Dimasa lalu..
Lelaki berbaju kokoh merah maroon itu berusaha menarik tangan perempuan yang baru saja melompat dari gedung lantai dua.tatapan pria itu tajam menatap perempuan yang berusaha melepaskan genggaman tangannya.
Pria itu seharusnya menjaga tatapannya,menjaga diri agar tidak menyentuh wanita yang bukan muhrimnya.tapi ia harus melakukan ini.ini semua darurat.ia tidak bisa begitu saja membiarkan seorang wanita melompat dihadapannya begitu saja.
" Lepaskan saya lebih baik saya mati."
" Sadarlah nona bunuh diri itu perbuatan dosa,anda tidak akan diterima dibumi maupun dilangit.arwah anda akan mengantung diantaranya."
Wanita itu tetap kekeh,ia berusaha melepaskan tangan laki laki itu.keringat menetes didahi pria tampan itu.ia menatap perempuan itu terjatuh dihadapannya.adnan Al Fahri putra dari kiay Husen pemilik pondok pesantren yang sangat dihormati dikota ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya ia menatap perempuan dengan begitu dalam.dan untuk pertama kali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab22
Dikamar pengantin Ayla begitu gerah dengan baju pengantin yang dipakainya.ia begitu kesusahan menurunkan kesleting bajunya.
" Oh tuhan belum juga sampai kebawah ini sudah tersangkut." Katanya kesal.
devan masuk dikamar Ayla dengan detak jantung yang begitu keras,ia begitu gugup,sangat gugup.
Ia menatap Ayla dengan jakun naik turun saat melihat punggung,putih mulus Ayla.
Ayla menyadari kehadiran Devan yang berdiri dibelakangnya reflek memutar tubuhnya.
Ayla sangat tidak nyaman dengan tatapan Devan terhadapnya.
" Hmm aku bisa membantumu."
" Tidak usah,aku bisa sendiri."
Devan diam,ia berjalan kearah nakas dan meletakkan kopianya disana .Disamping foto Kay dengan Ayla yang terlihat begitu mesra.devan melirik foto itu sekilas lalu melempar pandangannya kearah lain.
Ayla keluar dari kamar pengantin mereka sambil mengambil baju tidur yang sudah ia siapkan.
Devan hanya melirik ayla.ia tidak berani berbicara lagi.
" Mami."
Hazan dan Nadin yang baru saja beristirahat segera bangkit dari tidurnya.
" Anak itu kenapa sih Pi berteriak teriak."
" Papi juga tidak tahu mi."
" Mungkin anak itu berteriak karna kesakitan Pi,inikan baru malam pertama mereka mungkin saja Ayla sedang kesakitan.kayak mami dulu waktu pertama kali kita melewati malam pengantin kita Pi." Jawab Nadin merasa gembira.
"Mami apaan sih.apa ia ayla sampai kesakitan sampai segitunya.Masa ia Ayla kesakitan memangil mami."
" Papi kayak ngak tahu anak kita aja pi.
Ayla itu kalau ada apa apa selalu mangil mangil nama mami."
" Mami."
Teriakan Ayla semakin mendekat kearah kamar mereka.
" Lo itu kok suaranya semakin dekat."
Ayla membuka kamarnya kedua orang tuanya membuat hazan dan Nadin kaget.
" Ayla."
" Ini Ayla mi.tolong Ayla bukakan baju ayla.ini resletingnya sangat susaah dibukanya."
" Yaallah Ayla, kenapa kamu tidak minta suami kamu aja sih yang bukain."
" Ayla ngak nyaman mi."
" Ngak nyaman gimana dia itu sudah menjadi suami kamu.kamu itu halal baginya."sahut hazan.
" tolongin ayla sudah gerah sekali."
" Yaudah sini mami bantuiin."
Ayla akhirnya bisa Menganti bajunya dengan piyama tidur berwarna pink, pemberian dari Kay saat dia berulang tahun.
"Ayla tidur disini saja ya"
" Eh Lo Lo kalau kamu tidur disini,suami kamu tidur sama siapa? Ini malam pertama kamu Ayla jadi kamu harus tidur bareng suami kamu."
" Ayla tidak nyaman Pi,mi."
" Nanti kamu bakalan nyaman jika sudah terbiasa." Ucap Nadin.
" Tidak.kasih Ayla waktu."
" Ayla mami mohon sama kamu.mami sudah kebelet banget pengen punya cucu,kamu tahu sendiri kan kamu itu putri mami satu satunya dan rasanya kamu cepat sekali gedenya nak.mama masih mau nimang nimang baby kamu sudah Segede ini Bahkan sekarang sudah menjadi milik orang lain.'
" Mi.tolonglah mengerti perasaan Ayla."
" Ayla malam pertama itu memang sakit tapi selebihnya enak kok."
" Mami Ayla pusing plis jangan bicara soal baby atau malam pertama."
" Ayla kembali kekamar kamu sekarang."bentak hazan.
Ayla terdiam dengan wajah murungnya kemudian kembali melangkahkan kaki kearah kamar nya.
Sedangkan dikamar Ayla Devan sudah melepas kemejanya tinggal celana panjang berwarna hitam dan singlenya berwarna putih yang ia kenakan.
Ia membaringkan tubuhnya dengan tangan terlipat dibawah kepala Devan kemudian melirik foto foto Ayla yang terlihat begitu romantis.
Ayla belum menjadi miliknya pun ia sudah merasa cemburu apalagi sekarang rasa kecemburuan itu semakin menjadi jadi saat ia telah sah menjadi suami Ayla.
Tapi tetap saja Devan tidak akan memaksa Ayla membuang foto fotonya dengan Kay lalu menggantinya dengan foto pernikahan mereka.devan masih harus merebut hati Ayla secara perlahan.
Knop pintu terlihat berputar,Devan menarik tanganya dari bawah kepalanya lalu pura pura tertidur.
Saat pintu kamarnya terbuka Ayla menahan amarah saat melihat Devan kini berbaring diatas tempat tidurnya.
Ini pertama kalinya ada orang asing masuk kedalam kamarnya,bahkan Kay sekalipun.hembusan nafas Ayla terdengar berat.ia juga tidak bisa menyalahkan laki laki yang kini telah sah menjadi suaminya.
Bukankah ini kemauanya sendiri,dia yang meminta Devan menikahinya untuk menutupi malu keluarganya dan juga dirinya.
Helaian nafas Ayla terdengar berat, mau tidak mau malam ini ia harus tidur disebelah laki laki itu.malam ini saja besok ia akan membeli sofa dan menyuruh laki laki itu tidur disana.
Ayla naik ditempat tidur ia mengambil guling lalu meletakkannya ditengah tengah mereka sebagai pembantas agar Devan tidak dekat dekat dengannya.
Sesekali Devan membuka matanya lalu melirik Ayla yang terlihat sibuk.rambut panjang Ayla yang terlihat lurus,lehernya yang putih jenjang,bibirnya yang mungil membuat jakun Devan naik turun.
Ahhhh Devan menjadi tidak tahan.tunggu ini kan malam pertama mereka.kenapa juga Devan harus menahan hasratnya.ayla itu istrinya jadi sudah menjadi halal baginya.
Ayla tertidur,Devan kembali menutup matanya.saat Ayla berusaha mengerjapkan matanya Devan lagi lagi membuka matanya dan menatap wanita yang selalu ada dimimpinya kini benar benar nyata berada disampingnya.
Aroma tubuh ayla begitu wangi menyesap Indra penciumannya,oh tuhan sungguh Devan tidak tahan.haruskah dia memaksa Ayla malam ini juga?. sungguh tuhan Devan tidak tahan.
Dengkuran halus yang keluar dari mulut Ayla,membuat Devan tersenyum.ini sudah jam satu malam tapi Devan tidak juga bisa tidur hasratnya begitu tertahan.
Ia menyingkirkan anak anak rambut Ayla,membuat Ayla membuka matanya.
" Apa yang mau kamu lakukan?" Ucapnya kaget.
Devan reflek menarik tanganya.
" Aku hanya memastikan sekarang kamu benar benar nyata dan bukan mimpi aku lagi."
Ayla diam sungguh dia tidak nyaman,Devan tidak salah bahkan seharusnya malam ini mereka sudah melakukan hal yang lebih daripada Devan hanya sekedar memegang keningnya saja.
Ayla mengigit bibirnya.
" Hmm devan.ngak apa apakan kalau kita tidak melakukan itu dulu.aku belum siap!"
Sungguh Ayla belum siap memberikan tubuhnya keorang lain sebentara hatinya tertinggal dikay.
Devan sedikit kecewa tapi mungkin itu yang terbaik.dia bahkan tahu wanita yang kini telah sah menjadi istrinya ini masih mencintai orang lain.
Devan tersenyum.
" Aku mengerti.tunggu sampai kamu siap.dan aku akan menunggu hari itu.jadi sekarang kamu lanjutkan tidurmu."
Ayla speechless dengan devan.biasanya dikampus laki laki ini akan berbicara panjang lebar jika sedang ceramah saja,selebihnya dia adalah laki laki pendiam tapi kali ini Ayla mendengar banyak kosa kata yang keluar dari mulut laki laki ini.
Namun Ayla tidak terlalu mau memikirkan tentang devan.ia bersyukur karna malam ini ia bisa menolak Devan secara halus.tapi bagaimana dengan hari hari berikutnya apakah ia akan menyerahkan tubuhnya kepada Devan?
Atau mungkin dia akan berusaha mencintai Devan dan melupakan kay yang tidak percaya dengan dirinya yang lebih memilih tengelam dalam rasa troumanya.