NovelToon NovelToon
Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Chaos Divine Body: Takdir Yang Tak Terkalahkan

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Sistem / Tamat
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Di hadapan Kekacauan, Langit pun harus tunduk. Di hadapanku, takdir hanyalah sebutir debu."

​Ye Xuan terlahir kembali di Benua Langit Abadi dengan identitas yang memilukan. Meski menyandang nama klan besar, ia dianggap sebagai "sampah" tanpa bakat kultivasi. Puncaknya, di atas Altar Pedang, tunangannya—sang Dewi jenius—memutuskan pertunangan mereka dengan penuh penghinaan, sementara sektenya sendiri mencoba menghapus meridiannya dan mengusir dirinya beserta adiknya yang tercinta, Ye Ling'er.

​Namun, di saat keputusasaan mencapai puncaknya, sebuah suara mekanis kuno bergema di jiwanya:

[Ding! Sistem Tubuh Suci Kekacauan Diaktifkan!]

​Seketika, Tulang Kekacauan Bawaan terbangun, memberikan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan gunung! Mata Ilahi Kekacauan terbuka, menembus segala ilusi dan hukum alam! Dengan Kuali Semua Hukum, kecepatan kultivasinya menjadi tak terbatas, melampaui para dewa yang telah berlatih selama ribuan tahun.

​Kini, Ye Xuan bangkit bukan hanya untuk membalas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: RUNTUHNYA DINASTI MATAHARI

​Su Changfeng mencoba mundur, namun ruang di sekitarnya telah terkunci oleh gravitasi Kekacauan yang sangat masif. Ia berteriak histeris, melepaskan seluruh esensi darahnya untuk menciptakan perisai matahari raksasa. "Aku adalah Pemimpin Klan Su! Aku adalah penguasa hukum! Kau tidak bisa membunuhku, Ye Xuan!"

​"Hukum?" Ye Xuan melangkah maju, setiap pijakannya menghancurkan lantai es abadi menjadi debu. "Akulah hukum di sini."

​Ye Xuan mengangkat Pedang Penghancur Surga dengan kedua tangannya. Aura ungu yang tadinya meluap kini menyusut, memadat ke dalam bilah pedang hingga warnanya berubah menjadi hitam pekat yang seolah-olah bisa menghisap cahaya dan jiwa siapa pun yang melihatnya.

​"Tebasan Kedelapan: KEHANCURAN TOTAL (NIHILITAS)!"

​Ye Xuan mengayunkan pedangnya. Tidak ada ledakan besar, tidak ada suara dentuman. Yang ada hanyalah sebuah garis hitam vertikal yang melintas dengan tenang melewati tubuh Su Changfeng, membelah benturan energi matahari, dan terus melaju hingga membelah seluruh struktur Penjara Sembilan Kesengsaraan hingga ke permukaannya.

​Hening sejenak.

​Lalu, tubuh Su Changfeng perlahan mulai retak. Cahaya emas keluar dari celah-celah kulitnya, namun cahaya itu segera berubah menjadi abu. Matanya yang sombong kini kosong. "Bagaimana... kekuatan ini... tidak mungkin..."

​WUUUSH!

​Tubuh Pemimpin Klan Su itu hancur menjadi partikel cahaya dan lenyap ditiup angin dingin penjara. Mahkota mataharinya jatuh ke tanah, pecah berkeping-keping.

​[Ding! Target Utama Tereliminasi!]

[Misi Utama: Menyelamatkan Ibu - BERHASIL!]

[Peringatan Darurat: Tubuh Inang berada dalam kondisi kritis akibat 'Pindah Takdir'. Organ dalam mengalami pembekuan 80%.]

[Sistem memulai Mode Hibernasi Paksa untuk menjaga nyawa Inang!]

​Ye Xuan terjatuh berlutut, pedangnya tertancap di es sebagai penopang. Wajahnya pucat pasi, dan rambut ungunya perlahan memudar kembali menjadi hitam.

​"Xuan'er!" Su Qingxue berlari memeluk putranya, mengabaikan hawa dingin mematikan yang masih terpancar dari tubuh Ye Xuan. "Maafkan Ibu... maafkan Ibu telah membuatmu menderita seperti ini..."

​"Ibu... akhirnya..." Ye Xuan tersenyum lemah sebelum matanya tertutup.

​"Kita harus pergi sekarang!" Grandmaster Yin muncul dengan napas tersengal. "Matinya Su Changfeng akan memicu 'Lonceng Kematian' di ibu kota Klan Su. Dalam hitungan menit, seluruh leluhur yang tidur akan terbangun dan mengepung tempat ini!"

​Mo Ran segera mengeluarkan sebuah jimat teleportasi kuno yang diberikan oleh Klan Jiang. "Ini akan membawa kita ke Lembah Tanpa Nama di perbatasan Wilayah Barat. Itu adalah satu-satunya tempat yang tidak bisa dijangkau oleh penglihatan ilahi Klan Su."

​Satu Minggu Kemudian...

​Di sebuah gubuk kayu kecil yang dikelilingi oleh hutan bambu yang tenang, Ye Xuan perlahan membuka matanya. Ia merasakan tubuhnya sangat berat, seolah-olah dirantai oleh gunung timah.

​[Ding! Inang telah bangun.]

[Status: Kultivasi merosot ke Spirit Severing Tahap Awal akibat kerusakan fondasi.]

[Catatan Sistem: Efek 'Pindah Takdir' telah ditekan ke dalam tulang belakang Inang. Inang akan merasakan nyeri hebat setiap tengah malam, namun ini juga memperkuat pertahanan fisik Inang secara permanen.]

​Ye Xuan bangkit dari tempat tidur. Di luar, ia melihat ibunya sedang duduk di bawah pohon bambu bersama Ye Tian. Untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun, ayahnya tersenyum dengan tulus. Pemandangan itu membuat semua rasa sakit yang dialami Ye Xuan terasa sepadan.

​"Kau sudah bangun, Tuan Muda?" Mo Ran masuk membawa semangkuk ramuan obat yang mengepul. "Kau tidur selama tujuh hari. Dunia di luar sana sedang kacau balau."

​"Apa yang terjadi?" tanya Ye Xuan sambil meminum ramuan pahit itu.

​"Klan Su telah menyatakan perang total. Namun, karena pemimpin mereka tewas, terjadi perebutan kekuasaan internal antara para tetua," Mo Ran menjelaskan. "Sementara itu, kabar tentang 'Anak Dewa Perang' yang menghancurkan Penjara Sembilan Kesengsaraan telah membakar semangat klan-klan kecil yang selama ini ditindas. Pemberontakan pecah di mana-mana."

​Ye Xuan menatap tangannya. Meskipun kekuatannya menurun, ia merasa energinya jauh lebih murni sekarang.

​"Ini baru permulaan," ujar Ye Xuan, matanya berkilat kembali dengan tekad. "Aku belum menghancurkan akar dari Klan Su—Leluhur mereka yang di Alam Dewa. Dan aku belum menemukan jawaban tentang mengapa kakekku dikhianati."

​Tiba-tiba, Xiao Xiao masuk dengan wajah cemas. "Senior! Ada pesan rahasia dari Jiang Ziyan. Dia bilang... dia dipaksa untuk menikah dengan Pangeran Ketiga dari Alam Dewa bulan depan untuk memperkuat posisi Klan Su yang sedang goyah. Dia meminta bantuanmu."

​Ye Xuan berdiri, mengambil Pedang Penghancur Surga yang bersandar di dinding.

​"Jiang Ziyan membantuku menemukan Ibu. Aku tidak akan membiarkan dia menjadi tumbal politik." Ye Xuan menoleh ke arah orang tuanya. "Ayah, Ibu... istirahatlah di sini. Aku punya satu lagi dinasti yang harus kuruntuhkan."

1
Ardi Rahmad
keren banget
Ardi Rahmad
keren
Didi h Suawa
baik fiktifnya,,🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!