NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Surgawi

Warisan Mutiara Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Ruang Ajaib
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Setelah hidup selama 500 tahun penuh pengkhianatan, kesengsaraan, dan perjuangan, Tian Hao akhirnya kembali ke masa lalu.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, ia memperoleh Warisan Mutiara Surgawi yang mempercepat jalur kultivasinya.

"Kali ini... aku akan mencapai keabadian."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Kembali ke masa lalu

Ia membiarkan air hujan membasuh wajahnya yang penuh noda darah, seolah-olah melakukan ritual penyucian terakhir.

​"Jika aku benar-benar diberi kesempatan untuk kembali..." ia berbisik di tengah gemuruh guntur, "aku akan lebih menikmati setiap detik proses menuju keabadian itu. Tanpa keraguan, tanpa sisa kemanusiaan yang menghalangi."

​Di telapak tangannya, Teratai Waktu Penjarah Takdir mulai berputar. Kelopak-kelopaknya yang transparan mengeluarkan cahaya keperakan yang membutakan, menyerap energi dari sisa-sisa kehidupan di sekitarnya. Cahaya itu berdenyut, seirama dengan detak jantung Tian Hao yang kian melambat.

​Ia tahu peluang keberhasilannya sangat kecil, mungkin hanya satu banding seratus.

Namun bagi seorang pria yang menganggap hidup bukan tentang pembagian baik dan jahat, melainkan tentang bagaimana mati tanpa penyesalan, risiko itu adalah harga yang murah.

​"Hentikan dia!"

​Faksi Ortodoks meraung, amarah dan ketakutan menyatu saat mereka melihat ruang di sekitar Tian Hao mulai terdistorsi. Namun semuanya sudah terlambat.

​Ketika cahaya perak itu meledak dan menelan seluruh puncak bukit, segalanya menjadi putih.

​Tian Hao membuka matanya.

​Hening. Tidak ada lagi teriakan penuh kebencian, tidak ada lagi gemuruh petir, tidak ada lagi bau darah yang menyesakkan. Hanya ada kesunyian yang murni.

​Ia melirik ke kanan dan ke kiri. Ia berada di sebuah ruangan kecil yang sangat ia kenal, sebuah kamar tua dengan furnitur kayu yang sudah mulai lapuk.

Ia memeriksa tubuhnya; tidak ada lubang bekas tusukan pedang, tidak ada bekas luka bakar dari segel mantra. Tangannya terasa halus, kulitnya kencang, dan tubuhnya jauh lebih kecil dari yang ia ingat.

​"Apa aku... berhasil?"

​Tian Hao bangkit dengan gerakan perlahan, merasakan energi di tubuhnya yang masih sangat tipis, nyaris tidak ada. Ia melangkah menuju sebuah cermin tembaga yang buram di sudut ruangan.

Di sana, terpantul wajah seorang remaja laki-laki. Wajah yang sangat muda, mungkin baru berusia lima belas tahun, namun dengan satu perbedaan yang mencolok: matanya.

​Mata itu tidak menunjukkan binar masa muda. Tidak ada harapan, tidak ada kepolosan. Yang tersisa hanyalah tatapan kosong yang dalam, seperti lubang hitam yang siap menelan cahaya apapun yang mendekat.

​Tian Hao tersenyum tipis, sebuah ekspresi yang tampak asing di wajah semuda itu. Ia merentangkan tangannya, menghirup udara yang terasa jauh lebih segar namun tetap menyimpan memori pahit.

​"Surga tidak pernah menyukaiku sejak awal. Orang tuaku menganggapku aib, dan dunia ini tidak pernah memberiku tempat untuk sekadar bersandar," ucapnya pelan, suaranya terdengar jernih namun dingin.

​"Dulu, aku menangis lebih kencang dari siapapun agar mereka melihatku. Aku bekerja lebih keras dari siapapun agar mereka menghargaiku. Aku berjuang mati-matian hanya untuk membuktikan bahwa aku layak hidup. Tapi sekarang..."

​Ia menatap pantulan dirinya di cermin dengan intensitas yang mengerikan.

​"Aku tidak akan lagi meminta validasi dari dunia yang kejam ini. Aku tidak akan lagi menangis untuk diriku sendiri. Tidak ada yang dapat di andalkan selain diriku sendiri untuk mencapai hasil yang di inginkan."

​Tian Hao mengepalkan tangannya. Di masa lalu, ini adalah awal dari penderitaannya. Namun di kehidupan ini, ini adalah awal dari legenda yang akan membuat seluruh alam semesta gemetar. Takdir yang pernah menjarahnya, kini akan ia jarah kembali hingga tak bersisa.

1
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
tes ..🤔
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
Leon: /Bye-Bye/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sat set sat set...
Leon: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sikattttt...
Leon: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassddddd....
saniscara patriawuha.
kasihhh fahammm duluu lahhhh.....
saniscara patriawuha.
biasanya langsung masuk ke dentiannya untuk membantu kultivasinya...
Leon: Hehe, memang di dunia Tianxu sistem kultivasi nya begitu bang/Shy/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassssdd....
Leon: 🥲🙂🙂🙂🙂
total 1 replies
saniscara patriawuha.
lanjuttttkeunnnnn
saniscara patriawuha.
gasssss...
saniscara patriawuha.
tapi bisakah nanti mang MC kembali lagi ke masa depan untuk membalaskan dendamnya....
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
aldo
lanjut thor
Leon: siaapp. jangan lupa kasih bintang 5 ya🙏🙏🙏
total 1 replies
y@y@
👍🏿🌟👍🏼🌟👍🏿
y@y@
🌟👍🏿👍🏼👍🏿🌟
Leon
ngopi lur/Coffee/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!