NovelToon NovelToon
LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

LADY GAGAL YANG DIAM-DIAM BERBAHAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: ꧁Diajeng rini꧂

Elara Safira Nirmala hanyalah gadis yatim piatu biasa di dunia modern, ia ditinggal oleh orang tuanya sejak kecil dan dia tinggal di kos-kos an sederhana di salah satu kota. Pagi itu Elara hanya ingin pergi ke sekolahnya tetapi ada suatu yang terjadi padanya, ada sebuah tragedi membuatnya terbangun sebagai Elara Mirabel Astoria, lady terbuang dan tak berguna di kerajaan kuno, dengan kemampuan modern yang canggung dan komentar sarkastiknya Elara harus bertahan di tengah drama keluarga bangsawan, intrik politik, dan mungkin sedikit cinta yang tak terduga. Langsung baca aja yuk ceritanya daripada penasaran!!!!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ꧁Diajeng rini꧂, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4

Tak lama kemudian pintu ruang makan terbuka. Elara melangkah masuk dengan santai. Rambutnya yang acak-adakan malah dia ikat asal pakai sobekan kain sutra pink bekas gaun Lilian dan gaunnya yang kusam tetap dia pakai dengan punggung tegak lurus.

"Waw ramai ya. Ada acara apa nih? Kok muka kalian kaya orang lagi nunggu antrean sembako gratis?" celetuk Elara tanpa beban lalu langsung menarik kursi di ujung meja dan duduk tanpa dipersilakan.

BRAKK

Julian menggebrak meja "Sopan santunmu mana Elara?! Kamu sudah mencuri daging semalam, menghina sihirku dan sekarang berani duduk sebelum Ayah bicara?!"

Elara menopang dagunya menatap Julian dengan tatapan kasihan "Aduh Julian. Masih pagi jangan teriak-teriak nanti kantung matanya makin turun loh. Itu daging semalam udah jadi energi buat otak aku makanya aku bisa jalan ke sini tanpa pingsan. Harusnya kamu bangga"

"CUKUP!" bentak Duke Alaric. Matanya yang dingin menatap Elara tajam "Elara, apa benar kamu menyerang pelayan, merusak gaun Lilian, dan menghina kakakmu dan ibumu?"

Elara mengambil sepotong apel dari piring hias di tengah meja, menggigitnya dengan bunyi kruk yang nyaring "Menyerang? Aku cuma membela diri dari pelayan yang tangannya gatal ingin menampar majikan. Merusak gaun? Aku menyebutnya 'redesain'. Dan soal menghina..." Elara melirik Julian lalu beralih ke Cassian kakak pertamanya yang dari tadi diam membatu.

"Aku cuma jujur. Keluarga ini terlalu sibuk sama gengsi sampai lupa kalau anak kandungnya sendiri dibiarin tidur di atas jerami" lanjut Elara. "Kalau Ayah malu punya anak ngga punya mana seperti aku ya udah buang aja sekalian ke pasar. Daripada disimpen di gudang tapi tiap hari dikasih hinaan, telingaku cape dengernya"

Duchess Beatrice yang duduk di samping Duke langsung histeris "Dengar itu Alaric! Dia benar-benar sudah tidak punya urat malu! Dia bahkan berani menghina penampilanku kemarin!"

Elara tertawa kecil, suara tawa yang jernih tapi terdengar sangat meremehkan "Ibu, kejujuran itu emang pahit tapi lebih pahit lagi kalau Ibu tampil di pesta dengan bedak setebal tembok semen sementara anak Ibu kelihatan kaya gembel begini. Orang-orang bakal mikir apa? Duke Astoria kaya raya tapi pelit nutrisi sama anak sendiri?"

Cassian si jenius pedang yang sedari tadi hanya menyimak akhirnya angkat bicara dengan nada rendah "Kau berubah Elara. Apa yang kau incar dengan sikap kurang ajarmu ini?"

Elara menatap Cassian lalu tersenyum tipis "Yang aku incar? Simpel kok, aku cuma mau hidup tenang, makan enak, dan punya kasur yang ngga bikin punggung encok. Kalau kalian ngga bisa kasih itu sebagai keluarga ya biarkan aku cari sendiri dengan caraku sendiri. Termasuk 'meminjam' daging di dapur tengah malam"

"Kau..." Alaric mengepalkan tangan "Kau akan dihukum karena kelancanganmu ini!"

"Hukum aja. Paling banter dibuang ke gudang lagi kan? Atau mau dikirim ke biara?" Elara bangkit berdiri, membawa sisa apel di tangannya "Tapi ingat satu hal, kalau nama Astoria sampai tercoreng gara-gara berita 'Putri Pertama Ternyata Dibuang karena Ayahnya Pilih Kasih' jangan salahin aku ya. Otakku mungkin ngga punya mana tapi kalau soal bikin skema penghancuran reputasi... aku jagonya"

Elara melenggang pergi meninggalkan meja makan yang mendadak sunyi senyap. Lilian yang dari tadi duduk manis di pojokan hanya bisa gemetar menyadari kalau "mangsa" yang biasanya dia injek-injek sekarang sudah berubah jadi pemangsa yang sangat berbahaya.

"Oh satu lagi!" Elara menoleh di ambang pintu, menatap Julian "Jangan lupa kompres matanya pakai timun Julian. Biar pandanya ngga permanen. Permisi!"

Pintu ruang makan tertutup dengan suara bantingan yang mantap menyisakan keheningan yang menyesakkan. Duke Alaric masih mematung di kursinya dan tatapannya kosong namun rahangnya mengeras. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, sang kepala keluarga Astoria dibuat bungkam oleh anak "gagal" yang selama ini ia anggap tidak ada.

"A-Alaric... Kamu dengar itu? Dia mengancam kita!" pekik Beatrice pecah, memecah kesunyian "Dia mau menghancurkan reputasi kita! Putri tidak tahu diri itu benar-benar—"

"HUWAAAAAAA!"

Tiba-tiba suara tangisan pecah di ujung meja. Lilian menutup wajahnya dengan kedua tangan bahunya berguncang hebat.

"Ayah... Ibu... gimana dengan pesta ulang tahunku dua hari lagi?" rengek Lilian dengan nada yang sangat menyedihkan "Gaun itu... gaun sutra yang sudah kupesan berbulan-bulan satu-satunya yang tercantik untuk menyambut para tamu... sekarang sudah jadi sprei kotor di gudang!"

Lilian menurunkan tangannya memperlihatkan mata yang sudah sembab akting yang sempurna "Kak Elara pasti sengaja. Dia iri karena aku akan menjadi pusat perhatian di pesta. Dia ingin aku tampil dengan baju sisa supaya semua orang menertawakanku. Ayah bagaimana aku bisa keluar rumah kalau begini?"

"Lilian sayang jangan menangis. Ibu akan pesankan gaun yang lebih mahal dari ibukota!" Beatrice mencoba menenangkan tapi hatinya juga terbakar amarah.

"Tapi ngga akan sempat dalam dua hari Bu!" potong Lilian sambil tersedu-sedu "Semua orang akan tahu kalau Elara Astoria merusak gaun adiknya sendiri. Berita itu akan menyebar lebih cepat daripada sihir kak Julian! Kak Elara jahat sekali..."

Julian yang sedari tadi sibuk memijat pelipisnya karena pusing, mendengus kasar. "Dia bukan cuma jahat Lilian. Dia sudah kehilangan akal sehatnya. Dia memanggilku panda dan dia sama sekali tidak takut pada api biruku. Ada yang aneh dengan dia"

"Aku setuju" sahut Cassian pendek. Kakak tertua itu akhirnya berdiri dari duduknya, matanya menatap tajam ke arah pintu tempat Elara keluar tadi "Dia tidak bicara seperti orang gila. Dia bicara seperti orang yang tahu persis di mana letak kelemahan kita yaitu reputasi"

Duke Alaric akhirnya menggebrak meja sekali lagi tapi kali ini lebih pelan namun terasa lebih mematikan "Pesta ulang tahun Lilian harus tetap berjalan sempurna. Aku tidak akan membiarkan satu anak gagal mengacaukan nama besar Astoria"

"Lalu apa yang harus kita lakukan pada Elara Ayah?" tanya Julian dengan nada dendam "Apa kita kunci saja dia di dalam penjara bawah tanah agar tidak bisa keluar saat pesta?"

"Jangan" sela Cassian dingin "Jika dia hilang saat pesta orang-orang akan bertanya di mana Putri Pertama. Itu justru akan memancing gosip. Biarkan dia tetap di gudang tapi perketat penjagaan, kita akan bilang kalau dia sedang tidak enak badan. Dan Lilian..."

Cassian menatap adik pungutnya itu dengan datar "Berhenti menangis. Besok aku akan meminta penjahit terbaik kerajaan untuk menyelesaikan gaun baru dalam 24 jam. Tapi pastikan jangan sampai Elara mendekati area pesta lusa. Kalau dia sampai muncul dan membuka mulut pedasnya itu di depan tamu... tamatlah kita"

Di pojok meja, Lilian mengangguk pelan sambil mengusap air matanya. Namun di balik sapu tangan itu bibirnya menyunggingkan senyum tipis.

"Elara, kau pikir kau sudah menang? Kita lihat saja di nanti, siapa yang akan benar-benar dibuang" batinnya licik.

___

Elara berjalan santai di koridor menuju gudangnya namun langkahnya terhenti di balik pilar besar saat mendengar suara bisik-bisik dari arah dapur.

"Eh kamu sudah dengar? Pesta ulang tahun Nona Lilian lusa bakal mewah banget! Katanya Duke pesan kue tingkat tujuh dari ibukota"

"Iya dan kabarnya Nona Elara bakal dikunci rapat di gudang supaya ngga bikin malu. Kasihan ya tapi ya mau gimana lagi dia kan nggak punya mana, anak gagal"

Elara yang mendengar itu bukannya sedih malah menyunggingkan senyum miring. "Dikunci? Ngga diundang?" gumamnya pelan "Lucu banget. Mereka pikir mereka bisa bikin pesta tanpa bintang utamanya?"

Malam harinya bukannya tidur Elara justru menyelinap keluar menuju paviliun tamu tempat penjahit terbaik kerajaan Madam Celine menginap untuk menyelesaikan gaun baru Lilian.

Lewat jendela yang terbuka sedikit Elara melihat seorang asisten muda bernama Nina sedang menangis sesenggukan. Di depannya sebuah gaun pesanan Duchess Beatrice dari kain Aurora Silk, kain paling mahal yang bisa berubah warna tampak robek besar di bagian dada karena kesalahan potong.

"Habislah aku... Madam Celine pasti akan memecatku dan Duke akan menghukumku" isak Nina putus asa.

Elara melompat masuk lewat jendela dengan gerakan seringan kucing membuat Nina hampir berteriak kalau saja Elara tidak membekap mulutnya.

"Sstt! Mau selamat atau mau lanjut nangis sampai diusir?" bisik Elara dingin.

Nina gemetar melihat Nona Elara yang dikabarkan gila ada di depannya "N-Nona? Apa yang Anda lakukan di sini?"

"Aku bisa bantu kamu benerin robekan itu tanpa kelihatan bekas jahitan sama sekali" ucap Elara sambil mengambil jarum dan benang perak

"Di duniaku... maksudku aku punya teknik jahitan 'bayangan' yang ngga diketahui orang di sini. Robekan itu bisa aku sulap jadi motif bordir kelopak bunga yang justru bikin gaunnya makin mahal"

Nina tidak punya pilihan lain. Dia membiarkan Elara bekerja. Dengan ketelitian jemari yang biasa memperbaiki barang-barang teknis Elara menyulam robekan itu menjadi detail bunga Lily yang sangat hidup. Dalam satu jam gaun itu kembali sempurna bahkan lebih indah dari desain aslinya.

Nina terpana melihat hasilnya "Ini... ini luar biasa! Nona bagaimana bisa?

"

"Ngga usah banyak tanya. Sekarang aku mau imbalannya" Elara menatap tumpukan kain di pojokan "Aku tahu ada satu gaun sampel yang ditolak Lilian karena warnanya menurut dia terlalu pucat, brikan itu padaku dan beberapa potong kain sisa Aurora Silk ini"

Nina ragu tapi karena Elara baru saja menyelamatkan nyawanya dia memberikan gaun satin berwarna midnight blue yang elegan itu. Gaun itu simpel tapi di tangan Elara, dia tahu itu akan jadi senjata mematikan.

"Satu lagi Nina," Elara mengedipkan mata sambil membawa bungkusan gaunnya "Jangan bilang siapa-siapa aku di sini dan minta satu jarum dan beberapa benang hehehe"

Kembali ke gudang Elara menatap gaun midnight blue itu "Lilian suka warna pink yang mencolok kaya permen karet? Bagus, biar aku aja yang jadi langit malam yang bakal menelan semua cahayanya".....

_______________________________________________

Haii teman-teman jangan lupa tinggalin like sama komen yaaa biar aku tambah semangat update🌹

1
Pa Muhsid
linggis itu linggis
Diajeng rini: hai kakk jangan lupa tunggu kelanjutannya yaa
total 1 replies
aku
sumpahmu basi li 😌 krn yg kluar dr mulutmu cm bau jigong 🤣
Diajeng rini: hai kakkk jangan lupa baca kelanjutannya yaaa
total 1 replies
aku
beneran iq ndlosor kluarga siji ki. udh kyk gt loh pdhl sifate 😌 msh d blg kesayangan 🙄 😌
aku: kan yg nulis anda autooooorr 😭😭 napa jd ikut heran 🤣🤣🤣
total 2 replies
Pa Muhsid
awokawok
Pa Muhsid
jangan sampai ada plot cinta segi tiga
Pa Muhsid
Xander tor chemistry nya dapat di Xander kalo kaelen dari awal seperti,,,, teman👯👯👯 asik aja gak ada feel nya
Diajeng rini: YAKANNNNNNN, tunggu aja kelanjutannya gimana, kira2 xander atau kaelen😍
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🗿
Diajeng rini
makasiiii🫶🫶🫶🫶
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* moga-moga nggak ada genre haramnya
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* hancurkan dan bumi hanguskan wanita murahan itu
Diajeng rini: ahahahah😭😭
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 👍
McBos
pilih Kaisar Udin aja thor
Diajeng rini: haha udin
total 1 replies
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* up
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Smile/
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* 🙂
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°* /Shy/
McBos
°* (\(\ ⠀(\ /)
⊹.(๑´³`(⁎˃ᴗ˂⁎)˚. ⊹
°* /⌒つ ⊹O )⊹.°⊹.°*
McBos
⊂_ヽ
\\
\( ͡° ͜ʖ ͡°)
> ⌒ヽ
/ へ\
/ / \\
レ ノ ヽ_つ
/ /
/ /|
( (ヽ
| |、\
| 丿 \ ⌒)
| | ) /
ノ ) Lノ
(_/
McBos
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
McBos
ingat komen ya kalau suka~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!