NovelToon NovelToon
ASI Untuk CEO

ASI Untuk CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.

Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11.

Qiandra pun kini sudah mandi dengan bersih, ibarat kata dia benar benar sudah steril. Bahkan make up yang tadi menempel di tubuh nya, juga sudah di bersih kan.

Kini diri nya berada di salah satu ruangan, di rumah mewah milik Julia.

Julia duduk di depan laptop nya, sembari sesekali melirik ke arah menantu nya, untuk memantau pergerakan nya.

"Sekarang minum lah ini!" Ucap salah satu suster yang berada di dekat Qiandra. Dia sedang duduk di tepi ranjang.

"Baik," ucap Qiandra sopan, dengan seulas senyum, di balik wajah yang yang terlihat tenang, sebenar nya. Qiandra mati mati an sedang menyembunyikan kegugupan nya.

Setelah meminum beberapa pil, Qiandra memulai pemijatan di area dada nya, pipi Qiandra benar benar memerah.

Karena dada nya yang rata, kini benar benar polos tanpa sehelai benang.

Tiga orang suster bersamaan memijat dada rata nya, setelah di bersih kan.

Qiandra menggoyang goyang kan tubuh nya, untuk menahan geli. Karena baru kali ini, ada orang lain yang memegang bagian dalam tubuh nya.

"Tolong nona, tahan sebentar, kalau ber gerak gerak begini, takut nya akan salah urat di pijatan nya." Ucap salah satu suster.

"Iya sus, maafkan saya," ucap Qiandra dengan wajah penuh penyesalan. Qiandra pun memilih untuk menggigit bibir bawah nya.

Untuk menahan geli, Julia yang tadi menatap tajam ke arah menantu nya pun, akhir nya tersenyum karena perilaku sopan yang Qiandra tunjukan.

'semoga kamu benar benar bisa mengubah putra ku, saat dia sudah bangun dari ambang kematian nya' batin Julia dengan wajah penuh keyakinan.

Dia yakin, Felix adalah anak yang sangat kuat, karena sedari Felix kecil, Julia sudah mendidik anak nya dengan cara yang begitu keras.

Itu adalah hal yang Julia sesali, karena tanpa sadar dia lah yang mengubah pribadi Felix sendiri. Padahal sewaktu Felix masih kecil, dia adalah pribadi yang lembut dan juga penurut.

Akhir nya Felix tumbuh dewasa menjadi orang yang arogant, kasar, keras kepala dan juga sangat sudah untuk di atur atau pun di beri masukan.

Akhir nya sampai ke fase terakhir, penyuntikan hormon dengan dosis yang sangat tinggi, jadi tidak perlu waktu lama. Bagi Qiandra untuk memproduksi asi.

"Sekarang ber baring lah nona, karena saya akan menyuntik mu dengan hormon dosis tinggi, ini akan terasa sangat sakit, saat obat ini masuk ke dalam pergelangan nadi mu, kamu bisa menggigit kasa ini untuk meredakan rasa sakit mu itu!" Ucap salah satu suster, sembari menyerah kan sebuah kasa ke pada Qiandra.

"Baik sus, terima kasih," ucap Qiandra sopan dengan seulas senyum, tangan nya juga tampak menerima jasa pemberian suster itu.

Dengan patuh, dan tanpa banyak ber tanya, Qiandra pun rebahan di atas ranjang kasur yang terlihat begitu empuk dan juga nyaman.

Jarum infus pun, mulai menusuk ke dalam pergelangan nadi milik nya.

Qiandra masih memasang wajah biasa saja, saat hanya sebuah jarum yang menusuk ke dalam nadi milik nya. Tapi saat obat itu masuk sedikit demi sedikit ke dalam nadi milik nya.

Ekspresi tenang Qiandra pun berubah sepeerti orang yang kesakitan.

Karena tidak mau menghambat pekerjaan suster yang ada di depan nya.

Qiandra pun memilih menggigit kasa dengan kekuatan penuh, dia merasa jantung nya memompa begitu cepat, bahkan perut nya terasa begitu sakit nyeri sampai ke dalam ulu hati.

Air mata terus luruh membasahi ke dua pipi Qiandra.

Berkali kali Qiandra menyedot kembali ingus nya. Sakit sakit, sekarang bukan hanya bagian perut nya yang sakit.

Tapi seluruh tubuh Qiandra terasa begitu sakit, Qiandra merasa begitu kesulitan untuk menggambar kan rasa sakit nya.

"Tahan nona, tinggal 10 menitan lagi." Ucap suster dengan menatap iba ke arah Qiandra.

"I - iya suster, saya tahan kok," ucap Qiandra dengan suara ber getar, bahkan keringat bercucuran di seluruh wajah dan juga tubuh nya. Qiandra terus menatap ke arah jam yang berada di dinding.

'kenapa satu detik, terasa begitu lama' batin Qiandra dari dalam hati nya.

Untuk meredakakan rasa sakit nya, dokter utama bagian laktasi pun mendekat ke arah Qiandra, "sabar ya dik, tinggal 9 menit lagi." Ucap dokter itu dengan wajah iba. Lalu mengusap usap punggung Qiandra.

Sembari terus melihat ke arah alat ber bentuk kotak, yang menempel di bagian tiang infus, sebuah alat untuk menstabilkan beberapa cc cairan per menit yang masuk ke dalam tubuh Qiandra.

Qiandra meringis, 'demi uang 100 juta perbulan, untuk operasi plastik adik ku, aku harus menerima semua rasa sakit ini, aku tidak boleh mengeluh atau pun menangis.' batin Qiandra untuk menguat kan diri nya sendiri.

Waktu pun terus ber jalan.

*****

Sedang kan di sebuah sekolah negeri yang ada di kota Qiandra.

Rio duduk di bangku milik nya dengan gusar, karena baru saja dia mendapat kan telepon dari pembantu nya, jika Qiandra menghilang dari rumah nya.

Lebih tepat nya kabur.

Karena Rio sudah menawar kan ke pada Qiandra, agar supir nya saja yang mengantar nya untuk pulang ke rumah nya. Karena satpam komplek di area nya terkenal begitu disiplin. Tidak segan segan membawa orang asing ke kantor polisi. Tentu saja Rio takut.

"Sebenar nya kemana Qiandra pergi? Apa sekarang dia berada di dalam kantor polisi." Gumam Rio sembari melamun.

"Qiandra, boss kenapa? Kenapa wajah nya di tekuk gitu. apakah gara gara si penjual donat itu, tidak berangkat ke sekolah?" Tanya Kelvin teman sebangku Rio.

"Gak pa pa, gak ada urusan nya sama gue. Dia mau berangkat sekolah atau tidak, mau hilang juga dari muka bumi, itu juga bukan urusan gue." Rio tampak acuh, menanggapi ucapan teman sebangku nya.

"Jangan jangan boss rindu ya, dengan Qiandra, secara boss setiap hari itu, membully dan menyiksa Qiandra dengan tatapan penuh cinta," ucap Lion dengan menahan tawa.

Rio pun langsung menonyor teman yang duduk di depan bangku nya.

"Jangan asal kalau bicara, gue suka sama si penjual donat itu, benar benar gak level. Elo tau kan kekayaan keluarga gue, ber kali kali lipat dari pada kekayaan keluarga elo. Elo yang gak sebanding dengan gue saja, gak mungkin kan menjalin hubungan dengan si penjual donat yang miskin itu, apa lagi gue! Gak usah sok toy elo, gue malas. Gue mau ke kantin dulu!" Ucap Rio sombong, dia ber jalan dengan begitu angkuh. Untuk menutupi kebohongan nya.

Sebenar nya Rio membenarkan apa yang di ucap kan oleh teman teman nya itu. Ntah kenapa Rio merasa ada getaran aneh saat dekat atau pun menatap Qiandra. Bahkan Rio merasa begitu jengkel saat beberapa murid laki laki yang mendekati Qiandra. Ada rasa marah dan juga jengkel menjadi satu. Tapi karena status miskin yang mendarah daging di tubuh Qiandra. Rio merasa malu mempunyai rasa ketertarikan pada Qiandra.

Bersambung ❤️

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!