NovelToon NovelToon
Jadi Janda? Siapa Takut?

Jadi Janda? Siapa Takut?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Rumi sudah tiga tahun menikah dengan Fathur. Sebenarnya rumah tangga mereka baik-baik saja. Hanya saja menjadi tidak baik-baik karena selalu di recoki oleh ibu dan keluarga Fathur lainnya.

Hingga akhirnya saat Rumi kembali hamil, namun untuk kedua kalinya juga dia harus kegu guran karena ulah sang ibu mertua. Bu Sri tak pernah ingin jika Fathur memiliki anak dari Rumi.

Rumi jelas marah dan pun cak amarahnya saat Bu Sri membawa mantan dari Fathur ke dalam kehidupan ruang tangga mereka. Fathur bahkan tak mampu untuk membela istrinya.

Apakah dengan kenyataan seperti ini Rumi siap menjadi janda? Ataukah dia malah lebih memilih bertahan dengan kenyataan seperti itu?

"Jangan banyak membantah jika kamu tak ingin di Jan da kan oleh Fathur!" ancam Bu Sri.

"Jadi Jan da? Siapa takut Bu!" jawab Rumi membuat suami dan ibu mertuanya melongo tak percaya.

Ikuti terus kisah Arumi selengkapnya. Jangan lupa baca sampai akhir, karena ada banyak keseruan dari Rumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Janda? Siapa Takut? 16

"Rum, ada mertua kamu di depan," kata Asti sambil melirik khawatir.

Arumi mengusap tangan di celemek, menenangkan debar di dadanya. Sejak tahu akan kehamilannya, emosinya memang gampang naik turun.

Di depan toko, Bu Sri berdiri dengan wajah merah padam. Matanya menatap nyalang saat melihat keberadaan Rumi di sana.

"Ada apa Bu? Tumben ibu datang ke sini? Apa ada hal penting yang ingin ibu bicarakan?" tanya Rumi.

PLAK!

PLAAK!

Tamparan itu mendarat telak di kedua pipi Arumi. Beberapa pelanggan yang sedang membeli roti langsung menoleh kaget. Apalagi Bu Sri menam-par Arumi di depan toko.

"Kamu sudah guna-guna Fathur ya? Sampai dia berani lawan Ibunya sendiri! Sampai dia hina Dona, calon menantu yang Ibu pilih!" Bu Sri menjambak tudung celemek Arumi.

"Dengar ya, wanita miskin! Sampai kapanpun aku tak akan pernah menerima kamu menjadi menantuku! Karena kamu bukan levelku! Sekarang kamu bisa senang karena Fathur memilih kamu dan menolak Dona! Tapi akan aku pastikan kamu akan di bu-ang oleh Fathur! Kamu tak pernah pantas menjadi menantuku!" geram Bu Sri.

Asti langsung maju menarik Bu Sri. "Bu! Ini tempat umum! Lepasin Rumi! Dia lagi hamil!"

"Hamil? Hamil anak siapa? Wanita mandul seperti dia tak mungkin hamil! Dia pasti sedang berpura-pura mencari perhatian Fathur! Lihat aja, Fathur makin kurus, makin pucat! Pasti karena stres ngurusin kamu!" emosi Bu Sri.

Kata-kata itu lebih sakit dari tamparan. Air mata Arumi jatuh. Bukan karena sedih, tapi karena marah. Selama ini dia diam. Mengalah. Menganggap Bu Sri orang tua. Tapi sekarang Bu Sri menghina anaknya. Anak Fathur.

"Terserah apa yang ibu katakan! Namun yang jelas kali ini aku tak akan membiarkan ibu kembali mem-bu-nuh anakku seperti dulu ibu mem-bu-nuh anak pertamaku!" sorot mata Rumi berubah.

Rumi menatap nyalang ibu mertuanya yang melotot tak percaya jika Rumi bisa bicara seperti itu padanya. Semakin berani saja.

"Kurang ajar!" Bu Sri kembali melayangkan tangannya namun di tahan oleh Rumi.

"Mulai detik ini, saya nggak akan manggil Ibu dengan sebutan 'Ibu' lagi. Karena seorang Ibu nggak akan nyuruh anaknya ninggalin istri yang lagi hamil. Seorang Ibu nggak akan maksa anaknya nikah sama mantan yang udah khianatin dia. Ibu... Ibu cuma wanita egois yang takut kehilangan kendali." ucapan Rumi benar-benar menampar harga diri Bu Sri.

"JAGA MULUT KAMU, PEREMPUAN HI-NA TAK BERGUNA!"

"SAYA ARUMI!" Bentak Arumi semakin membuat Bu Sri kaget dari mana Arumi punya keberanian melawannya? Selama ini dia selalu diam dan menurut.

"Saya Istri sah Fathur! Dan saya nggak takut! Ibu mau saya dicerai? Silakan suruh anak Ibu talak saya sekarang. Tapi ingat, Bu Sri. Kalau Mas Fathur nurut sama Ibu, dia bukan laki-laki yang saya kenal. Dan kalau dia pilih saya, Ibu akan kehilangan dia selamanya. Jadi pilih, mau kehilangan menantu atau kehilangan anak?"

Bu Sri terdiam. Napasnya tersengal. Dia tidak menyangka menantu 'kampung' yang selalu diam itu bisa bicara setegas ini.

Dari arah pintu, suara deheman berat terdengar.

Fathur.

Wajahnya pucat pasi. Kemeja kerjanya kusut, keringat membasahi pelipis. Di tangannya ada tumbler berisi teh jahe lemon yang sudah dingin. Sejak dapat telepon dari Asti 10 menit lalu, dia lari dari kantor tanpa izin bos.

Matanya langsung menangkap pipi Rumi yang merah, bekas dua tamparan. Menangkap tangan istrinya yang menahan pergelangan Bu Sri. Menangkap tubuh istrinya yang gemetar, bukan karena takut, tapi karena menahan amarah demi anak di kandungannya.

Dan matanya, berhenti di wajah ibunya. Wajah yang selama ini selalu dia bela.

"Mas..." suara Rumi tercekat. Dia takut. Takut Fathur marah padanya karena berani melawan ibunya. Takut Fathur suruh dia minta maaf.

"Fathur, Nak! Lihat istri kamu! Dia kurang ajar sama Ibu! Dia nuduh Ibu macam-macam! Katanya Ibu yang gugurin anak kalian dulu! Padahal Ibu..." Bu Sri langsung pasang muka iba.

"CUKUP, BU!"

Suara Fathur meledak. Bukan bentakan. Tapi raungan. Raungan laki-laki yang sudah terlalu lama menimbun marah.

Bu Sri tersentak. Ini pertama kalinya Fathur membentaknya. Di depan umum.

Fathur jalan mendekat. Melewati Rumi, menarik istrinya ke belakang badannya. Memposisikan dirinya jadi tameng. Dulu dia selalu diam di belakang. Sekarang, tidak lagi.

"Ibu yang bilang Rumi mandul?" Suara Fathur dingin. "Ibu yang bilang Rumi pura-pura hamil? Ibu yang bilang saya kurus karena stres ngurus Rumi?"

Bu Sri gugup. "Ibu... Ibu cuma..."

"Saya yang ngidam, Bu. Saya yang mual muntah dari subuh. Saya yang tiap malam bangun minta dibuatin teh jahe lemon sama Rumi. Saya yang kurus karena saya yang ngidam anak saya sendiri!" Fathur menunjuk ke perut Rumi.

"Dan istri saya? Dia kerja dari pagi. Dia yang masakin saya. Dia yang urus kontrakan. Dia yang jagain anak Ibu dari kemarin sampai hari ini!"

Rumi menutup mulutnya. Air matanya jatuh. Bukan karena sedih. Karena lega. _Akhirnya._

Fathur menoleh ke Asti. "Mbak Asti, tolong rekam."

 "Karena Ibu udah keterlaluan! Ibu tampar istri saya! Di depan umum! Ibu hina anak saya! Ibu tuduh istri saya mandul padahal Ibu yang... Ibu yang kasih jamu gugurin kandungan Rumi 2 tahun lalu!"

DEG!

Pengakuan itu meledak seperti bom. Bu Sri mundur, wajahnya pucat. Rumi menutup matanya. Luka lama itu akhirnya dibuka Fathur sendiri. Dia kira suaminya selama ini diam karena tidak tahu dan lebih percaya kepada ibunya jika dia tak sanggup menjaga anak dalam kandungan mereka.

"Iya, Bu. Saya tahu. Saya periksa ke dokter waktu itu. Dokter bilang ada sisa zat peluruh di darah Rumi. Dan setelahnya ibu malah minta dia melakukan banyak pekerjaan di rumah ibu!" Fathur menangis

Bu Sri jatuh terduduk di lantai toko. "Ibu... Ibu cuma mau yang terbaik buat kamu, Nak..."

"Yang terbaik buat saya adalah Rumi, Bu!" Fathur berlutut, sejajar dengan ibunya. Tapi suaranya tidak lagi memohon.

Fathur menggenggam tangan Rumi, lalu menatap ibunya lekat.

"Tolong Bu, aku mohon hentikan rasa benci dan tidak suka ibu kepada Rumi. Dan jangan pernah memiliki niat untuk menghadirkan orang ketiga di antara kami, Dona! Dona masa lalu aku, dan aku tak lagi memiliki perasaan kepada dia! Apalagi sekarang Rumi sedang hamil cucu ibu," ucap Fathur membuat Rumi tak kuasa menahan tangisnya.

pertama kalinya mendengar Fathur membela dirinya di depan Bu Sri. Biasanya Fathur akan diam saja ketika istrinya di perlakukan tak baik oleh Bu Sri dan anggota keluarganya yang lain.

Bu Sri menatap Rumi. Gengsinya setinggi langit, bahkan tatapan kebencian semakin bertambah untuk menantunya itu. Bu Sri memilih pergi naik mobil Dona, tanpa ucapan maaf kepada Rumi atas semua yang dia lakukan tadi.

1
Muft Smoker
rencana adalah doa ,,
rencana pura2 sakit akhir ny sakit beneran ,, fathur yg kecewa krn di bohongi dg alasan sakit ,, jd gx percaya ( semoga ) dsaat ibu ny sakit beneran ,, gmna tuuuh rasa ny bu sriii Dan kawan2 ,, 😒😒😒😒
punya rencana koq dangkal ,,
semoga rencana mereka gagal total ,, biarin tu si Dona Dan menantu bu Sri yg lain jd babu dadakan ,,
Dan Elisa yg tau rencana ini bisa kasih tau fathur ,,
biar fathur gx ke jebak ,,
gina altira
kapan keluarga ini dapet ganjarannya
nely_48
semoga sakit parah beneran ga sih bu sri itu, biar ga bs ngomong apalagi memaki n berteriak pd rumi,, jahit az mulut bu Sri sekakian🤭🤭
Arin
Ngomong in orang egois, helow..... pada gak merasa ya.... Kalau kalian juga lebih egois dari Fathur dan Rumi
Muft Smoker: terkadang ke serakahan membuta kn segala ny kak ,, suka lupa ingatan mereka ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
nely_48
semoga hana susah melahirkan bayi na biar habis harta yg d bangga² oleh nya itu,, biar merasakan miskin spt yg rumi rasakan sll d hina n d rendahkan krn miskin,,, muak sangat dgn drama sri family ini 💣💣
Muft Smoker
bu srii gx sadar ,, klo dy udh buang berlian kayak rumii yg rela ngelakuin ap aja buat keluarga mereka ,, uang gaji d bagi 2 , jd pembntu dadakan , penampung cacian dn makian ,, tp liat 2 menantu yg kta ny pengertian ,, semua tggal beres , tinggal makan tanpa harus pusing beres2 rumah dn membagi gaji mereka ,, tp ttap aj manusia gx da puas ny ,, sama Kyak bu srii ,,
nnti penyesalan akn tiba tempat pda waktu ny ,, disaat semua terjadii mungkin Rumi udh pergiii atau udh menjadi sosok yg gx mereka kiraa sebelum ny ,, 😒😒😒😒
Anonim
bunuh
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kira2 di bab BRP Thor si rumi hidup tenang dan diatas angin dan para kuman bakteri Uda PD keok?? 🤣🤣🤣
Arin
Perempuan kampung yang lebih bermartabat dari pada menantu kaya, tapi pelit bin pedit perhitungan dalam soal keuangan dan tenaga.
gina altira
kumpulan orang ga tau malu
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
jiwa merintahnya kntel bgt ya, cocoknya jd orang kaya.. 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kok sekarang berani nyuruh2 ,emang anakmu udH mau nikah sama anaknya siti?
nely_48
jalani nikmati n syukuri az dl yg sedang d lalui y rumi,, blm tentu idup pageto s mak Lampir beneran datang merusak rmh tangga mu,,,,
nely_48
duo orang²an sawah lg mendrama mempermalukan jati diri perempuan,,, ampun dah 💣💣
Muft Smoker
berharap itu yx sama Tuhan Yang Maha Kuasa ,,
bukan sama manusia ,, bner kata Rumi ,, rencana manusia tu baik ,, tp rencana Tuhan tu luar biasa ,,, semangat trus rumii ,, Tuhan tu tdak tidur ,, /Smile//Smile//Smile/
Muft Smoker
jaman sekarang mh galak kn pelakor yx ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,, lebih gx tau diri pelakor ,, 😒😒😒😒
Dew666
🔮🔮🔮
Arin
Betul apa yang di katakan Rumi.... ikuti seperti air mengalir. Berharap ingin nya Fathur masih berusaha terus membela Rumi. Tapi Ibu Sri dengan berbagai cara dan akal bulus berusaha memisahkan Rumi dan Fathur
gina altira
Dona ga tau malu ihhh
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
lebih menakutkan wanita ketika sudah lelah dan masa bodo sih menurutku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!