NovelToon NovelToon
Muara Hati Azalea

Muara Hati Azalea

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Naik ranjang/turun ranjang / Pengasuh / Tamat
Popularitas:751.8k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Seminggu kematian mertuanya, Azalea dijatuhi talak oleh Reza, dengan alasannya tidak bisa memberikan keturunan kepadanya. Padahal selama tiga tahun pernikahan, Reza tinggal di kota, sementara Azalea tinggal di kampung mengurus mertuanya yang sakit-sakitan.

Azalea yang hidup sebatang kara pun memutuskan untuk merantau ke kota mencari pekerjaan. Ketika hendak menyebrang, Azalea melihat gadis kecil berlari ke tengah jalan, sementara banyak kendaraan berlalu lalang. Azalea pun berlari menyelamatkan gadis kecil itu.

Siapa sangka gadis kecil itu adalah Elora, putri dari mendiang kakaknya yang meninggal tiga tahun yang lalu.

Enzo, mantan kakak iparnya meminta Azalea menjadi pengasuh Erza dan Elora yang kekurangan kasih sayang.

Di kota inilah Azalea menemukan banyak kebenaran tentang Reza, mantan suaminya. Lalu, tentang Jasmine, mendiang kakak kandungnya.

Ketika Azalea akan pergi, Enzo mengajaknya nikah. Bukan karena cinta, tetapi karena kedua anaknya agar tidak kehilangan kasih sayang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Tangan Enzo berhenti di udara. Hanya beberapa senti dari bahu Azalea.

Ruangan mendadak sunyi. Napas Enzo memburu. Dadanya naik turun. Matanya merah, entah karena marah atau karena panik, karena baru sadar apa yang akan dilakukannya barusan.

Azalea menatap Enzo lurus. Dia tidak takut atau mundur.

“Dia anak kecil, Mas,” ucap Azalea pelan, tapi setiap katanya tajam. “Dia tidak tahu apa-apa.”

“Itu dokumen penting!” bentak Enzo. “Kerja sama perusahaan! Kamu tahu akibatnya?!”

“Aku tahu,” jawab Azalea tenang. “Tapi memukul anak bukan solusi.” Tangannya tetap terbentang, melindungi Elora yang menangis terisak di belakangnya.

“Elora tidak berniat merusak,” lanjut Azalea, suaranya bergetar menahan emosi. “Dia hanya ingin bermain. Kesalahan Mas bukan hanya soal tablet, tapi meninggalkannya di tempat yang mudah dijangkau anak kecil.”

Kalimat itu menghantam keras. Enzo terdiam.

Elora menarik ujung baju Azalea dari belakang, suaranya gemetar. “Mommy, aku takut sama Daddy.”

Kata 'takut' itu seperti pisau yang menusuk dadanya. Enzo menoleh. Dia baru sadar kalau putrinya gemetar ketakutan, wajahnya pucat, matanya memerah, tubuh kecilnya bersembunyi di balik Azalea seolah dunia di depannya terlalu mengerikan baginya.

Tangannya yang tadi mengepal perlahan gemetar.

“A-ku ....” Suara Enzo melemah. “Aku tidak bermaksud ....”

Azalea berbalik sedikit, meraih Elora dan memeluknya erat. “Tidak apa-apa, Sayang,” bisiknya lembut. “Mommy di sini akan melindungi kamu.”

“Huaaa ... Mommy!” Elora menangis di dada Azalea, napasnya tersengal-sengal.

Enzo menjatuhkan tablet ke sofa. Ia mundur dua langkah Bahunya jatuh. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan. “Kenapa aku begini?” gumamnya lirih.

Azalea menatap Enzo lama. Ia mendekat perlahan, masih tetap menggendong Elora.

“Mas,” kata Azalea pelan. “Mas boleh marah. Mas boleh kecewa. Tapi jangan sampai tangan Mas menyakiti anak-anak Mas sendiri.”

Enzo mengangguk kecil, air mata jatuh tanpa ia sadari. “Aku kehilangan kontrol,” katanya parau. “Aku panik.”

Azalea menghela napas, melembutkan nada suaranya. “Semua orang bisa panik. Tapi anak-anak akan mengingat bagaimana kita memperlakukan mereka saat kita marah.”

Enzo menutup mata. Kenangan masa kecilnya sendiri—teriakan, tangan terangkat, ketakutan—seketika menyerbu. Ia berlutut perlahan.

“Elora ... Daddy,” panggilnya pelan.

Namun, Elora justru semakin memeluk Azalea, wajahnya bersembunyi. “Aku takut, Mommy. Daddy jahat!” gumamnya lemah.

Hati Enzo terasa remuk. “Daddy minta maaf,” ucap Enzo lirih, suaranya bergetar. “Daddy salah. Daddy janji tidak akan marah seperti itu lagi.”

Azalea mengelus rambut Elora. “Semua baik-baik, Sayang,” bisiknya. “Daddy lagi belajar.”

Beberapa detik berlalu. Akhirnya Elora mengintip sedikit dari balik bahu Azalea. Matanya sembap, basah.

“Daddy sudah enggak marah lagi?” tanya gadis kecil itu takut.

Enzo menggeleng cepat. “Enggak. Daddy minta maaf.”

Elora ragu-ragu, lalu mengangguk kecil.

Azalea tersenyum tipis, mengusap punggung Enzo dengan tangan bebasnya. “Soal file,” katanya pelan, “kita cari solusi besok. Sekarang yang paling penting, anak-anak merasa aman.”

Enzo mengangguk.

Malam itu, Erza terbangun sebentar karena suara tangis, lalu kembali tidur setelah Azalea memastikan semuanya baik-baik saja. Elora akhirnya tertidur di pelukan Azalea, masih terisak kecil dalam tidurnya.

Enzo duduk di lantai ruang keluarga, bersandar pada sofa, menatap dua orang yang kini menjadi pusat hidupnya. Dia benar-benar baru menyadari, kalau kerja sama bisa dicari ulang, dokumen bisa dibuat kembali. Namun, rasa aman seorang anak sekali hilang, bisa membekas seumur hidup.

Dan malam itu, di bawah cahaya lampu temaram, sebuah keluarga belajar dengan air mata dan penyesalan tentang arti menahan amarah demi cinta.

***

Pagi itu Enzo datang ke kantor lebih awal dari biasanya. Wajahnya masih terlihat lelah, tetapi sorot matanya jauh lebih jernih dibandingkan malam sebelumnya. Begitu sampai di ruang kerja, ia langsung menyalakan laptop dan menghubungi satu orang yang paling ia percaya.

“Ramon,” panggil Enzo melalui interkom. “Masuk ke ruanganku segera.”

Tak lama, Ramon berdiri di depan mejanya dengan tablet di tangan. “Ada apa, Pak?”

Enzo menarik napas dalam. “File kerja sama semalam terhapus. Bisa dicek kemungkinan pemulihannya?”

Ramon terdiam sejenak, lalu duduk dan mulai membuka sistem penyimpanan. Jari-jarinya bergerak cepat, menelusuri folder demi folder.

“Kalau terhapus permanen memang sulit,” katanya hati-hati. “Tapi kita coba cek recycle bin dulu.”

Enzo berdiri di belakang Ramon, menatap layar dengan napas tertahan. Beberapa detik terasa sangat panjang.

“Ini dia, Pak,” ucap Ramon akhirnya. “File-nya masih ada di file sampah. Belum terhapus permanen.”

Enzo memejamkan mata. “Pulihkan,” katanya cepat.

Ramon menekan beberapa tombol, lalu mengangguk. “Sudah kembali semua.”

Enzo terduduk di kursinya, dadanya terasa jauh lebih ringan. “Syukurlah.” Ia mengusap wajahnya dengan kedua tangan.

Malam tadi, amarah membuat pikirannya buntu. Tak terpikir sedikit pun untuk membuka file sampah. Yang ada hanya kepanikan dan ketakutan kehilangan segalanya, hingga nyaris kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga.

“Pak Enzo,” Ramon tiba-tiba berkata sambil tersenyum kecil, “boleh saya jujur?”

Enzo menoleh. “Silakan.”

“Belakangan ini Bapak kelihatan, berbeda,” ujar Ramon hati-hati. “Lebih tenang. Lebih hidup. Biasanya kalau ada masalah seperti ini, Bapak bisa langsung meledak.”

Enzo terdiam. Ia tidak menyangka perubahan kecil itu terlihat jelas oleh orang lain. “Begitu ya?” gumamnya.

“Iya,” jawab Ramon mantap. “Dan jujur saja, sebagai bawahan, saya senang melihat Bapak seperti sekarang.”

Enzo tersenyum tipis. “Mungkin, aku sedang belajar.”

Ramon mengangguk paham, lalu berdiri. “Kalau begitu, saya lanjutkan pekerjaan.”

Setelah Ramon keluar, Enzo bersandar di kursinya. Bayangan Elora yang gemetar ketakutan semalam kembali muncul di benaknya. Dadanya terasa sesak.

“Andai tadi malam aku sedikit lebih tenang,” lanjutnya lirih dalam hati, “aku mungkin tidak akan mengangkat tangan dan membuat anakku ketakutan.”

Enzo menarik napas panjang. “Aku memang harus banyak belajar mengendalikan diri dan mengubah prilaku burukku,” bisiknya pada diri sendiri.

1
Lusita Sutrisno
agak miss di sini,seharusnya lea bisa nelfon ramon atau staf ksntor lain kan...???
Deera__
Alhamdulillah.. ma syaa Allah tabarakallah... selamat ya Erza.. kamu hebat dan berhasil nak.. onty online bangga padamu nak 😍😍 tetap selalu belajar dan semangat dalam tumbuh Kembang mu Erza 💐💐
Iqlima Al Jazira
ini yang di tunggu. cadel
Deera__
laki² dzolim dan stress akut
Deera__
Jasmine cantik sekali... Azalea kek mana ya cantiknya/Doubt//Blush//Blush/
Nora Anggraini: elora lihat di bab 3 Elza bab 4 azlea bab 5
total 1 replies
Rohmi Yatun
makasih thor.. cerita yang sgt bagus.. ditunggu karya selanjutnya👍🙏
Deera__
ma syaa Allah cantik sekali si Elora keponakannya Lea 😍😍😍
Deera__
jangan² perusahaan milik Enzo🤣
Deera__
lahh... ada apa ini... kok ternyata Lea kenal daddynya Elora /Blush//Scare//Shy//Shy/
Deera__
wah bau-bau calon anaknya Azalea ini 🤭🤭🤣🤣 hmmmm GK sbar aku penasaran
Deera__
linglung karna banyak pikiran
Deera__
Bismillah... kamu bisa Lea.. go Kejar bahagiamu yg baru
Deera__
Air mata yg menjadi saksi bisu.. ketika mulut tak sanggup berkata-mata dan berteriak. Lelah selelahnya.
Deera__
astaghfirullah... mulutnya minta di tabok ulekan sambel mercon bledek kayaknya 😌😌
Reni Setia
selamat ya udah tamat karyanya
Atmita Gajiwi
/Smile//Smile//Determined/
Nurlaela
🥰🥰🥰🥰🥰🥰👍👍👍ditunggu karya barunya❤️❤️❤️❤️
ken darsihk
Ending yng indah , bahagia membaca nya terimakasih thorr 💪💪😍😍
ken darsihk
Tak terasa sudah 3 tahun aja
bagaimana kabar sang mantan yng di pindah tugas kan , koq nggak ada cerita nya 😃😃😃
lyla lafiya
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!