NovelToon NovelToon
Bayang Yang Runtuh

Bayang Yang Runtuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Shanti_San

Kiara, putri tunggal keluarga terkaya, memilih menikah dengan pria biasa karena cinta yang ia pikir sangat kuat dan abadi. Selama sepuluh tahun pernikahan, Kiara hidup dengan rasa bersalah yang besar—ia tidak pernah bisa mengandung dan melahirkan anak, selalu menyalahkan dirinya sendiri, dan terus meminum obat yang dikatakan suaminya sebagai vitamin penyehat tubuh.

Semua kepercayaan dan kebahagiaannya runtuh dalam sekejap mata. Kiara mengetahui kenyataan pahit, suaminya telah berselingkuh dengan sahabat terdekatnya sendiri.
Lebih menyakitkan lagi, obat yang ia minum setiap hari ternyata adalah pil penunda kehamilan. Sepuluh tahun ia pikir dia kurang subur, padahal dialah yang menjadi korban, dan suaminya sendirilah penyebab ia tidak pernah bisa memiliki keturunan. Puncak kehancuran tiba saat Kiara tahu sahabatnya kini sedang mengandung anak hasil perselingkuhan mereka.

Kiara pun memilih pura-pura tidak tahu, untuk membalaskan rasa sakitnya karena telah di tipu oleh mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27 - Kecewa

Mendengar pengakuan itu, mata Baskara membelalak kaget. Jadi benar dugaan hatinya selama ini! Kiara memang sudah tahu semuanya, wanita itu sudah mengetahui betapa kejamnya perlakuan suaminya, namun ia tetap memilih bertahan, tetap memilih tinggal di rumah yang sama, tetap bersikap baik dan sopan di depan semua orang.

Rasa bingung, kecewa, sekaligus rasa sakit perlahan menyusup ke dalam hati Baskara. Ia menatap Kiara dengan pandangan yang sulit diartikan, campuran antara rasa tidak percaya dan rasa putus asa.

“Kamu sudah tahu?” ulang Baskara pelan, suaranya terdengar sedikit berat.

“Kamu sudah tahu semuanya, tahu bahwa dia mengkhianatimu, tahu dia tega menyakiti tubuh dan perasaanmu, tahu dia hanya memanfaatkanmu demi kekayaan dan kedudukan orang tuamu… tapi kamu tetap memilih untuk bersamanya? Kamu tetap memilih untuk memaafkan dan melupakan semua itu?”

Kiara terdiam sejenak, bibirnya terbuka hendak menjawab, namun kata-kata itu tertahan di tenggorokannya sebelum sempat terucap.

Melihat keheningan itu, melihat sikap Kiara yang tidak mau melawan, tidak mau marah, dan tidak mau meninggalkan Ferdi meskipun sudah tahu betapa jahatnya pria itu, pemikiran yang salah pun tumbuh kuat di benak Baskara. Ia melihat betapa sopan dan akrabnya Kiara dengan Ferdi di meja makan tadi, melihat betapa tenangnya wanita itu saat membicarakan suaminya, dan hal itu membuatnya menyimpulkan sesuatu yang keliru di dalam hatinya.

Jawabannya hanya satu yaitu Kiara masih sangat mencintai Ferdi. Cinta wanita itu begitu besar, begitu dalam, hingga meskipun ia sudah disakiti, dikhianati, dan diperlakukan dengan sangat buruk sekalipun, ia tetap tidak sanggup untuk pergi dan memutuskan hubungan. Cinta itulah yang membuat Kiara bertahan, cinta itulah yang membuatnya diam saja, cinta itulah yang membuatnya memaafkan segala kesalahan besar yang sulit dimaafkan oleh siapa pun.

Rasa sakit yang tajam tiba-tiba menusuk jantung Baskara. Selama ini ia berharap, ia yakin bahwa Kiara menderita karena ia terjebak dan tidak tahu harus berbuat apa, sehingga ia ingin datang untuk menyelamatkan dan melindunginya. Namun kenyataannya, Kiara sebenarnya sudah memilih jalannya sendiri. Wanita itu memilih untuk tetap berada di sisi pria yang ia cintai, tidak peduli seberapa buruk pria itu memperlakukannya.

Baskara menundukkan pandangannya perlahan, rasa kecewa yang mendalam membuatnya tidak sanggup menatap wajah Kiara lebih lama lagi. Cintanya yang ia simpan diam-diam selama bertahun-tahun, keinginannya untuk melindungi dan membahagiakan Kiara, semuanya seolah menjadi sia-sia. Karena hati wanita itu sudah tertanam sepenuhnya pada orang lain, bahkan orang lain yang sama sekali tidak pantas mendapatkannya.

“Maafkan aku, Kiara,” ucap Baskara dengan suara yang pelan dan sedikit bergetar, berusaha menyembunyikan rasa sakit di dalam hatinya.

“Aku… aku kira kamu tidak tahu apa-apa, jadi aku berniat memberitahumu agar kamu bisa berhati-hati dan mengambil keputusan yang tepat. Ternyata kamu sudah tahu dan sudah menetapkan pilihanmu sendiri. Kalau begitu, aku tidak akan ikut campur lagi. Aku harap kamu benar-benar bahagia dengan keputusan yang kamu ambil.”

Setelah mengucapkan itu, Baskara tidak menunggu jawaban lagi dari Kiara. Ia menganggukkan kepalanya singkat, lalu berbalik badan dan berjalan pergi meninggalkan Kiara sendirian di depan pintu kamar mandi itu, dengan perasaan yang campur aduk dan penuh kekecewaan yang mendalam.

Kiara yang ditinggalkan sendirian hanya diam terpaku di tempatnya. Ia menatap punggung Baskara yang menjauh, lalu perlahan menghela napas panjang yang penuh makna air mata Kiara jatuh. Ia tahu Baskara salah paham, ia tahu pria itu mengira ia masih mencintai Ferdi dan memilih bertahan demi cinta. Namun, Kiara tidak bisa menjelaskan semuanya sekarang, belum waktunya. Ia biarkan Baskara berpikir begitu untuk saat ini, karena rencananya belum sampai pada tahap di mana ia bisa membuka semua kartu yang ia pegang. Kiara hanya berharap, nanti saat semua kebenaran terungkap, saat pembalasan yang ia siapkan sudah selesai dilaksanakan, Baskara akan mengerti dan memaafkan sikapnya yang selama ini penuh kepura-puraan.

Dengan tekad yang kembali menguat, Kiara pun memperbaiki kerah bajunya, lalu kembali melangkah tenang menuju ruang makan, seolah-olah tidak ada apa-apa yang baru saja terjadi di antara mereka berdua.

1
Yeni Astriani
yuuukk lanjut Author
Yeni Astriani
good job Kiara kamu kuat, kamu punya banyak bukti perceraian pasti bakalan terjadi.
ferdi mengancam karna tahu dia bakalan hidup miskin lagi
Yeni Astriani
lanjut Author
Asyura
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!