mantan tim keamanan negara yang bernama Darren mengundurkan diri tinggal ditengah hutan, dirinya dikabarkan oleh sahabatnya bahwa presiden hilang. akhirnya Darren dan tim khusus dibawah naungan Samuel menyusun rencana untuk membebaskan presiden Roland dari jeratan musuh. masalah cinta, konspirasi, serta manipulasi diungkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
the return of Mr Darren
...“Seenaknya kalian bilang!!! Kalian sudah membuat wanita ini trauma dan berusaha melecehkan nya” ucap Darren tetap tenang....
...“Dia sedang melindungi ku” ucap Clara dalam hati....
...“Banyak bacot” ucap salah satu pria itu dan langsung menyerang Darren, Darren yang jago bela diri membalas pukulan dua pria itu dengan tangan kosong. Dua Pria itu dipukul nya hingga tersungkur di jalan sampai salah satu pria itu mengambil pisau dari balik saku celana belakang melangkah menyerang Darren kembali, Darren yang sedikit lengah tergores di bagian lengan namun tangan Darren juga dengan gesit mencekik pria berandalan tersebut lalu menonjoknya hingga pingsan. Clara yang menelepon polisi dengan suara gugup karena ketakutan sampai tangannya gemetar....
...Tak lama polisi datang menangkap dua pria berandalan tersebut, Darren duduk ditepi jalan sambil memegang tangannya yang mengeluarkan banyak darah. Clara mendekati darren duduk disampingnya, “coba aku lihat” ucap Clara sambil meraba lengan Darren yang berdarah....
...“Gak usah” ucap Darren beranjak berdiri yang ingin pergi dari hadapan Clara....
...“Aku obati lukamu sebagai tanda terimakasih ku sama mu”....
...“Gak perlu”....
...“Kamu cowok jahat, jahat banget” ucap Clara menangis....
...“Diantara kita sudah gak ada hubungan lagi, kamu bebas melakukan hal yang kamu suka begitupun juga dengan aku” ucap Darren meninggalkan Clara....
...“Kamu adalah laki laki egois, kamu sudah menghancurkan impian dan hidupku, aku benci sama kamu Darren” teriak Clara....
...Darren berjalan cukup jauh dia meneteskan air matanya, “maafkan aku Ra, bukan maksudku mempermainkan cintamu. Hatiku masih untukmu Ra” ucapnya tanpa menengok kebelakang....
...Clara menangis sesenggukan yang tak lama dibelakang ada mobil Jeep yang menghampirinya lalu Clara di bekam sampai pingsan dimasukkan kedalam mobil jeep oleh seseorang....
...Mobil Jeep itupun juga melintasi Darren yang berjalan menuju rumah orang tuanya. Seseorang yang didalam mobil tersenyum sinis menatap Darren yang sedang berjalan....
...Darren membuka pintu rumahnya yang sudah lama ia tinggalkan, dia mengingat setiap kenangan manis bersama orang tua serta adiknya. Darren sambil membayangkan ketika dirinya waktu kecil sedang main kejar-kejaran dengan adiknya hingga menabrak ibunya yang sedang membawa panci berisikan tepung terigu hingga tepungnya tumpah semua, Darren pun dihukum oleh ibunya untuk membantunya untuk membersihkan tepung yang berserakan dilantai sedangkan adiknya dihukum mengantarkan air minum untuk ayahnya yang sedang berkebun di belakang rumah. “Makanya kalau kejar-kejaran hati hati” ucap ibunya sambil mencolek tepung di hidung Darren....
...“Ibu” ucap Darren dengan nada manja....
...“Bu, aku sudah antar air minum untuk ayah” ucap adiknya menghampiri mereka yang masih didapur....
...“Ya sudah kamu bantu kakakmu untuk bersihkan ini semuanya, ibu mau kepasar sebentar” ucap ibunya sambil melepas celemek....
...“Oke deh Bu” ucap adiknya pasrah....
...Darren tersadar dari ingatan masa kecilnya, dirinya lalu ke lantai atas ke kamarnya disana dia mengingat kembali saat malam hari ibunya datang membawakan segelas susu lalu membacakan dongeng agar dirinya bisa tidur sambil mengelus-elus kepalanya....
...Darren mengambil foto keluarga yang terpajang di meja belajarnya, dirinya duduk diatas ranjang sambil memeluk foto tersebut “ibu, ayah, jenny kan ku balas semua ini untuk kalian” ucapnya sambil tidur diatas ranjang....
...Pagi hari Darren terbangun dengan keadaan nafas tersengal-sengal, “mimpi buruk lagi” ucapnya sambil mengambil jaket yang dilepasnya semalam....
...Baru turun dari tangga Samuel menelpon Darren memberitahu bahwa semua bukti sudah terkumpul tinggal eksekusi nya saja, “agak siangan aku ke markas” ucap Darren....
...“Are you okay Darren?” Tanya Samuel agak cemas karena suara Darren sedikit berbeda....
...“I am fine hanya sedikit flu aja”....
...“Kayaknya bukan karena flu tapi habis nangis yang gak berhenti henti”....
...“Ngasalll.. sudah lah” ucap Darren sambil mematikan teleponnya....