NovelToon NovelToon
Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi / Time Travel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Calista F.

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!
Terseret masuk ke dalam novel dan menjadi Freya Valencia Vane? Bukan jadi pemeran utama wanita yang baik hati, tapi malah jadi Villainess kejam yang nasibnya pasti mati tragis di akhir cerita?
Demi menyelamatkan nyawaku, aku harus berubah total.
Di depan orang, aku jadi wanita paling suci, lembut, dan sopan sedunia.
"Tolong maafkan aku... aku tidak bermaksud begitu."
Tapi di dalam hati?
"Dasar tolol. Kalau bukan karena takut mati, udah gue hancurin muka lo dari tadi. Sabar Freya, sabar... demi nyawa gue."
Rencananya simpel: Jauhi Pangeran Zevian si algojo, lindungi Aria si Female Lead, dan hidup tenang.
Tapi kenapa semuanya berjalan salah?
Kenapa Zevian yang dulu benci aku malah natap aku begitu?
Kenapa Ares si sepupu tampan malah makin mendekat?
Oh Tidaaaak. Aku cuma mau hidup tenang kok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Calista F., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Mentari pagi sudah naik tinggi ketika Freya akhirnya membuka mata perlahan.

Sinar matahari menembus tirai putih kamar mansion Vane dengan lembut, menghangatkan selimut tebal yang masih membungkus tubuhnya. Untuk beberapa detik Freya hanya berbaring diam sambil menatap langit-langit kamar.

Hening.

Lalu...

DEG.

Freya langsung duduk mendadak. "...AKU TELAT BANGUN."

Crimson Valkyrie yang bersandar di dekat tempat tidur langsung berkomentar datar. "Pengamatan yang sangat lambat."

Freya buru-buru melihat jam di meja samping ranjang dan membeku. "...Sudah hampir siang?"

"Kau tidur seperti mayat."

"Itu bukan kalimat yang menenangkan setelah aku hampir mati kemarin."

Freya memegangi wajahnya sendiri dengan ekspresi horor. Ini buruk. Sangat buruk.

Ia sekarang tinggal di mansion keluarga bangsawan besar kerajaan, ada tamu, ada ibu Ares, ada Aria, bahkan mungkin seluruh mansion sudah bangun sejak pagi, sedai dia baru bangun sekarang.

'ASTAGA IMAGE-KU.'

"Kau tidak punya image sejak awal," komentar Crimson Valkyrie tanpa belas kasihan.

'KENAPA SEMUA ORANG DI HIDUPKU SUKA MENYERANG HARGA DIRIKU?'

Freya turun dari tempat tidur dengan gerakan panik lalu buru-buru bersiap.

Namun beberapa detik kemudian ia berhenti di depan cermin. Rambutnya berantakan, matanya masih setengah ngantuk, dan dress tidurnya kusut total.

Freya menatap dirinya sendiri kosong. "...Aku terlihat seperti goblin bangsawan."

"Itu peningkatan."

"DIAM."

Namun saat Freya mencoba merapikan rambutnya, tubuhnya mendadak terasa sedikit lemas.

DEG.

Ia langsung diam. Sisa panas Crimson Flame masih samar terasa di dadanya. Tidak sakit, tapi masih ada.

Freya menatap bayangannya sendiri di cermin beberapa detik sebelum akhirnya menghela napas kecil.

"...Aku benar-benar hidup di dunia fantasy ya."

Kemudian ia langsung kembali panik.

"AH TIDAK SEKARANG BUKAN WAKTUNYA KRISIS IDENTITAS."

Lima belas menit kemudian, Freya akhirnya turun ke ruang makan. Dan langsung membeku di anak tangga karena semua orang sudah ada di sana.

Seraphina duduk elegan sambil menuangkan teh. Ophelia bersandar santai di kursi sambil memakan dessert pagi. Ares terlihat sangat nyaman seolah mansion ini rumahnya sendiri. Dan Aria duduk di dekat jendela sambil membaca buku kecil.

Begitu Freya muncul, semua langsung menoleh.

Hening.

Freya langsung ingin kembali ke kamar.

Ophelia mengangkat alis kecil. "Oh."

Ares menggigit apel santai. "Makhluk nokturnal akhirnya bangun."

Freya langsung menunjuk dirinya sendiri. "Aku masih dalam masa pemulihan."

"Itu alasan yang cukup bagus," komentar Seraphina lembut sambil tersenyum kecil.

Freya langsung terkena emotional healing dari senyum ibunya. "IBU..."

"Selamat pagi, sayang."

"Masih pagi?"

"Secara teknis... tidak."

Freya langsung duduk lemas di kursinya. "Aku gagal jadi bangsawan elegan."

Ares mengangguk penuh pengertian palsu. "Kau lebih cocok jadi monster liar hutan utara."

"Kenapa deskripsinya spesifik sekali?"

"Karena aku kreatif."

"Itu bukan kreativitas. Itu penghinaan artistik."

Aria menahan tawa kecil di dekatnya. Dan melihat Aria tertawa membuat Freya langsung pulih sedikit secara emosional.

'Bagus. Aria sudah mulai nyaman.'

Crimson Valkyrie mendengus kecil. "Kau terdengar seperti induk ayam."

'AKU MEMANG PUNYA INSTING KAKAK PEREMPUAN.'

"Kau bahkan tidak bisa bangun pagi."

Freya mengabaikannya.

Seraphina lalu mendorong pelan piring sarapan ke arah Freya. "Kau harus makan dulu."

Freya langsung terharu lagi. "...Ibu yang terbaik."

Ophelia langsung tertawa. "Percayalah, Seraphina jauh lebih menakutkan waktu muda."

Freya langsung berhenti makan. "...Hah?"

Ares perlahan mulai menyeringai kecil. "Oh, cerita masa akademi."

"AKU MAU DENGAR."

Seraphina terlihat sedikit malu kecil. "Ophelia..."

"Apa? Anak-anak juga harus tahu sejarah kelam keluarga mereka."

"Itu bukan istilah yang bagus."

"Justru itu sangat akurat."

Freya langsung duduk lebih tegak penuh semangat. "Aku siap."

Dan lima menit kemudian... Freya menyesal karena sudah siap.

"IBU PERNAH MEMBEKUKAN DANAU AKADEMI?"

"Itu kecelakaan kecil," jawab Seraphina lembut.

"Itu bukan kecelakaan kecil," sela Ophelia cepat. "Seluruh siswa tidak bisa masuk kelas tiga hari."

Freya perlahan menoleh pada ibunya.

Seraphina masih tersenyum anggun dan lembut seperti biasa. Namun sekarang Freya merasa sedikit takut.

Ophelia melanjutkan dengan semangat besar. "Aku juga pernah meledakkan aula alkimia."

Ares langsung mengangguk bangga kecil. "Aku suka bagian itu."

"Itu bukan sesuatu yang bisa dibanggakan," komentar Freya.

"Kenapa tidak?"

"Karena itu tindakan kriminal."

"Kalau tidak ketahuan berarti eksperimen."

"Itu logika paling keluarga Blackwood yang pernah kudengar."

Aria tertawa kecil lagi. Dan sekarang gadis itu benar-benar terlihat jauh lebih santai dibanding kemarin.

Freya diam-diam senang melihatnya.

Lalu Ophelia berkata santai, "Lyra dulu adalah yang paling normal di antara kami."

DEG.

Freya sedikit diam. Nama itu muncul lagi. Namun sebelum suasana berubah berat, Ophelia melanjutkan, "Setidaknya sebelum dia marah."

Freya berkedip. "...Maksudnya?"

Seraphina tertawa kecil sambil meminum tehnya.

"Lyra pernah membuat seluruh profesor tutup mulut selama seminggu."

"...Bagaimana caranya?"

"Hanya dengan menatap mereka."

Hening.

Freya langsung memegangi dadanya sendiri.

'ASTAGA. Bibiku ternyata final boss.'

Ares mengangguk santai. "Masuk akal."

"Itu sama sekali tidak masuk akal."

TOK.

Suara langkah kaki terdengar dari arah koridor.

Dan beberapa detik kemudian Felix masuk ke ruang makan.

Rambut hitamnya sedikit basah seolah baru selesai latihan. Ia mengenakan pakaian hitam khas Night Vanguard dengan simbol silver di bahu kirinya.

Aura cool older brother langsung keluar maksimal. Dan Freya langsung melihat sesuatu yang menarik yaitu Aria yang diam-diam memperhatikan Felix sebentar.

DEG.

Mata Freya langsung berbinar. 'OH?'

Crimson Valkyrie langsung menghela napas panjang. "Kau benar-benar tidak punya kegiatan lain."

'INI NAMANYA INVESTASI MASA DEPAN.'

Felix duduk santai sambil mengambil teh. "Pagi."

"Sudah hampir siang," jawab Ares.

Felix melirik Freya kecil. "Dan ada yang baru bangun."

Freya langsung defensif. "Aku masa pemulihan."

"Kau tidur seperti batu."

"KENAPA SEMUA ORANG KOMPAK?"

Namun sebelum Freya sempat membela harga dirinya lagi, Ophelia tiba-tiba memperhatikan simbol Night Vanguard di pakaian Felix.

"Hm."

Felix langsung terlihat waspada spiritual.

"Kau makin mirip ayahmu waktu muda."

Cassius yang baru masuk ke ruangan langsung berhenti.

Freya langsung menoleh cepat.

"...Ayah dulu anggota Night Vanguard juga?"

Cassius duduk tenang di kursinya. "Dulu."

Freya langsung tertarik. "Tunggu. Night Vanguard sebenarnya kerjanya apa sih?"

Hening kecil muncul. Lalu Felix menjawab santai,

"Kami menjaga perbatasan abyss."

Freya langsung diam mendengarkan.

Felix melanjutkan, "Corruption atau Monster abyss sering muncul di wilayah dekat retakan kecil gerbang. Tugas kami memburu mereka sebelum mencapai wilayah penduduk."

"Dan investigasi aktivitas gerbang," tambah Cassius pendek.

"Juga menjaga segel tua," lanjut Felix.

Freya perlahan membeku.

"...Jadi kerjaan kakakku sebenarnya cari mati?"

Felix mengangkat bahu santai. "Seseorang harus melakukannya."

Dan untuk sepersekian detik suasana jadi sedikit lebih hening.

Karena Freya sadar, Felix benar-benar hidup di medan berbahaya.

Ia tiba-tiba teringat bagaimana Felix datang ke akademi malam itu tanpa ragu sedikit pun.

Dan sekarang semuanya terasa lebih masuk akal.

Freya menggigit bibir kecil. "...Bahaya ya?"

Felix meliriknya sebentar. "Kadang." Jawaban pendek. Terlalu pendek.

Dan justru karena itu Freya tahu jawabannya lebih buruk dari yang dikatakan.

Namun Felix tiba-tiba menambahkan datar, "Lagipula kalau aku mati, siapa yang akan menghentikanmu membuat kekacauan?"

Freya langsung menunjuk dirinya sendiri marah. "TERHARUKU HILANG."

Ares tertawa kecil. "Itu memang salahnya sendiri."

Aria ikut tersenyum kecil sekarang sambil diam-diam mendengarkan cerita Felix. Dan Freya langsung sadar lagi.

DEG.

Mode cupid aktif kembali.

"Oh iya," kata Freya mendadak. "Aria tadi bilang kakak keren."

Hening.

Aria langsung membeku total. "A-Aku tidak bilang begitu."

Felix perlahan menoleh dan Freya mulai menikmati hidup.

Felix menyipitkan mata kecil. "...Freya." Nada ancaman kakak mulai aktif.

Freya langsung pura-pura polos. "Apa? Aku hanya menyampaikan pendapat publik."

"Itu fitnah." Aria sekarang merah total.

Sedangkan Ares terlihat sangat menikmati drama ini. "Menurutku Lady Aria memang memperhatikan Felix cukup lama tadi."

"ARES."

"Ya?"

"Itu tidak membantu."

"Tapi lucu."

Felix akhirnya memijat pelipisnya sendiri. "Aku mulai mengerti kenapa monster abyss lebih mudah dihadapi dibanding kalian."

"Terima kasih," jawab Freya bangga.

"Itu hinaan, jika kau tidak tau."

"OH."

Sore harinya suasana mansion jauh lebih santai. Semua orang berkumpul di taman belakang.

Angin sore bertiup lembut melewati taman bunga luas milik keluarga Vane. Air mancur mana biru di tengah taman memantulkan cahaya keemasan matahari sore.

Freya duduk santai di kursi taman sambil meminum teh. Ia benar-benar merasa tenang.

Seraphina duduk di dekat Cassius sambil membaca buku. Sedangkan Cassius bekerja dengan membaca dokumen namun sesekali tetap menjawab komentar istrinya.

Ophelia masih ribut dengan Ares soal pola makan.

Felix duduk diam sambil membaca laporan Night Vanguard.

Aria tertawa kecil mendengar percakapan absurd mereka.

Dan Freya hanya memperhatikan semuanya dalam diam.

DEG.

Dadanya terasa hangat. '...Aku benar-benar punya rumah sekarang.'

Rumah yang absurd, rumah yang berisik, rumah yang penuh orang aneh. Tapi tetap terasa hangat.

Crimson Valkyrie mendadak berkomentar pelan. "Kau terlihat terlalu sentimental."

'Diamlah sebentar.'

Untuk pertama kalinya artefak itu benar-benar diam.

Dan Freya tersenyum kecil sendiri. Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.

Karena seorang pelayan tiba-tiba datang tergesa. "Duke Vane."

Cassius mengangkat kepala.

Pelayan itu menyerahkan sebuah surat dengan segel kerajaan.

Hening kecil langsung muncul.

Freya memperhatikan ayahnya membuka surat itu perlahan. Lalu...ekspresi Cassius berubah sangat tipis.

DEG.

Freya langsung waspada. "...Ayah?"

Cassius mengangkat pandangan. "Putra Mahkota akan datang ke mansion Vane beberapa hari ke depan."

HENING TOTAL.

Freya berkedip. "...Hah?"

Ares perlahan mulai menyeringai seperti iblis sosial.

Felix langsung terlihat curiga.

Ophelia menyesap tehnya santai. "Oh ini menarik."

Aria terlihat bingung.

Sedangkan Seraphina hanya tersenyum kecil. Dan itu jauh lebih menyeramkan.

Freya langsung panik. "Tunggu. Kenapa tiba-tiba?"

Cassius menjawab tenang, "Alasan resminya untuk membahas Gerbang Abyss."

"Alasan resmi?" ulang Freya curiga.

Ares langsung ikut bicara santai, "Tentu saja."

Nada suaranya jelas sekali mengatakan 'tidak ada seorang pun di sini yang percaya itu alasan utamanya'.

Freya langsung menoleh cepat. "Kalian kenapa terlihat mencurigakan?"

Felix menyender malas. "Karena Putra Mahkota biasanya tidak datang ke mansion bangsawan hanya untuk bicara formal."

Ophelia tersenyum penuh hiburan. "Terutama kalau dia mengirim surat pribadi secepat ini."

Freya langsung mulai stres. 'KENAPA SEMUA ORANG BICARA SEOLAH ADA PLOT ROMANTIS YANG TIDAK KU KETAHUI?'

Crimson Valkyrie langsung menjawab datar. "Karena memang ada."

'KAMU JUGA IKUT-IKUTAN SEKARANG?'

Seraphina menatap Freya lembut. "Kau gugup?"

"Tidak." Jawaban terlalu cepat.

Ares langsung menyeringai lebih lebar. "Wah."

"DIAM."

Namun jauh di dalam hati... Freya memang sedikit gugup. Dan ia sendiri tidak tahu kenapa.

Sementara itu...Jauh di istana kerajaan. Suasana ruang rapat kerajaan sangat hening.

Para menteri sedang menjelaskan laporan:

- aktivitas monster abyss

- retakan gerbang

- pergerakan Night Vanguard

Namun Zevian sama sekali tidak fokus. Tatapan biru gelapnya tertuju kosong pada dokumen di depannya.

"...Yang Mulia?"

Zevian perlahan mengangkat kepala.

Salah satu menteri terlihat bingung. "Apakah ada masalah?"

"...Tidak."

Padahal jelas ada masalah.

Karena sepuluh menit terakhir Zevian bahkan tidak mendengar isi rapat sedikit pun.

Pikirannya terus kembali pada:

- Freya

- mansion Vane

- Ares

- suara tawa Freya

Dan itu sangat mengganggu.

Setelah rapat selesai, Cain akhirnya berjalan mendekat hati-hati. "Yang Mulia."

"Hm?"

Cain diam beberapa detik sebelum akhirnya bertanya, "Apakah Yang Mulia mengkhawatirkan Lady Freya?"

"Tidak." Jawabannya terlalu cepat.

Cain langsung tahu. "...Begitu."

Hening kecil muncul. Lalu Zevian berkata pelan, "Crimson Flame belum stabil."

Cain dalam hati langsung, 'Alasan nomor delapan puluh tiga.'

Namun ia tetap menjaga ekspresi profesional. "Tentu, Yang Mulia."

Zevian diam beberapa detik lagi. Lalu tiba-tiba berkata, "...Apa Ares memang sering tinggal di rumah orang lain?"

Cain berkedip. "...Maaf?"

"Tak ada."

Namun lima detik kemudian, "...Menyebalkan."

Cain perlahan mulai sadar sesuatu. Dan itu sangat menarik. Sangat. Karena Putra Mahkota kerajaan yang biasanya dingin dan tenang sekarang terlihat terganggu oleh keberadaan satu orang tertentu.

Atau lebih tepatnya, terganggu karena orang tertentu terlalu dekat dengan Freya.

Dan Zevian sendiri masih belum menyadarinya sama sekali.

1
aku
lagi 😁
aku
😭😭 alasan nmr 83 😭😭 🤣🤣🤣no.1 nya cembokurr 🤣🤣
aku
mulai mekar kah bunga asmara pangeran?? 😁
aku
🤣🤣🤣🤣 jlebbb 🤣🤣🤣
aku
aduduh,ngabrut 🤣🤣🤣 seminar ekonomi 🤣🤣🤣
aku
jangan2 si ares kyk emaknya 🤣
frina ayu: faktor genetik kak 😭
total 1 replies
paijo londo
lyra dulu meninggal karena TDK ada yg membantu untuk menutup gerbangnya hingga mengambil nyawanya sedangkan Freya mulai banyak yg munyukainya hingga tanpa ragu berani mengorbankan nyawanya untuk Freya 💪freya
paijo londo
celetukan Freya bikin Ares suka ketawa
paijo londo
frey lucu ya kalo ngumpat dalam hati kita yg baca jadi ketawa ngakak 🤣🤣
aku
kok kesian sm monster2 nya 😭😭
aku
res, lu lama2 gue gibeng jg. bkin reader kepo maksimal. 😭😭 agk curiga tp jg menghibur 🤣
aku
ceileeeehhh terkesimo kah kau frey 😌😌
aku
ares, lama2 kau makin mengerikan 😭😭
aku
selamatkan jantungmu frey 🤣🤣
aku
bnr, tidak fantassttt ish ish ish 😌😌🤣🤣
aku
ceplas ceplos dn bar bar kah aslinya ra??? 🤣🤣🤣
frina ayu: asbun kak dia🤣
total 1 replies
aku
heh 🤣🤣 nyukurin yg asli mati duluan 🤣🤣 astagaa
frina ayu: takutnua kalo gak dimatiin nanti rebutan tubuh kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!