NovelToon NovelToon
Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:872
Nilai: 5
Nama Author: Iqbal Pertha

black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."

" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kedatangan

" ay mau bagaimanapun sikapnya itu tetap orang tuamu, jika ayah marah dan benci padaku itu menjadi urusanku, selama ayah tidak menyakiti kamu dan Sasa, yang lain aku terima dengan baik baik saja...." ujar Bisma.

" aku tidak tau jika kamu memiliki sisi seperti ini, aku bersyukur karena kamu menjadi suamiku, dan mau memilihku menjadi istrimu, aku merasa seperti wanita yang sangat beruntung." ujar ayu.

" itu harusnya aku yang katakan, selama ini aku sudah tidak terhitung, menyakiti kamu dan Sasa, sekarang aku hanya akan menebusnya membuat kalian bahagia." ujar Wira.

" Wira...." ujar ayu matanya menghangat tidak tau sesuatu di sana seperti memaksa untuk keluar. Sedang kan hatinya begitu bahagia.

" um.... Apa....." tanya Wira.

" aku sayang kamu...." ucap ayu.

" apa....." Wira.

" aku sayang kamu Wira...." ayu.

" kenapa kenapa...." Wira.

" Wira......." ayu merajuk.

" hahahaha... Aku paling suka istriku. I LOVE YOU ISTRI." ujar Wira begitu romantis dan pelukan hangat penuh cinta.

" l love you to...." jawab ayu pelan membenamkan wajahnya dalam dada Wira karena malu dan salah tingkah.

Hari ini Aditya dan Satya berkunjung ke rumah Wira untuk menandatangani dokumen atas kerjasama Wira dengan perusahaan milik aditya. Satya adalah wakil atau orang langsung di bawah mister x untuk menjalankan Lion grup selama bertahun tahun. hari ini datang untuk pertama kalinya Satya secara langsung ingin bertemu mister x , yang dulu ada black hole dan sekarang adalah Wira.

Sebenarnya Satya dan mister x sudah sering bertemu hanya saja mister x selalu menggunakan identitas dari black hole untuk menemui saya, ketika saya ingin melaporkan sesuatu, atau mister x ingin menyampaikan sesuatu pada Satya.

Satya yang untuk pertama kalinya akan bertemu dengan mister x dan harus bermain peran sebagai kawan dari Wira yang pernah Wira tolong dulu. Kali ini dan hari ini dia sangat takut membuat kasalahan.

Wira sudah beberapa kali menghubungi Satya sejak hidup dengan tubuh Wira, dan merancang serta menyusun beberapa hal untuk menyiapkan masa depan.

" akhirnya tiba juga....." ucap Aditya yang sudah memasuki area luar rumah Wira.

" hahaha... Bagaimana perjalanan dari kota S apa berjalan lancar." ujar Wira basa basi.

" walau terjebak macet di beberapa titik tapi tidak ada masalah lainnya semua lancar." jawab Aditya.

" bagus.... Bagus.....

Eh Sat akhirnya kamu sampai juga ke gubuk ku ini." ujar Wira pada Satya yang sejak tadi sangat gugup sekaligus sangat senang bisa bertemu muka dengan orang yang paling di cari oleh seluruh dunia.

" hahaha, ada apa dengan bicaramu itu kawan. rumah senyaman ini aku juga mau tinggal di sini jika ada satu." ujar Satya.

" tidak ada di sini sudah tidak ada rumah lagi untuk mu, kamu setelah ini lebih baik segera kembali ke kota S." ujar Wira.

" eh kenapa." tanya Satya.

" aku merasa tidak aman istriku jika ada kamu di sekitar sini." ujar Wira konyol.

Apa lagi ayu yang mendengar ucapan Wira itu sungguh terkejut dan tidak menyangka akan mengatakan itu.

Satya pun melihat ayu sejenak.

" perhatikan pandangan matamu itu." ucap Wira.

" sudah sudah mengapa malah mengobrol di luar, suami ayo ajak tamu masuk untuk mengobrol di dalam, sekaligus kita makan siang karena ini sudah waktunya makan siang." ujar ayu.

" ah tidak perlu kami sudah makan siang." ujar Aditya.

" benar kami mampir di restoran untuk makan ." Satya.

" karena sudah datang jangan menolak, itu tidak baik, dan aku merasa tersinggung. Ucap Wira.

Hari itu pun dilewati dengan banyak mengobrol beberapa hal, Wira yang begitu welcome, membuat suasana sangat nyaman, Wira juga menambahkan bumbu humor.

hingga tidak terasa hari itu sudah petang dan Aditya beserta Satya memutuskan untuk menyudahi hari itu, dan akan berlanjut lagi di kesempatan mendatang.

" Satya itu kah orang yang kamu tolong dan sekaligus menjadi teman." tanya ayu.

" ya benar....." ujar Wira.

" Dia sama seperti firman begitu mengagumi dan menghormati mu walau hanya sekedar teman." ujar ayu, Wira merasa geli intuisi istrinya ini terlalu tajam, Wira sudah melihat akting Satya sudah cukup bagus.

" bagai mana istriku ini tau." tanya Wira.

" dari pandangan matanya, dan dari cara dia mengobrol denganmu yang begitu menjaga setiap kata yang akan di katakan." ujar ayu.

Wira merasa di sudutkan istrinya terlalu tidak bisa di prediksi sekalinya mengungkapkan sesuatu.

" hahaha istriku luar biasa, jika istriku melihat ku sekarang bagai mana." ujar Wira.

" aku tidak tau tapi yang pasti kamu itu misterius sulit untuk menebak mu." ujar aku.

" hahaha kamu hanya membuatnya sulit ay, bagai mana aku sekarang, ya sekarang aku sangat mencintaimu dan Sasa. Esok atau kapan pun kalian adalah orang yang akan selalu aku bahagiakan." ujar Wira.

" aku juga tidak tau jika suamiku semakin hari bermulut manis." ucap ayu.

" kamu suka istriku." ujar Wira.

ayu tersenyum lembut matanya menatap mata Wira yang begitu dalam.

" jika istriku suka aku akan mengatakan segala sesuatu yang manis setiap hari." ujar Wira.

" diabetes donk ....." ucap ayu.

" tidak masalah,...." ujar Wira.

Kemudian keduanya tertawa dan setelah tertawa mereka saling menatap satu sama lain, dan Wira pun yang mengambil langkah pertama.

" ay apa mens mu sudah selesai." tanya Wira.

" um...." jawab ayu.

" boleh aku melakukannya...." tanya Wira.

" boleh nggk ya...." ayu.

" jangan membuatku gila ay...." ujar Wira.

" bagai mana jika aku menolak...." ucap ayu.

" jangan ay tubuh mu adalah canduku....." ujar Wira.

" gombal....." ujar ayu terbuai tiap kali Wira melontarkan kata kata rayu.

karena tidak sabar Wira menindih ayu wajah mereka hanya terbatas ujung hidung mereka masing masing.

" boleh kah aku mendapatkannya sekarang...." ujar Wira.

" ambil sayang.... Aku milik mu...." ayu.

" terimakasih istriku." ujar berbisik Wira ke leher ayu membuat ayu berdesir mengawan.

Ahkkkkk... suara ayu saat Wira mengigit telinga ayu.

...****************...

3 hari kemudian Santi kembali menghubungi ayu, Santi mengatakan ingin bertemu dengan ayu.

" halo ada apa kak....." ayu.

" boleh aku datang ke rumahmu...." Santi.

" tidak jika itu bersama ayah, aku masih tidak bisa bertemu dengannya." ujar ayu.

" tidak aku datang sendiri...." ujar Santi.

" apa kakak bisa di percaya...." ayu.

" kamu tenang saja...." ujar Santi.

" baiklah aku akan sharelok." ayu.

" um...." Santi.

beberapa menit kemudian.

" ayu ini rumah kamu sekarang....." ujar Santi begitu takjub.

" iya kak, tapi tolong jangan bilang ayah dulu ayu masih belum siap." ujar ayu. Keduanya cukup dekat walau hanya ipar.

" kamu tenang saja. Lalu di mana suami bajingan mu itu..." ujar Santi.

" kak namanya Wira." ayu.

" terserah lah Wira Wiri wuru. Nama itu bagai limbah tercemar menyebutkannya saja bikin gatal." Santi sangat kesal sepertinya pada Wira.

" kakak...." ayu.

" hah iya iya iya baik lah Wira...." ucap Santi seperti terpaksa.

" Wira pergi untuk menjemput Sasa Duduk kak." ujar ayu.

" ayu, jika melihat latar belakang Wira bisakah Wira memiliki banyak uang untuk melunasi semua hutang dan membelikan mu rumah." ujar Santi penasaran dari mana asal muasal semua ini

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!