NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Cinta

Tiba-tiba Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:123
Nilai: 5
Nama Author: nisa_prafour

Aruna Prameswari tidak pernah tahu bagaimana hidupnya berubah menjadi runyam. Semenjak Kedatangan sosok Liam Noah Rajasa, Atlet bola sekaligus Pengusaha ibukota. Hidupnya dibuat kacau balau sejak laki-laki itu selalu merecoki harinya yang gitu-gitu aja. Kerja, lembur, nongkrong, dan pulang.

Laki-laki itu semakin gencar mendekati dirinya ketika tahu kalau dirinya baru saja putus dari pacarnya, padahal Aruna masih belum begitu move on. Namun Liam dengan segala usahanya hingga membuat dirinya menyerah dan cinta itu datang tiba-tiba.

akankah Cinta Aruna yang datang tiba-tiba berakhir dengan indah atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nisa_prafour, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

Ruangan serba putih itulah yang didapati dua iris coklat madu milik Aruna. Kelopak matanya mengerjap pelan sambil ia mencoba mengenali tempat ini. Detik berikutnya hembusan nafas kasar keluar begitu saja dari mulutnya. Ditambah lagi ketika ia baru menyadari jika salah satu tangannya terdapat jarum infus yang menempel.

"Hai"

Aruna menoleh dan sedikit terkejut ketika mendapati sosok Shayne sudah berdiri disamping ranjangnya. Laki-laki itu menatapnya lamat-lamat.

"Noah? why are you here?"

"Kamu pingsan jadi dibawa kesini"

"Ini dimana?"

"Klinik latihan--don't move too much Run!!"

Noah sontak menahan Aruna yang hendak bangkit dari tidurnya. Ia menahan lengan Aruna agar gadis itu tetap pada posisinya, Namun itu hal yang sia-sia karena Aruna sudah terduduk dan bersandar pada kepala ranjang.

"Kamu belum jawab pertanyaan ku. Kenapa kamu bisa disini?"

"Kenapa nggak bisa?"

"Noah?"

Laki-laki itu malah terkekeh kecil lalu berinisiatif memberi Aruna air mineral yang tersedia diatas nakas, "Kamu dibawa Marinos kesini. He's really worried about you "

"....."

"Sebenarnya Rehan dan Marinos menjaga mu tadi. Tapi mereka ada urusan penting dengan pelatih jadi aku kemari menawarkan diri untuk menjagamu"

"Why?"

"There's no reason. I just wanna to see you"

"Seharusnya nggak perlu Noah. Kamu juga pasti sibuk kan?"

"Mereka yang meeting dengan pelatih hanya beberapa Run. Jadi nggak semua pemain ikut"

Aruna terdiam. Kini kedua matanya secara terang-terangan menatap Shayne lalu menarik sebuah senyum simpul untuk laki-laki itu, " Thank you ya. Udah mau nemenin aku"

"Anytime"

"Btw, ini waktunya makan siang. Kamu sudah lunch?"

"Itu Bisa diatur"

"Kamu itu atlet jadi tubuhnya harus selalu fit"

"Berarti kalau bukan atlet bisa bebas nggak makan?"

"Maksudnya?"

"Like you. Kamu gitu kan? Suka telat makan"

Aruna kicep seketika. Mulutnya otomatis mengerucut dan itu mampu membuat tawa Shayne lagi-lagi tercipta.

"Aku kan terpaksa kayak gini Noah"

"I know. Jangan terlalu fokus bekerja Run meski itu tuntutan, Just enjoy your life "

"....."

"....."

"....."

"Run?" Suara Noah kembali terdengar setelah keheningan beberapa saat, Laki-laki itu menatapnya .

"Hm?"

"May I ask something?"

"Apa?"

"Kamu dan ... Mmm Marinos, is it still have relationship?"

"Relationship? Berhubungan maksud kamu?"

"Mmm ya begitulah. Sorry jika pertanyaan ku kurang ajar atau terlalu menuju ranah pribadimu"

"Kok nanya itu tiba-tiba?"

Menggaruk tengkuknya yang tidak gatal Noah sedikit jadi salah tingkah.

"Just .. mm entahlah penasaran aja. Tapi kalau nggak nyaman ngga usah jawab"

"No no! It's okay Noah. Mmm ... awalnya aku juga khawatir jika hubungan ku dan Rinos diketahui banyak orang, Namun makin kesini kurasa aku nggak perlu menutupi apapun toh sudah banyak yang tau juga terutama yang dekat dengan ku maupun Rinos dan nggak papa jika mereka tahu. Terlebih lagi ini bukan cuma tentang hubungan ku dan dia melainkan dengan anak-anaknya "

"Apa itu menganggu mu? Maksudku status Marinos?"

Aruna menggeleng. Ia membenarkan letak selimutnya yang melorot untuk menutupi kaos v neck yang sedikit memperlihatkan belahan dadanya. Sial! Aruna jadi malu sendiri, Kenapa juga blazernya tidak dikancingkan tadi.

Ia yakin Noah melihatnya meskipun laki-laki itu tidak sengaja. Dan ia tidak akan menyalahkan Shayne karena ini memang murni salahnya.

"Aku nggak masalah dengan statusnya. Yang jadi permasalahannya justru anak-anaknya"

"Kamu nggak suka anak-anak?"

"No! Bukan begitu Noah. Terlalu rumit untuk dijelaskan.. kamu pasti paham kan?"

Laki-laki itu memilih hanya menganggukkan kepalanya. Enggan bertanya lagi pada Aruna. Ia juga tidak ingin mengorek lebih dalam tentang kisah asmara gadis didepannya ini. Apalagi mereka tidak sedekat itu untuk saling bertukar cerita tentang kehidupan pribadinya.

.

.

.

.

.

"Noah"

"Noah?"

"Thank you ya"

"Take me please Noah"

"NOAH!!!!"

Nafas tersengal dan seluruh tubuhnya dibanjiri oleh keringat hingga membuatnya basah kuyup, Noah terbangun dari tidurnya pagi itu. Ia memejamkan matanya tatkala sadar jika suara-suara barusan hanyalah mimpi.

Brengsek! Kenapa dua hari belakangan ini ia selalu memimpikan hal yang sama. Berulang pula? Suara itu ... Suara lembut milik Aruna yang selalu datang di mimpinya entah kenapa. Serta senyum kecil gadis itu selalu berhasil memenuhi ruang di otaknya. Ia seperti di doktrin agar selalu mengingat senyum dan suara lembut milik Aruna.

Tapi kenapa? Apa Mungkin ia hanya kelelahan saja akibat pertandingannya kemarin? Atau karena beberapa hari kemarin karena itensitas ia dan Aruna bertemu sangat banyak?

"Damn!! Sial!" Ia mengumpat pelan dan akhirnya ia bangkit dari ranjang hotel untuk membersihkan dirinya sebelum ia meninggalkan Jakarta hari ini. Iya bukan meninggalkan Indonesia melainkan Jakarta.

Ia dapat jatah liburan ke Bali bersama para teamnya atas kemenangan tiga kali berturut-turut pertandingan yang mereka dapatkan. Dan kini mereka mendapatkan jatah holiday selama 3 hari penuh di pulau Dewata itu.

"Sudah selesai?"

Noah yang baru menyelesaikan mandi dan persiapannya menoleh pada sumber suara. Sosok Cave sang asisten pribadi berdiri dengan beberapa koper miliknya yang sudah siap.

"Ya"

"Ada yang mau kupastikan" Cave kembali bersuara, Laki-laki seumuran dengan Noah itu kemudian mengangkat sebuah tas jinjing berwarna putih kehadapan Noah.

"What?"

"Ini milik Aruna kan?"

Memejamkan matanya sambil menghembuskan nafasnya pelan, Noah mengambil ahli travel bag itu. Sialan! Kenapa ia bisa lupa akan travel bag itu?

"So?"

"What?"

"Mau kau apakan travel bag nya?"

"Ku kembalikan"

"Caranya?"

"Tinggal menghubunginya atau kuberikan pada Rehan"

Cave terbahak, Ia sampai melepas kacamatanya untuk mengusap air matanya yang turun, "Opsi kedua adalah opsi paling tolol. Kau ingin Rehan menginjak kepalamu?"

"Aku tidak takut. And thats not Funny Cave! Jangan tertawa!"

"Kau memang tidak takut, tapi bagaimana dengan respon Aruna ketika tau kau nekat memberi tahu Rehan dengan apa yang sudah terjadi"

"Jangan ambigu brengsek! Aku hanya pergi berlibur dua hari. Itupun aku yang gegabah dan tidak terjadi apa-apa!"

"Siapa yang tahu bodoh! Aku bukan orang lain yang tidak paham bagaimana hatimu Mr. Patingga "

"....."

"Sebaiknya kau langsung hubungi saja dia. Mau diapakan tas nya itu rundingkan saja dengannya sekarang. Kita nggak punya banyak waktu"

"Jam berapa penerbangan ke Bali?"

"Dua jam lagi"

Noah terdiam. Kali ini otaknya berfikir keras entah apa yang jelas saat ini ia sedang memikirkan cara untuk mengembalikan tas milik Aruna. Karena kemarin, ia kebanyakan ngobrol dengan Aruna hingga lupa jika tas milik gadis itu masih tertinggal dengannya.

"Cave?"

"What?"

"Bagaimana menurutmu?"

"Apa?"

"Tentang travel bag ini"

"I don't know brengsek!"

"Dimana Rafa?"

"Liam?"

"Iya"

"Dia sudah berangkat setengah jam yang lalu. Dia menunggumu di Bandara"

"Berikan aku uang cash. Rupiah, Nanti ku ganti setelah kita bertemu "

"Setelah kita bertemu?"

"Nanti kutelfon. See you in Bali Cave"

"Kau kemana brengsek-- HEY!! NOAH!!!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!