NovelToon NovelToon
PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Sistem
Popularitas:76.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Enam tahun lalu, Alisha Husnah melangkah keluar dari kediaman mewah keluarga Raffasyah dengan hati hancur. Sebuah skandal menjijikkan yang dirancang rapi memaksanya percaya bahwa suaminya, Fardan, telah berkhianat. Alisha pergi, membawa rahasia besar tentang janin yang dikandungnya.

Kini, takdir membawa mereka bertemu dalam sebuah proyek besar. Fardan, sang CEO dingin yang menyimpan dendam atas kepergian istrinya, memberikan ultimatum kejam: kembali padanya atau kehilangan hak asuh atas putra mereka, Ghifari.

Namun, baik Fardan maupun keluarga besar Raffasyah tidak menyadari satu hal. Ghifari bukan sekadar bocah biasa. Dibalik wajah imutnya, tersimpan kecerdasan genius yang ia warisi dari ayahnya. Sementara orang tuanya terjebak dalam perang dingin dan sisa-sisa cinta yang luka, Ghifari mulai bergerak dibalik layar.

Dia bukan hanya ingin menyatukan Ayah dan Ibunya saja. Tapi misinya ingin membongkar topeng busuk para penghuni "istana" yang memisahkan keluarganya. Si kecil siap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SANDIWARA DI BALIK KARPET MERAH.

Satu minggu berlalu dengan persiapan yang sangat matang. Lantai tiga gedung pusat Raffansyah Group yang biasanya kaku dengan aroma kertas dokumen kini berubah total. Ruangan luas itu telah disulap menjadi aula megah dengan dekorasi kristal dan bunga-bunga segar yang memancarkan kemewahan kelas atas. Para sahabat, kolega bisnis, hingga petinggi media telah memadati ruangan. Bisik-bisik penasaran memenuhi setiap sudut aula, mereka semua hanya memiliki satu topik utama yakni sosok istri dan pewaris tunggal sang raksasa bisnis yang selama ini disembunyikan.

Lampu utama perlahan meredup, menyisakan sorotan cahaya ke arah pintu besar di ujung ruangan. Pembawa acara naik ke atas panggung dengan suara yang menggema penuh wibawa.

"Selamat malam hadirin sekalian. Malam ini adalah sejarah bagi Raffansyah Group. Kita akan menyambut sosok yang menjadi pelengkap kebahagiaan CEO kita, pimpinan muda yang telah membawa perusahaan ini ke puncak dunia. Mari kita sambut, keluarga besar Tuan Fardan Raffansyah!"

Pintu besar terbuka perlahan. Suasana seketika hening sebelum ledakan tepuk tangan membahana. Fardan melangkah dengan gagah, di sampingnya ada Alisha yang tampil sangat anggun mengenakan gamis putih bersih dengan hijab senada yang memancarkan aura kesucian. Di sisi lain, Ghifari berjalan dengan langkah tegap, mengenakan setelan jas mini yang persis dengan milik ayahnya. Alisha tampak seperti ratu yang dikapit oleh dua pelindung yang memiliki wajah serupa, hanya usia yang membedakan ketegasan garis wajah mereka.

Mereka berjalan di atas karpet merah dengan anggun. Kilatan kamera wartawan tidak berhenti menyambar setiap langkah keluarga kecil itu. Setelah sampai di atas panggung, MC mempersilakan Fardan untuk memberikan kata sambutan.

"Terima kasih atas kehadiran kalian semua," ucap Fardan dengan suara bariton yang mantap. "Malam ini bukan sekadar perayaan bisnis. Malam ini adalah pengakuan saya di hadapan publik. Wanita di samping saya adalah Alisha, satu-satunya istri dalam hidup saya, dan bocah ini adalah Ghifari, putra sekaligus pewaris tunggal dari semua yang saya miliki. Saya harap mulai hari ini, tidak ada lagi spekulasi liar mengenai keluarga saya."

Pernyataan tegas itu disambut riuh rendah kekaguman. Para wanita di ruangan itu menatap iri pada Alisha yang tampak begitu dicintai. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi dansa pembukaan. Fardan membimbing Alisha ke tengah lantai dansa, sementara musik klasik yang lembut mulai mengalun.

"Kau sangat cantik malam ini, Alisha. Aku merasa seperti pria paling beruntung," bisik Fardan sambil merangkul pinggang istrinya dengan lembut.

Alisha tersenyum tulus, pipinya merona merah. "Terima kasih, Fardan. Aku hanya berharap kebahagiaan ini bertahan selamanya."

"Aku akan memastikannya. Siapa pun yang mencoba mengganggu, harus berhadapan denganku dulu," jawab Fardan sembari mengecup kening Alisha di hadapan semua tamu.

Setelah sesi dansa, para tamu dipersilakan untuk menikmati hidangan. Namun, ada yang berbeda dari pesta-pesta besar biasanya. Tidak ada satu pun gelas berisi minuman beralkohol di atas meja. Hal ini sempat memicu bisik-bisik di antara kolega bisnis.

"Tuan Fardan, saya perhatikan tidak ada wine malam ini? Apakah ini kebijakan baru perusahaan?" tanya seorang kolega asing dengan nada heran.

Fardan tersenyum tenang sambil memegang gelas berisi jus buah segar. "Benar. Kami telah memilih jalan hidup yang lebih baik. Kami hanya menyediakan apa yang halal dan baik untuk kesehatan. Saya harap itu tidak mengurangi kenyamanan Anda semua."

Jawaban itu membuat beberapa kolega terdiam karena kagum dengan prinsip kuat Fardan. Namun, di tengah suasana yang penuh kedamaian itu, pintu aula kembali terbuka dengan kasar. Kedatangan dua orang wanita dengan pakaian yang tampak sedikit kusut dan wajah yang dipaksakan sedih mengejutkan semua orang. Mereka adalah Ratna dan Maya, ditemani oleh seorang pria dan wanita paruh baya yang merupakan kerabat jauh mereka.

Ratna langsung berlari kecil ke arah panggung dengan air mata yang mulai menetes, sebuah akting yang sangat terlatih. Para wartawan segera memutar kamera mereka ke arah drama baru ini.

"Fardan! Alisha! Maafkan Mama nak!" teriak Ratna dengan suara bergetar yang sengaja diperkeras agar terdengar oleh wartawan.

Maya juga ikut bersimpuh di dekat Adiknya. "Alisha, kami sadar kami salah. Tolong maafkan kami. Kami hanya ingin berkumpul kembali sebagai keluarga."

Suasana pesta yang tadinya elegan berubah menjadi tegang. Fardan sudah ingin memanggil keamanan untuk menyeret mereka keluar, namun Alisha menahan lengan suaminya. Ia menatap mertua dan kakak iparnya dengan tatapan teduh, tanpa ada kebencian yang tersisa.

"Ibu, Kak Maya, bangunlah. Jangan bersikap seperti ini di depan banyak orang," ucap Alisha lembut sambil membantu Ratna berdiri.

"Apakah kau mau memaafkan kami, Alisha? Kami sudah menderita selama di pesantren, kami sangat menyesal," Ratna memegang tangan Alisha dengan erat, meski matanya melirik ke arah kamera wartawan untuk memastikan mereka mendapatkan sudut gambar yang bagus.

Alisha mengangguk pelan. "Aku sudah memaafkan kalian sejak lama. Aku tidak ingin menyimpan dendam. Bagi saya, kedamaian hati jauh lebih berharga daripada amarah."

Maya tampak bersorak dalam hati, ia segera menoleh ke arah kolega-kolega Fardan. "Lihatlah betapa mulianya hati adik iparku ini. Kami benar-benar beruntung memilikinya kembali dalam keluarga besar Raffansyah."

Fardan mendekat, wajahnya masih tampak dingin. "Alisha mungkin memaafkan kalian, tapi itu tidak berarti kalian bisa kembali ke mansion dan berbuat sesuka hati seperti dulu. Ingat posisimu."

Ratna tersedak pelan, namun ia segera menutupinya dengan pelukan pada Alisha. "Tentu, Fardan. Ibu hanya ingin melihat cucu ibu. Mana Ghifari?"

Ghifari yang sejak tadi berdiri di belakang Alisha hanya menatap kedua wanita itu dengan tatapan datar yang menusuk. Ia tidak tertipu oleh air mata buaya mereka.

"Aku di sini, Nenek. Tapi maaf, aku sedang tidak ingin dipeluk. Jas ini sangat mahal dan aku tidak ingin terkena noda air mata palsu," ucap Ghifari dengan nada yang sangat sopan namun bermakna sangat tajam.

Beberapa tamu yang mendengar itu menahan tawa, sementara wajah Ratna memerah menahan malu. Dewa segera mendekat ke arah Fardan untuk memberikan laporan rahasia.

"Bos, mereka melarikan diri dari pesantren dengan bantuan kerabat itu. Mereka sepertinya sengaja memilih momen ini untuk memojokkan Anda di depan media," bisik Dewa.

Fardan mengangguk kecil. Ia tahu drama ini baru saja dimulai. "Biarkan mereka menikmati hidangan malam ini, tapi pastikan mereka tidak menyentuh Alisha lebih dari ini. Setelah acara selesai, aku sendiri yang akan mengantar mereka kembali ke tempat yang seharusnya."

Maya yang merasa sudah mendapatkan panggung mulai mendekati meja makanan mewah. "Mama, lihatlah. Akhirnya kita bisa makan enak lagi. Alisha memang sangat baik, dia tidak mungkin membiarkan kita hidup susah."

Ratna berbisik pelan pada Maya. "Tunggu saja. Setelah wartawan menulis berita tentang kebaikan Alisha hari ini, kita akan gunakan itu untuk menekan Fardan agar memberikan kita kembali akses rekening."

Namun, di sudut ruangan, Ghifari sedang memainkan tabletnya. Ia sedang mengirimkan pesan singkat kepada Lucas. "Kirimkan video rekaman saat mereka menyuap penjaga pesantren untuk kabur ke semua stasiun televisi sekarang juga. Biarkan drama mereka berakhir sebelum hidangan penutup keluar."

Alisha masih berbincang dengan Ratna tanpa menyadari rencana putranya. Ia benar-benar tulus memaafkan, namun Ghifari tahu bahwa kebaikan ibunya butuh pelindung yang berani bermain kotor melawan orang-orang licik.

"Kenapa kau tersenyum seperti itu, Jagoan?" tanya Fardan yang memperhatikan gelagat anaknya.

"Hanya sedang menyiapkan kembang api untuk penutupan pesta ini, Ayah," jawab Ghifari sembari menyesap jus jeruknya dengan tenang.

Fardan hanya bisa menggelengkan kepala. Ia tahu bahwa malam ini tidak akan berakhir sesederhana yang dipikirkan oleh ibunya dan Maya. Kehadiran mereka memang membawa awan gelap, namun ia yakin pelangi kebahagiaannya bersama Alisha tidak akan mudah pudar hanya karena drama picisan.

1
Julidarwati
badai pasti berlalu tergantung dri org mo pilih badai yg mn
Lia siti marlia
yap semangat fajar buat menghadapi badai di keluarga mu 💪💪💪😄
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Lia siti marlia
uh baru aja sah dah ada bibit pelakor 🤭untung aja langsung di hempaskan😄😄
Gustina Tina
mantap👍👍👍
Lia siti marlia
hahahaha ....di meja makan bahas goyang goyang 🤭🤭🤭
Uba Muhammad Al-varo
wah si jomblo udah mau nikah nih, selamat iya fajar semoga rencana pernikahannya diberikan
Julidarwati
Alhamdulillah wasyukurillah barakallah, akhir sebuah penantian
Lia siti marlia
selamat yah fajar 🤲....otw kondangan nih🤭🤭🤭
Lia siti marlia
semangat paman fajar buat tahajudnya semoga aisyah mau menerimamu💪😄
Aghitsna Agis
alhamdullilah akhirnya diterima juga khitbahnya semiga dikasih kemudahan dan kelancaran dari prrsiapan sampai hari H nya
Shankara Senja
Duh...kudu beli hampers dulu ga ya...buat hantaran..🤣🤣
Aghitsna Agis
ita mungkin itu jawaban dari allah tdk ada yg mystahil kakau allah sudah menentukannya tinggal fajar harus satsitset mendekati kiyai sm nyai
Lia siti marlia
semangat jar buat dapetin penyempurna separuh agamamu💪💪
Shankara Senja
Terpesona..ku pada pandangan pertama..😍😍..ga mikirin lg sepupunya lg ngambeg..🤣🤣
Lia siti marlia
apa aisyah jodoh buat fajar 🤭🤭🤭
Danny Muliawati
untung ada anak jenius yg bs mantau bunda nya❤
Ita Xiaomi
Salut ama Alisha dan Fardan.
Ita Xiaomi
😢😢😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!