NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Bintang

Takdir Kaisar Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Langit Azure, kekuatan bela diri dan kedalaman Qi menentukan segalanya. Ye Chen, seorang jenius dari keluarga cabang klan Ye, dikhianati dan "Akar Roh" miliknya dicuri oleh saudara sepupunya sendiri demi ambisi klan utama. Menjadi cacat dan dibuang ke pinggiran desa, nasibnya berubah ketika sebuah meteorit hitam jatuh di dekatnya. Meteorit tersebut menyimpan warisan dari "Kaisar Kekosongan" dari era kuno, memberikannya seni kultivasi terlarang yang tidak membutuhkan Akar Roh, melainkan menyerap energi bintang. Ye Chen kini harus merangkak dari bawah, bersembunyi dari musuh-musuh kuat, dan menapaki jalan kultivasi untuk membalas dendam serta mencari kebenaran di balik hancurnya para Dewa Kuno

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Seni Kekosongan Bintang dan Titik Meridian Pertama

​Di dalam ruang hampa lautan bintang, Lin Tian menatap pemuda yang bersujud di hadapannya dengan sorot mata bernostalgia. Sudah tak terhitung berapa lama ia menunggu dalam keheningan, mengamati berlalunya zaman, hingga akhirnya menemukan seseorang dengan keteguhan dan garis keturunan yang tepat.

​"Bagus. Berdirilah, Muridku," ucap Lin Tian, suaranya mengalun seperti gema dari masa lalu.

​Begitu Lin Chen berdiri, Lin Tian mengangkat tangan kanannya. Jari telunjuknya yang terbuat dari debu bintang memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan. Tanpa peringatan, jari itu melesat dan menyentuh bagian tengah dahi Lin Chen.

​BZZZTTT!

​Seketika, lautan informasi yang tak terukur jumlahnya membanjiri benak Lin Chen. Simbol-simbol kuno yang berkedip dengan cahaya bintang, mantra-mantra yang belum pernah ia dengar, dan diagram meridian tubuh manusia yang jauh lebih kompleks dari apa pun yang diketahui oleh para alkemis di Benua Langit Azure, meledak di dalam kepalanya.

​"Di saat kultivator fana memfokuskan segalanya pada Dantian sebagai lautan energi, Seni Kekosongan Bintang memandang tubuh manusia sebagai cangkang alam semesta yang kosong," suara Lin Tian menggema di benak Lin Chen yang sedang menahan rasa sakit akibat aliran informasi tersebut.

​"Terdapat seratus delapan ribu titik tersembunyi di dalam tubuh manusia. Kita menyebutnya Titik Bintang. Tugasmu bukanlah mengumpulkan Qi langit dan bumi, melainkan menyalakan setiap Titik Bintang ini satu demi satu dengan energi kosmis. Setiap titik yang menyala akan memberimu kekuatan setara dengan satu gunung. Jika kau berhasil menyalakan keseratus delapan ribu titik... tubuh fisikmu tidak akan bisa dihancurkan, bahkan oleh Hukum Surga sekalipun!"

​Mendengar skala kekuatan itu, jantung Lin Chen berdegup kencang. Seratus delapan ribu titik? Jika untuk membangun fondasi di tahap Pengumpulan Qi biasa saja butuh waktu bertahun-tahun, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyalakan puluhan ribu titik ini?

​"Jangan terburu-buru, Lin Chen," Lin Tian memperingatkan, menyadari pergolakan pikiran muridnya. "Ini adalah jalan yang dirancang untuk membentang hingga ribuan pertempuran dan ratusan tahun pencerahan. Tergesa-gesa hanya akan membuat tubuhmu meledak berkeping-keping. Sekarang, fokuskan pikiranmu. Serap sisa-sisa energi meteorit dari kawah ini untuk menyalakan Titik Bintang pertamamu di titik meridian tengah dada.

​Kesadaran Lin Chen tersentak kembali ke dunia nyata. Ia membuka matanya dan mendapati dirinya masih duduk bersila di dasar kawah Hutan Kematian. Fragmen giok hitam yang tadi disentuhnya telah meleleh menjadi cairan gelap yang kini menyerap masuk ke dalam dadanya, meninggalkan tanda lahir berbentuk konstelasi bintang kecil.

​Udara dingin di sekitar kawah masih pekat. Sesuai instruksi gurunya, Lin Chen menutup mata dan mengubah pola pernapasannya. Alih-alih menyerap energi ke perut bagian bawah, ia mengarahkan hawa dingin dari sisa meteorit itu langsung ke tengah dadanya.

​KRAAAK!

​Sensasinya seperti menelan bongkahan es berduri. Energi yang brutal dan liar masuk ke dalam meridian dadanya, menabrak penyumbat alami tubuhnya. Keringat dingin sebesar biji jagung mengucur deras dari dahi Lin Chen. Urat-urat di lehernya menonjol, dan giginya bergemeretak menahan jeritan.

​Rasa sakitnya sepuluh kali lipat lebih mengerikan daripada saat Dantiannya dihancurkan!

​"Tahan! Jadikan rasa sakitmu sebagai bahan bakar keteguhanmu!" Suara Lin Tian menggema keras dari dalam tanda konstelasi di dadanya. Mulai sekarang, jiwa sang Kaisar Kekosongan bernaung di sana.

​Lin Chen mengingat kembali tatapan merendahkan Ye Mang. Ia mengingat senyum sinis klan utama yang mencuri Akar Rohnya. Api kemarahan dan tekad untuk tidak lagi diinjak-injak berkobar di hatinya.

​"BUKAAAA!" teriak Lin Chen di dalam hati.

​BUM!

​Sebuah ledakan teredam terjadi di dalam tubuhnya. Di tengah dadanya, sebuah titik cahaya kecil seukuran butiran debu tiba-tiba menyala terang, memancarkan cahaya perak kebiruan.

​Dalam sekejap, rasa sakit yang menyiksa itu lenyap, digantikan oleh aliran kekuatan yang luar biasa murni dan padat. Lin Chen membuka matanya. Ia mengepalkan tangan kanannya, dan udara di sekitarnya berdesir pelan. Meskipun hanya satu Titik Bintang yang terbuka, kekuatan fisiknya terasa jauh lebih bertenaga dibandingkan saat ia berada di tahap puncak Pengumpulan Qi dulu. Energi ini bukan Qi biasa; ini lebih berat, lebih purba.

​"Satu titik terbuka," puji Lin Tian. "Selamat, kau kini resmi melangkah di tahap Debu Bintang. Kekuatanmu sekarang secara kasar setara dengan tahap Pengumpulan Qi lapisan pertama. Sangat kecil, tapi fondasimu tak tertandingi."

​Lin Chen menghela napas panjang yang menghasilkan uap putih di udara malam. Ia menunduk menatap tangannya dengan senyum penuh arti. "Satu dari seratus delapan ribu. Perjalanan ini baru saja dimulai, Guru."

​"Benar. Dan perjalanan yang panjang membutuhkan sumber daya yang setinggi gunung," balas Lin Tian praktis. "Meskipun tubuhmu adalah alam semesta, kau tetap membutuhkan pil, obat spiritual, dan energi alam untuk mempercepat penyalaan Titik Bintang. Keluarga cabang ini terlalu miskin untuk menyokongmu."

​Lin Chen mengangguk setuju. "Besok pagi... tidak, pagi ini," ia melirik ke ufuk timur yang mulai menampakkan semburat cahaya fajar, "Utusan dari Sekte Pedang Awan akan datang ke Kota Awan Merah untuk menyeleksi murid baru. Awalnya, dengan Dantian yang hancur, aku tidak punya harapan. Tapi sekarang..."

​"Gunakan teknik penyamaran aura yang ada di dalam ingatanmu," sela Lin Tian. "Sembunyikan fluktuasi energi bintangmu agar terlihat seperti Qi biasa. Sekte Pedang Awan hanyalah pijakan kecil, tetapi untuk saat ini, itu adalah tempat terbaik untuk mengumpulkan sumber daya secara diam-diam dan membangun fondasi kekuatanmu tanpa menarik perhatian musuh."

​Lin Chen berdiri, merapikan pakaian abu-abunya yang compang-camping. Sorot matanya kini setajam pedang yang baru diasah. Klan Ye membuangnya seperti sampah, namun hari ini, ia akan mengambil langkah pertamanya di jalan kultivasi yang akan mengguncang langit.

​"Ayo kembali, Guru. Ada seleksi yang harus kuikuti," gumam Lin Chen seraya melesat meninggalkan Hutan Kematian, sosoknya menyatu dengan bayang-bayang fajar yang menyingsing.

1
nanonano
kapan gelutnya nih
Arinto Ario Triharyanto
joss gandozzz 💪
Gege
mantabb...💪👍
Gege
hancurkan lawan, sita harta rampasan, pergi...💪🤣
Gege
biar nambah kosakatanya "dan tak lupa cincin ruang penyimpanan segera diamankan" lumayan buat genapin 10k kata Thor...🤣
Arinto Ario Triharyanto
mantaappp... ga usah malu-malu, yg pamer sok kuat sok keras, tenggelam kan saja, ga pake lama 😎
Arinto Ario Triharyanto
Yoi joss gandozzz💪
Arinto Ario Triharyanto
joosss Thor 💪👍
Arinto Ario Triharyanto
bagus 👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
lanjut ya Thor, jangan berhenti di tengah jalan 😎
Arinto Ario Triharyanto
bagus bagus, sekalian biji nya di cabut 🤭
Arinto Ario Triharyanto
cabut aje, ambil lagi
Arinto Ario Triharyanto
bantai... kagak usah basa-basi
Gege
mantap Thor... gass teroos 10k kata tiap update
Nanik S
Keren sekali Tor👍👍👍
Nanik S
Bijih Api Surgawi
Nanik S
Akhirnya naik menjadi penunggu Api
Nanik S
Lin Chen.... menarik sekali dengan kekuatan Fisiknya
Nanik S
Shiiiiiip
Nanik S
Masuk Sekte pedang awan walau sebagai murid Luar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!