NovelToon NovelToon
Lord Of The Void

Lord Of The Void

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Action / Fantasi
Popularitas:281
Nilai: 5
Nama Author: Pendeta Merah

Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pohon Hidup

Setelah pekerjaan mengurus orang-orang yang terluka dan meninggal selesai, Ren mengobrol dengan pemimpin penjaga, Gant, dan gadis Mage Anna.

" Kau akan masuk kedalam hutan sendirian untuk melawan pohon hidup! "

" Itu terlalu berbahaya! "

Gant dan Anna sama-sama khawatir, mereka tidak ingin ada sesuatu yang buruk terjadi pada penyelamat mereka.

" Jangan khawatir, aku mengambil misi ini karena aku memiliki kesempatan untuk menang melawan pohon hidup "

Kemampuan pohon hidup berpusat pada mental, dia bisa menyebabkan rasa takut ekstrim tanpa alasan, di juga bisa membuat ilusi dan ingatan palsu.

Ren percaya diri karena dia memiliki Skill yang cocok untuk melawan pohon hidup, dan itu adalah Mental Protection, dengan skill ini Ren tidak perlu khawatir dengan pohon hidup.

Gant dan Anna masih tidak terlihat yakin, tapi melihat tekad di mata Ren dan kenyataan jika mereka baru saja kenal, mereka tidak bisa menghentikan Ren.

" Kalau begitu pergilah bersama seseor..."

Ren menggelengkan kepalanya" Tidak usah, aku mengatakan hal ini pada kalian berdua karena aku takut akan ada beberapa monster yang berlari kesini, itu saja "

" Hahh...jika kau sudah seyakin itu, aku dan Anna tidak memiliki alasan untuk menghentikanmu, berhati-hatilah! "

" Ya, serahkan pada kami untuk yang disini "

Mendengar hal itu, Ren tersenyum, dia senang obrolan ini tidak berlangsung lama, dengan Gant dan Anna yang berjaga didesa, dia sedikit tenang untuk melawan pohon hidup.

" Serahkan padaku "

Melihat Ren pergi, Gant dan Anna hanya bisa berharap dia baik-baik saja, mereka berdua tidak tahu apa rencana Ren untuk melawan pohon hidup, tapi mereka memutuskan untuk mempercayainya.

Desa Welos tidak bisa menerima korban lebih banyak lagi, mereka sudah cukup menderita dengan kerugian sekarang.

Ren berlari kearah hutan sambil melihat posisi matahari, dia menyadari jika hari akan memasuki sore, dia menghabiskan cukup banyak waktu untuk beristirahat tadi.

' Aku harus menyelesaikannya sebelum malam tiba '

Karena sudah menerima informasi tentang lokasinya dari Gant dan Anna, Ren terus berlari kearah timur laut, tempat dimana pohon hidup berada.

Pandangan Ren mulai di penuhi pepohonan, tanah yang dia injak menjadi sedikit basah, lebih lembut dari tanah biasanya, karena di halangi dedaunan, cahaya matahari menjadi semakin jarang.

Semakin dalam Ren masuk semakin gelap jadinya, dia dengan serius memperhatikan sekitar, terutama bagian semak-semak, dia takut ada sesuatu yang tiba-tiba melompat kearahnya.

Satu jam berlalu, hari sudah sore, membuat area sekitar menjadi semakin gelap.

Ren memang bersyukur dia tidak bertemu dengan satupun monster selama perjalanannya, tapi untuk berlari di tengah hutan selama satu jam tanpa hasil, hal ini membuat Ren sangat kesal.

" Sialan, dimana pohon bangsat itu?! "

Karena kesal, Ren memukul batang pohon di sampingnya dengan sekuat tenaga, dia tidak menggunakan Aura untuk memperkuat tubuhnya.

" Sialan!? "

Ren terus meninju pohon itu seolah dia adalah musuh bebuyutannya, di pikirkan Ren pohon tersebut adalah pohon hidup yang dia cari-cari.

" Argh...kenapa kau tidak muncul-muncul dasar pohon tua?! "

Darah mengalir di tinju Ren dan tulang jari-jarinya patah, meski begitu dia tetap lanjut memukul pohon tersebut.

" Sial...sialan, kalian semua akan aku masukan kedalam neraka?! "

Ren berhenti memukul pohon di depannya, dia beralih ke memukul wajahnya sendiri.

" Dasar sialan, jika saja kau tidak lemah para warga desa Lestor masih hidup sekarang, jika saja kau tidak lemah, kau bisa mencari obat untuk ibu dan menyelamatkannya! "

Air mata mengalir di pipi Ren, darah mulai keluar dari sela-sela bibirnya.

" Kenapa..."

" Kenapa kau sangat lemah!! "

Pemandangan sekitar pecah seperti cermin, dari yang tadinya sore sekarang berubah menjadi malam hari, bulan menggantung tinggi di langit.

Pohon-pohon di sekitar Ren menghilang, meninggalkan Ren yang sedang memukul wajahnya sendiri dan pohon raksasa di belakangnya.

Pohon raksasa itu mirip pohon beringin, bedanya adalah daunnya berwarna merah darah, akar gantung nya mirip daging yang terus bergerak seperti ular, di tengah-tengah daun-daunnya, terdapat sebuah otak raksasa yang sedang melayang, di otak tersebut terdapat sepasang mata yang sedang mengawasi Ren.

Salah satu akar gantung bergerak seperti ular kearah Ren, kearah jantungnya!

Sebelum akar gantung itu menyentuh Ren, Oblivion yang ada di pinggang Ren bersinar, mata Ren yang tadinya sedih berubah menjadi tajam, dia dengan cepat berguling ke samping dan berhasil menghindari akar gantung yang datang.

Keringat menetes dari wajah Ren, dia akhirnya sadar, dia tahu jika selama ini dia hanya berputar di hutan selama berjam-jam, mengelilingi pohon hidup!

Ren terkena ilusi yang membuatnya tidak dapat melihat pohon hidup, setelah kelelahan, pohon hidup mempengaruhi pikirannya dengan membuatnya mengingat sesuatu yang tidak menyenangkan, membuat Ren mudah marah.

" Sialan..."

Melihat pohon hidup dapat dengan mudah menembus Mental Protection miliknya, kini kepercayaan diri Ren menghilang, dia tidak tahu apa yang akan pohon hidup lakukan dengan kekuatannya selanjutnya.

Puluhan akar gantung milik pohon hidup bergerak kearah Ren, untuk menghindari semua itu, Ren mundur ke belakang.

' Semua tulang jariku patah, memegang pedang akan sangat menantang sekarang...'

Ren juga merasa nyeri di wajahnya dan pusing, ini semua di sebabkan oleh pukulannya sendiri.

" ARGH!!! "

Kedua lengan dan paha Ren tertembus oleh akar gantung, dia menghadap tepat kearah pohon hidup, sesuatu yang dia pikir menjauh sebenarnya mendekat, pohon hidup membuat Ren mengira jika dia sedang mundur tapi nyatanya dia maju!

Ren menggertakan giginya, sebelum pohon hidup menyerang kembali, dia dengan cepat mendekatkan akar gantung yang menusuk tangan kanannya ke mulutnya, dengan cepat menggigitnya sekuat tenaga.

Setelah berhasil menarik akar gantung yang menusuk tangannya keluar, Ren mencabut Oblivion dan langsung menggunakan Bilah Aura untuk memotong semua akar gantung yang menusuknya.

Alih-alih menjauh seperti sebelumnya, Ren memilih untuk menyerang pohon hidup, sambil menahan rasa sakit di kedua tangan dan kakinya, Ren mengirim puluhan Bilah Aura kearah pohon hidup.

' Tenanglah dan berpikirlah...'

' Sebelumnya di mana pertama kali aku terkena efek ilusinya, kemampuannya pasti memiliki batasan jarak untuk di gunakan '

Ren melihat kearah otak yang mengambang di antara dedaunan, dia merasa jika itu adalah sumber kekuatan mental pohon hidup.

' Kuatkan mentalmu...'

' Ingat tujuanmu adalah untuk menjadi yang terkuat di dunia! '

Puluhan akar gantung bergerak kearah Ren, berbeda dengan yang sebelumnya, sekarang Ren merasakan ada yang mencoba mempengaruhi pikirannya.

' Menghindar...tetap diam di tempat...'

' Bukan, melompat....bukan, menunduk dan menerima serangan...'

Ren mengatupkan giginya, getaran yang di hasilkan mengalir ke otak dan membuatnya kembali fokus, di tambah Mental Protection bekerja sama dengannya yang membuat hasil menjadi lebih maksimal.

Setelah berhasil bertahan dari serangan mental pohon hidup, Ren berlari ke samping lalu mengayunkan Oblivion untuk memotong akar gantung dengan Bilah Aura.

' Lari atau kau akan mati...tidak...larilah! '

Pohon hidup menghilang dari tempatnya, dia menghilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.

Ren yang sudah mengalaminya, tahu apa yang terjadi, pohon hidup tidak menghilang tapi Ren yang tidak bisa melihatnya, alasan Ren tidak bisa melihatnya adalah karena gambar yang di kirim ke otak di ganggu, itu di buat seolah tidak pernah ada.

Masalahnya Ren tidak tahu cara mengatasinya, dia sudah menguatkan mentalnya tapi masih gagal untuk melihat pohon hidup, karena sudah seperti ini, dia memilih untuk mengirim Bilah Aura ke tempat pohon hidup berada, dia hanya berharap jika pikirannya terhadap arah tidak terganggu.

' Kuh... ternyata tidak memiliki kemampuan untuk bertahan itu sangat merepotkan! '

Armor Aura memang bisa melindungi Ren dari serangan, tapi sama seperti armor biasa, Ren masih akan terkena dampak jika armor di serang.

Ren terus membuat Bilah Aura, mengirim mereka ke tempat pohon hidup berada sebelumnya.

' Jangan melangkah sedikitpun...maju... tidak jangan... majulah...'

Senyuman terbentuk di wajah Ren, dia bersyukur pohon hidup tidak bisa membaca pikirannya, jika tidak, dia akan berada dalam bahaya.

Dengan “ arahan ” pohon hidup, Ren terus mengirim Bilah Aura.

Oblivion bersinar, Ren melihat jika di depannya adalah hutan, dan di belakangnya terdapat pohon hidup yang siap menyerang dengan akar gantungnya.

Ternyata pengaruh untuk “ maju ” barusan hanyalah tipuan, pohon hidup membuat Ren tidak sadar jika sebenarnya dia sedang berbalik, menghadap kearah yang salah, mengirim puluhan Bilah Aura ke hutan!

' Maju...diam... melompat..lari...tahan...kue kacang itu tidak enak...jus apel sebenarnya tidak mengandung apel... kacang adalah biji kurang ajar...'

Ratusan pemikiran tidak berguna muncul di kepala Ren, dia tidak menyangka jika pohon hidup itu memiliki kecerdasan yang tinggi.

Ren berbalik dan menebas semua akar gantung yang datang, di batang pohon hidup,Ren melihat bekas sayatan pedang, Bilah Aura yang pertama dia kirim berhasil mendarat di batang pohon hidup!

' Prioritas utama sekarang... ingin menjadi kekasihku... adalah memotong... aku ingin makan ayam... semua akar gantungnya...mau jeruk...'

Setelah menetapkan tujuannya, Ren menguatkan mentalnya dan berlari ke samping sambil menahan rasa sakit di kedua tangan dan kakinya.

' Dasar sialan lemah... tenanglah... jika saja aku tidak hidup... semuanya palsu... ibu akan tetap hidup sekarang... tenanglah...'

Skill Mental Protection milik Ren bekerja lebih keras dari biasanya, menahan sebagian besar pengaruh mental pohon hidup.

Ren menghindari akar gantung yang datang lalu dengan cekatan memotongnya menggunakan Oblivion, sedikit demi sedikit pikirannya mulai beradaptasi dengan pengaruh kekuatan mental milik pohon hidup, tanpa Ren sadari dia telah membangun mentalnya menjadi lebih kuat.

Manusia adalah makhluk lemah, mereka tidak memiliki kemampuan fisik yang luar biasa seperti iblis, kemampuan sihir seperti Elf,dan daya tahan tinggi seperti Dwarf, tapi karena kelemahan itulah mereka istimewa, karena mereka lemah mereka dapat beradaptasi dengan cepat, mereka memiliki banyak ruang untuk meningkat, mirip gelas kosong yang dapat di isi minuman apapun karena tidak ada isinya dari awal.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!