NovelToon NovelToon
Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Kembalinya Putri Yang Terkutuk

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Ilyar Justina dijatuhi hukuman pengasingan setelah dituduh merencanakan pembunuhan terhadap ayahnya sendiri, Raja Tyraven. Ia dikirim ke Dakrossa—penjara paling kejam di Kekaisaran Eldrath, tempat para penjahat paling berbahaya dibuang. Semua orang yakin gadis lemah lembut yang bahkan tak bisa bertarung itu tak akan bertahan lama di sana.

Namun, tahun-tahun berlalu, dan Ilyar kembali. Bukan sebagai sosok yang sama, melainkan seseorang dengan aura dingin dan kegilaan yang mengendap di balik senyumnya. Di hadapan saudara-saudaranya yang dipenuhi kebencian, ia hanya tersenyum tipis. “Sepertinya kalian sangat senang dengan kepulanganku.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

"Hahahahaha!"

"Dia memang anak Agor!"

Tawa Solomon meledak setelah mendengar banyak cerita dari Heidan tentang Ilyar yang mulai beradaptasi di lingkungan lantai sepuluh.

Katanya, bocah itu membutuhkan lawan untuk berlatih sehingga meminta bantuan Graven, tapi karena ditolak akhirnya dia nekad bergabung dalam pertarungan tanpa aturan di mana jika lawannya mati tidak perlu pertanggung jawaban. Berarti Ilyar sudah tidak takut mati.

"Tidak sia-sia aku melakukan ini. Lain kali harus melihatnya secara langsung," kata Solomon cukup berbangga diri.

Sementara Ilyar duduk bersila dalam ruang tahanan, melakukan sedikit meditasi untuk meningkatkan ener dan memulihkan luka-luka di sekujur tubuh setelah melewati serangkaian pertarungan dengan lawan berbeda-beda. Kebanyakan tahanan yang menggila adalah terpidana mati jadi dia tidak segan, baik pada mereka maupun diri sendiri.

Entah kulitnya mengelupas, daging robek, bahkan jika tulangnya retakatau patah, Ilyar tetap memaksakan diri untuk ikut dalam pertarungan itu setiap hari. Meski dikatakan segan, tidak ada niatan untuk membunuh sama seperti melawan Morvak walau dia bisa melakukannya.

Hanya saja, setelah melihat kemampuan bertarung Ilyar yang berkembang pesat hanya dalam beberapa pekan bergabung mendadak, para tahanan yang semula tidak mau ikut andil memeriahkan peraturan baru yang diterapkan Solomon mulai mencari lawan dan menantang satu sama lain.

Pada akhirnya terpidana mati akan mendapat bayaran atas apa yang dilakukan pada hari pengeksekusian dan Ilyar memanfaatkan keuntungan dari peraturan baru untuk menjadikan mereka sebagai rekan latih tanding dan sumber penambah ilmu beladiri serta pengalaman. Tidak ada kesempatan luar biasa selain situasi sekarang.

"Aku akan memanfaatkan semuanya tanpa berpaling sedikit pun," ucap Ilyar penuh tekad seraya berdiri ketika penjaga membuka pintu ruang tahanan. Sudah waktunya makan malam.

Derap langkah para tahanan bergema di sepanjang koridor. Langkah berat penuh kekuatan, padahal kemampuan yang dimiliki terkekang oleh borgol rantai dan mereka masih begitu hebat.

Ilyar pun menjadi sangat kesulitan karena semua lawannya sangat kuat padahal 70 sampai 80 persen kekuatan asli mereka ditekan oleh borgol. Jika itu dilepas, Ilyar kembali berpikir apakah mampu menghadapi mereka dengan percaya diri?

Jujur saja, menang atau kalah bukanlah tujuan utama Ilyar. Keinginannya saat ini hanya bertambah kuat dengan segala peluang yang ada.

"Hoo - kami sudah menunggumu sejak tadi, Nak."

Seorang tahanan wanita berbadan agak kekar serta berambut cokelat ikal menghadang jalan Ilyar menuju kursi. Dia menatap gadis tersebut dengan sorot mata menantang, di belakangnya pun terdapat tahanan lain yang memiliki nafsu untuk melawannya.

Ilyar melirik ke arah meja makan, tempat biasa dia sarapan bersama Graven dan tiga rekan lainnya, tapi mereka malah mengacungkan jempol diselingi cengiran penyemangat.

Apa-apaan itu?

Ilyar melotot dan sudut bibirnya berkedut jengkel. Mendapati kekesalan terpatri jelas pada raut wajah gadis tersebut, senyum Graven semakin lebar.

"Lebammu sudah sedikit memudar, padahal kamu jauh lebih menawan saat babak belur," kelakar Graven sembari memutar jari telunjuk di depan wajah sendiri diakhiri senyum jahil.

Sudut bibir Ilyar terangkat sinis. Mengabaikan sejumlah tahanan yang menantang langsung di hadapannya, Ilyar segera menghilang dalam sekejap dan tahu-tahu sudah berada di hadapan Graven dengan kaki kanan terangkat di atas kepala pria itu.

Dalam durasi singkat yang nyaris tidak tertangkap pandangan semua tahanan, Graven langsung melompat sehingga suara keras dari kaki Ilyar yang menghantam kursi batu menimbulkan suara gedebuk cukup keras.

"Kali ini kamu memilihku?" Graven melipat tangan depan dada.

Ilyar mendecakkan lidah seiring mata berotasi jengkel. Sejak kemarin, Graven menunjukkan raut wajah mengolok setiap kali dia jadi babak belur setelah mengalahkan sejumlah tahanan yang tertarik bertarung dengannya. Graven sengaja berdiam diri dan tidak menunjukkan kemampuan demi menikmati makanan dengan tenang.

Sekarang, Ilyar berencana membuat ketenangan itu hilang. Para tahanan setidaknya akan melihat kemampuan Graven kemudian keuntungan baginya adalah belajar lagi dari Graven.

"Iya," jawab Ilyar seraya melesat cepat ke arah Graven.

Dia melompat dengan tubuh melambung dan berakhir di atas pundak Graven lantas kedua tangannya yang dijerat rantai borgol bergerak gesit untuk menjerat leher jenjang pria tersebut. Namun, bukannya mengeluh karena tercekik, dia malah tertawa pendek seiring tangan kanan meremas kuat rantai Ilyar. Urat tangannya sampai timbul dan suara retakan dari rantai Ilyar terdengar retakan.

Gila! Padahal ini terbuat dari logam khusus!

Ilyar menjerit dalam hati dan matanya melotot.

Detik berikutnya, Ilyar merasa tubuhnya berputar dan kembali melambung di udara. Graven melemparnya dengan mudah.

"Mana fokusmu?"

Sepasang mata Ilyar semakin melebar tatkala kepala yang nyaris menyentuh lantai berpapasan dengan wajah Graven dan sekedip kemudian satu tendangan mengarah pada ulu hatinya. Sehingga sebelum kepalanya menyentuh lantai, tubuh Ilyar terpelanting menghantam dinding batu.

Graven mengembuskan napas, berdiri tak jauh dari Ilyar yang merintih kesakitan sambil berusaha bangkit berdiri.

"Kesalahanmu tadi adalah mencekikku hanya dengan mengandal kekuatan dari lengan sehingga rasanya seperti digaruk karena gigitan nyamuk. Manfaatkan pinggangmu," komentar Graven.

Ilyar berusaha mendapatkan ketenangannya kembali. Mengingat latihan-latihan yang telah dia dapatkan baik dari Graven dan orang-orang sekitarnya. Untuk mengerahkan tenaga lebih besar dan efektif, dia harus memanfaatkan seluruh tubuh, terutama kata Graven tadi, yakni pinggang.

Pinggang adalah pusat rotasi tubuh. Ilyar memejamkan mata seraya mengingat teori-teori dasar yang sebelumnya diberikan Graven ketika dia mengunjungi perpustakaan.

Lantas dia mulai bersiap, kali ini membiarkan Graven maju lebih dulu memberi serangan. Mengerti maksud gadis tersebut, Graven segera melesat dengan kecepatan penuh dan bertenaga sementara Ilyar memperkuat pijakannya pada lantai lalu tak berkedip ketika Graven semakin dekat dengan sebuah tendangan siap menghantam tempurung kepalanya.

Setelah memperhitungkan jarak dan posisi Graven, dia agak merendahkan pinggul dan memperkuat pijakan sebelum akhirnya memblokir serangan Graven dengan lengannya.

Ukh!

Gelombang angin terbentuk tipis saat serangan keduanya saling beradu. Ilyar terpukul mundur karena Graven sangat kuat, dia belum mampu menahannya. Meski begitu lawannya terkejut seperkian detik karena Ilyar tidak terpelanting.

"Dia memahaminya dalam waktu singkat hanya dengan beberapa penjelasan kemudian menerapkannya dalam tingkatan ini?"Graven tertegun, fokusnya agak terpecah sehingga hal tersebut dimanfaatkan oleh Ilyar untuk satu serangan baru.

Wush!

Sayang sekali, serangan dari tinjunya ditangkap Graven.

"Masih mau lanjut?" Graven bertanya sesaat tangan lainnya telah berada di bawah dagu Ilyar.

Ilyar menelan ludah gugup kemudian melirik petugas dapur membawakan mereka makanan.

"Terima kasih untuk pelajarannya," jawab Ilyar seraya melepaskan tangan dari genggaman Graven yang agak dikendurkan.

Dia lantas menghampiri meja makan setelah mencibir ke arah Graven. "Lain kali lanjutkan saja, bukankah kamu suka wajah babak belurku?"

Graven terbelalak dan tercenung selama seperkian detik sebelum menyembunyikan senyum tipis lalu menyahuti perkataan Ilyar, "Kulakukan jika kamu yang memulai duluan."

1
Mila Sari
Thor upnya yg banyak donk,,
Iry: malam ya beb
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Diam...mengamati...berakhir EKSEKUSI😐😐😐
𝐀⃝🥀Weny
ceritanya tambah seru aja thor..
Iry: hehehe iya beb
total 1 replies
Firniawati
ayo kak up lagi yg banyak 😍
Iry: sabar yahhhh, mungkin malam
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
intrik..ambisius & haus akan valisldasi disebuah kerajaan..memang sangat membagongkan..baik didunia nyata maupun cerita❤️❤️❤️❤️
Gesang
seruuuuu👍👍👍
Firniawati
sangat bagus ceritanya seru tidak monoton dan membosanka,,terus semangat ya kk othor 🥰
Iry: waaaahhh makasih banyak❤
total 1 replies
Firniawati
kak kapan update lagi?
Iry: aku update hari ini
total 1 replies
EL MARIA
kok sama kaya yg di fizo yaa.... yg di fizo udh tamat dari lama ini autor nya sama kah
CaH KangKung,
👣👣
𝐀⃝🥀Weny
lanjut lagi thor.. ceritamu yang ini tambah seru dan penuh tantangan😊
𝐀⃝🥀Weny: yeeey.. thanks thor❤️❤️❤️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!