NovelToon NovelToon
Perjalanan Istimewa

Perjalanan Istimewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Misteri / Mata Batin
Popularitas:242k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Sekuel dari Novel Arjuna Bopo Istimewa.
Di sini kita akan di suguhkan dengan perjalanan cinta antara Arjuna dan Meshwa.
Perjalanan rumah tangga dan kehidupan dari Bopo Istimewa ini, ternyata banyak sekali ujiannya.
Apakah Meshwa yang berstatus sebagai istri sanggup menemani perjalanan Arjuna? ataukah dia akan menyerah?

Di Novel ini juga akan ada kelanjutan kisah cinta Nala dan Mifta. Lalu, bagaimana dengan Dipta? Apakah dia akan menemukan tambatan hati?

simak kelanjutan cerita dari Keluarga Bopo Desa Banyu Alas di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Pembicaraan Pria

"Pegel, Dek?" Tanya Arjuna ketika memasuki kamar dan mendapati Meshwa sedang memijat - mijat kakinya.

"Lumayan, Mas. Apa lagi pake hak tinggi." Jawab Meshwa.

"Sini, Mas aja yang pijetin." Kata Arjuna yang kemudian memijat betis istrinya dengan minyak urut.

"Segitu banyaknya orang tadi, Mas kenal semua?" Tanya Meshwa.

"Kenal lah, Sayang. Tamu - tamu kita hari ini, hitungannya tuh masih akrab banget. Bukan yang cuma beberapa kali ketemu aja." Jawab Arjuna yang membuat Meshwa melongo.

"Pantes aja, berasa lagi kayak reuinan tadi. Tapi konsep nikahan kayak gini, seru juga ya, Mas. Jadi kayak bisa akrab gitu, bisa ngobrol sama tamu - tamu walaupun cuma sebentar." Kata Meshwa yang merasa puas dengan acaranya hari ini.

"Alhamdulillah, Dek. Walaupun gak banyak yang dateng, tapi justru kita bisa ngobrol." Jawab Arjuna.

"Apa, Mas? Gak banyak?" Tanya Meshwa.

"Ya gak banyak lah, Dek. Wong paling cuma lima ratus orang." Jawab Arjuna.

"Kalau sampai seribu atau dua ribu, nah itu baru banyak." Imbuhnya yang membuat Meshwa geleng - geleng kepala.

"Gak banyak aja, kakiku sakit, gimana kalo banyak? Bisa - bisa potel." Gerutu Meshwa yang membuat Arjuna tertawa.

"Sayang, kayaknya kita gak bisa bulan madu dalam waktu dekat." Kata Arjuna.

"Kenapa, Mas? Mas ada kerjaan penting?" Tanya Meshwa yang di jawab anggukan oleh Arjuna.

"Ada tender yang baru di menangin Perusahaan, Dek. Mifta dan Dipta gak bisa nanganin kalau cuma berdua. Jadi, ya mau gak mau, Mas sama Ayah juga harus turun." Jawab Arjuna.

"Nantinya juga kamu bakal Mas sering tinggal ke Kota." Imbuh Arjuna kemudian.

"Oh, gitu. Ya gak apa - apa, Mas. Lagi pula kan aku gak sendirian. Ada Ibu, Cima, Buna juga." Jawab Meshwa.

"Nanti kalau tendernya udah selesai, pasti Mas ajak kamu bulan madu." Ujar Arjuna.

"Iya, Mas. Gampang lah itu nanti. Gak bulan madu juga gak apa - apa, hariku tetep selalu manis selagi sama Mas." Sahut Meshwa yang membuat Arjuna terkekeh.

"Kelunturan buaya ya kamu, Dek?" Kekeh Arjuna.

"Ya gimana gak kelunturan, tiap hari tidur bareng." Sahut Meshwa yang di akhiri dengan tawa.

"Mas..."

"Dalem, Cintaku." Jawab Arjuna.

"Lusa, Ara udah mau pulang ke Kabupaten, ya?" Tanya Meshwa.

"Njih, Sayang. In Syaa Allah lusa Ara sama Mbak Aci pulang ke rumahnya. Kan sudah lepas selapan beberapa hari lalu." Jawab Arjuna.

"Yaah, sepi dong. Lusa Jemma juga pulang ke London." Keluh Meshwa.

"Masak harimu masih sepi sih, Dek? Orang tiap hari udah di temenin sama biang rusuh." Kata Arjuna yang membuat Meshwa tertawa. Biang rusuh yang di maksud Arjuna, tentu saja si bungsu, Shima.

"Tapi, semenjak ada Ara, Cima tuh sedikit berubah loh, Mas. Kayak jadi lebih dewasa gitu." Ujar Meshwa.

"Cuma sedikit, kan? Lebih banyak yang bikin dar der dor nya." Sahut Arjuna.

"Ya lagian, yang tua aja. Cima kalo gak di pancing, ya gak bakal rusuh sebenernya." Sergah Meshwa yang membela adiknya.

"Lha gimana gak mau mancing? Orang Cima yang nyiapin bahan (kail dan umpan)." Sahut Arjuna.

"Tapi untung aja ada dia sih. Kalo enggak, pasti sepi banget hidup ini sekarang." Imbuh Arjuna yang di jawab anggukan setuju oleh Meshwa.

...****************...

"Lho! Kok sholat di Masjid, Mas? Gak sholat di rumah?" Ledek Dipta subuh itu, seusai melaksanakan sholat subuh di Masjid.

"Masih subuh, Dip, gak usah cari masalah." Sahut Arjuna.

"Ya kirain, kan. Masih hari kedua lho ini. Hari pertama kan subuhan di rumah, karena kesiangan abis kerja rodi garap lahan sejengkal. Kirain hari kedua juga masih kesiangan." Kata Dipta.

"Minimal tujuh hari lah ya, Dip. Garap lahan abis - abisan." Mifta ikut menimpali.

"Ck! Sebulan lah. Masak tujuh hari, lemah banget." Sahut Arjuna yang akhirnya terbawa arus.

"selama sebulan, sehari itu tiga kali. Terus setiap kalinya, main tiga ronde." Imbuh Arjuna yang malah meladeni.

"Ra sempet cawetan nak ngono kuwi. (Gak sempet sempakan kalau kayak gitu.)" Kata Dipta.

"Sehari jadi mandi lima kali." Timpal Mifta.

"Lho, ya namanya menikmati yang nikmat - nikmat. Makanya cepetan, biar tau rasanya surga dunia. Kalo udah masuk, beuuh, pantang keluar rasanya." Pamer Arjuna.

"Gudhel tenan Mas Juna ki. (Anak kerbau bener Mas Juna ini). Malah pamer kayak gitu di depan pria perjaka ini." Protes Dipta.

"Iya! Sombong banget mentang - mentang udah gak perjaka." Timpal Mifta.

"Ngasih tau aja, Dip, Mif. Gak niat pamer, cuma mingin - minginin yang nikmat banget itu. Rasanya, beuuuh!" Kata Arjuna dengan ekspresi wajah yang menunjukkan rasa nikmat hingga membuat Dipta dan Mifta menelan ludah.

Arjuna pun tertawa puas setelah melihat reaksi kesal dan juga 'pingin' dari wajah Mifta dan Dipta.

"Untung kok aku sayang, nak ora ngono wes tak pancal lambemu, Mas. (Untung kok aku sayang, kalo enggak gitu udah tak tendang mulutmu, Mas)." Cicit Dipta.

"Aku sih bentar lagi nyusul. Tiga bulan, gak kerasa nunggunya." Celetuk Mifta sambil menaik turun kan alisnya. Kini, ganti Dipta lah yang terpojok setelah berpindah kubu.

"Cuma kamu berarti, Dip, yang gak jelas. Mosok mau log out dulu biar cepet ngerasain nikmat yang sampe bikin merem - melek." Ledek Arjuna.

"Astaghfirullah, ya gak mungkin lah, Mas. Belum jadi ngerasain nikmat, udah di mutilasi duluan aku sama Bopo." Sahut Dipta yang memecah tawa mereka.

"Lagian kamu kok curang, Mif. Ngelamar Nala pas aku gak di rumah." Kata Dipta.

"Sengaja, kalo kamu di rumah, pasti reseh. Makanya kesempatan kemarin pas kamu gak di rumah." Gelak Mifta.

"Ini lama banget jalannya, ngomongin apa, sih?" Tanya Gama yang baru bergabung. Menyusul ketiga adiknya yang berjalan seperti siput.

"Lagi ngomongin adegan tujuh belas plus - plus." Jawab Arjuna.

"Tapi anak tiga puluh plus, gak boleh ikutan, soalnya jelas udah fasih. Ini group khusus pemula." Timpal Dipta yang membuat mereka tertawa kecuali Gama tentunya.

"Ck! Harusnya kalian ngundang aku sebagai tutor. Lihat kan, udah terbukti hanya dalam tiga bulan, kecebongku berhasil berevolusi." Kata Gama dengan jumawa hingga membuat ketiga adiknya terbahak - bahak.

"Jiaangkrik Kak Gama. Kecebong berevolusi." Kata Dipta di sela tawanya.

"Weh, iya juga, ya. Gimana kira - kira caranya, Kak? Pake gaya apa? Aku mau cepet - cepet ngasih Ara adek ini." Tanya Arjuna.

"Gaya bebas, Jun." Celetuk Mifta.

"Ck! Kamu belum tau, gak usah sok - sok an, Mif! Ngerasain hokya - hokya aja belum pernah." Ledek Arjuna yang membuat Mifta mencebik.

"Kalo gitu, nanti kita obrolin berdua aja, Jun. Gak enak sama anak dua itu, masih di bawah umur." Kata Gama yang ikut meledek.

"Kalo yang mau Otewe ini, mending lah, jadi bisa belajar teknik dasar nanem bonggol. Kasian sama yang belum jelas itu." Kata Arjuna yang di sambut gelak tawa oleh Gama.

"Emang dasar! Gak Kakaknya - gak Adeknya, sama - sama gak nggenah." Sewot Dipta.

"Ck! Jangan gitu to, Dip. Mosok wong gendeng mbengok i wong gendeng. (Masak orang gila neriakin orang gila)." Kata Arjuna yang memecah tawa mereka berempat.

1
Nifatul Masruro Hikari Masaru
mau kasihan ya gimana? inikan cuma novel
aku baru
yaaaaah ko udahan.....,
adning iza
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Kasandra Kasandra
skg up nya cm 1x
💗 AR Althafunisa 💗
Lanjut ka 😁
Ayu Oktaviana
double up donk kak
Atik Kiswati
lnjt....
amilia amel
lanjuttttt
Rusi Rusi
lanjut thor
Nuri 73749473729
kok sedikit... double up lagi dong💪
Rahmawati
kasian Rustam dan Wiwit
dik sugiyantoro
yaaahhh shima mana kok ngak muncul.
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣 msh kepikiran
Ita Xiaomi
Kasihan Cima. Sayang Cima banyak-banyak.
Ita Xiaomi
Bakalan seru nih 🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Cima pagi-pagi dah ceramah aja 😁
aurora
pancen Yo do kumat Kabeh 🤣🤣🤣
aurora
gak buka rong dino ae chima gae ontran2 🤣🤣🤣
aku baru
ya Allah......ikut ngakak 🤣🤣🤣🤣
amilia amel
pancen jiannnnn, wong papat iki nek kumat guyone ra karu-karuan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!