Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.
Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.
Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.
Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1.3: Kehidupan Menyebalkan
“Wahai para anak muda hebat, terimakasih banyak karena sudah berada di tempat suci ini!”
Seseorang yang dijuluki ‘Bapak Agung’ membungkukkan badannya. Perawakan yang bisa ku simpulkan tentangnya hanya... Jenggotnya panjang banget!
Yahh... Itu adalah hal normal bagi orang tua sih. Harusnya tidak terlalu masalah dan begitu dia membungkukkan badannya, kami semua melakukan hal yang sama.
Ayah, aku, dan semua orang yang ada di sini melakukannya serentak. Kenapa? Sebagai tanda menghormatinya mungkin.
Aku sendiri tidak tahu, namun mungkin alasan seperti itu. “Pada hari yang berbahagia ini, 457 manusia hebat akan diberi sihir oleh yang maha suci, Penyihir dan Regresi.”
Oh benar! Tempat ini itu berada di dunia lain, bukan tempatku tinggal. Kami semua bisa ke dunia ini dengan cara yang mudah.
Bagaimana caranya? Setiap orang yang merupakan keturunan sihir bisa mempunyai pintu menuju dua dunia berbeda. Pertama-tama, dunia yang ku masuki namanya ‘Bollorta’, sedangkan satunya lagi bernama ‘Magiort’.
‘Bollorta’ adalah dunia tempat sekumpulan orang-orang biasa tinggal, sedangkan ‘Magiort’ merupakan dunia tempat orang-orang berkekuatan tinggal.
Ayah adalah orang yang berasal dari ‘Magiort’, jadinya dia bisa ke dunia ‘Bollorta’ sesuai keinginannya.
Apakah ada larangan tertentu saat berada di dunia ‘Bollorta’? Tidak ada. Soalnya... Jenis kekuatan seperti apapun yang kita keluarkan asal tidak sampai membunuh para ‘Bollorta’ akan dianggap hal biasa.
Hal biasa di dunia ‘Bollorta’ kah? Ya, benar sekali. Bagaimana dengan sebaliknya? Diriku tinggal di dunia ‘Bollorta’, jadinya tidak akan pernah bisa menuju dunia ‘Magiort’.
Namun, ada yang namanya pengecualian. Aku tidak tahu pengecualian itu apa, tapi diriku ternyata seorang ‘Magiort’ juga.
Walau aku dan ayah tinggal di dunia ‘Bollorta’, asalkan ada garis keturunan, jadinya bisa ke dunia ‘Magiort’.
Lalu, kenapa aku bilang tidak akan pernah bisa? Itu adalah pemikiranku sebelum diberitahu ayah. Setelah diberitahu, pemikiran tersebut sudah tak berlaku lagi.
Beralih dari itu semua, sekarang ada yang namanya ‘Penyihir’ dan ‘Regresi’. Itu adalah dua hal berbeda.
‘Penyihir’ adalah para sihir yang menggunakan buku untuk mengeluarkan sihir sebagai pertahanan, serangan, dan lain sebagainya. Sedangkan, ‘Regresi’ adalah para sihir yang menggunakan tongkat.
Buku dan tongkat didapatkan dari maha suci, Penyihir dan Regresi seperti yang disebutkan ‘Bapak Agung’ sebelumnya.
Dan yang ku tahu, setiap orang mutlak hanya bisa memiliki Penyihir atau Regresi dalam jiwa mereka. Mereka yang tidak memilikinya padahal merupakan keturunan ‘Magiort’ akan dieksekusi mati.
Apakah itu takkan bisa dihindari? Ya, benar sekali. Eksekusi matinya langsung atau ada jeda waktu? Langsung tentunya. Jika di sini ada orang yang tak dipilih oleh Penyihir atau Regresi, eksekusi takkan bisa dihindari.
“Akan ada yang mendapatkan ‘Penyihir’, dan ada juga yang mendapatkan ‘Regresi’. Baiklah, firasat saya mengatakan bahwa pada hari ini atau tepatnya peringatan 100 tahun dunia ini terbentuk takkan ada yang namanya ‘Clort’ yang akan merusak dunia indah ini.”
‘Clort’ adalah mereka yang tak dipilih oleh Penyihir atau Regresi. Oh iya, sebutan maha suci adalah untuk dua, bukan satu.
Penyihir dan Regresi berarti sama-sama maha suci? Benar. “Baiklah, tanpa berlama-lama lagi... Kasisopesa!!”
‘Kasisopesa’ adalah mantra sihir yang dikeluarkan ‘Bapak Agung’ melalui buku sihirnya agar semua orang di sini bisa mendapatkan Penyihir atau Regresi.
Cara kerjanya adalah akan ada banyak sekali buku dan tongkat sesuai jumlah orang yang belum dipilih oleh Penyihir atau Regresi langsung diterima oleh mereka.
Y-ya, begitulah. Lalu, acara seperti ini hanya terjadi kepada semua anak yang berusia 15 tahun dan tidak sampai 16 tahun juga nggak kurang dari usia segitu.
Misalnya ada orang yang tak dipilih oleh Penyihir atau Regresi bisa mengatakan seperti ‘Maaf! Aku lupa usianya belum 15 tahun.’ Katanya cara tersebut bisa membuatmu diampuni, jika terbukti benar.
Berarti eksekusi mati adalah yang terjadi kalau terbukti berbohong belum berusia 15 tahun dan tidak diberi Penyihir atau Regresi walau sudah berusia 15 tahun? Ya, benar sekali.
Lalu, pada saat ini semua tongkat dan buku beterbangan perlahan mencapai targetnya masing-masing.
Aku mendengar banyak sekali kegembiraan dari masing-masing anak-anak seusiaku. Apakah jumlah buku dan tongkat sesuai jumlah orang yang ada di sini? Harusnya tidak.
Ayahku mengantarkan aku ke sini dan dia sendiri sudah dipilih oleh ‘Regresi’ dan tetap dihitung oleh ‘Bapak Agung’.
Berarti mau sudah dipilih atau belum tetap dihitung olehnya? Ya, benar. Lalu... Perasaan mereka seperti apa? Kurang lebih...
“Syukurlah! Aku mendapatkan buku.”
“Keren juga! Diriku mendapatkan tongkat.”
“Sudah ku duga tongkat akan memilihku.”
“Kenapa buku!!? Padahal aku pengen tongkat! Mama dan Papa saja mendapatkan tongkat. Ka-kayaknya, diriku kurang beruntung. Tapi, sudahlah. yang penting mendapatkannya, daripada tidak sama sekali.”
Komentar yang bagus! Itu benar sekali. Walau keinginanmu tidak terwujud, yang penting diberi daripada tidak sama sekali.
Dan... Sekarang punyaku akan segera mendarat di atasku. “Wohoho! Ayah, buku itu sepertinya akan jadi milikku kan!” tebakku.
“Hahaha, sepertinya begitu, Takeuchi-kun.”
Panggilan akrabnya padaku memakai ‘kun’. Hahaha, sepertinya orang-orang di sini berasal dari Jepang.
Mungkin dan entahlah. Jadi... Takeuchi Hideki atau saat dia memanggilku dengan nama lengkapku adalah agar terdengar keren gitu kah? Ya, salah satu alasannya demikian.
“Wohoho! Baiklah, kemarilah, buk__”
Aku sudah berantusias buku itu akan mendarat di diriku, tapi malah kepada orang lain yang ada di belakangku.
“Ahaha, tenang saja Takeuchi-kun! Nanti juga kebagian.”
“Ahaha, kau benar ayah.”
Benar. Pada akhirnya aku juga akan menjadi Penyihir atau Regresi. Yosha! Kemarilah buku atau tongkat!
Beberapa menit kemudian, semua orang sudah mendapatkannya dan tersisa dua lagi. Pikirku, itu untukku dan satu lagi yang tersembunyi di banyaknya orang dalam ruangan ini.
“Baiklah! Ada buku dan tongkat. Salah satunya, kemaril__”
Belum selesai bicara, buku dan tongkat itu malah melesat ke arah lain. “Ahaha, pastinya masih ada kan!”
Aku melirik ke arah ayah berdiri atau sebelah kiriku dan terlihat dirinya berdiri dengan sangat tegang.
Dengan cepat, dia pun langsung berada di depanku dan seperti melindungiku dari sesuatu.
Sesuatu itu, membuatku terkejut, karena... Tulisan di depan bertuliskan bahwa dari 396 orang yang belum terpilih, hanya 395 orang saja yang dipilih dan satu lagi... Tak dipilih.
“...Bu-bukan aku kan! Ahaha, to-tolong jangan bercanda, layar putih!”
Layar putih itu menghilang dan langsung menampilkan diriku dengan layar berubah jadi warna merah.
“Ti-tidak mungkin!! A-ayah, a-apa yang harus ku lakuk__”
“Introgture!”
‘Introgture’ adalah mantra sihir yang ia keluarkan lewat tongkatnya dan membuat kami berdua menghilang.
Saling support sabi kali ya😉