap energi alam lalu kenapa Naga api di tubuhnya malah ingin memakannya.

"Mak Nung menurutmu kenapa spirit Naga di tubuhku ingin memakanku?" Tanya Lue Ang.

"Mungkin dia ingin mengambil alih tubuhmu karena merasa tidak puas, spirit yang kuat memiliki keinginan pemiliknya juga harus kuat sepertinya," ucap Mak Nung.

"Apa kamu bermimpi di makan oleh spirit mu sendiri?" Tanya Mak Nung di sambut anggukan kepala oleh Lue Ang.

"Kalau kamu berkulivasi dengan serius semua tidak akan terjadi, kamu harus mengendalikan spirit mu sebelum spirit mu mengambil alih tubuhmu," ucap Mak Nung.

"Kalau begitu kita berlatih sekarang," sahut Lue Ang.

"Semangatmu sangat bagus, tapi sebelum kita memulai pelatihan dasar kamu harus menjadi lebih tenang dulu," ucap Mak Nung.

"Tarik nafasmu dan buang secara perlahan, ulangi berkali-kali sampai kamu merasa benar-benar tenang, jangan hanya karena mimpi seperti itu kamu sudah ketakutan," sambung Mak Nung.

Lue Ang mengikuti saran dari Mak Nung, setelah mengatur nafas berulang kali Lue Ang bisa merasa lebih tenang dari sebelumnya, walau masih mengingat semua yang terjadi padanya.

"Karena kamu sudah merasa lebih tenang kita akan memulai pelatihan dasar mu kembali, kita akan membuka nadi spiritual lebih dulu dengan begitu energi yang kamu serap akan mengalir ke pusat dan berputar di sana," ucap Mak Nung.

"Sekarang aku harus bagaimana?" Tanya Lue Ang.

"Sama seperti saat kamu menyerap energi sebelumnya kamu harus bersila dan tetap tenang, setelah itu coba rasakan dua belas titik spiritual mu," ucap Mak Nung menjelaskan.

"Jika kamu sudah bisa merasakan keberadaan dua belas titik nadi spiritual mu aku akan memberitahumu apa yang harus kamu lakukan," sambung Mak Nung.

Lue Ang yang menganggukkan kepala langsung mengikuti apa yang dikatakan Mak Nung, Lue Ang duduk bersila dan mencoba merasakan keberadaan titik spiritualnya.

Bagi seorang pemula tanpa dibantu dari luar merasakan titik spiritual sangatlah sulit, Lue Ang yang berusaha sangat keras membutuhkan banyak waktu untuknya bisa merasakan dua belas titik spiritualnya.

Setelah mencoba mencari selama lebih dari dua hari akhirnya Lue Ang bisa merasakan dua belas titik spiritualnya, walau sudah bisa merasakan titik spiritualnya Lue Ang masih belum tahu apa yang harus dilakukannya sekarang.

"Tidak perlu merasa kesulitan, sambungkan saja dari titik bawah hingga atas, dan pastikan tidak ada satu titik pun yang terlewat," ucap Mak Nung.

Mendengar apa yang dikatakan Mak Nung Lue Ang sudah tahu apa yang harus dilakukan, Lue Ang mulai menyatukan kembali titik spiritualnya dari bawah hingga atas, beberapa kali gagal tidak membuat Lue Ang menyerah.

"Jangan menyerah di tengah jalan, atau kamu akan menjadi cacat seumur hidup atau bahkan bisa mati," ucap Mak Nung.

Lue Ang yang mendengar perkataan Mak Nung mencoba tetap tenang, tekadnya yang sudah bulat ingin membalas dendam sudah tidak bisa berubah, rasa sakit selama di keluarga cabang Ang saja ditahan nya tidak mungkin rasa sakit membuka titik spiritual tidak bisa ditahannya.

Setelah energi menyentuh titik spiritual terakhirnya dengan sempurna Lue Ang merasakan sakit seperti yang dikatakan oleh Mak Nung, Lue Ang menggigit bibirnya mencoba menahan rasa sakit yang benar benar hampir tidak bisa di tahannya.

Setelah terbuka semua rasa sakit yang dirasakannya perlahan menghilang, sedikit rasa sakit yang masih tertinggal dengan mudah tidak dihiraukannya.

Whuuuuuuuuuuussss.

Angin kencang berhembus kencang saat Lue Ang berhasil menyelesaikan pembukaan titik spiritualnya dan sakitnya benar benar menghilang, Lue Ang merasakan sesuatu mengalir di tubuhnya, sesuatu itu membuatnya merasakan sangat kenikmatan yang belum pernah dirasakannya.

"Yang saat ini mengalir diantara titik spiritual mu adalah energi mu sendiri, dengan begitu energi yang akan kamu serap selain untuk spirit mu akan langsung berputar di titik spiritual mu," ucap Mak Nung.

"Tapi aku cukup terkejut kamu bisa menahan tanpa berteriak, apalagi tidak ada yang membantumu saat pembukaan sempurna titik spiritual milikmu," sambung Mak Nung.

"Di keluarga aku bahkan pernah menerima pukulan kayu rotan ratusan kali tanpa boleh bersuara, saat aku bersuara mereka akan semakin keras menyiksa ku, jika seperti ini saja aku tidak bisa menahan sakitnya bagaimana aku bisa membalas dendam pada mereka," sahut Lue Ang.

"Bagus, aku sangat menyukai semangat mu, karena titik spiritual mu sudah terbuka mari kita beralih ke pelatihan lainnya Nak," ucap Mak Nung.

"Selain dari penyerapan energi dan membuka nadi spiritual kamu juga harus menguasai bela diri," sambung Mak Nung.

"Kuda-kuda adalah dasar pertama bela diri, sepertinya aku sudah pernah melihat anggota keluarga Ang berlatih ini dari kecil, aku masih mengingat cara mereka melakukannya dengan sangat jelas," sahut Lue Ang.

"Aku kagum kamu mengetahuinya, kamu bisa memperlihatkannya padaku," ucap Mak Nung.

Tidak membuang waktu Lue Ang bergegas bangkit berdiri untuk memperlihatkan Kuda-kuda yang masih diingatnya, di keluarga Ang selain dirinya anak berusia lima tahun sudah dilatih dasar-dasar kultivasi termasuk Kuda-kuda.

Menyerang dan bertahan juga harus dihafal oleh setiap anak keluarga Ang.

"Sayang sekali kamu baru berlatih di usia segini, teruskan seperti itu kamu harus bertahan sampai benar-benar sempurna," ucap Mak Nung.

"Tenang saja, kalau hanya begini aku bisa bertahan belasan hari," sahut Lue Ang.

"Lakukan seperti ini dan jangan ada yang berubah," ucap Mak Nung disambut anggukan kepala oleh Lue Ang.

Mak Nung hanya diam dan membiarkan Lue Ang sendirian, Mak Nung memperhatikan dari kejauhan agar Lue Ang tetap fokus pada pelatihan dasarnya.

Setelah tiga bulan berlatih tanpa henti Lue Ang diminta Mak Nung lebih banyak bermeditasi, sesekali Mak Nung meminta Lue Ang mengasah kuda-kudanya, semua terus dilakukan Lue Ang berbulan bulan.

Whuuuuuuuuuuuusss.

Belati yang terbang ke arah Lue Ang berhasil dihindarinya, meditasi membuat seseorang menjadi tenang dan ketenangan membuat seseorang bisa merasakan kepekaan yang ada di sekitarnya.

"Siapa kamu?" Tanya Lue Ang.

"Memangnya siapa lagi yang bisa berada di sini kalau bukan aku," ucap Mak Nung.

"Mak Nung," sahut Lue Ang.

"Perkembanganmu sangat pesat Nak," ucap Mak Nung.

"Dari mana saja Mak Nung? Aku sudah lama tidak melihatmu," sahut Lue Ang.

"Aku selalu berada di sini, aku memperhatikan mu yang berulang kali melatih kuda-kuda mu dan meditasi mu," ucap Mak Nung.

"Tahap pertama kamu sudah selesai Nak, kamu sudah siap ke tahap selanjutnya," sambung Mak Nung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!