NovelToon NovelToon
Sistem Petani: Mengubah Sampah Menjadi Cairan Dewa

Sistem Petani: Mengubah Sampah Menjadi Cairan Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Bertani
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Aris adalah definisi pecundang di mata dunia. Dipecat dari pekerjaan kasarnya, dikhianati oleh kekasih yang paling ia cintai, dan dihina oleh teman-teman sekolahnya saat reuni karena hanya mengendarai motor butut.

Satu-satunya harta yang ia miliki hanyalah sebidang tanah warisan kakeknya di pinggiran kota.

Namun, harapan Aris hancur saat ia kembali. Tanah yang ia impikan menjadi tempat tinggal yang tenang, telah berubah menjadi gunung sampah ilegal—sebuah "borok" kota yang dikuasai mafia dan oknum korup.

Di titik terendah hidupnya, sebuah suara dingin bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Petani Sultan Diaktifkan!]

[Misi Pemula : bersihkan 10 KG sampah]

[Hadiah : alat penyulingan esensi Cairan dewa]

[Mulai Proses Penyulingan... Menghasilkan: Cairan Dewa Tingkat 1!]

Satu tetes cairan itu mampu mengubah tanah beracun menjadi Lahan Surgawi.

. Satu tetes lagi mampu membuat tanaman mati tumbuh kembali dengan khasiat luar biasa, dengan cairan ini dia menjadi petani sultan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12--Keterkejutan Sang Vina Dan Gangguan Para Hama

Vina mengikuti langkah Aris dengan perasaan campur aduk. Rasa bersalah mulai menggerogoti egonya sebagai anggota kepolisian, terutama anak komandan polisi itu sendiri. Bagaimana mungkin sebuah kejahatan lingkungan sebesar ini bisa terjadi tepat di bawah hidung institusinya tanpa ada satupun berkas yang sampai ke meja ayahnya? Ini adalah aib bagi kepolisian pusat, gak heran para warga mulai sinis kepada meraka.

Harus diakui kinerja mereka mulai menurun bahkan sangat menurun Vina juga menyadari akan hal itu, sebagai anak komandan ia merasa paling terhina disini. Rasanya seperti dilempar sampah tepat di depannya.

Ehmm, terlebih tindakan sok berani karena tiba-tiba menegur sangat tidak etis. Vina sadar kalau dirinya ini memang terkadang sangat polos sehingga tanpa sadar melakukan ini.

Begitu masuk ke dalam gubuk sederhana itu, Vina disambut oleh aroma masakan yang sangat menggoda. Di atas meja kayu yang sudah tua, terdapat sepiring tumis sawi hijau yang warnanya begitu pekat dan segar, seolah-olah baru saja dipetik dari surga. Dari kejauhan saja hidung Vina bisa merasakan dan merasa nafsu makannya meningkat karena aroma sangat mengugah selera.

"Ibu, ini ada tamu. Mbak Vina, anak komandan polisi di kota," Aris memperkenalkan Vina pada Bu Ratna yang baru saja keluar dari dapur.

Sontak ucapan dari Aris membuat Emi dan Bu Ratna terkejut. Anak komandan polisi? Darimana Aris mengenal orang hebat demikian, namun kalau benar itu artinya dia membantu menyelesaikan kasus tidak jelas dari si Malik.

Emi adiknya menatap takjub, dalam batin dia berteria riang. Gila abang bawa-bawa cewek spek bidadari dari kayangan, udah gombalin kak Sari sekarang bawa mbak-mbak bohai aura polwan lagi. Sorot mata Emi itu nakal, dia bocah SMP.

Otaknya agak ngeres dikit, terkena oleh fase-fase pubertas. Namun itu gak salah, Vina memang bohai.

Dua asetnya terlihat jelas terutama gara-gara kaos oblong dia, tubuh juga kayak gitar spanyol.

Vina merasa risih akan tatapan itu, dia menunduk. Ababngya Aris menegur.

"woi Emi gak sopan sama tamu! Dasar otak ngeres!"

"maaf kak!"

Sementara Ibu Ratna bangga. Kedatangan anaknya memang selalu membawa berkah! Dia bawa kawan yang mungkin bisa gercep urusin kasus beginian.

Bu Ratna tersenyum tulus, senyum khas orang desa yang tidak menaruh dendam meski lahannya baru saja dirusak bertahun-tahun. Ia juga memaklumi hal ini, mereka sendiri jarang melakukan pelaporan karena ancaman dan kekejaman dari Malik seta antek-anteknya, sekali lapor pun kadang laporan gak masuk sampai telinga pusat.

Namun kedatangan anak komandan polisi itu sendiri dia terlihat seperti gadis muda polos yang menjunjung tinggi keadilan membuat harapan mereka makin bangkit.

 "Mari, Mbak. Dicicipi dulu masakan orang kampung. Seadanya, tapi Aris bilang ini sayur terbaiknya."

Vina duduk dengan kaku. Ia mengambil sendok dengan tangan yang sedikit gemetar. Pikirannya masih dipenuhi bayangan limbah B3 dan racun, namun aroma segar yang menyeruak dari piring itu memaksanya untuk menyuap.

Krukk...

Mata Vina membelalak. Tekstur sawi itu begitu renyah, namun sangat lembut di saat yang sama. Tidak ada rasa getir, tidak ada bau sulfur—yang ada hanyalah rasa manis alami yang murni dan sensasi menyegarkan yang menjalar ke seluruh tubuhnya.

"Enak banget..." gumam Vina tanpa sadar. Ia menyuap lagi, dan kali ini lebih lahap. Rasa lelah akibat perjalanan jauh dan rasa pusing akibat stres pekerjaan mendadak hilang, digantikan oleh energi yang meluap-luap.

Vina mungkin gak tahu, namun itu adalah salah satu efek tambahan dari sistem untuk benih dan hasil cairan dewa tingkat satu milik Aris.

[Ding!]

[Target Vina mengalami penyembuhan rasa lelah!]

[Sawi memberikan pengurangan rasa lelah secara drastis!]

Aris yang duduk di seberangnya hanya bersedekap sambil menyeringai.

Ibu ratna pun terkekeh melihat anak desa terlebih yang katanya anak komandan polisi makan dengan lahap itu kontras dengan penampilan dia yang tegas, dia terlihat lucu

 "Gimana, Mbak? Masih mau memborgol saya atas tuduhan pembunuhan massal?"

Vina meletakkan sendoknya, wajahnya kini berubah menjadi sangat serius. Merah padam bukan karena pedas, tapi karena malu yang membuncah. Dia salah paham banget, jika bisa dia ingin menghilang sekarang juga!

"kak, aku minta maaf. Benar-benar minta maaf. Sayur ini... kualitasnya jauh di atas sayuran organik premium yang pernah aku temui, gak heran ini laku di hotel. Dan jika benar ini tumbuh di tanah yang dulunya tempat sampah Malik, maka ada konspirasi besar yang sedang terjadi."

Vina berdiri, menatap Aris dengan tatapan tajam yang kini penuh dengan tekad. Dia akan membenahi masalah ini, kalau tidak dia akan merasa sangat gagal sebagai anak komandan polisi!

"Tunjukkan sertifikat tanahmu. Aku akan mengambil foto bukti dan sampel sayuran ini. Aku tidak akan lewat jalur administrasi kantor yang kamu bilang 'berbayar' itu. Aku akan langsung membawa ini ke meja makan malam Papa di rumah."

Aris masuk ke dalam kamar dan mengeluarkan sebuah map lusuh berisi sertifikat tanah asli atas nama kakeknya, lengkap dengan surat-surat waris yang sah.

"Ini, Mbak. Tanah ini sah milik keluarga saya. Malik hanya mengklaim secara sepihak dan memanfaatkannya sebagai tempat pembuangan karena dia pikir kami orang kecil yang nggak bisa melawan," ujar Aris tenang. “Dia melakukan secara bertahun-tahun, bahkan kalau melawan dia melakukan kekerasan warga desa juga gak berani mbak.”

“Itu benar, Bu Vina—”

“Panggil vina saja ibu,” ucap Vina merasa tidak layak dipanggil begitu.

“Itu benar, nak Vina. Kalau bukan karena Aris yang menendang pantat para preman mafia itu keluar sampai sekarang pun pasti lahan ini masih dipakai oleh mereka.”

Vina membulatkan mata, menendang pantat mereka? Jadi anak muda di depannya gak hanya pintar bertani, tapi juga bisa beladiri. Ini semakin menarik.

Vina memotret setiap lembar dokumen itu dengan ponselnya. Saat itulah,  

 Sebuah notifikasi dari sistem muncul di sudut matanya.

[DING!]

[Deteksi Ancaman!]

[Malik dan dua orang anak buahnya terdeteksi berada di pinggir ladang, membawa jeriken berisi cairan pemati rumput (Herbisida Kimia Keras).**]

Aris menyipitkan mata. Rupanya Malik sudah mulai bergerak setelah tahu Aris berhasil menembus pasar hotel.

Pasti ini ulah dari malik terlebih karena melihat lahan sampah kini menjadi tempat sayuran yang indah, dia pasti tidak terima.

"Mbak Vina," panggil Aris dengan suara rendah yang tiba-tiba berubah dingin. "Sepertinya Mbak nggak perlu menunggu sampai makan malam untuk melihat bukti kebusukan  Malik. Mereka ada di luar sekarang, mencoba meracuni ladang saya."

Vina tersentak. Insting polwan-nya langsung aktif. "Di mana?"

"Ikut saya. Tapi tolong kaka di dalam saja, jangan bersuara," bisik Aris. “Biar aku yang keluar, nanti kak Vina tingkah laku busuk mereka.”

1
Mamat Stone
tetap semangat dan Jaga kesehatan /Good/
Manusia Biasa: amin walau otaknya udah agak eror

terimakasih sudah membaca kak🤣
total 1 replies
Mamat Stone
sehat selalu Thor /Ok/
Hajir Pemburu
di tunggu kelanjutanya thor.
Manusia Biasa: baik tunggu besok ya ka. kemungkinan up 4-5 bab
total 1 replies
ラマSkuy
wah Thor masih banyak typo ya dan kadang ada juga penamaan karakter yang kebalik contohnya di bab ini di akhir
Manusia Biasa: waduh baik tak koreksi kak. garap dua novel sekaligus emang resikonya gini/Sob/🙏
total 1 replies
Mamat Stone
Jagoan Neon /Casual/💥💥
Mamat Stone
Pejantan Tangguh /CoolGuy/💥💥
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
sang Dermawan 🤩
Mamat Stone
berbagi itu indah 😍
ラマSkuy
kembali jadi warga biasa, kaya pria so.....
ラマSkuy: maaf gak dilanjut kata katanya, ada tukang bakso bawa HT jadi ngeri 🤣🤣🤣
total 2 replies
Mamat Stone
/Chuckle/
Mamat Stone
/Smirk/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Smile/
Mamat Stone
/Sneer/
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
👻🤣👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!