Berlatar di sebuah desa bernama Desa Suka Makmur. Anggap saja salah satu desa di Jawa Barat. Desa dengan beberapa fasilitas yang tersedia, seperti bangunan sekolah dasar, balas desa, puskemas pembantu, posyandu , lapangan sepak bola dan lainnya. Namun dibalik itu desa tersebut menyimpan kisah misteri dan terkenal dengan kemistisan nya. Desa pocong sebutan lain dari nama desa itu. Terdapat pantangan untuk tidak membuka pintu dan jendela di malam hari. Lebih-lebih keluar di waktu malam , apapun alasan nya. Jika melanggar maka siapapun akan terkena musibah. Sebuah teror, celaka , jatuh sakit , bahkan hingga kematian. Namun tak hanya itu , teror lain turut membayangi warga desa. Hingga seorang gadis pendatang baru yang tinggal di salah satu rumah yang terkenal angker berusaha mencari tahu tentang desa itu. Fitri namanya, gadis dengan kemampuan spiritual yang akan membantu warga desa terbebas dari ketakutan nyata teror pocong yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun lamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qsk sri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membantu Maria
"Pak Bambang makan kendang ....pak Bambang makan kendang.... " Celoteh Fitri bernyanyi.
Di belakangnya Maria menatap kosong tanpa ekspresi ke arah Fitri,sementara Lita menyenggol lengan nya. Saat ini mereka tengah berada di depan pintu sebuah rumah yang diperkirakan milik Pak Bambang.
"Kenapa pak Bambang makan kendang ?" Heran Lita," Rayap dong " celetuk nya kemudian.
"Khikhikhi......" Fitri terkikik namun ekspresi nya nampak tak biasa.
"Fit...Lo jangan nakut-nakutin gue napa ! Biasa aja kali ketawa sama ekspresi Lo!" Desis Lita yang semakin merinding melihat ekspresi dan ketawa sahabatnya. Sejak tadi dia sudah merasa tak nyaman karena sosok kuntilanak yang mengikuti mereka ,dan tentu saja dia tidak tahu.
Mereka berdua sudah bersahabat sejak SMP,baik Lita maupun Fitri keduanya sudah saling tahu dan faham satu sama lain. Dan cara tertawa Fitri kali ini benar-benar berbeda dari biasanya.
Fitri mengerjap,dia juga menghela nafas dan menghembuskan dengan kasar.
"Sorry,gue gak sengaja hehehe...." Cengir Fitri
Lita merasa bingung dengan sahabatnya itu,"gak biasanya dia kaya gini. Aneh " Bisik batin Lita.
Saat itu pintu mulai terbuka perlahan. Seorang wanita paruh baya berdiri di ambang pintu menatap dengan bingung pada kedua tamu tak diundang itu.
"Maaf, kalian cari siapa ya ?" Tanya wanita itu.
Fitri terdiam menatap wanita di depan nya dengan mata gak berkedip,lalu melirik sebentar ke belakang nya ke arah Maria.
"Mirip....tapi,ini versi mateng " gumam nya
Lita menyenggol Fitri yang nampak bengong." Maaf Bu, sebenarnya teman saya ini yang ingin bertemu ,saya cuman nganter" Ucap Lita melirik Fitri.
"Fit...ngomong dong ! Maksud Lo datang ke sini mau apa !" Bisik Lita pelan,namun tatapan nya pada wanita di hadapan nya. Lita nampak meringis senyum.
"Oh...iya,maaf Bu. Apa ibu kenal dengan pak Bambang ?" Tanya Fitri
"Iya,saya anak nya. Kamu siapa ? Dan...kenapa menanyakan ayah saya ? Perihal utang lagi ?" Tanya wanita itu beruntun. Rupanya wanita itu adalah anak dari Pak Bambang.
"Eh,...enggak Bu. Bukan ! Kami ke sini hanya ingin bertemu pak Bambang " Ucap Fitri,namun di belakangnya Maria meralat ucapan Fitri yang tentu saja tidak bisa didengar siapapun,kecuali Fitri.
"Aku ingin bertemu anak ku "
"Memangnya ada apa kamu ingin bertemu ayah ku ?" Tanya wanita itu curiga.
"Bisa kami masuk dulu Bu,kita bicarakan di dalam. Kaki aku pegel berdiri terus,banyak nyamuk juga " Ucap Fitri sambil sesekali memukul nyamuk yang sebenarnya tidak pernah ada.
"Fit..." Tegur Lita pelan
"Ya ,sudah ! Ayo silahkan masuk !" Wanita itu akhirnya meminta Fitri dan Lita untuk masuk. Kedua gadis itu duduk di kursi yang sudah sedikit rusak di bagian ujungnya akibat cakaran kucing.
"Sebentar saya ambilkan minum dulu" Ucap wanita itu. Meskipun dia merasa penasaran dengan kedatangan kedua gadis itu yang mencari ayah nya,wanita itu tetap menghormati tamunya.
"Gak usah repot-repot Bu,yang penting manis dingin saja " Celetuk Fitri.
"Fit...." Tegur Lita melotot,lalu dia menatap tuan rumah," maaf ya Bu,teman saya ini agak-agak gimana gitu ...." Ucap nya lirih,dia merasa tak enak hati karena menurutnya sikap Fitri tidak sopan.
"Gak apa kok,saya cuman mau ambil air putih saja,karena tidak ada apa-apa buat disuguhkan" Ucap wanita itu sambil tersenyum tipis. Dia pun segera berbalik pergi ke dapur.
" Fit,Lo mah gitu ah ! Gak enak tahu !" Tegur Lita merasa gemas sekaligus kesal.
"Iya,gue tahu. Gue juga gak enak sebenarnya tapi gimana ya,gue bingung mau ngomong langsung takutnya gak percaya, makanya gue bertingkah seabsurd mungkin " ucap Fitri sambil melirik ke arah Maria.
"Bukan absurd Peak...tapi gak sopan !" Gemas Lita sambil menggerakan tangan nya seakan meremas susuatu. " Eh,emang nya Lo mau ngapain sebenernya sih cari-cari pak Bambang segala ?" Tanya Lita kemudian.
"Gue....mau cari anak nya pak Bambang sama Maria " Jawab Fitri jujur
"Heuuuhh...Maria ? Siapa Maria ? Maria Mercedes ?" Tanya Lita sambil mengerutkan keningnya.
"Itu mah telenovela jaman nya ibu sama bapak ! Ini Maria yang dulunya punya rumah Lo" Ujar Fitri. Di sana Maria nampak mengangguk mengiyakan ucapan Fitri.
Kening Lita semakin berkerut dalam," Loh bukan nya yang punya itu Pak Bambang?" Bingung nya
"Bukan,tapi punya nya Maria. Maria punya rumah itu dari hasil kerja keras nya jadi TKW. Pak Bambang mengalihkan nama rumah itu jadi milik nya setelah Maria meninggal,karena tak sanggup setiap malam kena teror dari Maria, akhirnya rumah itu dijual dan orangtua Lo yang beli " Ujar Fitri lagi yang lagi-lagi diangguki oleh Maria.
"Kenapa kamu tahu ,aku bahkan belum cerita selengkap itu ?" Tanya Maria.
"Entahlah,semuanya mengalir begitu saja di benakku,nampak jelas seolah tengah menonton sebuah cuplikan film " Ucap Fitri.
Namun tiba-tiba,Lita memukul pundak nya membuat gadis itu meringis antara sakit dan kaget.
"Lo ngomong sama siapa ?" Tanya Lita bingung
"Sama Maria lah,siapa lagi ...." Jawab Fitri.
Plak'
Lagi-lagi dia mendapatkan pukulan di bahunya," Becanda Lo gak lucu !" Lita mendesis gemas.
"Siapa juga yang bercanda ,orang gue beneran kok. Lo gak bakal percaya kalau gue gak cerita " ucap Fitri yang seketika terdiam merasa ada yang janggal dari ucapannya.
Lita menggeleng pelan,hendak membuka mulut namun pemilik rumah sudah kembali sambil membawa dua gelas air putih di atas nampan plastik kecil berwarna merah.
"Jadi,...ini maksudnya apa ? Kalian kenal ibu saya,....Maria " Tanya wanita itu yang ternyata telah mendengar percakapan mereka dari tadi.
"Hmm.... sebentar Bu,saya minum dulu. Haus " Fitri tak langsung menyahut,tetapi dia menyambar gelas yang baru saja diletakan di meja.
"Maaf Bu,kalau kedatangan kami mengganggu istirahat nya. Oh ya,di rumah ini ibu tinggal sama siapa ?" Tanya Fitri.
"Berdua dengan suami,tapi sekarang suami sedang bekerja di luar kota" jawab wanita itu
"Anak ibu ?" Tanya Fitri lagi.
"Mereka sudah menikah ikut suaminya"
"Anak ibu perempuan semua ? Apa.........." Tanya Fitri lagi.
"Cepat katakan ! Sebenarnya apa tujuan kalian datang ?" Wanita itu nampak tak sabar dan langsung menyela.
"Elu tuh kebanyakan nanya,udah kaya wartawan saja. Cepet ngomong keburu kemaleman, kita kan mau ke mall !" Seru Lita dengan nada dan ekspresi gemasnya.
"Iya maaf. Jadi begini Bu, sebelumnya aku mau minta maaf jika kedatangan kami mengganggu waktu istirahatnya...."
"Langsung ke inti !" Sela wanita itu.
"Aku mau bantu Maria bertemu anak nya,sudah puluhan tahun dia nunggu tapi anaknya gak pernah datang" Ucap Fitri.
"Maksudnya ?" Bingung wanita itu," Ibu kandung ku sudah meninggal saat aku masih bayi, bagaimana mungkin mau bertemu ? " Ucap wanita itu merasa tak masuk akal.
"Tapi nyatanya dia memang terus nungguin anak nya" Ucap Fitri menjeda sejenak kalimat nya " Maria ada di sini " lanjut nya.
"Lo ngomong apa sih, Fit ?" Bingung Lita.
"Udah ,Lo diem aja dulu ! Nanti gue jelasin " Ucap Fitri pelan.
Wanita itu menghela nafasnya,merasa gadis di hadapannya itu sungguh konyol. Datang malam-malam dan mengatakan ingin mempertemukan nya dengan orang yang tak mungkin bisa dia temui. Sungguh tak masuk akal. Pikirnya.
"Sudah lah,sekarang sudah malam. Lebih baik kalian pulang !" Ucap wanita itu mengusir kedua tamu nya.
"Tapi Bu...."
"Pulang atau saya panggil orang-orang buat ngusir kalian karena sudah menganggu !" Gertak wanita terlihat tak main.
"Sudah lah Fit,kita pulang !" Bisik Lita
"Gak ! Gue gak akan keluar sebelum mempertemukan mereka ! Tapi gue bingung gimana caranya ya..." Ucap Fitri seketika merasa bingung.
"Pegang tangan nya !" Ucap Maria
Fitri terdiam mencerna ucapan yang terdengar seperti perintah,lalu melirik ke arah wanita paruh baya di depan nya.
"Oh... gue ngerti !" Seru Fitri bergerak mendekat ,lalu memegang lengan wanita paruh baya itu " begini ?" Tanya nya
"Ihh...ngapain sih pake pegang-pegang segala ?" Seru wanita itu terkejut,namun tatapan nya seketika tertuju pada sosok wanita cantik dengan rambut panjang yang sudah dikepang rapih ,gaun putih yang menjuntai ke lantai berdiri di ambang pintu.
Wanita itu membeku, tatapannya terkunci pada sosok tersebut.
Maria tersenyum,matanya berkaca-kaca,kedua tangan nya direntangkan,
" anak ku......"
.........