NovelToon NovelToon
Mr. Cold & My Sunny Wife

Mr. Cold & My Sunny Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: nia nuraeni

Gisel (23 tahun) adalah definisi "matahari" berjalan: ceria, blak-blakan, dan punya selera humor yang terkadang sedikit ‘nakal’. Hidupnya jungkir balik saat ia dipaksa menikah dengan Dewa, CEO dingin yang aura intimidasi-nya bisa membekukan ruangan. Dewa bukan cuma sekadar duda kaya, ia adalah pria yang menutup rapat hatinya demi mendiang istrinya dan ketiga anaknya yang super nakal.


Mampukah ocehan ceplas-ceplos Gisel mencairkan gunung es di hati Dewa? Dan bagaimana jadinya jika si gisel positive vibes ini harus menghadapi tiga anak tiri yang siap mengujinya, sementara sang suami masih bayang-bayang masa lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia nuraeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Sarapan yang "Terlalu Bersemangat"

Sinar matahari pagi masuk menembus celah gorden, tapi yang lebih menyengat adalah semangat Gisel. Setelah semalam sukses membuat Dewa kabur ke ruang kerja, pagi ini Gisel bangun dengan misi baru:

Menaklukkan Pasukan Atala lewat perut.

Gisel keluar dari kamar mandi dengan wangi white tea yang sangat segar, membuat lorong rumah yang dingin itu mendadak terasa seperti taman bunga. Ia memakai kaus putih santai dan celana gemas, lalu turun ke dapur.

Di meja makan, suasananya persis seperti di perpustakaan. Hening.

Dewa (35 thn) sudah duduk di kepala meja dengan kemeja hitam yang rapi, kacamata bacanya bertengger saat ia mengecek tablet. Di sisi kiri, Raka (17 thn) sedang memakai earphone, wajah tampannya sangat dingin, persis salinan ayahnya. Di sisi kanan, Alya (16 thn) sibuk memulas lip tint sambil menatap cermin kecil, wajah cantiknya terlihat sangat jutek.

Hanya Digo (4 thn) yang duduk tenang sambil memainkan sendoknya.

"Pagi, Keluarga Es Batu!" sapa Gisel dengan nada ceria yang sangat kontras dengan suasana ruangan.

Raka hanya melirik sekilas tanpa melepas earphone. Alya mendengus, sementara Dewa bahkan tidak mendongak, meski hidungnya tanpa sadar kembang kempis menghirup aroma segar yang dibawa Gisel.

"Mas Dewa, tidurnya nyenyak semalam di sofa? Nggak ada yang kaku-kaku kan? Maksudnya... lehernya?" goda Gisel sambil menaruh piring berisi nasi goreng spesial di depan Dewa.

Dewa akhirnya mendongak. Matanya bertemu dengan mata bulat Gisel yang berponi. "Saya baik-baik saja. Jangan mulai lagi, Gisel."

Gisel beralih ke Raka. Ia dengan berani mencabut salah satu earphone cowok SMA itu. "Woi, Ganteng. Masih SMA kelas 3 jangan sering bolos ya. Nanti kalau nggak lulus, mau jadi apa? Jadi tukang ojek payung buat aku?"

Raka menatap Gisel dengan mata tajam yang dingin. "Bukan urusan lo, Kak. Jangan sok asik."

"Lho, panggil 'Kak'? Manis banget sih anak sambungku ini," Gisel malah mencubit pipi Raka dengan gemas, membuat cowok itu tersentak kaget. Belum pernah ada yang berani menyentuh wajah Raka sesantai itu, bahkan ayahnya pun tidak.

"Gisel, duduk dan makan," suara Dewa mulai mengintimidasi.

"Sabar, Mas CEO. Aku belum sapa si cantik Alya," Gisel beralih ke Alya yang masih jutek. "Alya, SMP kelas 3 itu masa-masanya puber. Kalau kamu jutek terus, nanti jerawatnya nambah lho. Sini, pulang sekolah nanti kita maskeran bareng, aku punya masker rahasia yang bikin muka glowing kayak ubin masjid."

Alya tertegun sejenak, menatap Gisel yang tampak sangat tulus dan penuh energi positif. "Nggak butuh," jawabnya singkat, meski matanya sempat melirik botol parfum kecil yang dibawa Gisel.

"Tante Gisel! Digo mau disuapin!" si manis Digo menarik-narik ujung baju Gisel.

Gisel langsung luluh. Ia menggendong Digo dan mendudukkannya di pangkuan. "Siap, Pangeran Kecil! Kita makan biar nanti kuat bantuin Kak Gisel caikan Papa kamu yang kayak es ini ya?

Dewa memijat pelipisnya. Rumahnya yang biasanya tenang kini penuh dengan ocehan Gisel yang ceplas-ceplos. Namun, jauh di dalam lubuk hatinya, ada rasa hangat yang aneh saat melihat Digo tertawa lepas dan anak-anak remajanya tidak bisa berkata-kata menghadapi energi Gisel.

Tepat saat Dewa hendak berdiri untuk berangkat, Gisel menahannya. Ia merapikan kerah kemeja Dewa dengan gerakan pelan, membuat jarak mereka sangat dekat.

"Mas Dewa... jangan lupa senyum di kantor. Nanti kalau karyawan Mas liat muka Mas yang kaku begini, mereka pikir Mas lagi sembelit," bisik Gisel nakal.

Dewa menatap Gisel dari balik kacamatanya. Kontras tinggi badan mereka yang 28 cm membuat Dewa harus menunduk dalam. "Kamu benar-benar tidak bisa diam, ya?"

"Bisa kok, Mas. Kalau lagi dicium," jawab Gisel tanpa dosa.

Raka yang melihat itu langsung berdiri dan pergi keluar dengan membanting pintu, sementara Alya hanya bisa melongo. Dewa? Dia langsung berbalik dan berjalan cepat menuju mobilnya dengan jantung yang berdegup dua kali lipat lebih cepat

1
merry
pergi menjauh lh sel tgu ank mu lhr dluu,, raka dikit dikit marahh
aku
berharap gisel sm adit, bahagya lah mereka 😭
merry
wa Dr pd kmu sibuk curiga,, emosiin gaje cemburu buta gt,, bgss carii tau tuu pergrtaknn silumann ularr sm nenek sihirr mrkk lg ngrimm org buat celakaiin calon ank mu,,
merry
kyk bpkmu sifatt mu raka pentinginn emosii tnp cri kbnrann yaa
aku
mudahan adit diatas nya dewa. dr cinta smpe ekonomi. biar nyahok!!
Gaishan Ahzar
terlalu sakit jdi Gisel...mending nyari kebahagian lain jgn balik ma Dewa,
merry
gk tegas bgtt,, gmpng bgt tuduh org pdhl dewa tau gisel orgy kyk gmnn,, lgian ngpn cb kesini sm Bianca,, moga 3 ank y hncur krn ulh nenek y hncur bukn dlm hal yg ngk baik ya,, mksdy jdi dingin Pemberontak biar mm y dewa wlpun Bianca jdi ibu mrk tdk ank bisa tahlukin anky dewa
merry
pergi ajj sel biar 3 cucu y jdi pembangkang ank y dewa tmbh dingin dan juga kejam
merry
secara logika y si org tu mn mau pyn mantu kyk hana dan cucu tri Dr ank y ha a dan kakak tiri ya itu resikko berat bisa jdi bhn gossip org org mngkin bisa buat perusahan dewa hilng kepercyaa Dr klien y,, tp krn in menyankut Cinta mau gk mau dewa ngalahh biar raka gk di hasut Bianca
Gaishan Ahzar
kecewa berat ma Dewa ga pernah benar2 perjuangin Gisel,katanya CEO tapi kok bodoh...dah lah Gisel move on aja,lelah berjuang dan mencintai sendirian....
Gaishan Ahzar
udah ckup Gisel nangisin Dewa...
merry
biar kn hana menata hdp y dulu hilngin truma y dulu sukses dulu br dech mkrinn nikh🙏🙏🙏biar kn raka tau sel biar JDI Keputusann raka klo gk diksh tau tar raka mengira xlian dh bhongin dia lohh
merry
hrs y ka kak tri y Dilaporinn dgn kasus Pemerkosaa enk bgtt ud hncurin hana trs nikh sm cwe lainn,, Dan laporinn jugaa mm tri y yg jhtt bgtuu juga bpk yg gk bisa ksh keadlinn buat ank kndung y sndrii,, bantuuin sel hana ya kirim dia ke luar ngrii gt,,,
Lilik Lailiyah
😄😄😄
merry
Ayo raka ajkk mmu yg bar bar itu cari tau knp Hana di perlakuknn seperti itu,, psti mm tri y klo ngk Bibi y Hana tuu
merry
raka juara 3 kt y encer knp cm juara tiga,, itu gisel heboh bgtt ud kyk juara 1sjjjj🤣🤣🤣🤣🤣
Mudahlia Fitha
bner" udah kyak rombongan telur ceplok 😂😂😂😅
Mudahlia Fitha
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ada aja buat jawab
Mudahlia Fitha
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/semprul udah kyak sepeda yg remnya blong
merry
ternyta Ada batu sandungann jugaa perjlnn gisel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!