NovelToon NovelToon
PUNCAK TAHTA CEO MUDA & DETEKTIF R

PUNCAK TAHTA CEO MUDA & DETEKTIF R

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Transmigrasi / Sci-Fi
Popularitas:85
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Feng Yan tidak menyangka kasih persaudaraan berakhir dengan maut. Dibuang, dihina, dan nyaris mati di tangan Feng Yao, ia bersumpah untuk kembali. Bukan sebagai pecundang, melainkan penguasa kegelapan yang siap merebut kembali takhta CEO-nya.

Bersama Rendy si ahli strategi, Reyhan sang pakar IT, dan pengacara tegas Lin Diya, Feng Yan menyusun rencana kehancuran mutlak. Di balik gemerlap dunia korporat, sebuah permainan detektif dimulai untuk membongkar dalang pembantaian keluarganya.

Feng Yao boleh berkuasa sekarang, tapi Feng Yan sudah menyiapkan liang lahat untuknya. Siapakah yang akan bertahan di puncak tertinggi? Balas dendam ini baru dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Markas Rahasia Dan Si Jenius Berkacamata

Mobil sport perak itu berhenti dengan derit tajam di depan sebuah gedung tua yang tampak seperti bengkel rongsokan di pinggiran Kota Metropol. Di luar tampak kumuh, tapi begitu Feng Yan menempelkan telapak tangannya ke pintu besi yang berkarat, sistem pemindai laser berwarna biru langsung muncul dari celah dinding.

“Akses Diterima. Selamat datang, Tuan Feng Yan.”

Pintu bergeser, menampakkan sebuah lift futuristik yang membawa mereka turun jauh ke bawah tanah. Lin Diya masih memeluk Kotak Pandora dengan napas memburu, sementara Feng Yan mencoba menahan luka di bahunya yang terkena serpihan energi tadi.

Begitu pintu lift terbuka, mereka disambut oleh aroma kopi instan yang menyengat dan suara ketikan kibor yang sangat bising. Di tengah ruangan yang penuh dengan layar monitor raksasa, duduklah seorang pemuda dengan hoodie kuning kebesaran dan rambut berantakan—Rendy.

"Tuan Feng! Anda terlambat dua menit dari jadwal!" seru Rendy tanpa menoleh dari layarnya. Jari-jarinya menari di atas kibor mekanik, menciptakan irama yang menghipnotis. "Secara logika, jika Anda terlambat sepuluh detik lagi, sistem enkripsi pada Kotak Pandora itu akan meledakkan diri sendiri dan kita semua akan jadi bubur digital."

"Diamlah, Rendy. Aku sedang tidak butuh kuliah logikamu," gerutu Feng Yan sambil duduk di kursi sofa kulit. "Mana Reyhan?"

"Di sini!" Suara berat Reyhan terdengar dari arah dapur kecil. Ia muncul dengan kaos hitam ketat yang menonjolkan otot lengannya, membawa nampan berisi kotak P3K. "Dinding energi di dermaga tadi benar-benar merepotkan. Butuh lima granat pemecah molekul untuk menembusnya. Kau tidak apa-apa, Diya?"

Diya menggeleng, ia meletakkan Kotak Pandora di atas meja kerja Rendy. "Saya baik-baik saja, Inspektur. Tapi Rendy, bisakah kau melacak sinyal dari tablet pria berjubah abu-abu tadi? Dia menyebut dirinya 'Penyunting Takdir'."

Rendy seketika berhenti mengetik. Ia menyesuaikan letak kacamatanya yang melorot, matanya berkilat penuh minat. "Penyunting Takdir? Nama kode itu... itu adalah legenda di dunia Dark Web. Dia bukan orang, tapi sebuah sistem AI yang memiliki kesadaran sendiri, atau mungkin... seseorang yang sudah mengunggah otaknya ke dalam cloud."

"Bisa kau tembus?" tanya Feng Yan pendek.

Rendy menyeringai sombong. "Tuan Feng, Anda membayar saya bukan untuk mendengar kata 'tidak bisa'. Beri aku waktu lima menit dengan chip di dalam kotak ini. Aku akan mencari pintu belakang ke server mereka."

Rendy menarik chip emas dari dalam Kotak Pandora dengan pinset antistatik. Ia memasukkannya ke dalam sebuah mesin pemindai khusus. Seketika, seluruh monitor di ruangan itu berubah menjadi merah darah, menampilkan ribuan baris kode yang bergerak sangat cepat.

"Gila..." gumam Rendy, wajahnya yang tadi sombong kini berubah pucat. "Ini bukan kode biner biasa. Ini... ini adalah kode genetik yang dikonversi menjadi data digital. Mereka tidak hanya mencoba mengendalikan pikiran, mereka mencoba memprogram ulang DNA manusia melalui frekuensi ponsel!"

"Apa?!" Diya terperanjat. "Itu artinya mereka bisa mengubah siapa pun menjadi senjata hidup?"

"Secara hukum alam, itu mustahil. Tapi secara logika teknologi 'Akses Langit'... ini bisa terjadi," sahut Feng Yan dengan wajah sangat serius. "Reyhan, perketat penjagaan di pusat pemancar komunikasi kota. Jangan biarkan satu pun sinyal asing masuk."

"Sudah kulakukan, Yan," jawab Reyhan sambil membersihkan luka di bahu Feng Yan. "Tapi ada satu masalah. Rendy menemukan bahwa sinyal utama 'Penyunting Takdir' bukan berasal dari daratan."

Rendy menggeser layar monitor ke arah mereka, menampilkan peta satelit dengan titik merah yang berkedip di tengah Samudera Pasifik. "Sinyalnya berasal dari sebuah pulau buatan yang tidak tercatat di peta mana pun. Namanya... Pulau Nol."

"Pulau Nol?" Diya mengerutkan kening. "Itu tempat legendaris yang katanya tempat penyimpanan harta karun teknologi yang hilang?"

"Bukan harta karun, Diya," potong Feng Yan sambil berdiri, mengabaikan rasa sakit di bahunya. "Itu adalah laboratorium rahasia kakekku yang seharusnya sudah ditenggelamkan tiga puluh tahun lalu. Sepertinya ada yang membangkitkannya kembali."

Tiba-tiba, suara alarm berbunyi keras di seluruh markas. Layar monitor Rendy retak secara digital, menampilkan wajah "Wanita Tanpa Wajah" yang mereka lihat di pelabuhan—tapi kali ini dalam bentuk avatar 3D yang sangat nyata.

"Feng Yan... Lin Diya..." suara itu bergema dingin. "Kunci sudah kalian pegang, tapi pintu sudah lama terbuka. Selamat datang di permainan tingkat lanjut. Sampai jumpa di Pulau Nol."

Layar langsung mati total. Ruangan menjadi gelap gulita selama beberapa detik sebelum lampu darurat menyala.

"Mereka meretas markas kita?!" Rendy berteriak panik, jemarinya kembali sibuk mencoba menyelamatkan data. "Bagaimana mungkin?! Protokol keamananku setingkat dengan Pentagon!"

"Mereka tidak meretas, Rendy," ucap Feng Yan sambil menatap ke langit-langit markas. "Mereka hanya memberi tahu bahwa mereka selalu memperhatikan kita. Sejak awal, mereka memang ingin kita pergi ke Pulau Nol."

Feng Yan menatap Diya, lalu menatap Reyhan dan Rendy. "Tim, siapkan semua peralatan tempur dan perangkat IT paling canggih yang kalian punya. Besok pagi, kita berangkat. Kita akan serbu Pulau Nol dan menghapus 'Penyunting Takdir' dari muka bumi."

Diya menarik napas panjang, ia melepaskan jaket kulit Feng Yan dan menggulung lengan bajunya. "Baiklah. Kalau ini adalah perjalanan ke ujung dunia, pastikan persediaan kopi dan dokumen tuntutan hukum saya tetap aman. Kita akan buat sejarah, Tuan Feng."

Rendy mengacungkan jempol sambil kembali ke layar monitornya yang sudah mulai pulih. "Aku akan siapkan virus paling mematikan yang pernah diciptakan manusia. Mari kita beri mereka 'Layar Biru Kematian' yang sesungguhnya!"

Malam itu, empat orang luar biasa itu mulai merencanakan misi paling berbahaya dalam hidup mereka. Bukan lagi soal tahta CEO, tapi soal masa depan umat manusia.

1
BlueHeaven
Penyelusup apa ya thor
Diah nation: penyelusup kaya pelakunya (khianat )..kalau penyusup itu mengamati itu perbedaanya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!