NovelToon NovelToon
Aku Diculik Mafia Tampan

Aku Diculik Mafia Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Sinopsis – Aku Diculik Mafia Tampan

Alya, gadis sederhana yang bekerja keras demi menghidupi ibunya, tak pernah menyangka hidupnya berubah hanya karena satu kecelakaan kecil. Saat menabrak mobil mewah di tengah hujan, ia justru diculik oleh pemilik mobil itu—Kael Lorenzo, pria tampan, kaya raya, dan pemimpin mafia paling ditakuti di kota.

Dibawa ke mansion megah bak penjara emas, Alya dipaksa tinggal bersama pria berbahaya yang dingin dan kejam itu. Kael seharusnya menyingkirkannya, tetapi ada sesuatu pada Alya yang membuatnya tak mampu melepaskan.

Semakin Alya melawan, semakin Kael terobsesi.

Ia melarang Alya pergi.
Ia menghancurkan siapa pun yang mendekat.
Ia rela menumpahkan darah demi menjaga gadis itu tetap di sisinya.

Namun saat rahasia masa lalu Kael mulai terbongkar dan musuh-musuh mafia mengincar Alya, keduanya terjebak dalam permainan cinta yang berbahaya.

Bisakah Alya kabur dari pria yang menculiknya…
atau justru jatuh cinta pada mafia tampan yang menganggapnya milikny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pilih Satu

Bab 24 – Pilih Satu

“Kau hanya boleh memilih satu malam ini.”

Kalimat itu menggantung di udara, mematikan seluruh suara di ruangan. Hening. Mencekam.

Alya menatap lekat dua amplop cokelat di atas nampan perak. Satu berisi petunjuk keberadaan ibunya, satu lagi jawaban atas nasib hubungan mereka. Dadanya sesak, rasanya sulit menarik napas.

“Ini gila…” bisiknya pelan, tak percaya.

Kael berdiri kokoh di depannya, tubuhnya tegang kaku seperti kawat baja yang ditarik hingga batas maksimal, siap melindungi gadis itu dari segala arah.

Tuan Besar Lorenzo turun satu langkah lagi dari tangga.

“Waktu kalian… satu menit. Cepat pilih.”

Alya menatap pria tua itu dengan campuran amarah dan ketidakpercayaan.

“Kamu menganggap hidup dan nasib orang cuma seperti permainan dadu begitu?”

“Bukan permainan, Alya. Ini namanya negosiasi,” jawabnya tenang dan dingin.

“Aku mau muntah melihat wajahmu,” gerutu Alya.

Kael tak menoleh sedikit pun, matanya tetap fokus ke depan.

“Diam saja di belakangku. Jangan keluar.”

“Aku bukan anak kecil! Aku bisa bela diri!” protes Alya.

“Keras kepala sama persis kayak ibumu.”

“Aku cubit lho kalau ngomong begitu!”

“Antri saja sana. Banyak yang mau,” gumam Kael pelan.

Di atas tangga, Tuan Besar mengangkat alisnya melihat interaksi mereka.

“Kalian selalu begini ya? Bercanda dan berkelahi malah saat situasi genting begini?”

Tanpa menoleh dan serentak, Alya dan Kael menjawab dengan nada kesal:

“DIAM!”

Pria tua itu justru tersenyum tipis.

 

Kael tetap menatap dua amplop itu tanpa ekspresi. Namun Alya yang sudah hafal sifatnya tahu, di dalam kepala pria itu sedang berpikir sangat cepat, menghitung segala kemungkinan.

Alya mendekatkan mulutnya ke telinga Kael, berbisik pelan:

“Ambil yang alamat ibu, Kael. Cepat. Aku harus ketemu dia.”

Kael tak bergerak.

“Kalau itu jebakan?”

“Atau bagaimana kalau hasil DNA itu kunci dari semua pertanyaan kita?” balas Kael pelan.

“Jawaban bisa menunggu besok atau lusa.”

Alya menatapnya kaget.

Kael menoleh sedikit, tatapannya lembut namun tegas.

“Ibumu… tidak bisa menunggu.”

Jantung Alya berdebar keras mendengarnya. Pria itu selalu tahu apa yang paling penting baginya.

“Tiga puluh detik!” seru suara pria tua itu memecah konsentrasi.

“KAEL, CEPAT!” panik Alya.

Tiba-tiba Kael bertanya lirih, sangat pelan hanya untuk didengar Alya.

“Kalau hasilnya buruk… kalau ternyata kita memang saudara… kau siap tahu jawabannya malam ini juga?”

Tubuh Alya membeku. Ia mengerti maksudnya. Kalau hasilnya positif, berarti semua perasaan ini, semua getar ini, harus mati malam ini juga. Harus dipotong sampai akar.

Alya menggigit bibir bawahnya kuat-kuat.

“Aku… aku tidak tahu,” jawabnya jujur, suaranya bergetar.

Kael menatap lurus kembali ke arah amplop-amplop itu.

“Kalau begitu… aku yang tahu harus memilih apa.”

Ia melangkah tegap mendekati nampan perak. Tangannya terulur perlahan… jari-jarinya hampir menyentuh amplop alamat ibunya.

Tiba-tiba tangan Alya meraih lengan pria itu dan menahannya.

“Tunggu.”

Kael menoleh cepat. “Alya?”

Alya gemetar hebat, tapi matanya mulai tegas.

“Kalau ibuku memang ada di tangannya… dia tidak akan membunuh Ibu sekarang. Dia butuh Ibu. Dia butuh aku.”

Tuan Besar di tangga tersenyum samar melihat ketajaman pikiran gadis itu.

“Pintar.”

Alya mengabaikannya dan menatap Kael.

“Tapi soal kita… kalau hasil DNA itu benar… kita harus tahu sekarang juga. Aku tidak mau ragu lagi. Aku tidak mau takut lagi.”

Kael menatap mata Alya lama sekali. Seakan ingin menghafal setiap detail wajah itu sebelum badai datang. Akhirnya rahangnya mengeras.

“Kau yakin?”

“Tidak,” jawab Alya jujur. “Aku takut setengah mati.”

“Bagus. Aku juga,” gumam Kael.

“SEPULUH DETIK!!!”

Kael mengulurkan tangannya kembali dan meraih amplop di sebelah kanan! Amplop hasil tes DNA!

Alya menahan napas sampai sesak.

Dengan gerakan lambat, Kael membuka segelnya dan menarik selembar kertas putih keluar. Matanya membaca baris demi baris dengan cepat. Wajahnya berubah, gelap tapi ada kilatan lega yang luar biasa di sana.

Alya pucat pasi menunggu.

“Apa? Ka… Kael? Apa isinya? Katakan!”

Kael tak menjawab, ia hanya menyerahkan kertas itu ke tangan Alya yang gemetar hebat.

Dengan tangan dingin, Alya menunduk membacanya.

 

HASIL UJI DNA:

Subjek 1: Kael Lorenzo

Subjek 2: Alya Mira

Hubungan biologis saudara kandung: 0%

Hubungan biologis kerabat tingkat satu: TIDAK DITEMUKAN.

 

Tubuh Alya membeku total.

“Tidak… saudara…” bisiknya nyaris tak terdengar. Napasnya tercekat.

Ia mengangkat kepala menatap Kael. Di mata gelap pria itu ada sesuatu yang berbahaya, liar, tapi juga penuh rasa lega yang meledak-ledak.

“Selamat. Kalian bukan saudara,” suara Tuan Besar terdengar tenang.

Alya belum sempat mencerna perasaan lega itu sepenuhnya. Kael tiba-tiba melangkah mendekat. Sangat dekat.

“Kael…” panggilnya pelan.

Suara Kael rendah, dalam, dan terdengar sangat gelap.

“Berarti… tak ada lagi yang bisa menghalangiku. Tak ada lagi alasan untuk menjauh.”

Jantung Alya menghantam dadanya keras sekali. Rasanya mau copot.

“Ehem!” Tuan Besar berdeham keras memotong suasana. “Masih ada aku di sini, ingat.”

Kael bahkan tak mau memalingkan pandangan dari wajah Alya.

“Aku tidak menghitungmu sebagai rintangan.”

Ruangan kembali menegang.

Alya mundur selangkah kecil, pipinya panas.

“Eh… tunggu dulu. Kalau kalian bukan saudara… berarti siapa ayahku sebenarnya?” tanyanya panik.

Tuan Besar menatapnya dingin dan tajam.

“Benar. Dan kau… tetaplah putri kandungku, Alya.”

“APA?!” Alya dan Kael sama-sama membelalak mata kaget.

Kael menoleh tajam ke arah ayahnya.

“Jadi kau mempermainkan kita tadi? Menyembunyikan fakta?”

Pria tua itu tetap tenang. “Aku hanya… tidak menampakkan semuanya sekaligus.”

“KELUARGA INI SUKA SEKALI DONGKRAK-DONGKRAK PERASAAN ORANG!” jerit Alya frustrasi.

BLURRRRR!!!

Tiba-tiba seluruh lampu di mansion padam total! Gelap gulita!

Teriakan para penjaga terdengar panik dari segala arah. Dan sesaat setelah itu…

DUAAAAARRRRR!!!

Suara ledakan dahsyat mengguncang seluruh bangunan! Debu berjatuhan dari langit-langit!

Alya tersentak kaget dan secara otomatis memeluk lengan Kael erat-erat ketakutan.

Kael langsung memeluk pinggang gadis itu melindunginya di dalam pelukannya.

“Pegang kuat-kuat! Jangan lepas!”

“AKU SUDAH PEGANG!” teriak Alya panik.

DOR! DOR! DOR! DORRR!!!

Suara tembakan memecah kegelapan terdengar bertalu-talu dari arah halaman depan!

Dalam kekacauan itu, sosok Riko berlari tergopoh-gopoh masuk sambil menyalakan senter.

“TUAN! Serangan dari kelompok Darius!”

Wajah Tuan Besar berubah kaget dan marah.

“Mustahil! Dia sudah kami tangkap!”

Riko menelan ludah, wajahnya pucat.

“Dia berhasil kabur… dan membawa Nona Mira.”

Tubuh Alya membeku total. Dunianya gelap seketika.

“Ibu…”

1
Erna sujana Erna sujana
lanjut Thor,suka dgn CRT nya
wiwi: tunggu update bsok yah kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!