NovelToon NovelToon
DARI TUKANG PAKIR HINGGA LEGENDA

DARI TUKANG PAKIR HINGGA LEGENDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Wahyuni92

tepat di depan sebuah pusat perbelanjaan besar, berdiri seorang pemuda berusia sekitar dua puluh tahun.
Tubuhnya ramping, kulitnya agak gelap karena sering terpapar sinar matahari, namun sorot matanya memancarkan keteguhan yang jarang dimiliki anak-anak muda seusianya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16:Rencana Pewaris

Setelah kami selesai mengamati seluruh sudut ruangan besar itu, Rian berdiri di tengah ruangan, matanya berbinar-binar menatap lantai dan dinding yang kokoh namun sudah lapuk dimakan waktu.dia sempat berucap dengan yakin:

"Tempat ini pondasinya kokoh, posisinya strategis... di sini lah tempat yang tepat."

Sekarang dia menoleh ke arahku dan Rina, wajahnya serius namun penuh keyakinan besar. Ada wibawa yang terpancar darinya, wibawa seorang pemimpin yang memikul beban berat sendirian sejak ditinggal ayahnya.

"Arka, Rina... kalian tahu kan kalau Ayah sudah tiada, dan sejak saat itu seluruh

 PT RAKA KARYA UTAMA ada di tanganku? Dulu, sebelum beliau meninggal, Ayah sering bercerita tentang satu tugas besar yang belum selesai dari pendiri perusahaan kita. Beliau pesan, suatu hari nanti aku harus menyelesaikannya."

Rian menunjuk ke arah sambungan batu raksasa yang menyusun dinding ruangan ini.

"Aku sudah lama meneliti dan merencanakan sesuatu. Aku mau mengajukan proyek pembangunan terbesar dalam sejarah perusahaan. Aku beri nama:

PROYEK PENGAMANAN SUMBER. Rencananya, aku akan membangun Gedung Pusat Penelitian dan Pengawasan Budaya tepat di atas tanah ini. Tujuannya: menyulap reruntuhan ini jadi bangunan bermanfaat, sekaligus memperkuat dan mengunci struktur bawah tanah agar aman selamanya."

Dia menyentuh ukiran di dinding dengan lembut.

"Tapi setelah masuk ke sini dan melihat langsung struktur aslinya... aku sadar satu hal penting. Apa yang mau aku bangun ini ternyata bukan ide baruku. Ayah sudah memberi petunjuk, dan leluhur kita sudah merencanakannya ratusan tahun yang lalu. Lihat susunan tiang ini, jarak antar kolom, arah utara-selatannya... Ini persis sama dengan cetak biru tertua yang tersimpan di brankas arsip perusahaan. Ternyata aku cuma melanjutkan apa yang sudah disiapkan untukku."

Belum sempat Rian menjelaskan detail teknis lebih lanjut, tanah di bawah kaki kami bergetar pelan namun terasa sampai ke tulang. Suara gesekan batu yang kasar terdengar dari lorong yang baru saja kami lewati. Wajah Rian berubah tegang seketika. Dia segera mengeluarkan peta denah lokasi dari tasnya, meneliti garis-garis di atas kertas itu dengan cermat.

"Ada orang lain di sini. Dan sepertinya mereka sedang mengubah posisi penyangga bangunan ini secara paksa," ucap Rian dingin, matanya menatap bekas pahatan kasar di dinding yang tidak ada di peta aslinya. "Mereka tidak cuma menjelajah. Mereka merusak struktur. Kalau penyangga ini rubuh, seluruh bukit ini bisa longsor, dan rencanaku membangun di sini akan gagal total selamanya. Seluruh warisan Ayah dan perusahaan akan sia-sia."

"Siapa mereka?" tanya Rina sambil bersiap waspada.

Rian mengepal tangannya kuat-kuat, rahangnya mengeras.

"Ada satu nama yang dulu sering Ayah sebut dengan nada marah dan kecewa. Paman Dika. Dia saudara Ayah sendiri, paman kandungku. Dulu dia arsitek jenius di

PT Raka Karya Utama, bahkan dianggap bakal memimpin perusahaan sebelum Ayah. Tapi dia dipecat dan namanya dihapus dari catatan karena mengajukan desain yang berbahaya, yang bisa mengancam nyawa banyak orang. Ayah yang memutuskan mengeluarkannya... dan sepertinya dia menyimpan dendam sampai sekarang."

Kami bertiga segera bergerak lebih dalam ke lorong gelap itu. Rian memimpin jalan, dialah pemegang kendali dan yang paling paham seluk-beluk konstruksi tempat ini.

"Tujuanku sekarang jelas," ucap Rian di sela langkahnya. "Aku harus lindungi lokasi ini agar tetap utuh. Aku harus pastikan Proyek Pengamanan Sumber bisa terlaksana. Dan aku harus hentikan Paman Dika sebelum dia menghancurkan apa yang seharusnya menjadi milik dan tugasku sebagai pemilik PT Raka Karya Utama."

1
Indra P.
lanjutkannnn
Indra P.
mantappp.....inspirasi yg hebatt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!