NovelToon NovelToon
Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:887
Nilai: 5
Nama Author: Iqbal Pertha

black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."

" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

keahlian seorang ayu yang lama terpendam

" aku tau arah pembicaraan kakak. Aku juga tidak percaya, ini terlalu tiba tiba dan sangat tidak mungkin jika di pikir logika. Aku sangat mengenal Wira, aku tau dia. Tapi ini lah kak sekarang selama beberapa bulan ini kami baik baik saja, dan Wira juga begitu terbuka dia menjelaskan semua asal usul uangnya." ucap Ayu.

" pasti ini semua dari firman itu kan, betapa hebatnya suamimu itu bisa mengendalikan si firman dan betapa bodohnya juga si firman bisa begitu patuh sama suamimu itu." ucap Santi.

" aku juga berkata seperti kakak saat pertama kali, tapi tidak kak ini bukan firman, walau aku tidak bisa menghilangkan firman atas semua jasanya tapi benar ini semua karena suatu yang tidak masuk akal." ujar ayu

" aku tidak mengerti sekarang kamu jelaskan saja..." ujar santi.

" waktu itu Wira setelah di tagih hutang oleh orang orang itu Wira di pukuli hingga tidak sadar, dan ketika sadar kembali Wira kemudian melawan mereka semua menjanjikan sebelum sore dia akan membayar hutangnya.

Kemudian firman datang dan mereka mengobrol, Wira memutuskan Untuk ke kota S menemui seorang temannya di sana yang dulu pernah Wira tolong.

Singkat cerita ketika Wira bertemu dengan temannya dan bercerita tentang kesulitannya, temannya secara tidak terduga memberikan Wira kartu bank atas namanya.

Di jelaskan di sana jika kartu bank dan isinya itu milik Wira, karena dulu Wira memberikan sejumlah uang untuk pembangunan usahanya, Wira di masukkan dalam daftar penanam modal yang akan menerima hasil ketika untung.

Dan selama bertahun tahun ternyata usaha teman Wira berkembang pesat dan beginilah sekarang, aliran uang itu terus mengalir hingga saat ini." jelas ayu setelah sedikit banyak mendengar wira bercerita.

" aku tidak percaya masih ada orang seperti yang kamu katakan itu." ucap Santi.

" sama kak aku juga tidak percaya, tapi baru beberapa hari yang lalu orangnya datang ke rumah ini." ujar ayu.

" jadi semuanya nyata, bukan karangan suamimu saja,." ujar Santi.

" nyata kak, bahkan karena terlalu nyata aku tidak bisa percaya." ayu.

" mama....." suara ceria gadis kecil baru datang sekolah.

" anak mama sayank." ayu menyambut kedatangan Sasa.

" loh ada kak ipar...." ujar Wira, tapi Santi masih dengan wajah ketusnya pada Wira.

" aku masak makan siang dulu, ajak sekalian kakak ipar makan siang di sini. " ucap Wira.

" iya baik lah.... Sasa ayi beri salam sama Tante." ucap ayu pada Wira dan Sasa.

" selamat siang Tante." ujar Santi menjawab sangat ramah.

" keponakan Tante sudah besar dan pintar lihat apa yang Tante bawa untuk Sasa." ujar Santi.

" uuuuwwwaaaaah.... Mainan rumah Barbie....." ujar Sasa.

" kakak mengapa kakak begitu repot." ujar ayu.

" apa sih, cuma ini saja. ayo di ambil lalu Sasa ganti pakaian agar bisa segera main." ujar Santi.

" iya.... Terimakasih Tante...." ucap Sasa mengambil mainannya kemudian ke kamarnya.

" Wira memasak..." ucap Santi.

" sejak kejadian itu Wira sudah tidak pernah mengizinkan aku memasak, dan semua urusan rumah dia yang urus, aku hanya menjadi penonton saja." ujar ayu dengan perasaan senang dan bangga pada suaminya.

" dia sepertinya benar benar berubah." ucap Santi.

" begitu lah kak...." ujar ayu menjawab.

" lalu apa yang sekarang suami mu kerjakan, tidak mungkin kan suamimu tidak bekerja." ucap ayu.

" untuk saat ini masih belum tapi kemarin temannya datang menawarkan Wira untuk berinvestasi di salah satu perusahaan." ujar ayu.

" hati-hati berinvestasi itu resikonya besar kamu harus tau asal usul perusahaan dan orangnya." ujar Santi.

" kakak tau Lion grup." ayu.

" Lion group, terdengar tidak asing." Santi.

" raksasa yang menguasai segala pasar di negara kita Bahakan sampai manca negara." ujar ayu.

" oh iya aku ingat sekarang...... Oh jadi maksudmu suami mu itu berinvestasi pada perusahaan raksasa itu. Ujar Santi biasa saja sebelumnya sampai dia sadar.

" tidak kak, tapi perusahaan tempat Wira berinvestasi berada di bawah naungan Lion grup itu sendiri." ujar ayu.

" benarkah...." Santi sangat shock.

" benar kak...." ujar ayu menjawab.

" itu tandanya kalian sudah menjadi milyarder eh salah triliuner." ucap Santi.

" aku tidak mau mengatakannya tapi semoga saja." ujar ayu.

" kamu sangat beruntung sekali, setelah perjalanan pahit mu beberapa tahun terakhir perlahan kamu mulai bangkit dengan tidak terduga." ujar Santi sangat tersentuh.

" terimakasih kak." ujar ayu.

singkatnya mereka pun makan siang awalnya Santi menolak dengan berbagai alasan tapi ayu juga memiliki banyak alasan dan akhirnya Santi pun setuju untuk makan siang disana.

" kak tolong rahasiakan semua ini dari ayah, nanti setelah aku siap aku sendiri yang akan mengatakannya. Tolong kabari aku tentang ayah." ujar ayu.

" iya baik lah, kamu tenang saja." Santi.

" terimakasih kak." jawab ayu.

...****************...

Malamnya Wira tidak menemukan ayu di kamarnya lalu Wira mencari ke kamar Sasa mungkin ketiduran di kamar Sasa, tapi ketika Wira mencari ke sana ayu juga tidak ada.

Wira mencari ke beberapa tempat dan berakhir di satu tempat yang belum iya datangi yaitu ruang belajar.

Ayu berada di ruang belajar sudah satu bulan terakhir dia seperti sedang mengerjakan sesuatu, ayu begitu tekun,ulet,dan konsentrasi.

Wira yang datang tidak segera menggangu dia jalan perlahan melihat apa yang sebenarnya sedang di lakukan istrinya itu.

rupanya ayu sedang menggambar sebuah perhiasan, yang saat ini ayu gambar adalah kalung, kalung mewah yang berhiaskan batu, gambar itu bisa di katakan hidup. terlalu nyata untuk dikatakan gambar. Di sana ayu juga melengkapi ditel bahan bahan yang akan di gunakan.

" di sini rupanya istriku...." ucap Wira dari belakang kemudian meletakkan dagunya di bahu putih ayu. Ayu sejenak kaget tapi setelah tau itu Wira ayu menjadi tenang kembali.

" kamu mengagetkan aku saja...." ucap ayu tak lupa mengecup tipis bibir Wira.

" apa yang sedang istriku lakukan." ujar Wira beritanya.

" aku sedang melatih kembali kemampuanku mendesain perhiasan, aku berpikir ingin memiliki toko kecil agar aku memiliki kegiatan." ujar ayu.

" mengapa begitu di rumah kan banyak pekerjaan." ucap Wira.

" pekerjaan seperti apa yang suamiku maksud coba sebutkan, bukankah semua urusan sudah diambil alih." ujar ayu.

" memang benar tapi istriku bisa membaca buku, merawat tubuh,tidur, makan, atau melihat dan memuji suami luar bisamu ini." ucap Wira.

" aku tidak bisa melakukan semua yang suami katakan selamanya, tapi untuk yang terakhir akan aku lakukan sampai kapan pun." ucap ayu.

" istriku memang tau cara menyenangkan suami." ujar Wira.

" itu lah tugas berat seorang istri, tugas yang sangat berat di banding mencuci, memasak, mengurus rumah, dan mengurus anak. Membuat suami nyaman dan menjadi tempat pulang yang selalu di rindukan oleh suami itu lah yang berat." ujar ayu.

" istriku begitu luar biasa seperti ini, tidak mungkin aku tidak rindu pulang." ucap Wira.

" betapa manis mulut suami ku." ucap ayu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!