Varendra Malik Atmadja, seorang arsitek muda yang tampan, ramah, dan sangat telaten, baru saja pindah ke Blok C-17. Sebagai penganut paham "tetangga adalah saudara", Malik bertekad untuk menjalin hubungan baik dengan seluruh penghuni kompleks.
Namun, rencananya membentur tembok tinggi setinggi pagar Blok C-18.
Di sanalah tinggal Vanya Ayudia Paramitha, seorang Game Developer yang lebih suka berinteraksi dengan baris kode daripada manusia. Baginya, ketenangan adalah segalanya, dan tetangga baru yang terlalu ramah seperti Malik adalah gangguan sinyal bagi kedamaian hidupnya.
Awalnya, Malik hanya berniat memberikan camilan sebagai tanda perkenalan. Tapi, setiap sapaan Malik dibalas dengan debuman pintu, dan setiap perhatiannya dianggap sebagai gangguan oleh Ayu.
Lalu, bagaimana jika sebuah paket yang salah alamat dan aroma masakan dari dapur Malik perlahan mulai meruntuhkan pertahanan Ayu? Bisakah Malik merancang fondasi cinta di hati gadis yang bahkan enggan membuka pintu rumahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dalgichigo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Senam Pagi
Minggu pagi di Griya Visual berubah menjadi ajang pembuktian loyalitas warga terhadap sang Papi Gaul. Pak RT Bambang secara resmi mengumumkan kewajiban senam pagi melalui grup WhatsApp dengan misi besar memberantas kebiasaan rebahan warga Blok C. Sebagai pemanis sekaligus ancaman, Pak RT menjanjikan katering lezat dari Mami Kula bagi yang hadir, namun tak segan menjatuhkan denda bagi mereka yang nekat mangkir.
[Grup WA: Warga Guweh]
Pak RT Bambang: Ayo warga! Papi ingatkan lagi, besok jam 07:00 wajib senam pagi! Gak ada alasan rebahan!
Bima: Siap, Pak RT. Kebetulan saya sedang lepas dinas, memang perlu menjaga kebugaran tubuh.
Hani: HADIR PALING DEPAN! 🙋♀️ Bunga-bunga di taman saja semangat menyambut matahari pagi, apalagi aku kalau ada Kapten Jatanras kesayangan ikut senam! 😍
Sarah: Pastinya hadir dong! Sebagai sumber informasi utama Kompleks Griya Visual, saya wajib mendokumentasikan momen sehat ini!
Adit: Pak RT, kalau instrukturnya lelet, biar gue yang ambil alih! Meskipun bapak sudah sewa profesional, jiwa koreografer gue meronta-ronta mau kasih gerakan 'Cinta di Pinggir Empang'! 🕺🔥
Vino: Bah! Kalau ada iming-iming makanan gratis dari katering Mami Kula, tak mungkin aku absen! Lambungku sudah siap berbakti!
Kula: Kula hadir, Pak! Biar Kula yang jaga barisan di dekat anak Bapak, supaya Zahra tidak pegal-pegal habis senam! 👉👈
Malik: Saya ikut meramaikan, Pak RT. Sekalian memastikan keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.
--- Aliansi Kaum Kontra-Kasur ---
Juned: Duh Pak RT, mon kareh ijin! (Duh Pak RT, kalau boleh ijin!) Badan aktor saya hancur lelah habis syuting kemarin. Minggu pagi itu waktu keramat buat pemulihan nyawa!
Ara: Gak bisa. Mata perih. Gue baru selesai maraton anime subuh tadi. Jangan ada yang berani nyetel musik kencang di depan studio gue!
Jisel: Excuse me? Panas matahari pagi itu musuh utama skincare aku. I don't want my skin to get ruined. Impossible!
Kiran: Mohon maaf, Pak. Minggu pagi jadwal saya meditasi untuk menyeimbangkan aura jiwa. Kebisingan senam hanya akan merusak frekuensi ketenangan saya. 🧘♀️🍵
Genta: Aduh Pak RT, Genta mah ada panggilan nyanyi di hajatan pagi-pagi pisan. Lieur kalau harus senam dulu! (Padahal Genta sudah siapin alat pancing di bagasi motor)
Ayu: (Hanya membaca sambil meringis di balik gorden, membayangkan keramaian di lapangan sudah membuat sistemnya error)
Pak RT: "SUDDAH! Papi pusing liat alasan kalian yang macem-macem! Ada yang aura jiwalah, maraton anime-lah, sampe alasan hajatan fiktif! "
Pak RT: "Denger ya! Pokoknya besok jam 07:00 gak ada yang masih narik selimut! Kalau lapangan masih sepi, PAPI BAKAL BAWA TOA MASJID KELILING KOMPLEK DAN BERHENTI TEPAT DI DEPAN PAGAR KALIAN MASING-MASING! "
Pak RT: "Khusus buat @Ayu , @Ara , sama @Juned ... jangan pikir Papi gak tau kalian ada di dalem! Kalau pintu gak dibuka, Papi setel lagu dangdut koplo Genta pake Toa itu kenceng-kenceng biar jendela kalian bergetar! "
Adit: "Waduh! Toa Papi kalau udah bunyi mah radius 1 km juga denger! Juned, mending lu bangun daripada akting lu keganggu suara Toa
Meskipun awalnya banyak yang menolak, ancaman toa dan iming-iming katering Mami Kula berhasil membuat seluruh warga hadir tanpa kecuali. Pemandangan di lapangan sangat kontras karena keberagaman pakaian yang mereka kenakan.
Kiran dan Ara tampak sangat tidak bersemangat dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya. Kiran tetap tampil estetik meskipun hanya memakai piyama meditasi, sementara Ara terlihat pucat dengan daster putih longgarnya yang ikonik.
Juned tampil dengan kaos oblong putih yang meskipun sederhana tetap terlihat mahal di badannya yang kekar. Vino dan Bima juga memilih kaos santai yang praktis untuk bergerak. Ayu pun akhirnya keluar dari persembunyiannya mengenakan kaos dan hoodie kebesaran andalannya, berusaha tetap tidak mencolok di barisan belakang.
Adit tampil percaya diri dengan singlet hitam yang memperlihatkan otot lengannya, siap untuk memamerkan gerakan dance-nya. Genta menemani Adit dengan singlet berwarna mentereng, lengkap dengan speaker bluetooth yang mengalung di lehernya
Sarah dan Hani benar-benar niat untuk tampil "cetar" di depan kamera vlog. Mereka mengenakan pakaian olahraga warna-warni lengkap dengan kacamata hitam besar dan topi pantai agar tetap slay di bawah sinar matahari.
Malik menjadi warga paling idaman dengan setelan baju olahraga profesional yang sangat pas di badannya, membuatnya terlihat paling siap untuk membakar kalori. Sementara itu, Jisel tampil sangat elegan dengan baju pilates merek ternama yang menonjolkan lekuk tubuhnya yang atletis.
Suasana senam pagi di lapangan Blok C benar-benar berubah menjadi kekacauan yang mengundang tawa saat instruktur profesional tiba di lokasi. Pak RT Bambang segera mengambil alih kendali dengan toanya yang nyaring, memerintah warga untuk merapikan barisan agar terlihat lebih teratur.
Namun, alih-alih rapi, setiap warga justru menunjukkan interpretasi gerakan masing-masing, Bima dan Malik tampak paling serius mengikuti arahan instruktur dengan gerakan yang tegas dan tepat. Sayangnya, Vino justru sering mengalami "ngelag" dan telat merespons ketukan musik, membuat gerakannya selalu berbeda dari barisan depan.
Hani dengan lincah terus bergeser mendekati posisi Bima, melakukan gerakan senam yang sengaja dibuat lebih ekspresif demi menarik perhatian sang polisi. Sementara itu, Sarah hanya berdiri di pinggir sambil memberikan sorakan-sorakan heboh seolah-olah sedang menonton konser.
Jisel berusaha melakukan gerakan stretching dengan sangat slay dan anggun, menjaga citra metropolitan meski sedang berkeringat. Di sebelahnya, Ara yang masih dalam pengaruh kantuk berat hanya menguap lebar sambil sesekali menggerakkan tangan seadanya seperti robot kehabisan baterai.
Kiran justru memilih duduk bersila di tengah lapangan, memejamkan mata untuk bermeditasi dan mengabaikan dentuman musik EDM yang memekakkan telinga. Berlawanan dengan itu, Adit menjadi yang paling heboh dengan memasukkan unsur breakdance dan gerakan "Cinta di Pinggir Empang" ke dalam senamnya.
Genta terus berteriak memberikan semangat dengan kata-kata lucu sambil melakukan gerakan yang lebih mirip tarian daerah daripada senam aerobik. Kula tampak sibuk curi-curi pandang dan bergeser mendekati Zahra, anak Pak RT, dengan dalih merapikan barisan. Sedangkan Juned, demi menjaga citra aktor laga, melakukan gerakan pukulan dan tendangan kungfu tak jelas setiap kali musik mencapai reff.
Melihat keributan ini, instruktur senam hanya bisa mengelus dada, sementara Pak RT terus berteriak lewat toanya agar warga setidaknya tidak saling bertabrakan.