NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Yun Zhu hanyalah seorang murid rendahan dari Sekte Qingyun. Tanpa orang tua, tanpa latar belakang yang berarti—ia hanya bisa masuk sekte itu secara kebetulan setelah sebuah bencana menghancurkan hidupnya.

Akar spiritualnya lemah, bakatnya pun nyaris tak terlihat. Di mata orang lain, ia tak lebih dari sampah yang tak layak diperhitungkan. Tatapan meremehkan dan hinaan telah menjadi bagian dari kesehariannya.

Namun takdir mulai berbalik arah ketika Yun Zhu secara tak terduga memperoleh sebuah kekuatan misterius—kekuatan yang perlahan akan mengubah nasibnya… dan mengguncang dunia yang selama ini merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Langkah Dewa Void

Sekitar arena masih dipenuhi bisik-bisik. Suara-suara itu saling bertumpuk, sebagian penuh ketidakpercayaan, sebagian lagi mencoba menyangkal apa yang baru saja mereka lihat.

Beberapa bahkan menggeleng pelan.

Menganggap semua itu tidak masuk akal.

Yun Zhu tidak peduli.

Ia melangkah pelan menyamping. Ujung kakinya menyapu tanah tipis, menciptakan garis kecil di permukaan arena. Kedua tangannya terangkat sedikit, Qi mulai menyelimuti telapak dan lengannya, berdenyut halus seperti napas.

Lalu—

kakinya berhenti.

Sepersekian detik yang sunyi.

Dan kemudian tubuhnya melesat.

Angin langsung berdesir kencang di belakangnya. Langkah Yun Zhu ringan, cepat, dan bersih. Tidak ada gerakan berlebih, semuanya tepat sasaran.

Penonton kembali terkejut.

"Apa-apaan itu! Bagaimana bisa dia secepat itu!"

"Apa dia menyembunyikan kekuatannya selama ini?"

"Tidak mungkin!"

Namun Yun Zhu tidak mendengar apa pun.

Fokusnya hanya satu.

Lawannya.

Di sisi lain, petarung itu menatap tajam. Kakinya menghentak tanah, menciptakan retakan kecil yang menjalar di permukaan arena. Qi di tubuhnya melonjak, membuat udara di sekitarnya terasa berat.

Lalu—

WUSH!

Sosoknya menghilang.

Retakan di tanah masih belum sepenuhnya mereda.

Yun Zhu berhenti.

Hanya sepersekian detik.

Namun cukup.

Sunyi.

Naluri mengambil alih.

Tubuhnya bergerak sebelum pikirannya sempat menyusul.

DESH!

Sosok itu muncul di belakangnya. Tinju sudah meluncur, dibungkus Qi yang berdesis liar, mengarah langsung ke tengkuk Yun Zhu.

Namun—

Tap.

Yun Zhu hanya memiringkan kepalanya sedikit.

Tinju itu menyapu udara kosong, hanya menyisakan hembusan angin yang terasa di sisi wajahnya.

Tanpa menoleh, bahunya sedikit berputar. Sikunya langsung menghantam ke belakang.

DUAK!

Telak.

Hantaman itu mengenai tulang rusuk lawannya. Getaran terasa hingga ke lengan Yun Zhu, menandakan benturan keras. Suara retakan kecil terdengar samar.

Tubuh lawan terpental beberapa langkah. Kakinya berusaha menahan, menciptakan gesekan kasar di tanah.

Namun ia belum jatuh.

Ia menyeringai.

"Belum."

Kakinya menghentak lagi.

BOOM!

Tanah bergetar. Debu terangkat. Qi meledak keluar dari tubuhnya, lebih liar, lebih kasar.

Sosoknya kembali menghilang.

Kali ini lebih cepat.

Lebih sulit diikuti.

Bayangannya muncul bergantian. Kiri, kanan, atas. Seolah ada banyak dirinya di arena.

Serangan datang tanpa jeda.

Tinju mengarah ke dada.

Tendangan menyapu kaki.

Sabetan Qi menekan dari atas.

Semuanya datang hampir bersamaan.

Penonton menahan napas.

Tidak ada yang berani bersuara.

Namun di tengah tekanan itu—

Yun Zhu tetap tenang.

Langkahnya kecil.

Efisien.

"Langkah Dewa Void."

Kakinya bergeser setengah langkah ke samping.

Tubuhnya berputar ringan.

Bahu miring.

Pinggang mengikuti.

Setiap gerakan seolah sudah diperhitungkan.

Serangan demi serangan meleset tipis.

Begitu dekat hingga ujung pakaiannya sempat tersapu angin serangan.

Namun tidak satu pun mengenai tubuhnya.

Seolah ia sudah tahu arah semuanya sebelum terjadi.

Matanya menyipit.

Fokusnya mencapai puncak.

"Kena kau."

Dalam satu momen—

ia berhenti.

Tidak lagi menghindar.

Tinju lawannya datang lurus ke wajah. Cepat dan penuh tekanan.

Namun kali ini—

Yun Zhu mengangkat tangannya.

GRAB!

Pergelangan tangan itu tertangkap.

Cengkeramannya kuat.

Tak memberi ruang untuk lepas.

Waktu terasa melambat.

Mata lawannya melebar.

"Ken—"

Belum selesai.

Kaki Yun Zhu berputar di tanah. Tumitnya menjadi poros. Pinggangnya ikut berputar, bahunya mengikuti aliran itu.

Seluruh Qi di tubuhnya bergerak.

Mengalir.

Terkumpul.

Menuju satu titik.

Telapak tangannya.

Udara di sekitarnya bergetar.

BOOM!!!

Hantaman itu menghujam dada lawannya.

Gelombang tekanan menyebar ke segala arah. Debu terangkat tinggi. Beberapa murid di pinggir arena bahkan terdorong mundur selangkah.

Tubuh lawannya terlempar.

Meluncur cepat.

Menghantam tanah keras.

Berguling beberapa kali.

Baru berhenti di ujung arena.

Sunyi.

Debu perlahan turun.

Yun Zhu berdiri tegak di tengah arena.

Napasnya stabil.

Dadanya naik turun perlahan.

Tatapannya dingin.

Di kejauhan, lawannya mencoba bangkit.

Tangannya menekan tanah.

Tubuhnya gemetar.

Satu langkah.

Dua langkah.

Lalu—

Bruk.

Ia jatuh tersungkur.

Tidak mampu berdiri lagi.

Penonton membeku.

Tak ada suara.

Semua mata tertuju pada satu orang.

Beberapa detik berlalu.

Sampai akhirnya—

"Mustahil... di-dia menang..."

Suara itu lirih.

Namun cukup untuk memecah keheningan.

Yun Zhu tidak menoleh.

Ia hanya berbalik.

Melangkah turun dari arena dengan tenang.

Seolah semua ini—

memang sudah seharusnya terjadi.

Tepat saat itu, di tengah arena aliran Qi mulai berkumpul.

Awalnya hanya seperti kabut tipis yang berputar. Namun perlahan, aliran itu menebal, membentuk pusaran yang semakin jelas. Energi itu bergerak teratur, tidak tergesa, namun juga tidak lambat.

Semua mata langsung tertuju ke sana.

Beberapa murid mundur setengah langkah tanpa sadar, merasakan tekanan halus yang terpancar dari kumpulan Qi itu.

Sosok mulai terbentuk.

Dari bayangan samar, menjadi siluet, lalu perlahan memperlihatkan wujud utuh.

"Itu, Tetua Sun!" seru seorang murid.

Bisik-bisik langsung menyebar.

Seorang pria tua berdiri di sana. Janggutnya panjang dan memutih, tubuhnya kurus seperti tertiup angin. Wajahnya dipenuhi keriput, namun sorot matanya tajam, dalam, dan penuh wibawa.

Tak ada yang berani meremehkan.

Aura yang ia pancarkan cukup untuk membuat suasana menjadi hening.

"Kau... berhasil menang," ucapnya.

Suaranya tidak keras.

Namun terdengar jelas di seluruh arena.

Yun Zhu segera menyatukan kedua tangannya di depan dada, sedikit menunduk memberi penghormatan.

"Bocah, ikutlah denganku untuk memilih senjata magis yang kau inginkan."

Yun Zhu mengangkat kepalanya. Tatapannya lurus, namun tetap menjaga sopan santun di hadapan seorang tetua.

"Makasih Tetua sudah mau menunjukkan jalan."

Tetua Sun mengangguk kecil.

Tanpa banyak bicara, ia berbalik. Langkahnya pelan, namun setiap pijakan terasa mantap saat ia menuruni arena.

Jubahnya bergerak ringan mengikuti langkahnya.

Yun Zhu mengikuti di belakang.

Langkahnya tetap tenang.

Napasnya stabil.

Seolah pertarungan barusan tidak menguras banyak tenaga.

Namun—

sesaat, tangannya naik.

Ia memegangi dadanya.

Tekanan halus terasa dari dalam.

Aliran Qi di tubuhnya sedikit bergejolak sebelum kembali tenang.

"Langkah Dewa Void terlalu sulit untuk dikuasai..." gumamnya pelan, hampir tak terdengar. "Untung saja bisa mengakhiri dengan mudah."

Ia menurunkan tangannya kembali.

Langkahnya kembali stabil.

Tatapannya ke depan.

Di depan, Tetua Sun berjalan dengan tenang. Langkahnya pelan namun stabil, jubahnya bergoyang ringan mengikuti arah angin. Tangannya terangkat, mengelus janggutnya dengan gerakan berulang yang teratur.

Kemudian ia menghela napas.

Matanya sedikit melirik ke samping, tidak sepenuhnya menoleh, namun cukup untuk menangkap keberadaan Yun Zhu di belakangnya.

"Bocah ini..."

Sorot matanya menyipit tipis.

"Aku tau dia... Yun Zhu yang dikenal sebagai murid sampah Body Refining. Akar spiritualnya terlalu buruk untuk berkultivasi, harusnya menerobos ke Qi Refining mustahil untuknya."

Langkahnya melambat.

Hanya sejenak.

Namun cukup untuk menunjukkan bahwa pikirannya tidak tenang.

Akhirnya, ia berhenti.

Lalu berbalik.

Gerakannya tidak terburu, namun tegas.

Yun Zhu yang berjalan di belakang langsung menghentikan langkahnya. Kakinya diam di tempat, tubuhnya sedikit menegang tanpa sadar. Ia tidak langsung bicara, hanya menatap Tetua Sun dengan sedikit kebingungan.

"Tapi sekarang malah mencapai Qi Refining tahap akhir. Bahkan mengalahkan lawan setingkat dengan mudah. Bagaimana bisa ini terjadi," pikir Tetua Sun sambil memperhatikan Yun Zhu.

Tatapannya menyapu dari kepala hingga kaki.

Seolah mencoba menemukan sesuatu yang tersembunyi.

Namun tidak ada yang terlihat aneh.

Justru itu yang membuatnya semakin curiga.

Yun Zhu akhirnya membuka suara, sedikit menundukkan kepala.

"Ada apa, Tetua?"

Tetua Sun tidak langsung menjawab.

Tatapannya masih tertahan beberapa detik, lalu perlahan mengendur.

"Bukan apa-apa."

Nada suaranya kembali datar.

Ia memutar tubuhnya lagi, melanjutkan langkah ke depan seolah tidak terjadi apa-apa.

Namun di balik itu—

pikirannya masih bergerak.

Sementara Yun Zhu kembali mengikuti di belakang.

Langkahnya tetap tenang.

Namun kali ini, ada sedikit kewaspadaan di dalam dirinya.

1
Fajar Fathur rizky
di tunggu bantai tuan muda Qin dan klan Qin juga thor
Cecilia: klan qin keluarga besar weh, mc blum ada dendam ma keluarga mereka, jdi ngapain
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang dengan cara paling kejam thor terutama wangchen bikin sekte itu ketakutan
Chen Xi
nextt~/Determined//Determined/
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Cantik, pingin lihat versi mominya/Doge/
Cecilia: eithhh
total 1 replies
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Wah, saking cantiknya sampai deskripsinya sepanjang ini😌
Cecilia: beda bangun kalau deskripsiin cwo🗿
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang dengan cara paling kejam termasuk wangchen
Cecilia: sip, sedang ditulis🔥🔥
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor istri mcnya berapa
Cecilia: dua yg paling disayangi, satu tianqiong, satunya udh muncul cuma blum interaksi. sisanya cuma tambahan aja
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
habis klan wang bantai juga klan Qin thor ambil sumber daya mereka
Huo Ling'er
upp
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
kayak milih suami aja🤣
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Saatnya memerah sapi, eh, keuntungan maksudnya /Pray//Doge/
Cecilia: yep, tpi lama sih
total 5 replies
Nadia Annazwa
/Determined//Determined//Determined/
Nadia Annazwa
alamakkk bahaya nihh
Chen Xi
nextt~
Fajar Fathur rizky
thor cepat naikin ranah kultivasi mcnya habis itu bantai klan wang
Cecilia: udh kutulis kok, tinggal up aja, nunggu waktunya
total 1 replies
Chen Xi
nexttt/Determined//Determined/
Nadia Annazwa
yoshaa🔥
Huo Ling'er
yeyy cwk baruuu
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Infokan cara bungkus istri kayak gini 🙃
Cecilia: aku jga mw
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!