NovelToon NovelToon
PRINCESS AZURA

PRINCESS AZURA

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:144.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Putri Azura dari kerajaan Utara, menikah dengan pangeran Xavier, putra Mahkota kerajaan Selatan. Xavier membenci Azura saat mengetahui wanita itu hanya memanfaatkannya demi pernikahan politik. Semua orang yang pernah dekat dengan Azura pun berpaling darinya dan menganggapnya wanita jahat yang haus akan kekuasaan.

Namun, apakah sang putri benar-benar jahat? Atau dia hanya menjadi boneka politik yang berusaha bertahan hidup?

Nanti akan terungkap bahwa di balik keanggunan dan kepintarannya, Princess Azura diam-diam melindungi Xavier dan orang-orang yang dia sayangi dari bahaya yang jauh lebih besar. Kebencian perlahan berubah jadi keraguan, hingga akhirnya kebenaran mengejutkan terkuak, kebenaran tentang betapa pahitnya kisah hidup Azura dan cintanya yang tulus terhadap Xavier.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikah

Hari ini adalah hari besar bagi dua kerajaan. Kerajaan Barat dan Utara. Putra Mahkota Xavier akan menikah dengan sang putri mahkota, Azura. Seluruh istana dipenuhi kesibukan. Para pelayan hilir mudik membawa gaun, bunga dan perhiasan, sementara para prajurit berjaga ketat di setiap sudut aula kerajaan. Para bangsawan dari berbagai wilayah juga mulai memenuhi istana untuk menyaksikan pernikahan politik terbesar tahun ini.

Di tengah kemegahan itu, Azura duduk diam di depan cermin kamarnya. Gaun putih keperakan yang melekat di tubuhnya terlihat begitu indah, namun tatapan gadis itu kosong. Tidak ada senyum bahagia seperti gadis-gadis pada umumnya yang akan menikah. Jari-jarinya justru gemetar pelan di atas pangkuannya.

"Putri, waktunya menuju aula," ucap salah satu pelayan hati-hati.

Azura mengangguk pelan sebelum berdiri. Langkahnya terasa berat. Kepalanya dipenuhi banyak hal, peringatan dari kerajaan utara, ancaman untuk orang yang ia sayangi, dan rasa bersalah yang semakin menyesakkan dadanya setiap kali mengingat tatapan kekecewaan Xavier.

Saat menyelamatkannya di perbatasan barat beberapa bulan lalu, Xavier tidak pernah memperlakukannya dengan buruk. Sampai hari di mana utusan Utara datang dan dia maju sebagai putri yang akan dijodohkan dengan laki-laki itu.

Azura masih ingat jelas bagaimana ekspresi wajah Xavier  serta Akari, Sabella dan yang lain, karena mereka telah menganggapnya sebagai keluarga sendiri. Sayangnya, Emely yang mereka kenal, ternyata adalah seorang putri dari Kerajaan Utara.

Azura menghentikan langkahnya sejenak di depan pintu aula, mengatur nafasnya dan tersenyum angkuh seperti biasa ia perlihatkan ke orang-orang. Beberapa detik kemudian pintu aula besar tersebut terbuka perlahan. Semua tamu langsung berdiri saat Azura berjalan masuk. Langkahnya anggun, Mahkota kecil di kepalanya berkilau terkena cahaya lampu kristal.

Di ujung aula, Xavier berdiri tegap dengan pakaian kebesaran Kerajaan berwarna hitam dan emas. Tatapan pria itu langsung tertuju padanya. Tak ada senyum. Dingin, datar dan penuh kebencian. Azura jelas merasakan itu. Namun dia tetap tersenyum. Sudah sejauh ini, tidak boleh mundur. Tidak apa-apa pangeran Xavier membencinya. Toh semasa dia hidup dia sudah terbiasa di benci. Kebencian dan rasa jijik terhadapnya adalah makanannya sehari-hari di Utara.

Statusnya mungkin seorang putri mahkota, tapi sebenarnya, dia adalah aib Kerajaan Utara. Itulah alasannya kenapa dia yang diutus menikahi pangeran Xavier dan menjadi mata-mata. Karena kalau dia mati, tidak ada yang akan peduli.

Azura berjalan hingga berhenti tepat di hadapan Xavier. Jarak mereka begitu dekat, namun terasa seperti dipisahkan oleh jurang yang tidak bisa dijangkau.

Untuk sesaat, tidak ada yang berbicara.

Tatapan Xavier turun ke wajah Azura dengan dingin. Dingin sekali. Tidak ada lagi kelembutan yang dulu selalu pria itu tunjukkan setiap kali memandangnya. Semua telah hilang sejak identitas aslinya terbongkar.

Azura menahan sesak di dadanya.

Dia masih mengingat malam itu dengan jelas. Malam ketika para utusan Kerajaan Utara datang ke istana Barat membawa lambang kerajaan mereka. Xavier yang awalnya tersenyum padanya perlahan berubah kaku saat Azura melangkah maju dan memberi hormat pada utusan tersebut. Wajah Xavier saat itu benar-benar berubah.

"Kau senang, bisa menikah denganku?" bisik Xavier di telinganya. Suaranya jelas mencibir.

Azura tersenyum. Ia harus bisa bertahan. Tidak apa-apa Xavier membencinya. Dia harus menjalankan misi, karena ada orang lain yang paling penting dalam hidupnya yang harus dia selamatkan.

"Semua perempuan akan senang di hari pernikahan mereka pangeran." balasnya, menatap Xavier dengan berani.

Dia bukan lagi Emely yang ketakutan tiap kali mendengar suara keras, atau melihar orang asing. Bukan lagi sosok lemah yang akan bersembunyi di balik punggung Xavier saat merasa terancam, dan itu membuat Xavier mendengus keras. Merasa kalau dia benar-benar telah di tipu oleh sosok yang berpura-pura lemah ini.

"Hebat, aku tidak pernah bertemu dengan wanita menjijikkan sepertimu. Kau memang yang paling menjijikkan di antara semua wanita. Hebat, hebat sekali."

Hinaan itu Azura telan mentah-mentah dan tersenyum.

"Pangeran, semua orang sedang menatap ke sini. Tolong jangan bicara lagi." katanya.

Xavier menatap Azura beberapa detik setelah ucapan itu keluar dari bibir gadis tersebut. Tatapan abu-abunya semakin dingin, penuh amarah yang ditahan kuat-kuat di depan seluruh bangsawan.

Lalu perlahan, senyum tipis muncul di wajah pria itu.

Namun senyum itu sama sekali tidak hangat.

"Oh? Sekarang kau peduli pada pandangan orang lain?" bisiknya pelan.

"Bukankah sejak awal kau memang pandai memainkan sandiwara di depan semua orang?"

Azura menggigit bagian dalam bibirnya pelan. Ia tahu Xavier sengaja ingin menyakitinya. Dan jujur saja, pria itu berhasil.

Pendeta kerajaan akhirnya mulai membacakan sumpah pernikahan. Suaranya menggema memenuhi aula besar yang megah. Semua orang tampak bahagia melihat penyatuan dua kerajaan besar itu, tanpa tahu kalau kedua mempelai di altar saling dipenuhi luka dan kebencian.

"Atas restu dua kerajaan, hari ini Putra Mahkota Xavier akan resmi mempersunting Putri Azura."

Tepuk tangan terdengar riuh.

Azura menunduk perlahan, berusaha mengabaikan tatapan dingin para bangsawan barat yang jelas tidak menyukainya. Mereka mungkin tersenyum di depan, tapi Azura tahu, tidak ada di antara mereka yang menyukai pernikahan ini.

"Ulurkan tangan anda, putri."

Azura perlahan mengangkat tangannya. Xavier menatap jemari kecil itu seolah jijik menyentuhnya, namun tetap menggenggamnya demi prosesi.

Sentuhan itu membuat hati Azura terasa nyeri. Dulu tangan yang sama selalu melindunginya.

Saat dia ketakutan karena badai malam, Xavier menggenggam tangannya sambil berkata bahwa tidak ada yang akan menyakitinya. Saat Azura demam karena racun yang masih tersisa di tubuhnya, Xavier bahkan berjaga semalaman di samping tempat tidurnya.

Dan sekarang ...

Pria itu mungkin sedang berpikir seandainya dia tidak pernah menyelamatkannya.

"Dengan ini, kalian resmi menjadi pasangan suami istri."

Sorakan memenuhi aula. Para bangsawan berdiri memberi tepuk tangan meriah, sementara musik kerajaan mulai dimainkan.

Xavier melepaskan tangan Azura secepat mungkin. Gerakan kecil itu tidak luput dari perhatian Azura, namun gadis itu tetap mempertahankan senyumnya.

"Lihat," bisik Xavier lagi tanpa menoleh padanya,

"Mereka semua berpikir ini pernikahan yang indah."

Azura diam.

"Tapi aku bersumpah," lanjut pria itu pelan, suaranya rendah dan menusuk,

"Aku akan membuatmu menyesal telah datang ke hidupku, Azura."

nafas Azura tercekat sesaat.

Ancaman itu terdengar nyata. Sangat nyata. Namun di balik rasa sakit yang menghimpit dadanya, Azura tetap tersenyum anggun pada para tamu undangan, seolah tidak terjadi apa-apa. Karena sejak awal, dia tahu akhir dari semua ini tidak akan bahagia.

1
kiya
harusnya xavier merampas kertas itu dan membacanya biar terkuak sedikit misteri azura
j4v4n3s w0m3n
lanjuttt ahhh 👍
j4v4n3s w0m3n
aduh azura.knp.gak cerita aja sih ...
Usagi tzukino
cieee yg marah istrinya di jelekin orang,
hanya aku yg boleh menghina istriku,KLW orang lain yg berani,siap² kupenggal,dlm hati pangeran Xavier, hanya aq yg dengar 😂😂😂😂😂
Soraya
mampir thor
van aurora
puas bgt part ini..arghh..gitu dong xavier
Hanima
👍👍👍
Hanima
/Sweat//Cry/
Ko
Rasainnn kau azura.. Xavier itu tulus menyayangi & merawat kau dlu tapi kau menipunya. Dasar wanita jahat. Lagian udh gak suci lg sbg istri pangeran mahkota..
Syifa Azhar
ana dan isol baiknya kalian laporkan keadaan azura pada pangeran Xavier biar bisa bantu selamatkan putranya😀💪
🌿🌺WINA🌸🌿
Pangeran xavier tidak rela istrinya dihina dan direndahkan, bagus pangeran xavier bela istrimu...pangeran xavier sampai mengancam elish kasih pelajaran...
dasar elish sok sok cantik dan caper didepan pangeran xavier, kegatelan elish pengen mendekati pangeran xavier..
yg ada pangeran xavier sangat jijik dan muak sama elish...

putri perdana menteri tutur katanya tidak bisa dijaga, berani menjelek2kan dan menghina putri azura...

putri azura tidak seburuk itu, putri azura pasti ada alasannya tiba-tiba menghilang.. lagi mencari kesempatan membebaskan putranya/melihat anaknya lagi sakit...

pangeran xavier sangat curiga gerak-gerik putri azura, dikira xavier merencanakan sesuatu mencelakainya...

kasian juga nasibnya putri azura anaknya disandera, diancam jadi mata-mata, dan pangeran xavier salahpaham pangeran memperlakukan putri sangat kasar dan kata-katanya bikin sakit hati....
wanti astuti
Mamposs loh elish... Makanya mulut tuh di jaga jangan kaya ember bocor nyerocoss aja terus luh
mimief
harga diri istrinya adalah muka sang suami bukan?
ga jeules ya vier
cuman cemburu 🤣🤣🤣🫣
🌿🌺WINA🌸🌿
Demi keselamatan anaknya, putri azura rela diperlukan kasar sama pangeran xavier... pangeran xavier makin marah dan emosi salahpaham, putri azura tidak mau berkata jujur...

putri azura sangat ketakutan dan khawatir takut terjadi sesuatu sama anaknya, klo kasih tahu pangeran xavier azura serba salah... raja utara sangat jahat dan licik, bisa melakukan apa aja demi ambisinya sampai tega sandera anaknya putri azura....

tapi putri azura gak mau jujur makin salahpaham pangeran xavier, yg ada kebencian dan merasa dikhianati pangeram xavier...

pangeran xavier tidak akan membiarkan putri azura menghilang dari hidupnya, masih jadi misterius anaknya azura apakah anaknya pangeran xavier....
Bunda Dzi'3
Ana Isol Hrsnya Klian Ceritakan ke Xavier menderitanya Azura Di kerajaan nya Sndri 😭
faridah ida
kereen̈ Xavier ...👍👍👍👍
walau sebel sama Azura tapi depan orang lain kamu harus tetap bela istri ....👍👍👍
Rina
perjalanan mereka kayaknya rumit Dan masih panjang.. semoga Ada kebahagiaan ya..
faridah ida
bener Xavier , maka nya kamu jangan percaya sama mulut Elish ..
faridah ida
bener2 nih sih Elish mulut nya jahat banget ,...
faridah ida
harusnya kamu sama Xavier bilang jujur aja Azura ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!