NovelToon NovelToon
KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Single Mom / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aure Vale

Cwen Arabelle, seorang anak berusia 7 tahun lelah mendengar mama dan ayahnya bertengkar, akhirnya berusaha menjodohkan mamanya dengan seorang guru di sekolahnya yang terlihat masih sangat muda.

"Paman, paman mau tidak menjadi papa untuk Cwen?" tanya Cwen memamerkan gigi kelincinya kepada guru favoritnya di sekolahan.

"Paman tenang saja, Cwen akan segera meminta mama dan ayah berpisah agar paman bisa menikah dengan mama dan menjadi papa untuk Cwen."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aure Vale, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KUJODOHKAN MAMA DENGAN PAK GURU MUDA : Bagian 6

Karena hari yang sudah mulai gelap, Ansel membawa Jenia dan juga Cwen ke rumahnya. Jenia tentu saja menolak, ia tidak mungkin ikut Ansel pulang, mungkin kekacauan itu malah akan semakin menyebar luas dan tak terkendali, tapi Ansel juga tidak mungkin membiarkan Jenia dan Cwen tidur di luar rumah.

Cwen yang duduk di jok belakang langsung mendekat ke arah mamanya,”Mama, ayah mengusir kita ya?”tanya Cwen dengan wajah polosnya.

Jenia yang sedang menahan tangis, kembali menangis mendengar pertanyaan polos dari putrinya itu, Jenia langsung memeluk putrinya lembut, meminta permintaan maaf berkali-kali karena telah membuat kekacauan besar sampai mereka harus kehilangan tempat tinggal.

“Maaf, maaf sayang, karena mama, Cwen harus kehilangan tempat tinggal," lirih Jenia sembari menciumi kepala putrinya.

Dua kali. Dua kali Jenia di usir. Pertama keluarganya dan kini oleh suaminya sendiri. Rasanya Jenia ingin berteriak kepada semesta mengapa ia memberikan takdir semenyedihkan itu kepada dirinya, kalau sudah begini kemana lagi Jenia harus berpulang. Ia tidak lagi memiliki rumah, tempatnya untuk berteduh kala hujan dan panas, ia tidak punya lagi tempat untuk beristirahat, Kenapa rasanya ujian yang di berikan kepadanya tidak mampu ia hadapi.

Ansel yang sedang menyetir diam-diam melirik ke belakang lewat kaca spion depan, ia tidak tahu harus bersikap seperti apa, dirinya pun benar-benar kebingungan dengan masalah yang sedang dihadapi oleh mama dari murid di kelasnya itu.

Tapi entah bagaimana pun caranya, Ansel akan tetap membantu mereka semampunya, karena ia juga merasa ikut andil dalam membuat kekacauan itu. Ansel mengaku salah karena ini semua tidak akan terjadi jika dirinya tidak membawa Jenia ke rumah sakit, tapi saat itu Jenia pingsan dan tidak mungkin Ansel biarkan begitu saja, apalagi Jenia terlihat begitu pucat.

***

Ansel membawa Jenia dan Cwen ke dalam apartemen yang terletak di sebalah apartementnya, tentu saja itu apartement kosong, karena baru dua hari yang lalu, kakak perempuannya kembali ke Singapore.

Katakan saja Ansel sedikit kaya karena memiliki dua apartement yang bersebelahan, satu untuk ia tinggali dan satunya tentu saja selalu ia sewakan kepada teman-temanya ataupun saudara-saudaranya.

“Pak guru, apa pak guru juga akan tinggal di sini?”tanya Cwen menatap gurunya yang sedang membantu mamanya membawa barang-barang ke dalam apartement.

“Pak guru tinggal di sebelah, jadi kalau Cwen membutuhkan bantuan, Cwen bisa ke sebelah untuk menemui pak guru,”jawba Ansel tersenyum gemas melihat rambut Cwen yang sudah seperti singa, karena kepangannya tidak lagi rapih seperti saat ia berangkat sekolah.

“Kenapa pak guru tidak tinggal di sini saja, kalau pak guru tinggal di sini bukankah akan lebih mudah untuk Cwen menemui pak guru?”tanya Cwen dengan polosnya, bahkan ia mengikuti langkah Ansel yang masih sibuk bolak-balik itu.

Jenia yang mendengar anaknya berkata hal yang tidak mungkin itu hanya diam, ia lebih membiarkan Cwen berbicara apa saja, perasaannya sedang tidak baik-baik saja, bayang-bayang suaminya mengusir dirinya kembali membawa luka lama yang sempat tertutup itu.

“Memangnya pak guru belum suka sama mama, kan sejak tadi pak guru dan mama sudah satu mobil, kata teman Cwen kalau seorang laki-laki mau memberikan tumpangan mobil kepada seorang wanita, itu artinya laki-laki itu menyukai si perempuan, pak guru kan memberikan tumpangan kepada mama, berarti pak guru sudah suka dengan mama dong,”oceh Cwen yang sanggup membuat Ansel tersenyum canggung, bagaimana cara menjelaskan ini kepada Cwen.

Mamanya masih berduka atas sikap ayahnya yang menceraikannya secara tiba-tiba, bahkan sampai mengusirnya dari dalam rumahnya. Tapi di sini putrinya malah sibuk membahas masalah perasaan pak gurunya kepada sang mama.

Ansel menaruh barang yang sedang dibawanya itu ke bawah, ia langsung mensejajarkan tingginya dengan Cwen.

“Cwen,”

Suara Ansel benar-benar terasa hangat dan juga lembut di pendengaran Cwen, ia benar-benar sangat menginginkan Ansel menjadi papanya, Cwen menemukan sikap seorang ayah dalam diri Cwen yang membuat anak itu tetap ingin menjodohkan gurunya dengan mamanya.

“Cwen, mama kan sedang sedih, nanti saat dengan mama, Cwen jangan berbicara seperti ini dulu ya, kasihan loh mamanya sedang sakit, jadi Cwen tidak boleh membuat mama sedih ya, karena Cwen terus-terusan menjodohkan pak guru dengan mama Cwen. Bagaimana Cwen setuju, kan?”

Cwen tampak berpikir sebentar, sebelum menatap Ansel dengan tatapan kebingungan, “kalau sekarang Cwen tidak boleh berbicara macam-macam kepada mama, berarti besok sudah boleh ya?”tanya Cwen dengan senyuman lebarnya.

Ansel sampai menghela napas pelan menghadapi Cwen, ia tidak habis pikir dengan Cwen, apakah dia sama sekali tidak sedih mengetahui jika sang ayah telah mengusir dirinya dari dalam rumah.

“Pak guru kenapa melamun? Pak guru jadi tidak mau sama mama karena mama dan aku sudah tidak punya rumah ya?”

Cwen menunduk sedih karena ia berfikir jika gurunya itu tidak akan pernah mau dengan mamanya dan menjadi papanya Karena mereka sudah tidak lagi memiliki rumah untuk tinggal.

“Astaga Cwen, pikiran macam itu," ucap Ansel mengelus lembut pipi Cwen yang terlihat sedang sedih itu.

Mendengar itu, Cwen langsung mengangkat kepalanya dan memeluk Ansel, membuat Ansel terjatuh ke belakang, sehingga ia duduk di atas lantai yang belum bersih itu.

“Itu artinya pak guru mau menjadi papa Cwen, kan, ayah Cwen sudah mengusir mama dan Cwen dari rumah, itu artinya mama dan ayah sudah berpisah, jadi pak guru bisa menikah dengan mama,”ucap Cwen dengan nada cerianya, benar-benar tidak ada raut kesedihan saat ia mengatakan jika ayahnya sudah mengusir dirinya dari rumah bahkan sudah berpisah dengan mamanya.

***

Jam sudah menunjukkan ke angka 9 malam, namun, baik Ansel dan juga Jenia masih belum makan dan juga mandi, keduanya masih sibuk mengepel lantai yang baru selesai di sapu. Rasa pusing Jenia yang sempat berkurang itu, kini semakin terasa pusing, entah karena pikirannya masih terasa penuh atau karena kelelahan membersihkan seluruh ruangan di dalam apartement, Ansel juga tidak mungkin membiarkan Jenia membersihkan apartemen itu sendirian, akhirnya ia tetap berada di sana untuk membantu Jenia, sedangkan Cwen anak itu sudah lebih dulu tertidur di atas sofa.

“Lebih baik kamu mandi saja, biar saya yang membereskan sisanya, setelah selesai mandi, bangunkan Cwen untuk makan, saya sudah memesan makan malam untuk kalian berdua,” ucap Ansel kepada Jenia yang wajahnya sudah kembali terlihat pucat.

Jenia mengangguk, tidak membantah sama sekali, ia memang sudah benar-benar kelelahan dan juga lapar, belum lagi kepalanya yang terasa sangat berdenyut membuat Jenia meninggalkan Ansel sendirian mengepel lantai.

1
Lailatul Maulida
lanjut kak thor
Lailatul Maulida
lanjut kak thor💪
Ilham
lanjut BG cerita Pertaman nya aku suka cwen ceria sekali bg
Lailatul Maulida
bagus ceritanya ringan pokoknya suka lah 😁
Lailatul Maulida
lanjut kak autor
seru ceritanya
Lailatul Maulida
pecat bu sindy nya thor guru kok Rasis sama bully muridnya
Lailatul Maulida
kasihan cwen di bully di sekolahnya 🥲
Lailatul Maulida
semangat kak thor
Lailatul Maulida
bapak gedeng sukanya nuntut doang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!