NovelToon NovelToon
Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Shofiyah 19

Cinta sejati itu mengikhlaskan, merelakan dan melepaskan. Membiarkan bahagia orang yang kita cintai. Meskipun bahagianya dengan orang lain dan bukan bersama kita. Manusia hanya bisa berencana tapi tetap Allah yang menentukan bagaimana ke depannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shofiyah 19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Pagi kembali menyapa. Hari ini adalah hari jumat. Seluruh santri dibebaskan untuk keluar pondok. Tapi mereka sudah harus kembali sebelum adzan ashar. Tentunya banyak santri yang tak ingin menyia-nyiakan waktu berharga ini.

Seperti saat ini, Asya dan Rara tengah berkeliling di area pusat perbelanjaan. Asya memutuskan untuk membeli beberapa gamis dan kerudung.

Sedari tadi Asya sibuk memilih-milih gamis dan kerudung. Rara hanya mengamati keadaan sekitarnya saja.

"Kamu nggak mau beli juga Ra?," tanya Asya yang sibuk memilih gamis

"Enggak Sya. Lagian punyaku juga masih bagus-bagus," jawab Rara sambil tersenyum

"Udah, kamu ambil aja gamis sama kerudung yang kamu suka. Nanti aku yang bayarin," ucap Asya santai

"Nggak usah Sya," tolak Rara sungkan

"Nggak papa kali Ra. Itung-itung hadiah dari aku buat sahabatku ini," ucap Asya sambil tersenyum

"Em- makasih loh," jawab Rara

"Santai aja kalo sama aku," ucap Asya terkekeh

Setelah mendapatkan pilihan masing-masing, Asya mengajak Rara untuk makan terlebih dahulu sebelum nantinya pulang ke pesantren. Mereka memutuskan untuk makan pecel lele di pinggir jalan sambil mengamati kendaraan yang berlalu lalang.

Setelah makan, mereka menuju halte terdekat untuk menunggu bus lewat. Karena memang harus segera kembali ke pesantren. Dari kejauhan, nampak seorang wanita paruh baya sedang duduk di halte sendirian.

"Eh, itu bukannya Umi Syakira ya?," ucap Asya memastikan

"Iya bener banget. Ada calon mertua tuh," ucap Rara lalu cekikan

"Udah deh jangan mulai," ucap Asya kesal

"Iya-iya maaf. Kita samperin yuk," ucap Rara

"Ya udah yuk," ucap Asya

Mereka berjalan menuju halte untuk menghampiri pengasuh pesantren itu. Sekalian juga untuk menunggu bus lewat.

"Assalamualaikum Umi," salam Asya dan Rara sesampainya di halte

"Waalaikumsalam," jawab Umi sambil tersenyum

Mereka lalu menyalami Umi Syakira dengan takzim.

"Kalian dari belanja?," tanya Umi Syakira basa-basi

"Iya Umi," jawab Asya dan Rara kompak

Hening. Hanya terdengar suara kendaraan yang saling melintas di jalanan. Tak lama kemudian ada preman yang menarik paksa tas Umi Syakira dan berlari membawanya kabur.

"Astagfirullah copet!," teriak Umi Syakira refleks

"Ra, kamu tunggu di sini ya temenin umi. Biar aku yang kejar copetnya," ucap Asya menitipkan belanjanya ke Rara

"Terlalu berbahaya Nak," ucap Umi Syakira khawatir

"Umi tenang aja," ucap Asya menenangkan

"Hati-hati Sya," ucap Rara khawatir

Asya mengejar copet itu dengan cepat.

"Woy berhenti nggak," teriak Asya sambil mempercepat larinya

Tak kehabisan akal, Asya pun melempar sandalnya dan tepat mengenai kepala preman itu. Lalu preman itupun tersandung batu karena sibuk merasa kesakitan di area kepalanya.

"Balikin tasnya," ucap Asya dingin

"Eh ada ukhti cantik. Boleh nih diajak main dulu," ucap preman meremehkan

"Oh mau ngajak main. Ayo sini dengan senang hati, udah lama banget nih nggak merenggangkan otot-otot," ucap Asya santai

"Sialan nih bocah," geram preman itu

"Tunggu apa lagi, ayo maju," tantang Asya

"Kurang ajar," ucap preman emosi lalu menonjok wajah Asya hingga sudut bibirnya keluar darah

Bug bug bug

Asya dengan lihai melawan preman itu. Menendang, menonjok bahkan melintir sampai preman itu kewalahan.

"Ampun, saya menyerah," ucap preman itu lalu menyerahkan tas Umi Syakira

"Makanya cari kerjaan itu yang halal, Pak," nasehat Asya lalu mengambil tas itu

"Maaf, Neng," ucap preman itu menyesal

"Oh iya, Pak. Ini saya punya sedikit rejeki untuk bapak. Mohon diterima ya, semoga bisa membantu dan tolong cari pekerjaan halal," ucap Asya menyerahkan 10 lembar uang seratus ribu

"Ya Allah, Neng. Ini kebanyakan uangnya," ucap preman tak enak

"Udah nggak papa. Anggap saja itu rejeki Bapak," ucap Asya sambil tersenyum

"Terima kasih ya, Neng. Semoga neng selalu dalam lindungan Allah," ucap preman tulus

"Aamiin. Sama-sama Pak. Saya permisi dulu, assalamualaikum," ucap Asya berpamitan

"Waalaikumsalam," jawab preman

'Ya Allah mulia sekali hati neng itu. Auranya juga bukan seperti orang biasa. Dia seperti keturunan ulama. Ya Allah, lindungilah dia dari segala bahaya' batin preman menatap kepergian Asya

Sedangkan di sisi lain, tepatnya di halte bus gus Kafka sudah sampai untuk menjemput uminya. Tetapi ia sangat terkejut ketika tahu uminya kecopetan dan Asya yang menolongnya.

"Tapi Umi nggak papa kan?," tanya gus Kafka khawatir

"Umi nggak papa tapi Umi khawatir banget sama Asya," ucap Umi Syakira khawatir

"Asya?," tanya gus Kafka memandang Rara

"Iya Gus. Asya mengejar preman itu," ucap Rara menjelaskan

"Lebih baik kamu susul Asya sekarang juga Kaf, umi sangat khawatir dengan dia" ucap Umi Syakira

"Ba-,"

"Assalamualaikum," salam Asya memotong ucapan gus Kafka

"Waalaikumsalam," jawab mereka bertiga sambil menoleh ke asal suara

"Sudut bibir kamu kenapa Sya sampai berdarah kek gitu?," tanya Rara khawatir

'Ya Allah, dia terluka. Itu pasti sakit banget' batin gus Kafka khawatir

"Nggak papa kok Ra," ucap Asya menenangkan

"Oh iya Umi, ini tasnya," ucap Asya sambil menyerahkan tas itu

"Ya Allah, ini pasti sakit ya," ucap Umi Syakira khawatir sambil memegang sudut bibir Asya

"Tidak papa Umi. Ini hanya luka kecil saja," ucap Asya menenangkan

"Apa perlu ke rumah sakit?," tanya gus Kafka menatap luka Asya

"Tidak perlu Gus. Dikasih obat merah juga sembuh nantinya," ucap Asya

"Terima kasih karena sudah membantu Umi saya," ucap gus Kafka sambil tersenyum

"Sama-sama," jawab Asya singkat

"Kalian bareng aja ya ke pesantrennya," ucap Umi Syakira menatap Asya dan Rara bergantian

"Tidak usah Umi, kita naik bus saja," tolak Asya sambil tersenyum

"Udah terima aja lumayan kan satu mobil sama calon," bisik Rara sambil cekikikan membuat Asya mendengus kesal

"Umi tidak menerima penolakan. Ayo bareng aja," ucap Umi Syakira menegaskan

Lalu Asya dan Rara pun masuk ke dalam mobil. Hanya bunyi sholawat yang terdengar di dalam mobil.

Gus Kafka sedari tadi melirik Asya dari kaca mobil. Ia terlihat begitu khawatir melihat luka di wajah cantik Asya.

Tak lama kemudian mereka pun sampai di pesantren. Mobil terparkir sempurna di garasi ndalem. Mereka keluar dari mobil lalu terlebih dahulu menuju ndalem karena memang permintaan Umi Syakira.

_Ruang keluarga_

Umi Syakira begitu telaten mengobati luka Asya. Sedangkan Rara sudah lebih dulu ke asrama tak lupa juga membawa belanjaannya tadi bersama Asya.

"Kamu beneran nggak mau ke rumah sakit, Nak?," tanya Umi Syakira yang membujuk Asya

"Umi tidak perlu khawatir. Asya dulu sudah biasa dapat luka kayak gini," jawab Asya terkekeh sesekali ia meringis karena perihnya luka

"Udah biasa?," tanya Umi bingung

"Iya Umi soalnya Asya dulu sering mewakili sekolah dalan lomba taekwondo. Dari jaman sd sampai smp," jelas Asya sambil tersenyum

"Hebat ya kamu bisa bela diri," ucap Umi Syakira takjub

"Umi bisa aja," ucap Asya terkekeh

Setelah selesai, Asya langsung pamit ke asrama.

"Tunggu," ucap gus Kafka menghentikan langkah Asya

"Ada apa Gus?," ucap Asya pelan

"Ini saya ada salep buat lebam di wajah kamu," ucap gus Kafka menyerahkan kresek hitam

"Tidak perlu Gus," tolak Asya halus

"Sudah terima saja. Saya tidak ingin orang yang saya cintai kenapa-napa," ucap gus Kafka lirih

"Terima kasih," ucap Asya sambil mengambil kresek itu

"Seharusnya saya yang berterima kasih karena kamu telah menyelamatkan wanita yang berharga dalam hidup saya," ucap gus Kafka sambil tersenyum

"Saya permisi dulu, Gus. Assalamualaikum," pamit Asya

"Waalaikumsalam," jawab gus Kafka sambil menatap kepergian Asya

'Ternyata hatiku tak salah pilih' batin gus Kafka

1
Mrs. Ren AW
mampir baca, semoga menarik ceritanya 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!