NovelToon NovelToon
PAK USTADZ JANGAN GODAIN SAYA

PAK USTADZ JANGAN GODAIN SAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: wanudya dahayu

Zahra dijodohin sama Rayan karena wasiat almarhum Ayah Zahra yang sahabatan sama Abah Rayan. Zahra _ngamuk_ karena ngerasa nggak pantes jadi istri ustadz. Rayan juga _shock_ karena harus nikah sama cewek bertato yang nggak bisa baca Al-Fatihah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wanudya dahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: JARAK SATU METER YANG PALING DINGIN

Hari ke-51 di Ndalem. Status Zahra Almira: Bu Nyai Yang sedang memulihkan kepercayaan Ustadz Rayan.

Jam 05.30, aku bangun. Ndalem masih sepi. Lampu masih nyala. AC masih dingin. Setidaknya Kas Ndalem masih aman buat operasional 3 bulan ke depan. Tenang.

Ustadz Rayan sholat Subuh di masjid. Pulang, terus... langsung ke kantor Ndalem. Nggak nengok kamar. Nggak nyari aku. Nggak... negur.

Di meja makan, Bunda Aisyah udah siapin sarapan. Lengkap. Nasi uduk, ayam goreng, sambel, lalapan. Kayak biasa.

Tapi yang nggak biasa... kursinya.

Kursiku sama kursi Tadz Rayan... jaraknya 1 meter. Sengaja dijauhin Mbak Yuni semalem. Soalnya dia liat kita berantem.

"Nduk," bisik Bunda. "Nak Rayan... masih panas. Kasih waktu."

Aku ngangguk. Nelen nasi uduk. Rasanya... kayak kertas utang. Seret.

---

Jam 09.00, aku ke kantor Ndalem. Mau tanda tangan LPJ Kemenag.

Ustadz Rayan di dalem. Duduk. Depan laptop. Mukanya datar. Profesional.

"Monggo, Bu Nyai," katanya. Formal. "Ini LPJ tahap 1. Sudah saya revisi. Tinggal tanda tangan."

Bu Nyai. Bukan Zahra.

Sakit.

Aku jalan. Ambil pulpen. Tanda tangan. Jarak kami 2 meter. Meja kantor jadi pemisah.

Pas mau balik, Tadz Rayan ngomong. Nggak nengok layar. "Uang 50 juta dari Arya ... udah dibalikin?"

Aku berhenti. "Udah, Tadz. Kemarin. Langsung saya transfer balik. Terus saya block."

"Bagus," jawab Ustadz Rayan. Singkat. "Biar fitnahnya berhenti."

Cuma itu. Nggak ada "terima kasih". Nggak ada "maaf udah maksa". Nggak ada... kita.

Aku gigit bibir. "Tadz... Tadz masih marah sama saya?"

Ustadz Rayan akhirnya nengok. Matanya... capek. Bukan marah. Tapi lelah. Lelah kecewa.

"Aku nggak marah, Zahra," katanya. Pelan. "Aku... kecewa. Sama diriku sendiri."

Aku kaget. "Maksud Tadz?"

"Kecewa karena... ternyata aku suami yang nggak cukup bikin istriku ngerasa aman buat cerita," jawab Tadz Rayan. "Sampai kamu milih diem. Sampai kamu mikir aku bakal ngusir kamu cuma gara-gara DM mantan. Harga diriku... serendah itu di matamu?"

Deg.

Itu dia. Lukanya Tadz Rayan. Bukan uang. Bukan Arya. Tapi... gengsi. Gengsi laki-laki. Gengsi Ustadz. Gengsi suami yang ngerasa gagal jadi tempat paling aman.

"Tadz, bukan gitu..." lirihku. Air mata udah di ujung. "Aku diem karena... aku trauma, Tadz. Dulu, tiap aku cerita masalahku ke siapa pun, yang ada aku malah disalahin. Dibilang lebay. Dibilang bar-bar. Jadi aku... kebawa. Aku takut cerita ke Tadz, nanti Tadz juga..."

"Zahra," potong Tadz Rayan. Suaranya naik dikit. "Aku bukan orang yang seperti itu. Aku suami kamu."

Satu kalimat. Tapi... ngancurin semua pertahananku.

Aku nangis. Beneran nangis. Di kantor. Depan Tadz Rayan.

"Aku tau, Tadz," sesenggukku. "Tadz beda. Tadz jauh lebih baik. Makanya... makanya aku takut kehilangan. Kalau aku cerita, terus Tadz ilfeel sama masa laluku, terus Tadz nyerah... aku mau kemana?"

Ustadz Rayan diem. Lama.

Terus dia berdiri. Jalan ngitari meja. Berhenti... 1 meter di depanku.

Nggak deket. Nggak nyentuh. Tapi... dia nggak pergi.

"Zahra," katanya. Serak. "Denger ya. Mau kamu mantan barista, mantan dibuang, mantan apa aja... kamu sekarang istriku. Dan suami itu... tempat pulang. Bukan tempat ngadilin."

Aku natap dia. Lewat air mata.

"Tapi Tadz kemarin... Tadz dingin banget," kataku. Jujur. "Tadz bilang 'uang haram'. Tadz nyindir 'kopinya dingin'. Aku... aku ngerasa Tadz ngehukum aku."

Ustadz Rayan nutup mata. Nyesel. Keliatan.

"Maaf," bisiknya. Akhirnya. "Aku... panik, Zahra. Pas liat nama Arya, darahku naik. Aku inget dia pernah ke sini. Sombong. Ngaku-ngaku 'temen lama'. Aku takut... sejarah keulang. Takut kamu... milih dia."

"Aku nggak akan, Tadz!" jawabku cepet. "Demi Allah. Cozy Corner Brews itu kuburan buat aku. Aku dikhianatin di sana. Aku dihina di sana. Ngapain aku balik ke kuburan?"

Ustadz Rayan buka mata. Natap aku. Lama.

Terus dia ngomong. Pelan. "Janji?"

Aku angguk. Cepet. "Janji, Tadz. Aku janji. Aku cuma mau... tenang. Dan tenangku... di sini. Sama Tadz."

Hening. 5 detik.

Terus... ujung bibir Tadz Rayan naik. 1 mm. Tapi itu senyum pertama setelah 2 hari perang dingin.

"Bismillah," katanya. "Kita mulai lagi. Dari 1 meter ini. Pelan-pelan."

Aku ketawa. Lewat nangis. "Tadz... 1 meter itu jauh banget."

"Iya," jawab Tadz Rayan. "Makanya... jangan ditambah lagi."

Dari luar, Humairah ngintip. Terus lari ke dapur. Teriak: "BUNDAAA! USTADZ SAMA BU NYAI UDAH NGOMONGAN! JARAKNYA TINGGAL 1 METER!"

Bunda Aisyah di dapur istighfar sambil senyum. "Alhamdulillah... Ndalem anget lagi."

---

Jam 13.00, kita tanda tangan LPJ bareng. Beneran bareng. Ustadz Rayan ngarahin, aku nulis. Es sudah mulai mencair. Kemajuan.

Pas mau cap stempel, HP Tadz Rayan bunyi. WA dari nomor tak dikenal.

Isinya: Foto. Foto aku sama Arya 2 tahun lalu. Di Cozy Corner Brews. Lagi ketawa. Caption: "Yakin Ustadz mau simpen mantan barista yang gini? –A.P."

Ustadz Rayan diem. HP-nya ditaruh. Pelan.

Aku liat. Darahku dingin.

Babak 2... dimulai.

Ustadz Rayan nengok aku. Senyum. Tapi senyumnya... nahan amarah.

"Zahra," katanya. Tenang. Bahaya. "Siap-siap. Mantanmu... ngajak perang."

1
hasatsk
setelah di baca terus menerus ternyata ceritanya seru.....💪💪
wanudya dahayu: makasi kak 🙏. lagi nyari ide lagi, biar bisa menuhi syarat kontrak. doain ya kak. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Di Dia
tokoh aryanya cpt"di singkirin ...
Titik Sofiah
awal yang menarik ya Thor moga konfliknya nggak trllau berat 😍😍😍
wanudya dahayu: iya kak, semoga suka, mohon dukungannya 😍🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!