NovelToon NovelToon
Setelah Lima Tahun Berlalu

Setelah Lima Tahun Berlalu

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Single Mom / Tamat
Popularitas:290.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Kyranza wanita yang baru saja di terima di sebuah perusahaan ternama membuat kehidupannya lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana tidak sebelumnya dia harus melakukan tiga pekerjaan sekaligus dalam sehari untuk bisa menafkahi putra semata wayangnya itu.

Kejadian lima tahun yang lalu setelah bercerai dengan suaminya membuat kyra menjadi wanita yang tangguh.

Tapi semuanya hanya hanya sekejap mantan suaminya itu kembali muncul dan terus mengganggu kehidupannya.

" Menikah kembali denganku, maka hidupmu akan baik-baik saja"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

pagi ini kyra tengah menyuapi putranya itu. Hari ini kyra mengambil cuti untuk beberapa hari. Aldian suhu tubuhnya masih hangat meskipun tidak sepanas waktu pertama kali dia bawa.

" Aldian harus makan yang banyak ya, biar nanti cepat sembuh. Kalo Aldian udah sembuh nanti biar bisa main lagi sama om arya sama Tante Amel".

" beneran Bun " ucap Aldian dengan semangat.

kyra menganggukkan kepalanya " iya tapi Aldian harus sembuh dulu"

Baru saja ia ingin menyuapkan sendok berikutnya, terdengar suara pintu depan terbuka perlahan. Kyra sontak menoleh. Langkah kaki terdengar mendekat, hingga sosok tinggi tegap muncul di ambang pintu kamar.

Bagas berdiri di sana, mengenakan kemeja putih rapi dan celana hitam. Wajahnya tenang, tapi matanya jelas memerhatikan setiap sudut ruangan… dan berhenti pada pemandangan Kyra bersama Aldian.

Kyra tertegun. Sendok di tangannya berhenti di udara. Ngapain lagi lelaki itu datang kemari, pikirnya.

Aldian menoleh ke arah pria asing itu dengan dahi berkerut polos. “Bun… om itu siapa?” tanyanya dengan suara kecil namun penuh rasa ingin tahu.

Kyra menelan ludah, lalu berusaha tersenyum agar anaknya tidak curiga. “Itu… Bosnya Bunda di kantor,” jawabnya pelan.

“Bagaimana keadaannya sekarang?” tanyanya kemudian, suaranya lebih lembut daripada biasanya.

“Sudah agak membaik, Pak. Suhunya turun, tapi masih agak hangat,” jawab Kyra dengan sopan, mencoba menjaga jarak.

Bagas mengangguk, lalu menunduk sedikit, mencoba menyamakan tinggi dengan Aldian. “Hai, Aldian,” sapanya pelan.

"om siapa"

mendengar bocah itu memanggilnya dengan sebutan om membuat hatinya terasa sakit, tapi dia harus memaklumi itu.

" panggil aja om Bagas"

Aldian memandangnya dengan mata bulat besar. “Om Bagas?” ulangnya polos.

“Iya.” Bagas tersenyum tipis. “Aldian suka mobil-mobilan? ” tanyanya tiba-tiba, mencoba mencairkan suasana.

Aldian tampak malu-malu tapi mengangguk pelan. “Suka… Aldian suka mobil balap.”

“Wah, kebetulan Om juga suka,” balas Bagas, matanya berbinar kecil. “Nanti kalau Aldian udah sembuh, om beli mobil keren, mau?”

Mata Aldian langsung bersinar antusias. “Mau!” serunya dengan semangat anak kecil.

Aldian yang tadinya begitu bersemangat tiba-tiba terdiam. Tatapannya beralih dari wajah Bagas yang tersenyum ramah ke wajah bundanya. Bola mata kecilnya berputar seolah sedang meminta persetujuan.

“Bun… boleh?” tanya Aldian pelan, nada suaranya penuh harap tapi juga ragu-ragu.

Kyra tercekat sejenak. Ia sama sekali tidak menyangka Bagas akan mengucapkan kalimat seperti itu di depan Aldian. Tatapan mata anaknya begitu polos, seakan apapun jawaban yang keluar dari mulutnya akan sangat berarti.

Kyra menghela napas pelan, lalu menatap Aldian lembut. “Kalau Aldian sembuh dulu, baru boleh, ya,” jawabnya dengan nada tenang namun hati-hati.

“Jadi boleh?” tanya Aldian memastikan, matanya berbinar lagi.

Kyra tak tega melihat wajah penuh harapan itu. Ia akhirnya mengangguk kecil. “Iya, boleh. Tapi Aldian harus janji makan yang banyak dan cepat sembuh.”

“Janji, Bun!” seru Aldian dengan semangat, mengangkat kelingkingnya.

Melihat itu, Bagas spontan tertawa kecil—tawa tulus yang jarang muncul dari wajahnya yang biasanya dingin dan serius. Ia ikut mengaitkan kelingkingnya dengan Aldian, membuat bocah itu tertawa ceria.

Bagas kemudian berdiri kembali, menatap Kyra sekilas. “Kalau gitu, Aldian harus cepat sembuh ya. Om tunggu janji kamu.”

Aldian mengangguk mantap. “Siap, Om Bagas!”

Bagas melirik jam tangannya sekilas, menyadari waktu sudah mulai beranjak siang. Ia menarik napas pelan, lalu kembali menatap Aldian yang masih duduk bersandar.

Om pamit dulu ya, Aldian. Om harus ke kantor,” ujar Bagas dengan nada lembut.

Aldian langsung manyun kecil. “Om udah mau pergi?” tanyanya polos.

Bagas berjongkok sedikit agar sejajar dengan anak itu, lalu mengusap pelan puncak kepalanya. “Iya, Om harus kerja. Tapi nanti Om datang lagi kalau ada waktu, oke?”

“Janji?” tanya Aldian lagi sambil mengulurkan kelingkingnya untuk kedua kalinya.

Bagas terkekeh kecil dan mengaitkan kelingkingnya. “Janji.”

Suasana sejenak terasa hangat dan ringan, sampai akhirnya Bagas berdiri kembali, menatap Kyra.

“Kalau butuh apa-apa, kabari saya aja,” ucap Bagas pelan, matanya menatap langsung ke mata Kyra.

Kyra sedikit terkejut dengan perhatian itu, tapi cepat-cepat mengalihkan pandangan. “Nggak usah repot, Pak. Saya bisa urus sendiri,” jawabnya datar, mencoba menjaga jarak.

Bagas kemudian melangkah mundur, memberi lambaian kecil ke arah Aldian. “Dah, Aldian. Cepat sembuh ya.”

“Dah, Om Bagas!” balas Aldian sambil melambaikan tangan dengan semangat.

Bagas berbalik dan berjalan keluar rumah, meninggalkan aroma parfum maskulin yang samar tertinggal di udara. Pintu tertutup perlahan.

Aldian kembali memandang bundanya dengan mata berbinar. “Bun… Om Bagas baik ya,” ujarnya polos.

Kyra hanya tersenyum tipis, mengelus rambut anaknya. Dalam hati, ia bergumam lirih, “Kamu nggak tahu, Nak… sebaik apa dia dulu… dan seberapa sakitnya juga.”

1
Lilik Juhariah
miris
ayu cantik
gantung
Lisa
Terimakasih y Kak utk karyanya..kita tunggu karya² selanjutnya y..👍😊
Atmita Gajiwi
/Heart//Heart//Rose/
Lisa
Wah sekarang rumahnya Bagas & Kyra selalu ramai tuh 😊
Nuri 73749473729
lanjut
Eno Pahlevi
LANJUTT.... DITUNGGU TRIPLE UPDATENYA THOR 🥰🥰🥰🥰
Muji Lestari
🤣🤣🤣lucu rewan
Nuri 73749473729
lanjut
Mazree Gati
SORRY THORR KLO AKHIRNYA BALIKAN SAMA BAGAS,,,END, UNSUB,,
Hari Saktiawan
lama banget update nya
Lisa
Happy wedding Revan & Dira..bahagia selalu & labggeng ya 🙏
Erna Riyanto
cerita Damian dan Dewi lanjutin dong thorrr....lama bgt lho...digantung
Uthie
Mampir untuk genre cerita seperti ini 👍👍👍
Boby The Blind Massage Entertaiment AND Freelance (BOBY_freelance)
Kalau sudah begini jalan ceritanya, kayaknya ini Prepare to ending.
Hari Saktiawan
dinovel nama arka kok banget Thor lu suka ya
ig: denaa_127: nama gebetan, jujurr🤭
total 1 replies
Arwondo Arni
jujur aja kl kamu mencintai Dira lgsg nikah aja biar ngak sepi
Lisa
😊 Kalau lagi sakit Revan baru inget tuh sama Dira 🤭
Lisa
Sehat selalu y Kyra, debaynya juga..
Maria Anyela Rosa
kok jadi melow begini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!