NovelToon NovelToon
Hubungan Tanpa Status

Hubungan Tanpa Status

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:440
Nilai: 5
Nama Author: Kartini Quen

Senja Valencia adalah gadis introvert yang terlihat tenang, namun pikirannya tak pernah benar-benar sunyi. Overthinking menjadi bagian dari dirinya—ia banyak merasa, tapi jarang mengungkapkan.
Ia tidak menyukai keramaian dan hanya memiliki satu sahabat sejak kecil, Arelina, gadis ceria dan ekstrovert yang selalu berhasil menarik Senja keluar dari dunianya yang sepi. Bersama Arelina, sisi hangat dalam diri Senja perlahan muncul.
Hingga suatu hari, ia bertemu Keano Pradipta—pria ekstrovert yang hidupnya penuh tawa dan pertemanan. Pertemuan tak terduga itu justru membuat Keano penasaran pada Senja, gadis tenang yang menyimpan dunia luas di balik diamnya.
Dan sejak saat itu, hidup mereka mulai berubah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DUA BODYGUARD

Setelah perbincangan panjang di kantin akhirnya bel pun berbunyi tanda istirahat selesai, Senja dan Arelina pun berencana kembali ke kelas, mereka sudah berdiri dan tiba-tiba Keano berbicara.

" Kita antar kalian ke kelas."

Denis menunjuk dirinya sendiri dengan wajah heran.

"Kita maksud lo… gue sama lo gitu?"

Keano melirik sekilas tanpa ekspresi.

"Iya."

Denis mendengus kecil.

"Buset. Baru juga kelar istirahat udah jadi bodyguard."

Arelina langsung menyeringai jahil.

"Wah… pelayanan VIP nih, Senja."

Senja memutar mata, sedikit salah tingkah.

"Gak perlu diantar."

Keano sudah berdiri lebih dulu, memasukkan tangan ke saku celana.

"Udah. Jalan aja."

Nada suaranya datar, tapi langkahnya otomatis berjalan di samping Senja.

Denis menggeleng sambil ikut bangkit.

"Gue sumpah cuma numpang ikut romantisnya doang."

Arelina terkikik pelan.

Koridor sekolah sudah penuh siswa yang kembali ke kelas.

Suara langkah kaki, tawa, dan panggilan antar teman bercampur jadi satu.

Arelina berjalan paling depan, tangannya bergerak ke sana-kemari seperti presenter acara TV.

"Perhatian! Perhatian! Hari ini sejarah baru tercipta!" katanya dramatis.

Beberapa siswa menoleh heran.

Denis langsung ikut nimbrung.

"Iya, hari ini Keano akhirnya turun dari gunung es dan belajar jadi manusia normal."

Keano melirik tajam.

Denis langsung mengangkat tangan.

"Oke oke… manusia setengah normal."

Arelina tertawa keras sampai hampir menabrak siswa lain.

"Eh serius, Senja! Ini sudah ke berapa kalinya Keano nganter lo ke kelas. Biasanya dia cuma nganter nilai matematika turun."

Senja menutup wajahnya malu.

"Kalian lebay banget."

Denis berjalan mundur sambil menghadap mereka.

"Lebay? Ini bukan lebay. Ini breaking news sekolah."

Ia pura-pura memegang mikrofon.

"Pemirsa sekalian, siswa paling keren di SMA Garuda terlihat berjalan berdampingan dengan seorang gadis misterius bernama Senja—"

Keano menarik kerah belakang seragam Denis.

"Jalan yang bener."

Denis hampir tersedak.

"WOI! Kekerasan terhadap wartawan!"

Arelina langsung tepuk tangan.

"Yes! Konten makin seru!"

Beberapa siswa di koridor mulai berbisik.

"Eh itu Keano kan?"

"Dia nganter kelas IPA lagi seperti biasa."

"Seriusan, seperti biasa gimana? Kok gue baru ngeuh sih."

" Ah, lo nya aja ketinggalan berita." ucap siswa lainnya

Senja makin salah tingkah.

Tanpa sadar, ia sedikit mendekat ke sisi Keano.

Dan Keano… tidak menjauh.

Bahkan langkahnya sedikit melambat, seakan memberi ruang agar Senja tetap di sampingnya.

Arelina menoleh cepat, matanya berbinar seperti detektif menemukan petunjuk baru.

"Hmm… noted."

Denis ikut mencondongkan badan.

"Gue juga noted. Ini bukan sekadar antar kelas. Ini episode baru."

"Episode apa?" tanya Senja curiga.

Denis dan Arelina kompak menjawab,

"Episode cinta dimulai."

Senja hampir tersandung.

Keano menghela napas panjang.

"Kalian berdua… berisik."

"Tapi lo seneng kan di ledekin," sahut Denis cepat.

Keano diam, namun ada senyum kecil di Balik bibirnya

Dan itu cukup membuat Arelina menahan tawa kemenangan.

Mereka akhirnya sampai di depan kelas Senja.

Arelina langsung membuka pintu dramatis.

"Silakan, Nona Senja. Pengawalan resmi telah selesai."

Denis memberi hormat ala satpam.

"Misi berhasil."

Senja tertawa kecil, menatap mereka satu per satu.

Lalu tanpa sadar, pandangannya berhenti pada Keano.

"…Makasih."

Keano hanya mengangguk pelan.

Tapi tatapannya tidak langsung pergi.

Seolah… ada alasan lain kenapa ia ikut berjalan sejauh ini.

" Udah kagak usah di lihatin terus tuh cewek dia udah sampai tujuan dengan aman" ledek Denis

Pintu kelas Senja tertutup pelan di belakang mereka.

Beberapa detik berjalan dalam diam di koridor.

Keano melangkah santai seperti tidak terjadi apa-apa, Denis menatapnya lama.

Sangat lama.

Sampai akhirnya—"Lo serius sama dia?"

Keano tidak menoleh. "menurut lo."

Denis mendekat, berjalan sejajar.

"Ya gue harap begitu."

" Gue gak pernah main-main."

Denis berhenti mendadak

Ia menunjuk Keano dramatis.

"Gue gak mimpi kan, kirain selama ini gue pikir, lo gak suka cewek, ya walaupun kita punya banyak teman cewek,tapi nggak ada se spesial Senja."

Keano mendengus kecil.

"Lebay."

Denis menepuk bahunya "Bro… selama gue kenal lo." Denis adalah teman keano sejak kecil, orang tua Denis adalah sahabat baik mama Ranti ibunya Keano, sejak beberapa hari kemarin dia izin gak masuk karena ada urusan keluarga.

Keano menatap datar.

"Dia itu beda."

"Nah! LO NGAKU ADA BEDANYA!"

Denis langsung tersenyum senang.

Keano memasukkan tangan ke saku, pura-pura cuek.

" Udah lah guma nganter tadi."

Denis berjalan mundur menghadapnya lagi.

"Cuma nganter katanya… tapi langkah lo disamain sama dia, badan lo miring nutupin orang lewat, terus pas dia hampir kesandung lo refleks megang tasnya."

Keano berhenti berjalan.

"Kapan gue—"

"Gue LIAT SEMUA!" potong Denis bangga.

Beberapa siswa lewat sambil melirik mereka.

Denis menurunkan suara, nada berubah lebih serius tapi tetap jahil.

"Lo suka ya?"

Keano diam, langkahnya kembali berjalan.

Denis menyusul cepat.

"Oke… bukan suka. Tapi lo perhatian, tapi harus lo kasih kepastian juga."

Tidak ada jawaban.

Hanya suara sepatu mereka di lantai koridor.

Denis menyeringai kecil.

"Gue ngerti sekarang."

"Apa lagi?"

"Kenapa akhir-akhir ini lo sering nongkrong dekat kelas IPS."

Keano melirik tajam." jangan ngarang."

Denis tertawa pelan.

"Tenang.gue gak bakal bocorin."

Ia menepuk dada sendiri "Best friend privilege."

Beberapa detik hening lagi.

Lalu Denis menambahkan pelan "Tapi serius, No… muka lo beda tadi."

Keano mengerutkan kening.

"Beda gimana."

Denis tersenyum tipis.

"Lebih hidup."

Langkah Keano sedikit melambat." Lo pikir kemarin-kemarin gue gak hidup?"

Denis tak menjawab.

Untuk pertama kalinya… ia tidak menyangkal.

Dan itu sudah cukup jadi jawaban.

Denis langsung mengangkat kedua tangan.

"OKE FIX! Keano jatuh cinta! Hari bersejarah!"

Keano menarik kerah seragam Denis lagi.

"Lo mau gue lempar ke lapangan?"

Denis tertawa keras.

"Siap, Bang Bodyguard Senja!"

Mereka berdua berjalan menuju kelas dengan tawa yang akhirnya pecah di antara koridor siang itu.

Nara dan Mama Ranti baru saja keluar dari ruang administrasi.

Langkah mereka pelan menyusuri halaman sekolah yang mulai sepi setelah bel masuk berbunyi.

Angin siang berhembus lembut, menggerakkan daun-daun di sekitar parkiran.

Mama Ranti membuka kunci mobil sambil menoleh ke putri sahabatnya itu

"Ra, kamu tadi gak lihat Keano?"

Nara menggeleng kecil.

"Gak, Ma. Mungkin lagi di kelas." Nara tidak bicara pada mama Ranti jika dia tadi sempat melihat Keano yang sedang asyik di kantin.

Mama Ranti tersenyum tipis.

"Biasanya dulu dia paling cepat muncul kalau tahu kamu datang."

Nara hanya tertawa kecil, tapi matanya tanpa sadar menyapu area sekolah.

Seolah mencari seseorang.

"Aku juga kira dia bakal nyamperin," gumamnya pelan.

Mama Ranti membuka pintu mobil.

"Keano itu dari kecil dekat sama kamu. Pasti dia senang kamu pindah ke sini."

Nara terdiam sesaat sebelum masuk ke mobil.

Tangannya berhenti di gagang pintu.

"…Iya."

Jawabannya singkat.

Namun sorot matanya berubah sedikit.

Ada harapan, ada keyakinan.

Seperti seseorang yang datang bukan hanya untuk sekolah baru…

tapi untuk mengambil kembali sesuatu yang dulu pernah menjadi miliknya.

Nara duduk di kursi penumpang.

1
Kartini Quen
yuk ikutin terus kisah keano dan Senja...di jamin bikin baperrrr..🥰🥰
Kartini Quen
yuk baca cerita senja dan keano....di jamin bikin baperrrr🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!