NovelToon NovelToon
Kebangkitan Naga Astral

Kebangkitan Naga Astral

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Seorang murid sekte luar yang dihina karena akar spiritualnya yang cacat secara tidak sengaja membangkitkan sebuah pusaka kuno di lembah terlarang. Pusaka tersebut tidak memberinya kekuatan instan, melainkan sebuah metode kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap dan memurnikan Qi dari garis keturunan binatang buas mitologis. Untuk mencapai puncak, ia harus menempuh jalur yang penuh darah dan memburu eksistensi terkuat di langit dan bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertarungan Hidup Mati dan Terobosan Tingkat Dua

​Taring beracun Ular Sisik Batu melesat menembus udara, membawa bau busuk kematian yang menyengat. Jaraknya terlalu dekat dan ruang gua terlalu sempit bagi Lin Tian untuk menghindar sepenuhnya.

​Dalam momen hidup dan mati tersebut, persepsi Lin Tian melambat. Otaknya bekerja dengan kecepatan luar biasa. Menggunakan belati karatan untuk menangkis adalah kesia-siaan; senjata itu akan patah dan taring sang monster tetap akan merobek lehernya.

​Satu-satunya titik lemah monster ini ada di bagian dalam mulutnya.

​Dengan nekat, Lin Tian menyalurkan seluruh sisa Qi ungu keemasan dari Seni Pemurnian Tulang Naga Astral ke lengan kanannya. Alih-alih mundur, ia mengambil langkah maju yang mengejutkan, memiringkan kepalanya sedikit untuk menghindari gigitan langsung, dan mengayunkan tinju kanannya yang bersinar redup langsung ke dalam mulut ular yang menganga lebar.

​BAM!

​Tinju Lin Tian menghantam langit-langit mulut sang ular dengan kekuatan penuh. Kepadatan Qi naga yang luar biasa berat meledak di dalam rahang monster tersebut, menghancurkan tulang tengkoraknya dari dalam. Bersamaan dengan itu, aura purba dari garis keturunan naga yang bocor dari pukulan tersebut menekan insting binatang buas sang ular, membuatnya membeku sesaat dalam ketakutan absolut sebelum mati.

​Namun, hantaman itu memiliki harga. Taring bawah sang ular sempat menggores lengan kiri Lin Tian, merobek kulit dan ototnya. Darah segar mengalir deras, dan rasa kebas mulai menjalar dari luka tersebut—racunnya mulai bekerja.

​Ular raksasa itu ambruk ke lantai gua dengan suara dentuman keras, tak bernyawa.

​Lin Tian jatuh terduduk, memegangi lengan kirinya yang terluka sambil terengah-engah. Wajahnya seputih kertas. Jika ia terlambat sedetik saja, nyawanya sudah melayang. Ia segera merobek ujung pakaiannya, mengikat pangkal lengan kirinya kuat-kuat untuk memperlambat penyebaran racun.

​"Aku tidak bisa membuang waktu," gumamnya menahan sakit.

​Ia menyeret tubuhnya mendekati genangan air. Tanpa ragu, ia mencabut Akar Roh Teratai Tanah beserta tiga kelopak bunganya. Ia menelan herbal berusia tiga puluh tahun itu dalam satu gigitan kasar, lalu duduk bersila di samping bangkai ular.

​Begitu herbal itu masuk ke perutnya, sebuah ledakan energi spiritual yang hangat dan sangat besar menyapu seluruh tubuhnya. Energi ini jauh lebih murni dan damai dibandingkan inti darah babi hutan sebelumnya.

​Lin Tian segera memutar Seni Pemurnian Tulang Naga Astral. Siluet naga di dadanya seolah terbangun dan membuka rahangnya, menelan energi spiritual dari teratai tersebut dengan rakus. Hal pertama yang dilakukan energi murni itu adalah mengalir ke lengan kirinya, menetralkan racun hijau dan secara perlahan meregenerasi jaringan otot yang robek.

​Setelah racunnya hilang, sisa energi yang masif mulai mengisi meridian Lin Tian yang bagaikan jurang tak berdasar. Lapis demi lapis, Qi ungu keemasan dipadatkan. Meridian yang awalnya hanya terisi selokan kecil energi, kini mulai meluap menjadi sungai yang deras.

​Waktu berlalu tanpa terasa di dalam gua yang sunyi. Pakaian Lin Tian basah oleh keringat kotor berwarna kehitaman—kotoran dari dalam sumsum tulangnya yang didorong keluar oleh proses pemurnian.

​Tepat ketika energi dari Akar Roh Teratai Tanah hampir habis terserap, tubuh Lin Tian bergetar hebat. Sebuah suara retakan halus terdengar dari dalam tubuhnya, seolah sebuah belenggu tak kasatmata baru saja dihancurkan.

​Boom!

​Aura yang jauh lebih kuat dari sebelumnya meledak dari tubuhnya, menghempaskan debu dan kerikil di sekitarnya. Lin Tian membuka matanya yang kini memancarkan kilatan cahaya keemasan sekilas.

​Ia berhasil. Ia telah menembus ranah Mortal tingkat dua.

​Meski hanya naik satu tingkat kecil, kekuatan fisik dan kepadatan Qi di dalam tubuhnya meningkat lebih dari lima kali lipat. Ia mengepalkan tangannya, merasakan tenaga yang mampu menghancurkan batu besar hanya dengan tinju kosong. Jalan kultivasinya memang bergerak perlahan, membutuhkan sumber daya yang luar biasa masif, namun fondasi yang ia bangun benar-benar tanpa celah.

​Lin Tian menoleh menatap bangkai Ular Sisik Batu. Dengan kekuatannya yang sekarang, membelah perut monster itu untuk mengambil inti binatang tingkat tiga dan menguliti sisiknya untuk dijadikan pelindung akan menjadi tugas yang mudah.

1
Samadi Kelana
Lanjutkan ...
yos helmi
😍😍
yos helmi
ntuk semua pembaca .. mari kita bersatu.. author yg up nya satu dua bab.. jgn beri like.. komen.. dll.. cukup baca aj.. biar mampus tu author .. 🤣🤣🤣
Gege
gaasss 100k kata diluncurkan saja jangan disimpen Thor...🤭💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!