Bermula dari benang kusut hubungan sang sahabat, seorang mahasiswi cantik nan manja yang merupakan calon guru itu justru terlibat cekcok dan saling sumpah serapah dengan kekasih sahabatnya yang sekaligus seorang perwira militer negri.
Alih-alih menjauh, kejadian tak mengenakan itu justru menjadi awal dari serentetan pertemuan yang menyatukan mereka pada sebuah takdir untuk saling mencinta di tengah rollercoaster nya perjalanan karir keduanya.
Siapa sangka justru pertemuannya dengan Panji membawa Ivy selangkah lebih dekat dengan cita-citanya yang sebenarnya....
Apakah ia akan membersamai Panji, mengukir lembayung di batas timur, ataukah mengejar mimpinya menjadi seorang model sukses di negri Paris?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 Ananta gen 2
Ananta gen 2
(Russel) Nji @Panji, gue tau dalamnya lautan tak sedalam hati manusia 👻 But, gue cuma mau bilang, tahan diri Lo jangan sampe ngacak-ngacak kuburan orang abis ini.
Diselingkuhin emang sakit Nji. Tapi masih ada dermaga buat bersandar, kadet...
(Cle) apa sih kadal? 😒
(Zea)🥱🥱
(Ryu) 🤣🤣 Nji, kata si kadal Lo diselingkuhin? Mantap jiwa bozzz...Abi Ray langsung coret Lo dari KK, fix bukan anaknya.
(Kalingga)🙊
(Ryu) Mo nyet 🤣 Nji diselingkuhin, bundir ❌ Nji diselingkuhin, dukun san tet✅
(Zea)😒 Mana ada, Nji diselingkuhin lempeng bumi dia balikin.
(Cle) seliusan? Om-nya Ceela @ Panji, loe diselingkuhin? Punya pacar emangnya? Kok gue ngga tau.
(Ryu) kakak macam apa Lo, Cle? Adek frustasi ngga tau, Wkwkwkwk.
(Russel) Lo salah Ry, Nji diselingkuhin frustasi ❌ Nji diselingkuhin bawa kabur anak gadis orang ✅ Anak Abi Ray mah beda sama manusia pada umumnya.
Cewek yang selingkuh siluman beruk. Yang dibawa kabur miss kampus. Abi Ray patut berbangga diri.
(Kalingga) Miss? Miss apaan?
(Cle) Jangan macem-macem ya, Nji 😑 kolesterol abi lagi naik kemaren. Ngga usah bikin ulah, yang bikin geger.
(Russel) telat Kaka 🌚. Itu Kaka punya adek lak nat udah ngobrak-ngabrik kampus UNJANA. Eeee...Beta pu nona manis ada cakap, Bung Panji ada paksa nona manis, pacar breng sek pu kawan.
(Zea) sarapppudin 🤣 yang selingkuh ceweknya yang digusur temennya.
(Cle) Teuku Pandjie Ikrammmm! !
Panji malas membalas ocehan para sepupunya di grup, ia memilih menyambar handuk dan mengguyur badan yang terasa kotor, berat, lengket dan tentu saja bau. Bukan sekedar bau keringat masam dan polusi, tapi bau-bau dosa milik Mayra dan lelaki bang sat yang ia kacaukan tadi.
Hm, Panji mendengus sumbang..sedikit bangga karena telah mengobrak-abrik kostan itu. Tepat disaat Zein dan Mayra tengah memompa cepat, saling memuaskan. Sial!
Air mengalir membasahi tubuhnya, dari ujung kepala ke kaki, tapi hawa panas yang sempat menguasai diri nampaknya belum reda sepenuhnya, meski berulang kali ia mengguyur.
Setiap ia menutup matanya, kejadian yang cukup membuatnya marah itu berhasil memantik kembali letupan emosi. Bukan karena ia sangat mencintai Mayra yang baru saja 3 bulan ia pacari, melainkan karena ucapan Mayra yang mengatakan dari awal hanya bermain-main dengannya.
Ia merasa terhina, tercolek harga dirinya dan yeah tentu saja, apa salahnya menjadi seorang prajurit? Yang nyatanya menjadi bibit Mayra melakukan penghianatan. Kenapa tidak dari awal saja, ia menolak ajakan Panji.
Ia menggosok badannya dengan spons sabun, membuat setiap inci kamar mandi kini telah dipenuhi oleh aroma segar nan maskulin dari sabunnya.
Dilihatnya Abi Rayyan yang masih dengan seragam biru kesatuan, wajahnya cukup menunjukan jika sang ayah merasa cukup lelah dengan harinya.
"Abi baru balik?" ia keluar dengan wajah segar, aroma sabun, dan kaos yang cukup mencetak badan atletis nan bidangnya.
"Nih," bersamaan dengan umi menyerahkan segelas air mineral memancing kernyitan di dahi sang ayah, "sayang kok---"
"Air putih, jangan keseringan kopi." Potong umi Eyi seolah tau jika sang suami akan melayangkan protes, ia pergi setelah berhasil memberikan itu.
"Udah mandi aja kamu. Ngga ada niatan mau ngapel kan?" tembak abi menebak, yang justru membuatnya sebal.
"Jangan samain Nji sama Abi." ia melengos ke arah belakang berniat menjemur kembali handuk setengah basahnya di gantungan belakang.
"Begitu tuh abi kamu, ketauan kan...kalo pulang kerja cepet, masih sore udah mandi berarti tujuannya ngapelin cewek..." dengus umi Eyi kembali, "coba ada berapa dulu cewek yang abang apelin dalam waktu sehari? Kayanya dulu gaji tuh abis dipake ngapelin cewek.. "
Lagi, keributan itu tak pernah ada habisnya di rumah. Panji sudah tak aneh, mengambil kue lontar dari meja pantry dan melahapnya, lalu beralih pada panada yang rasanya lumayan memberikan sensasi rasa manis di mulut kemudian gurih, asin dan pedas. Ia bukan tipe manusia yang berlarut larut dalam kecewa dan kesedihan.
Setidaknya rasa kecewanya sudah sedikit banyak tersalurkan tadi saat ia menggerebek dan menghakimi Mayra serta lelaki itu.
Rayyan justru tertawa melihat bibir julid yang tetap manis baginya, disana umi Eyi tengah mengomel-ngomel sampai bibirnya maju jalan.
"Iya begitu kenal kamu, uang gajiku sebulan jabatan kapten cuma bisa beli air buat minum sama mandi kamu doang, sayang...."
"Nih Nji, cewek termahal yang pernah diapelin...mahal banget dapetnya. Sampe harus keluarin jurus kartu Ananta..." Tunjuk Abi pada umi.
Eyi terlihat mesem-mesem namun belum mau menurunkan gengsi dan juteknya, "bisa banget kadalnya, ngapel cuma modal 5 ribu doang juga...beli es di depan markas...kamu jangan begitu Nji...aduhhh, bikin malu pokoknya."
Always, sejarah pedekate yang selalu digaungkan dan diurai kembali menjadi satu cerita nostalgia yang tak ada habisnya dari kedua orangtuanya itu menemani hari-hari Panji di rumah, setidaknya bisa menjadi hiburan tersendiri untuknya yang cukup, kosong.
Ia mungkin boleh anak seorang Rayyan dan Eirene, tapi untuk urusan pasangan entahlah....sudah beberapa kali ia mencoba, selalu kandas dengan alasan yang sama, wanita jaman sekarang terlalu mental tempe untuk menjadi pasangan abdi negara. Atau mungkin bisa dikatakan lebih realistis dan pemilih.
Apakah sekarang ia harus mempertimbangkan untuk mengeluarkan kartu saktinya? Menyebutkan jika ia adalah keturunan Ananta? Padahal tampangnya cukup di atas rata-rata.
Setelah berhasil menghabiskan panada 2 buah dan kue lontar 2 potong, ia naik ke atas.
"Ngga makan, Nji?" tanya umi yang sudah melayani Abi di meja makan.
"Nanti aja. Masih kenyang barusan diganjel pake kue sama panada." Ayunan langkahnya telah sampai di ruang tengah.
"Ganjel tuh pake ban serep, biar kenyang sampai minggu depan." Itu abinya yang bicara.
Tak ada yang ingin ia lakukan selain dari rehat sambil menunggu magrib. Kembali ia mengecek ponsel, memastikan jika pesan yang ia kirim untuk Ivy berbalas.
Alisnya mengernyit cukup aneh saat tak menemukan balasan apapun dari gadis itu.
Ananta gen 2
(Panji) Elah, Gala Cepu😒. Gue mah biasa aja...cewek mah banyak. Baru juga kampus sama kostan yang gue obrak-abrik...belum rumahnya yang gue luluh lantahkan rata sama tanah.
(Cle) Nji, ngga usah bikin masalah deh.
(Zea) 🤣🤣 Ucel diselingkuhin, ceweknya ditinggal, cari yang baru, ngga rame.
Ryu nulll bayangan aja masih burem. Paling diselingkuhin, ceweknya dipasangin pelacak...
Lingga, masa depan hanya sejauh mata memandang (pager rumah).
Nji, diselingkuhin semua yang berkaitan dengan si dia dibumi hanguskan dulu baru ditinggal 😎
Cowok Ananta mana yang menurutmu lebih wadidaw...
(Kalingga) Bang Saga diselingkuhin, ceweknya dibawa terbang, abis itu jatohin di segitiga bermuda, tanpa jejak. Bak hilang ditelan bumi.
(Cle) 🤣🤣🤣 sarappp
(Panji) Cel, tolong tanya Gala....Si Pravita tuh FKIP jurusan apa?
(Ryu) Udah kenal nama bos, cepet banget move on-nya.
(Russel) 🤣🤣 buaya.
(Zea) sesama buaya jangan saling menghakimi.
(Ryu) Ze, bang Saga manggil tuh. Katanya pamit mau ketemu yang muda.
(Kalingga)🤣🤣
(Zea) amit-amit.
.
.
.
.
sampe bawah, bang Nji g nongol 😢
alibi aja nyari sarapan, jauh bener lu nyari sarapan doank, sarapan mata ya nji 🤣🤣🤣🤣🤣
gua berdoa semoga para koruptor dan di hukum mati