NovelToon NovelToon
Aesthetic Love

Aesthetic Love

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Fantasi / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daisy Puppy 1412

Susan siswa baru kelas 10 yang baru saja menyelesaikan ospeknya ternyata disukai oleh cowok populer disekolahannya sejak berada dibangku SMP. Levy berpacaran dengan Susan secara diam diam, Levy yang didepan para penggemarnya bersikap dingin namun tidak apabila dia didepan Susan. Levy selalu perhatian pada Susan hingga ada konflik besar yang menimpa keduanya namun semua itu tidak menggoyahkan rasa sayang mereka berdua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

aesthetic love

...Dirumah Susan, pengacara pribadi papanya berada diruang tamu bersama Susan, kedatangannya tidak lain dan tidak bukan memberikan surat wasiat kepada papanya. Didalam surat wasiat tersebut menyatakan apabila papanya tiada urusan perusahaan akan dikelola sementara oleh adik laki-lakinya yang bernama Leon suhandi sampai Susan menginjak usia 20 tahun baru akan diserahkan secara sah. ...

...“Dikarenakan perusahaan akan dikelola oleh bapak Leon maka secara otomatis hak asuh Susan juga jatuh kepada beliau” ucap si pengacara tersebut dihadapan Susan, didengar oleh mbok inem yang duduk menemani Susan disampingnya. Tak lama om Leon datang dengan gagahnya dia menghampiri pengacara kakaknya lalu berjabatan tangan mengucapkan rasa terimakasih....

...Dari balik jendela ruang tamu ada Levy yang sedang mengintip, Levy sedikit terperangah melihat sosok om Leon seperti pernah bertemu sebelumnya....

...“Wajahnya begitu familiar tapi aku lupa pernah bertemu dimana” gumam nya....

...Mbok inem pergi ke belakang mengambil air minum kepada om Leon, om Leon duduk di kursi yang dekat dengan kursi yang diduduki Susan “om memberikan kamu kebebasan untuk memilih, memilih untuk tinggal di rumah om atau tinggal dirumah ini. Namun satu hal yang harus Susan tahu mau tinggal disini atau ikut om peraturan yang om terapkan harus Susan patuhi” ucapnya tegas....

...Om Leon langsung pergi meninggalkan rumah kakak nya, di halaman depan rumah dia berbalik badan melihat rumah kakaknya dengan senyuman tipis....

...Mbok inem berjalan ke ruang tamu dengan membawa nampan yang diatas nya ada secangkir kopi, “om non sudah pulang??” Tanyanya dengan nada lembut....

...“Biarkan dia pergi mbok” ucap Susan dengan mata berkaca-kaca suara sumbang beranjak pergi kearah kamarnya....

...“Non” panggil mbok inem merasa kasihan melihat Susan terpuruk....

...Levy dengan berani mengetuk pintu jendela kamar Susan, Susan yang duduk di meja belajar dengan mata sembab sambil memandangi foto kedua orang tuanya menengok di luar jendela. Dia terkejut yang diluar kamarnya adalah Levy, “kak Levy” ucapnya....

...Levy memanjat jendela kamar Susan, dirinya membungkuk yang membuat wajah Levy dan wajah Susan saling berdekatan. Jari jempol Levy mengusap air mata yang jatuh di pipi Susan, “kamu ngapain kesini?” Susan memalingkan mukanya sedikit canggung....

...Levy berdiri sedikit nyender di meja belajar Susan, “aku khawatir sama kamu”. ...

...“Gak ada yang perlu dikhawatirkan, aku baik baik saja”....

...“Baik baik saja gimana!!! Sudah dua hari kamu gak berangkat sekolah, matamu aja kayak mata panda kurang tidur, badanmu aja kurus gitu beda sama 3 hari yang lalu saat aku bopong kamu”....

...“Kamu!!!!!”....

...Levy menggandeng tangan Susan mengajaknya ke suatu tempat, “Non mau kemana?” Tanya pak bardi memergoki Susan keluar dengan Levy....

...“Sebentar aja kok pak”....

...Levy memboncengkan Susan dengan sepedanya, “kita mau kemana?” Tanya Susan polos....

...“Nanti juga kamu bakal tahu” ucap Levy tersenyum manis....

...Sesampainya di taman kota, Levy menggandeng Susan menuju kursi panjang yang berada di pinggir kolam ikan “kamu tunggu sini” ucap Levy....

...“Tapi kakkkk…” Susan bingung dengan apa yang dilakukan Levy namun rasa yang berbeda terasa di hatinya, seketika hatinya nyaman dekat dengan Levy. Rasa sedihnya juga sedikit berkurang karena Levy menghiburnya....

...Tak berselang lama Levy datang membawa 2 cup es cream, dia duduk di samping Susan “ini buat kamu” ucapnya sambil menyodorkan es cream yang dia bawa....

...“Terimakasih” ucapnya dengan rasa canggung sambil menundukkan kepala....

...Dari arah timur ada penjual balon, Levy pun membeli satu balon untuk Susan “untuk apa kakak beli balon?” Tanya Susan kembali....

...“Nanti juga akan tahu” balas Levy dengan mencolek ujung hidung Susan dengan jari nya....

...Setelah selesai keduanya menghabiskan es cream, Levy mengeluarkan selembar kertas kecil dan pulpen di saku celananya. Kertas dan pulpen dia kasih ke Susan “kamu tulis apapun hal yang ada di hati kamu” ucap Levy tersenyum....

...Susan menatap dalam wajah Levy, tangannya mengambil kertas yang dipegang oleh Levy “apapun???” Ucap Susan....

...“Iya” Levy mengusap kepala Susan pelan....

1
westi
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!