Suatu hari, setiap umat manusia dari bumi diseret secara paksa ke dunia apocalypse dimana monster berada. Mereka menerima Aspek, sistem, dan satu tujuan tunggal yakni bertahan hidup.
Player 991 tidak panik. Dia tidak bergantung pada siapapun. Dia tidak mencari bantuan. Dia hanya mulai membunuh.
Sementara yang lainnya membentuk kelompok untuk memastikan keselamatan mereka, Player 991 mendaki papan peringkat global satu demi satu melalui jumlah kill yang dia kumpulkan sendirian.
Namun bertahan hidup saja tidak cukup. Ketika sistem memilih enam pemain terkuat sebagai Sovereign dan memberi mereka kekuasaan untuk membangun kembali peradaban manusia di dunia yang baru, Nate Leicester menemukan dirinya bukan hanya sebagai pemain terkuat — tapi sebagai salah satu dari enam penguasa yang akan menentukan masa depan seluruh umat manusia.
Papan peringkat tidak pernah berbohong. Dan saat ini, hanya ada satu nama di puncak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RyzzNovel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
\=\=\= STATUS \=\=\=
Nama: Nate Leicester (991)
Usia: 19 Tahun
Aspek: Purple Reaper [F]
Level: 0
EXP: 0/20
STR: 1
AGI: 1
MP: 1
STA: 1
VIT: 1
INT: 1
Poin Stat: 0
Credit: 0
Senjata: Violet Reaper [F]
Title: -
\=\=\= LOKASI: S86 \=\=\=
"...Ini benar-benar terjadi?"
Awalnya, Nate berpikir bahwa apa yang dia alami sebelumnya hanyalah sebuah mimpi. Tapi sekarang, menganggap semua ini sebagai mimpi tampaknya jauh lebih konyol.
Dia tiba-tiba terbangun di ruangan yang sama sekali tidak dia kenal. Ruangan itu tampak tak terawat, dindingnya mengelupas, lantainya dipenuhi serpihan kaca yang berkilat redup, dan kasurnya kusam dengan noda-noda yang sudah mengering lama. Televisi di sudut ruangan hancur, layarnya pecah menjadi serpihan tajam yang berserakan hingga ke kaki ranjang. Kekacauan itu terjadi di segala penjuru hingga Nate merasa mual tanpa alasan yang jelas.
Tatapannya tertuju pada sebuah bingkai foto yang masih tergantung miring di dinding, satu-satunya benda yang tampak utuh di antara semua kehancuran itu. Dia jelas tidak mengenali satu pun dari keluarga yang tersenyum di dalamnya, wajah-wajah asing yang menatap balik ke arahnya dengan ekspresi bahagia yang terasa janggal di tengah ruangan seperti ini. Hal tersebut memperkuat kecurigaannya bahwa sesuatu memang telah terjadi, dan entah bagaimana dia terseret ke sini.
Padahal, awalnya dia baru saja pulang dari minimarket dengan makanan instan dan beberapa minuman keras di tangannya. Dia berniat menghabiskan malamnya dengan santai karena besok libur. Tapi saat dia memasuki kamarnya, kesadarannya tiba-tiba hilang, dan berikutnya, dia menemukan dirinya di sini, setelah bermimpi tentang proses kebangkitan atau apalah itu namanya.
Layar hologram yang melayang tipis di depannya adalah buktinya. Dia juga melihat benda itu di dalam mimpinya.
Nate duduk bersila di atas ranjang itu, menautkan kedua lengannya sambil berpikir keras.
"Ini mungkin adalah hal paling gila yang pernah aku temui."
Bibirnya berkedut sejenak. Lalu, dengan helaan napas kasar, Nate kembali fokus pada layar hologram itu.
"Obrolan chat? Bisakah aku menghubungi seseorang di sini?"
Merespons pemikiran itu, hologram tersebut tiba-tiba berubah, menampilkan sebuah kotak persegi panjang yang berdiri, diikuti dengan deretan obrolan yang benar-benar terlihat sangat ramai.
[S86] Player 617: Seriusan! Aku benar-benar bisa mengeluarkan api dari mulutku! Sepertinya ini nyata.
[S86] Player 89: Hahaha! Aku mendapatkan Katana sebagai permulaan Aspek milikku. Ini punya efek yang membekukan begitu menebas! Ini sangat kuat!
[S86] Player 912: Jadi, apa yang harus kita lakukan? Dalam mimpi kita, dikatakan bahwa kita harus bertahan hidup di dunia apocalypse ini yang penuh dengan monster.
[S86] Player 443: @Player 912 Kurasa ada baiknya jika kita mencoba menemukan satu sama lain dan membentuk kelompok? Di saat seperti ini, kita harus bekerja sama agar bisa tetap hidup.
[S86] Player 221: [Foto] Lihat! Aku membunuh monster yang terlihat sangat menjijikkan! Sialan, aku terkejut hingga aku mulai menggunakan Aspekku secara membabi buta, selanjutnya, aku benar-benar membunuh seekor monster dan mendapatkan exp!
[S86] Player 567: @Player 221 Itu hebat! Bisakah kamu datang ke tempatku? Tolong, di sini ada monster, aku sangat takut! [Foto]
[S86] Player 243: Woah! Seseorang benar-benar mengirim foto telanjangnya? Ini benar-benar kiamat!
Melihat obrolan yang terus bergulir tanpa henti itu membuat Nate merasa pusing. Dia segera menutupnya.
"Baiklah. Dapat dikatakan bahwa ini benar-benar nyata, termasuk mimpi itu sebelumnya."
Selain proses kebangkitan, di dalam mimpi itu mereka juga menjelaskan bahwa seluruh orang yang terseret ke sini harus bertahan hidup di dunia kiamat ini dan menghadapi monster-monster yang ada. Nate sama seperti mereka, tanpa alasan yang jelas, entah bagaimana dia malah berakhir di tempat ini. Tapi menurut sistem tersebut, seluruh orang dari dunia Nate sebelumnya juga diseret dengan paksa.
Hanya saja, kemungkinan mereka bisa bertemu dengan seseorang yang dikenal sangat kecil karena perbedaan lokasi yang begitu luas.
Nate sejenak merasa penasaran. Dia mengecek obrolan bagian global, lalu menutupnya kembali hampir seketika ketika menemukan bahwa pesan di sana bergulir jauh lebih cepat, nyaris kabur, hingga tak ada satu kata pun yang bisa dia baca dengan jelas.
"Pheeww... Kurasa aku harus memeriksa apa yang disebut Aspekku terlebih dahulu. Kelangsungan hidupku bergantung pada benda aneh ini."
Aspek Nate adalah Purple Reaper, namanya terbilang sederhana, meski begitu dia tak punya gambaran apapun tentang bagaimana cara kerjanya. Untungnya, sistem tersebut cukup fleksibel sehingga dia bisa memeriksa informasi dari setiap hal yang dia miliki.
\=\=\= ASPEK \=\=\=
Nama: Purple Reaper
Peringkat: [F]
Deskripsi:
Aspek yang memanifestasikan energi kegelapan
dalam wujud kematian. Penggunanya menuai
jiwa musuh dengan energi ungu gelap yang
mengkorosi dan menghancurkan segalanya
yang disentuhnya.
Warisan:
— Violet Reaper [F]
\=\=\= ASPEK \=\=\=
Melihat itu, Nate mengangguk pelan.
"Sepertinya bukan sesuatu yang buruk. Aku tidak tahu setinggi apa kedudukanku dengan aspek ini, tapi selama itu berguna, tak masalah."
Dia terdiam sejenak, mencubit dagunya sambil menatap bagian warisan itu.
"Setiap Aspek dimulai dari peringkat [F] terlepas dari jenisnya. Apa yang diterima dari Aspek selalu beragam, milikku tampaknya berupa warisan senjata, sementara beberapa orang mungkin menerima semacam kemampuan atau sesuatu yang lain."
Nate tidak tahu apakah ini pertanda bagus atau tidak. Bagaimanapun, yang terpenting adalah senjata itu bisa dia gunakan untuk membela diri.
Selanjutnya, Nate memutuskan untuk memeriksa deskripsi dari warisan senjata itu:
\=\=\= SENJATA WARISAN \=\=\=
Nama: Violet Reaper
Peringkat: [F]
Deskripsi:
Sabit sebesar tubuh manusia dengan gagang
yang terasa dingin saat disentuh. Asap ungu
terus merembes dari gagangnya tanpa henti,
menghilang lalu kembali muncul dari tempat
yang sama seperti pengulangan waktu yang
tak berujung. Bilahnya berwarna hitam pekat
dengan warna ungu pudar yang menghiasi
bagian atasnya.
Skill:
— [Corrosion]: Setiap serangan meninggalkan
efek korosi pada target. Target kehilangan
darah setiap detik hingga mati. Hanya bisa
dihentikan oleh ramuan Purify atau
kemampuan penyembuhan sejenis, atau daya tahan terhadap korosi yang tinggi.
Syarat Ascension [F] -> [E]:
— Kill Monster Peringkat F: [0/600]
\=\=\= SENJATA WARISAN \=\=\=
"Oh! Ini bagus."
Dengan jenis kemampuan seperti ini, selama dia bisa melukai sedikit saja dari monster yang dia lawan, setelahnya dia hanya perlu kabur dan menunggu hingga monster itu mati sendiri. Jujur saja, itu terdengar seperti kemampuan yang agak rusak untuk sebuah permulaan.
Tak ragu sedikit pun, Nate segera memanggil sabit itu.
Wuusshh—
Udara di sekitarnya seketika terasa mencekam. Sesuatu muncul dari kekosongan, diikuti energi gelap yang merembes seperti luka yang tak mau menutup. Asap ungunya mengembang perlahan, menyelimuti ruangan dengan dingin yang menusuk hingga napas Nate nyaris tampak seperti uap tipis, sebelum akhirnya sabit seukuran manusia muncul tepat di genggamannya.
Benda itu besar hingga Nate sempat khawatir soal beratnya. Tapi anehnya, itu ringan sekali, seolah-olah terbuat dari kapas.
Nate menelusuri gagangnya yang terus memuntahkan asap ungu dengan ujung jarinya, lalu beralih pada bilahnya yang berwarna gelap, melengkung dengan cara yang entah kenapa terlihat sangat menyeramkan, seperti sesuatu yang memang dirancang bukan untuk melukai, melainkan untuk mengakhiri.
Benda itu praktis dan sempurna untuk memenggal musuh.
"Ini luar biasa."
Nate mendecakkan lidahnya, kagum. Sesuatu seperti ini biasanya hanya ada di dalam fiksi — tapi sekarang, di sinilah dia, membuat fiksi itu sendiri menjadi kenyataan.
Sraaang—!!
Nate mengayunkan sabit itu ke sampingnya dengan tenang. Hembusan angin tajam menyapu ruangan, dan jejak asap ungu tertinggal sejenak di udara — memperlihatkan lengkungan gelap yang luar biasa sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak.
Senyuman kecil terbentuk di wajah Nate.
***